Rasulullah SAW

Fakta Ilmiah Lalat dalam pesan Rasulullah

Posted on 22/09/2011. Filed under: Rasulullah SAW, Tahukah Anda |


“Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya” [HR. Bukhari]

Hadist atau pesan Rasulullah ini dibuktikan oleh para ilmuwan, Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan. Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya. Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta macam serangga di muka bumi. Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam.

Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil. Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan.

Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan serangga lainnya. Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen yang bisa mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri, pada syaraf – syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen – gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang dapat mengobatinya.

Demikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian jeniusnya Rasulullah Muhammad Saw. Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia. Maksudnya gen – gen refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada sayap lainnya.

Menurut anda, siapa yang memberitahu Sang Nabi bahwa ada gen – gen refilin yang bisa menyembuhkan syaraf arteri sementara gen–gen itu tidak terlihat oleh mata..?

Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka menelitinya tapi Sang Nabi SAW tahu di sayap lalat itu ada gen penyembuh, ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap lalat diketahui oleh Rasulullah Muhammad SAW atas petunjuk dari Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta segala sesuatu dan Maha Mengetahui akan seluk beluk ciptaanNya.

Wallahu’alam bishawab…

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Fakta Ilmiah Lalat dalam pesan Rasulullah )

Foto-foto Makam Para Shahabat Nabi SAW

Posted on 12/09/2011. Filed under: Rasulullah SAW, Sejarah, Tahukah Anda |

Kita, kaum Muslimin, tentu tidak hanya mencintai Nabi SAW, tapi juga para shahabatnya yang agung dan mulia, yang telah berjuang sehidup semati bersama Rasululllah SAW, yang telah membela Islam dan Nabinya dengan jiwa, raga dan hartanya, yang telah berjasa mengembangkan Islam. Seperti kepada Nabi, kita tidak pernah mengenal wajah-wajah mereka tapi kita mencintai mereka, para sahabat Nabi pilihan Allah SWT. Tapi, jangan khawatir, makam-makam mereka pada ssahabat yang mulia ini mudah-mudahan bisa mengobati kerinduan kita pada mereka. Mudah-mudahan, kelak kita semua yang hina dan banyak dosa, diampuni dosa, diberi syafa’at Nabi dan dikumpulkan bersama Nabi dan para shahabatnya yang mulia ini. Amiin….

a

keranda-jenazah-bilal-bon-rabbah-al-habsyi-di-damaskus-syria

Keranda dan Makam Bilal bin Rabbah,  shahabat Nabi dari negeri Habsyi (Ethiopia). Budak hitam yang diangkat menjadi mu’adzinnya Rasulullah SAW. Siapa yang tidak kenal riwayat terkenal Bilal yang ditindih dengan batu besar di atas perutnya oleh kafir Quraisy, tapi mulut yang kesakitan hanya mengucapkan “Allahu Ahad… ahad….ahad.”

a

keranda-jenazah-ubay-bin-kaab-shahabat-nabi

Keranda/makam shahabat Nabi yang terkanal, Ubay bin Ka’ab. Nama lengkapnya Ubay bin Ka’ab bin Qis bin ‘Ubaid al-Anshari al-Khazraji. Beliau adalah Sayyid al-Qurr’o (pemimpin para pembaca al-Qur’an). Biasa dipanggil Abu Thufail. Ia adalah golongan shahabat yang awal masuk Islam, sekretaris Nabi yang mashur, ketika kecil sudah turut menyaksikan perjanjanjian Aqabah, dan turut dalam banyak peperangan besama Rasulullah SAW. Beliau dikenal sebagai shahabat yang meriwayatkan hadits.

a

makam-abu-abdullah-jabir-anshari-sahabat-nabi-yg-terkenal

Makam Abu Adbullah Jabir Al-Anshary. Sahabat Nabi yang terkenal pandai dan kuat dalam hafalan pengumpulan dan periwayatan hadits.  Berguru dan berbai’at sejak kecil kepada Rasulullah SAW. Hadits darinya terkumpul sekitar 1.540 hadits.  Ia masih kecil saat Perang Badar dan Uhud berkobar. Beliau adalah diantara yang ikut sumpah setia kepada Rasulullah di Bai’ah Ridwan. Riwayatnya bisa dibaca klik disini: http://kisahislam.wordpress.com/2007/05/21/jabir-ibnu-abdullah-al-anshari-rodhiallahu-anhu/ dan http://www.awie-doank.blogspot.com/2007/08/jabir-bin-abdullah-al-anshory.html

a

makam-abu-dzar-al-ghiffari-sahabat-nabi-yang-agung1

Makam sahabat Nabi yang agung, Abu Dzar Al-Ghifari. Sahabat kebanggan Nabi yang dikenal kritik pedasnya pada penguasa yang menyimpang dan pada siapa saja tanpa tedeng aling-aling.

a

makam-anas-bin-malik

Makam sahabat yang terkenal Anas bin Malik.  Ia adalah sahabat kesayangan Nabi. Ia adalah sahabat yang dikatakan Abu Hurairah, “aku belum pernah melihat orang yang shalat menyerupai shalatnya Rasulullah kecuali Ibn Umm Salim (Anas bin Malik).” 10 tahun ia menjadi khadim (pelayan ) Rasulullah dan dialah yang meriwayatkan hadits bahwa selama 10 tahun bersama Nabi, Rasulullah belum pernah membentaknya, dengan mengatakan “mengapa engkau tidak malakukan itu?” “Tidak melakukan ini?”  2287 hadits terkumpul darinya selama ia bersahabat dengan beliau. Wafat pada tahun 91 Hijrah, berumur 99 tahun.
a

house-of-abo-ayoub-insari-where-rasool-allah-stayed-after-migrating-to-madina-now-this-is-a-part-of-nabvi-mosque

Reruntuhan rumah Abu Ayub Al-Anshari, sahabat Nabi yang dikenal kekayaan dan kedermawanannya. Rumah ini adalah rumah yang dikunjungi Rasulullah saat setelah beliau hijrah ke Madinah.

a

makam-jafar-ibn-abi-thalib-sepupu-nabi-di-yordania

Makam Ja’far Ibn Abi Thalib di Yordania, sepupu Rasulullah SAW.

a

makam-salman-al-farisi

Makam sahabat Nabi, Salam al-Farisi. Salman al Farisi dikenal sebagai “Imam”, “ Pewaris Islam”, “Hakim yang Bijaksana”, “Ulama yang Berpengetahuan Luas”, “Ahlul Bayt”. Semua julukan trersebut diberikan kepadanya oleh Nabi Muhammad saw. Lihat kisah lengkapnya disini http://abuahsan.blogspot.com/2007/01/salman-al-farisi.html, atau ini: http://www.syahadat.com/islam/tokoh-islam/484-salman-al-farisi

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Foto-foto Makam Para Shahabat Nabi SAW )

Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery

Posted on 10/09/2011. Filed under: Rasulullah SAW, Sejarah, Tahukah Anda |

Pada tahun 628 Nabi Muhammad SAW mengeluarkan Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery di Mt. Sinai. Berisi beberapa klausul yang melingkupi aspek-aspek hak asasi manusia termasuk perlindungan bagi umat Kristen, kebebasan beribadah dan bergerak, kebebasan untuk menunjuk hakim-hakim dan menjaga property mereka, pembebasan dari wajib militer, dan hak untuk dilindungi dalam perang.

Image of Patent from Prophet Muhammad to the Christians of St. Catherine’s Monastery, Mt. Sinai

Berikut ini terjemahan dalam bahasa Inggris atas dokumen tersebut:

“This is a message from Muhammad ibn Abdullah, as a covenant to those who adopt Christianity, near and far, we are with them.

Verily I, the servants, the helpers, and my followers defend them, because Christians are my citizens; and by Allah! I hold out against anything that displeases them.

No compulsion is to be on them.

Neither are their judges to be removed from their jobs nor their monks from their monasteries.

No one is to destroy a house of their religion, to damage it, or to carry anything from it to the Muslims’ houses.

Should anyone take any of these, he would spoil God’s covenant and disobey His Prophet. Verily, they are my allies and have my secure charter against all that they hate.

No one is to force them to travel or to oblige them to fight.

The Muslims are to fight for them.

If a female Christian is married to a Muslim, it is not to take place without her approval. She is not to be prevented from visiting her church to pray.

Their churches are to be respected. They are neither to be prevented from repairing them nor the sacredness of their covenants.

No one of the nation (Muslims) is to disobey the covenant till the Last Day (end of the world).”


TERJEMAHAN:

Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapapun yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka.

Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apapun yang tidak menyenangkan mereka.

Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka.

Sekalipun oleh para hakim-hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, maka akan dikeluarkan dari biara mereka.

Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apapun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.

Jika ada yang mengambil hal-hal tersebut,maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apapun yang mereka benci.

Tidak ada yang dapat memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang.

Umat Islam wajib bertempur untuk mereka.

Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.

Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaikinya dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka.

Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir (akhir dunia).

Pada tahun 1517, piagam asli diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan saat ini berada di Musium Topkapi di Istanbul, akan tetapi Sultan memberikan salinan atas piagam tersebut kepada para biarawan, dan melegalisir isi piagam tersebut.

Dari koleksi besar gulungan kuno dan modern yang diawetkan di perpustakaan biara, jelas bahwa Perjanjian Nabi, apakah asli maupun salinan, memberikan hak dan perlindungan bagi umat Kristen.

Video piagam tersebut dapat dilihat disini:
PROPHET MUHAMMED’s Letter to the Monks of St. Catherine Monastery from Haqqani OSMANLI onVimeo.

Sumber:
http://st-katherine.net/en/index.php?option=com_content&task=view&id=20&Itemid=65

http://www.islamic-study.org/saint_catherine_monastery.htm

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery )

Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad

Posted on 08/09/2011. Filed under: Rasulullah SAW, Tahukah Anda |

Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.

TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
-----------------------------------------

1.  QS AL AHZAB 40: " Bukanlah Muhammad itu bapak salah
    seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah
    Rasulullah dan penutup Nabi-nabi"

2.  Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu
    Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    "Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang
    yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan
    membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di
    salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan
    mereka ta'juk lalu berkata: 'kenapa kamu tidak taruh batu
    ini.?' Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup
    Nabi-nabi"

3.  Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut'im RA
    bahwa Nabi SAW bersabda:

    "Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya
    Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran
    karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di
    kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya"

4.  Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil,
    bersabda Nabi Muhammad SAW:

    "Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan
    saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku"

5.  Khutbah terakhir Rasulullah ...

    " ...Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan
    datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.
    Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan
    pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku
    tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh
    dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah
    tersesat ..."

6.  Rasulullah SAW menjelaskan: "Suku Israel dipimpim oleh
    Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi
    lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang
    sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku
    (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

7.  Rasulullah SAW menegaskan: "Posisiku dalam hubungan
    dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan
    dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah
    bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung,
    tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat
    sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat
    sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya,
    tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang
    dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan
    aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi". (Bukhari,
    Kitab-ul-Manaqib).

8.  Rasulullah SAW menyatakan: "Allah telah memberkati aku
    dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi
    terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif
    dan sempurna. - Aku diberi kemenangan kare musuh gentar
    menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -
    Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga
    telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam
    agamaku, melakukan shalat tidak  harus di suatu tempat
    ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di  atas
    bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk
    berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya
    dengan tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus Allah
    untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. - Dan
    jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat
    Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

9.  Rasulullah SAW menegaskan: "Rantai Kerasulan dan Kenabian
    telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan
    nabi sesudahku". (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab
    Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

10. Rasulullah SAW menjelaskan: 'Saya Muhammad, Saya Ahmad,
    Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku;
    Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat
    yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah
    satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah
    Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang
    sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada'il, Bab
    Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi;
    Muatta', Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
    Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

11. Rasulullah SAW menjelaskan: "Allah yang Maha Kuasa tidak
    mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak
    memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal
    (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa
    mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan
    kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu
    saat, Dajjal akan datang dari antara kamu". (Ibnu Majah,
    Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: "Saya mendengar
    Abdullah bin 'Amr ibn-'As menceritakan bahwa suatu hari
    Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan
    mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau
    akan meninggalkan kita. Beliau berkata: "Aku Muhammad, Nabi
    Allah yang buta huruf", dan mengulangi pernyataan itu tiga
    kali. Lalu beliau menegaskan: "Tidak ada lagi Nabi
    sesudahku". (Musnad Ahmad, Marwiyat 'Abdullah bin 'Amr
    ibn-'As).

13. Rasulullah SAW berkata: " Allah tidak akan mengutus Nabi
    sesudahku, tetapi hanya Mubashirat". Dikatakan, apa yang
    dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang
    baik atau visi yang suci". (Musnad Ahmad, marwiyat Abu
    Tufail, Nasa'i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada
    kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang.
    Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah,
    dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata: "Jika benar seorang Nabi akan
    datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab".
    (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada 'Ali, "Hubunganmu denganku
    ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada
    Nabi yang akan datang sesudahku". (Bukhari dan Muslim, Kitab
    Fada'il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: "Di antara suku Israel
    sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi
    dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada
    satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan
    Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari,
    Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata: "Tidak ada Nabi yang akan datang
    sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut
    nabi baru apapun". (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)
Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad )

7 Bukti Al-Qur’an Tidak Dibuat-buat oleh Nabi Muhammad SAW

Posted on 25/08/2011. Filed under: Hikmah, Rasulullah SAW, Tahukah Anda |

 

Berikut ini adalah 7 alasan kuat, kenapa kaum muslimin meyakini Al-Qur’an itu berasal dari penguasa alam semesta, dan bukan hasil pemikiran Muhammad SAW.

 

1. Gaya bahasa
Gaya bahasa dalam Al-Qur’an sangat berbeda dengan gaya bahasa Muhammad. Jika kita merujuk kepada buku-buku hadits yang menghimpu sabda-sabdanya, kemudian kita perbandingkan dengan Al-Qur’an, kita akan melihat perbedaan yang jelas, baik dalam ekspresi, tema, dan lain-lain. Gaya dialog, mengajar dan orasi banyak kita jumpai dalam sabda-sabda Muhammad. Di samping itu, sabda-sabdanya juga menggunakan kata dan makna yang popular di kalangan Arab. Berbeda sekali dengan Al-Qur’an yang tidak memiliki kemiripan dengan gaya bahasa Arab kebanyakan.

 

2. Eksistensi Ketuhanan
Ketika membaca buku-buku hadits, kita akan menemukan dan merasakan eksistensi kemanusiaan, adanya ego yang takut dan lemah di hadapan Tuhan. Sedangkan saat membaca Al-Qur’an, kita akan menemukan betapa Tuhan sedang menunjukkan ego-Nya yang Maha Perkasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Maha Kasih, dan kasih-Nya tidak membuat-Nya lemah.
Jika saja Al-Qur’an ini adalah buatan Muhammad, dapat dipastikan akan terdapat kesamaan dalam gaya bahasa Al-Qur’an dan Hadits. Sudah menjadi aksioma di kalangan pakar sastra, bahwa tidak mungkin seseorang memiliki dua gaya bahasa yang memiliki perbedaan yang sangat prinsipal dalam penuturannya.

 

3. Muhammad Buta Aksara
Muhammad adalah seorang buta huruf yang tidak pernah bersekolah. Inilah yang seharusnya direnungkan. Mungkinkah Muhammad yang buta huruf itu menghimpun sebuah kitab yang memuat hukum yang paripurna tanpa cacat? Kitab itu bahkan mendapatkan kekaguman dari Timur dan Barat. Muslim dan non-muslim. Bahkan Al-Qur’an telah menjadi rujukan dari hukum Eropa. Bagaimana mungkin seorang yang buta huruf mampu membuat Al-Qur’an dengan kemukjizatan bahasa yang tidak tertandingi dan satu-satunya? Memuat hukum yang begitu komprehensif, meliputi social, ekonomi, agama, politik, dan banyak lagi aspek yang lain.

 

4. Visi Al-Qur’an yang melampaui akal manusia.
Jika visi Al-Qur’an tentang kosmos, kehidupan, pola pikir, interaksi, perang, pernikahan, ibadah ritual, ekonomi dan visi lainnya yang sangat kompleks, komprehensif dan solid itu benar-benar buatan Muhammad, berarti Muhammad bukanlah seorang manusia
Aturan dan hukum yang dimuat dalam Al-Qur’an tidak akan pernah mungkin dibuat meski oleh banyak tim yang diisi oleh manusia-manusia yang memiliki kecerdasan tingkat tinggi dan ahli di bidang masing-masing. Seseorang, berapapun IQ-nya, tidak mungkin mampu memformat aturan dalam satu masalah dari seabrek masalah yang ada dalam Al-Qur’an.
Apakah Muhammad yang buta aksara itu, seorang diri dengan mudah memformat aturan-aturan dengan visi komprehensif menyangkut masalah kosmos, kehidupan, pola pikir, dan aspek lainnya?
Al-Qur’an sendiri telah mengeluarkan tantangan yang telah berusia 15 abad. Tantangan untuk mencipta satu surat seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Hingga hari ini, tantangan itu belum terjawab.

 

5. Klaim dari Tuhan.
Jika memang Muhammad yang mencipta Al-Qur’an, mengapa kemudian Muhammad menisbatkannya kepada selain dirinya (Tuhan)? Al-Qur’an sudah jelas-jelas merupakan sebuah karya sastra dan kreasi yang amat sangat luar biasa. Jika memang kitab itu buatan Muhammad, berarti Muhammad telah menobatkan diri sebagai manusia luar biasa yang tanpa tandingan. Tapi mengapa Muhammad menolak meraih kehormatan itu? Apa sebenarnya yang mendasari keengganan Muhammad untuk mengakui Al-Qur’an itu sebagai kreasinya sendiri?

 

6. Ilmu Pengetahuan Modern dalam Al-Qur’an.
Dalam Al-Qur’an terdapat berita-berita generasi terdahulu yang berbeda dengan berita-berita yang sudah diwartakan oleh kitab-kitab yang ada di masa Muhammad.

Di dalam Al-Qur’an juga terdapat kemukjizatan ilmiah tentang kosmos (alam semesta), kedokteran, matematika, dan lainnya. Terdapat puluhan, bahkan ratusan ayat yang membahasnya. Rasionalkah jika Muhammad yang tidak pernah mengeyam pendidikan ini, telah menciptakan kitab pengetahuan itu? Dari sekolah mana Muhammad mengetahui bahwa bumi itu bulat?
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)
Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Mengetahui teori difusi kosmos?
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

Mengetahui tahapan bayi dalam rahim?
Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)
Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:
– Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.
– Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.
– Tahap fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.
Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur’an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur’an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.
Menariknya, kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an itu terbukti secara ilmiah melalui ilmu pengetahuan dan peralatan-peralatan penelitian modern.
Bagaimana mungkin, seorang yang buta aksara, berasal dari zaman di mana ilmu pengetahuan masihlah sangat sederhana, berhasil membeberkan kenyataan-kenyataan ilmiah yang kini hanya dapat ditemukan oleh laboratorium modern dan satelit yang canggih?

 

7. Kritik terhadap Muhammad SAW
Dalam Al-Qur’an banyak dijumpai kritik terhadap Muhammad. Misalnya dalam surat ‘Abasa (Yang Bermuka Masam). Dalam surat itu, Tuhan menegur Muhammad karena lebih memperdulikan untuk berbincang dengan bangsawan daripada berbincang dengan seorang sahabat yang buta.
Dalam surat At-Taubah ayat 113, Tuhan menegur Muhammad yang mendoakan ampun bagi keluarganya yang mempersekutukan Tuhan.
Dalam surat At-Tahrim ayat 1, Tuhan menegur Muhammad karena telah mengharamkan apa yang sebenarnya halal baginya.
Kritik-kritik tersebut, dan masih banyak lagi kritik lainnya, akan membuat akal sehat sulit untuk menerima kenyataan bahwa Muhammad-lah yang menulis, kemudian mengabadikan aib-aibnya sendiri dalam Al-Qur’an. Sementara ada banyak kejadian-kejadian lain yang tidak bercacat yang pernah ia lakoni.
Seandainya Al-Qur’an merupakan kreasi Muhammad, sungguh tidak masuk akal apabila ia mengisahkan aibnya sendiri. Pasti Muhammad akan memilih angle-angle kisah yang baik-baik saja tentang dirinya, tanpa membeberkan aibnya sendiri.

Itulah 7 di antara banyak penjelasan tentang kemurnian Al-Qur’an, yang saya kutip dari buku “Islam Menjawab Tuduhan”, karya DR. Syauqi Abu Khalil. Semoga kita dapat berpikiran lebih terbuka dan lebih hati-hati dalam bersikap. Jika anda ingin menghina Al-Qur’an, sebaiknya anda membaca Al-Qur’an terlebih dahulu.
Janganlah anda menghina sesuatu atas dasar kebencian yang membabi buta, tanpa mau membuka mata akan kebenaran yang mungkin saja tersimpan pada apa yang anda benci itu.

 

sumber : gentongcai.wordpress.com

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on 7 Bukti Al-Qur’an Tidak Dibuat-buat oleh Nabi Muhammad SAW )

Yahudi dan Skandal Pembunuhan Abdullah, Ayah Nabi Muhammad saw

Posted on 13/08/2011. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Rasulullah SAW |

Yahudi dan Skandal Pembunuhan Abdullah, Ayah Nabi Muhammad saw

Masalah keinginan orang Yahudi membunuh Rasulullah saw telah direncanakan sejak lama. Usaha itu dilakukan bahkan ketika beliau masih berada dalam sulbi ayahnya, Abdullah dan saat berada dalam perut ibunya, Aminah. Setelah beliau lahir, usaha membunuh beliau semakin menjadi-jadi.

Para dukun dan rabi Yahudi berusaha keras membunuh Abdullah, ayah Nabi Muhammad saw. Salah satu tokoh mereka mengatakan, “Siapkan makanan yang telah diberi racun yang sangat mematikan dan kemudian makanan itu berikan kepada Abdul Mutthalib.” Orang-orang Yahudi melakukan hal itu lewat para perempuan yang menutup wajahnya dengan kain. Setelah makanan tersebut selesai dibuat, mereka membawanya kepada Abdul Mutthalib.

Ketika sampai di rumah Abdul Mutthalib, isterinya keluar dan menyambut mereka. Mereka berkata, “Kami masih keturunan Abdi Manaf dan itu berarti masih famili jauh kalian.” Mereka lantas memberikan makanan tersebut sebagai hadiah. Setelah mereka pergi, Abdul Mutthalib berkata kepada keluarganya, “Kemarilah keluargaku, kita menyantap bersama apa yang dibawakan oleh famili jauh kita.” Namun, saat mereka hendak memakan hidangan yang dibawa itu, terdengar suara dari makanan tersebut, “Kalian jangan memakan aku, karena aku telah diracuni oleh mereka.” Keluarga Abdul Mutthalib tidak jadi makan dan kemudian berusaha mencari tahu siapa para perempuan yang menghadiahi mereka hidangan itu. Namun selidik punya selidik mereka tidak berhasil mengetahui identitas mereka. Ini adalah salah satu tanda-tanda kenabian Rasulullah sebelum lahir.

Tidak berhasil, kembali sekelompok rahib Yahudi dengan memakai pakaian pedagang Syam memasuki kota Mekkah. Mereka sengaja datang ke sana untuk membunuh Abdullah, ayah Rasulullah saw. Sejak awal mereka telah mempersiapkan pedang yang telah di olesi racun. Mereka dengan sabar menanti kesempatan untuk melaksanakan rencana yang telah dibuat jauh-jauh hari.

Suatu hari, Abdullah bin Abdul Mutthalib keluar dari kota Mekkah untuk berburu. Orang-orang Yahudi melihat ini sebagai sebuah kesempatan bagus untuk membunuh Abdullah. Di suatu tempat mereka mengepung dan hendak membunuhnya. Namun lagi-lagi usaha mereka gagal, karena tiba-tiba ada sekelompok Bani Hasyim yang kembali dari perjalanan melalui tempat tersebut. Dan untuk kesekian kalinya Abdullah berhasil selamat dari niat busuk orang-orang Yahudi. Sempat terjadi bentrok antara orang-orang Yahudi dan Bani Hasyim yang berujung pada sejumlah pendeta Yahudi tewas dan sebagian lainnya ditawan dan dibawa kembali ke Madinah.

Abdullah, ayah Rasulullah saw meninggal secara misterius. Sebagian ada yang meriwayatkan beliau meninggal pada umur 17 tahun sementara lainnya menyebutkan 25 tahun.

Kazruni dalam bukunya al-Muntaqi menulis:

“Abdullah Mutthalib lahir tepat 24 tahun sejak masa pemerintahan Anushirvan, Raja Kisra. Ketika berumur 17 tahun, beliau menikah dengan Aminah. Ketika Aminah hamil Rasulullah saw, Abdullah meninggal dunia di Madinah. Semua orang menuduh penyebab kematian Abdullah adalah orang-orang Yahudi. Mereka meracuni Abdullah. Karena ketika di Mekkah mereka berkali-kali berusaha membunuh Abdullah namun tidak sempat karena ada kendala. Bagaimana bila Abdullah ke Madinah yang di sana hidup banyak orang Yahudi?

Tentunya, tujuan asli adalah Rasulullah saw, namun ayahnya, Abdullah yang menjadi korban.

Sumber:  Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, cetakan baru, jilid 49 dan 15

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Yahudi dan Skandal Pembunuhan Abdullah, Ayah Nabi Muhammad saw )

Rasulullah Mencium Tangannya…

Posted on 13/08/2011. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Rasulullah SAW |

Jika Anda mencium tangan seorang ulama, tentu saja karena sang alim memang memiliki kemuliaan dan layak memperoleh penghormatan seperti itu. Biasanya tangan yang dicium lebih mulia ketimbang yang mencium. Jika semua itu benar, bagaimana jika orang yang paling mulia di dunia dan akhirat, yaitu Muhammad Rasulullah Saw yang mencium tangan seseorang? Apakah orang yang tangannya dicium itu lebih mulia ketimbang Rasulullah Saw?

Siapa orang beruntung yang dicium tangannya oleh Sang Rasul?

Tidak selalu orang yang tangannya dicium lebih mulia dari yang mencium. Apa maksud dan tujuan Rasulullah Saw mencium tangan seseorang?

Ketika Rasulullah Saw mencium tangan seorang pekerja (buruh), Rasulullah Saw ingin mengajarkan kepada masyarakat masa itu – yang masih materialistik dan feodalistik – agar mereka menghargai kerja keras orang lain.

Mereka harus memuliakan keringat para buruh, para petani, para nelayan, dan orang-orang kecil yang sudah bekerja keras membanting tulang demi penghidupan mereka. Manusia harus saling menghormati, mesti saling menghargai semua kerja keras yang dilakukan siapa pun.

Manusia mesti menilai setiap tetes keringat seseorang tidak hanya dari sisi materi belaka, tapi juga mesti menilainya dari besarnya usaha dan perjuangannya. Bukankah mencari penghidupan itu juga sebuah jihad? Sebuah perjuangan yang juga memiliki nilai-nilai spiritual?

Ketika suatu masyarakat atau suatu pemerintahan tidak lagi menghargai kaum pekerja, maka akan terjadi suatu “kezaliman”, suatu ketidakseimbangan, suatu tanda-tanda kehancuran yang mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi mata moral maupun spiritual mampu melihat “ketimpangan” dan “lubang besar” yang akan menghisap seluruh “kestabilan” tatanan masyarakat yang ada.

Sikap orang-orang besar yang meremehkan orang-orang kecil sama saja dengan sikap meremehkan “sebuah batu bata kecil” yang diletakkan di dalam susunan terbawah sebuah menara yang tinggi dan besar. Tapi dapatkah kita sadari bahwa jika “batu bata kecil” ini kita copot maka kestabilan tatanan menara yang besar dan tinggi ini menjadi goyah?

Di masa kekhalifahan Imam Ali (as), suatu ketika Imam Ali (as) berjalan bersama salah seorang sahabatnya dan beliau melihat seorang tua yang sedang mengemis. Imam Ali (as) bertanya kepada sahabatnya, “Mengapa lelaki tua ini mengemis?”

Sahabatnya menjawab, “Lelaki ini seorang Nasrani.”

Imam Ali as marah seraya menukas, “Bukankah ketika lelaki ini masih muda kalian mempekerjakannya dan mengambil pajak (jizyah) darinya, tapi mengapa ketika ia sudah tua kalian melepaskannya begitu saja?!” Setelah berkata begitu Imam Ali (as) memerintahkan agar lelaki tua itu diberi tunjangan hari tua dari Baitul Mal. [1]

Siapa Lagi Tangan Mulia Yang Dicium Sang Nabi?

Ada satu tangan mulia lagi yang kerap dicium oleh Sang Baginda Rasul Saw. Tangan mulia itu tidak lain adalah milik tangan putri tercinta Nabi sendiri, Sayyidah Fatimah Az-Zahra (as). Mengapa Rasulullah Saw mencium tangan kecil yang mulia ini? Prilaku Rasulullah Saw ini membuka mata orang-orang penting, para politisi dan mayoritas Muslim pada masa itu.

Ketika sebagian masyarakat Arab masih merendahkan kaum perempuan pada masa itu, Rasulullah Saw justru melakukan tindakan revolusioner dengan mencium tangan anak perempuannya. Ketika kaum perempuan sedemikian mendewa-dewakan kaum lelaki. Ketika kaum lelaki menginjak-injak harkat kaum perempuan. Ketika masih bercokol di kepala kaum bangsawan Arab saat itu bahwa anak-anak perempuan hanya membawa sial bagi mereka, Rasulullah Saw justru menghormati anak perempuannya.

Luar biasa!

Ketika Rasulullah Saw mencium tangan putri tercintanya, Fatimah Az-Zahra (as), Rasulullah Saw ingin mengajarkan kepada masyarakat Arab dan umat manusia seluruhnya bahwa perempuan mesti dihormati, mesti dihargai dan mesti dicintai!

Bukan dihina, bukan diinjak-injak apalagi disingkirkan. Sejarah masih menyimpan catatan bagaimana bapak-bapak kaum Quraisy pada masa lalu merasa terhina jika mendapatkan anak perempuan. Mereka bahkan – saking malunya – rela membunuh dan menanam hidup-hidup putri-putri mereka yang masih merah di tengah-tengah padang pasir.

Salah seorang sahabat Nabi terkemuka juga mengakui pernah melakukan perbuatan keji seperti itu. Poin lainnya yang mesti dicermati adalah bahwa Nabi Saw tidak melakukan hal ini hanya karena alasan di atas. Poin terpenting lainnya adalah Nabi Saw ingin memberitahu kepada umat Islam pada masa itu dan di masa-masa yang akan datang bahwa putrinya adalah orang yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baik wanita di Surga adalah Maryam binti ‘Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim, isteri Fir’aun” (Bihar al-Anwar 13 : 162, Jalaluddin Suyuthi juga meriwayatkan di dalam kitabnya, Musnad Fatimah Az-Zahra, hlm 111)

Aisyah sendiri meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda kepada putrinya Fatimah, “Wahai Fatimah, apakah engkau rela menjadi pemimpin kaum perempuan di dunia dan akhirat.” (H.R Al-Hakim)

Tidak hanya itu! Ketika Rasulullah Saw mencium tangan putrinya di hadapan umat Islam saat itu, Nabi Saw juga mengisyaratkan kepada mereka, “Inilah putriku, yang darinyalah lahir keturunanku yang mereka itu adalah para Imam Ahlul Bait, para pemimpin sejati kalian!”

Laa hawla wa laa quwwata illa billah!

Catatan kaki:

1. Ma’alim al-Hukumah hlm. 522

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Rasulullah Mencium Tangannya… )

Wahyu Terakhir Kepada Rasulullah SAW

Posted on 10/08/2011. Filed under: Kisah Islami, Rasulullah SAW, Sejarah, Tahukah Anda |

Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada’]. Pada masa itu Rasulullah SAW berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril AS dan berkata,

“Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu.” Setelah Malaikat Jibril AS pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah SAW pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril AS. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata,

“Agama kita telah sempurna. Agama kita telah sempurna.” Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata, “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma.” Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda.”

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, “Ya Rasulullah SAW, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau.” Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah SAW sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah SAW melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, “Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?.” Kemudian Ali ra. berkata, “Ya Rasulullah SAW, Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?.” Lalu Rasulullah SAW berkata, “Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat”.

Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara ‘Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda.” Rasulullah SAW berkata, “Wahai ‘Ukasyah, Rasulullah SAW sengaja memukul kamu.” Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra., “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari.” Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash].”

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata, “Siapakah di pintu?.” Lalu Bilal ra. berkata, “Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW unluk mengambil tongkat beliau.”Kemudian Fathimah ra. berkata, “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.” Berkata Bilal ra., “Wahai Fathimah, Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk diqishash.” Bertanya Fathimah ra. lagi, “Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?” Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah.

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata, “Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua.” Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata, “Wahai Abu Bakar, Umar dudukiah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.” Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, “Wahai ‘Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW” Lalu Rasultillah SAW berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata, “Wahai ‘Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.” Berkata Rasulullah SAW “Wahai ‘Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul.”

Kemudian ‘Ukasyah berkata, “Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju.” Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah ‘Ukasyah melihat tubuh Rasulullah SAW maka ia pun mencium beliau dan berkata, “Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu.” Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya.” Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga.”

Apabila ajal Rasulullah SAW makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata, “Selamat datang kamu semua semoga Allah SWT mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan menshalatkan aku ialah Allah SWT, kemudian yang akan menshalat aku ialah Jibril AS, kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bershalat ke atasku.”

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, “Ya Rasulullah SAW anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?.” Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati.”

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW bermula. Dalam bulan safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahwa Rasulullah SAW diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah SAW. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun memberi salam, “Assalaarnualaika ya rasulullah.” Lalu dijawab oleh Fathimah ra., “Rasulullah SAW masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan baginda berkata, “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir.” Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata, “Aduh musibah.”

Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah SAW katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra.; “Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?.” Maka Fathimah ra. pun berkata, “Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid.” Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka beliau pun bershalat subuh bersama dengan para jemaah.

Setelah selesai shalat subuh maka Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia.” Setelah berkata demikian maka Rasulullah SAW pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail AS, “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah lerlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masukiah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku.”

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, “Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; “Wahai hamba Allah, Rasulullah SAW sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat.” Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra., “Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu.” Maka Fathimah ra. pun berkata, “Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya.” Kemudian Rasulullah SAW berkata; “Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?.” Jawab Fathimah,”Tidak ayah.” “Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.” Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata, “Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku.” Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?” Maka berkata malaikat lzrail, “Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali.” Berkata Rasulullah SAW, “Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?” Berkata lzrail, “Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia.” Tidak beberapa lama kemudian Jibril AS pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah SAW.

Apabila Rasulullah SAW melihat kedatangan Jibril AS maka Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat” Berkata Jibril AS, “Ya aku tahu.” Rasulullah SAW bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah SWT” Berkata Jibril AS, “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.” Berkata Rasulullah SAW, “Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.” Berkata Jibril AS, “Allah SWT telah berfirman yang bermaksud,

“Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga.” Berkata Rasulullah SAW, “Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku.” Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku.” Selelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati.” Jibril AS mengalihkan pandangan dari Rasulullah SAW apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril AS itu maka Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?” Jibril AS berkata, “Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?” Anas bin Malik ra. berkata, “Apabila ruh Rasulullah SAW telah sampai di dada beliau telah bersabda,

“Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu.” Ali ra. berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah SAW berkata, “Umatku, umatku.” Telah bersabda Rasulullah SAW bahwa, “Malaikat Jibril AS telah berkata kepadaku; “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu.”

***

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Wahyu Terakhir Kepada Rasulullah SAW )

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

Posted on 08/08/2011. Filed under: Rasulullah SAW, Sejarah |

Bulan Ramadhan—seperti yang kita ketahui—merupakan bulan yang istimewa untuk umat Islam. Yang pertama dan terutama adalah karena di bulan inilah al Quran pertama kali diturunkan, dan selanjutnya kitab ini menjadi pedoman hidup umat Islam sampai akhir zaman.

Tentu, kita sudah banyak sekali mendengar dan membaca banyak peristiwa penting terjadi di bulan ini. Banyaknya kejadian penting yang terjadi pada bulan Ramadhan menandakan bahwa bulan ini sama sekali bukan bulan yang santai, ataupun menjadikan umat Islam lemah secara fisik.

Sebaliknya, kejadian-kejadian besar yang terjadi di bulan Ramadhan adalah kejadian-kejadian yang senantiasa menguji fisik, mental, ruhani, dan emosi kita. Berikut di bawah ini sebagian kejadian yang terjadi di bulan Ramadhan.

1. Ketika Rasululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju goa Hiro yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Makkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qomariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril AS mewahyukan surat al Alaq yang merupakan surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Inilah yang disebut cikal-bakal turunnya al Quran di bulan Ramadhan

2.. Perang Badar: 17 Ramadhan 2 AH – Adalah pertempuran pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah mereka bermigrasi (hijrah) ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Makkah.

3. Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib: 21 Ramadhan 40 H: Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadhan tahun itu juga. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti.

4. Rasulullah saw keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum Muhajirin dan Anshar menuju Makkah untuk membebaskannya dari kemusrikan. Faktor keberangkatan beliau disebabkan penyerangan yang dilakukan kabilah Bani Bakar sekutu kaum Quraisy terhadap sekutu Rasulullah saw kabilah Khuza’ah yang berarti pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati antara kaum Quraisy dengan Rosulullah saw. Usaha ini berhasil dengan gemilang tanpa melalui peperangan. tatkala Fathul Makkah itu Rasulullah saw berdiri dihadapan kaum musyrikin Makkah seraya berkata, ” Menurut kalian apa akan saya lakukan sekarang ?” Mereka menjawab, ” Kebaikan, karena engkau adalah saudara yang baik berasal dari keturunan baik, jika engkau memaafkan kesalahan maka itu harapan kami, akan tetapi jika engkau membalas dendam maka itu sangatlah wajar karena kami pernah berbuat jahat kepadamu. Akhirnya Rasulullah saw bersabda, ” Pergilah, sekarang kalian bebas, aku hanya ingin mengatakan apa yang pernah dikatakan saudaraku Yusuf ; tidak ada celaan bagi kalian, semoga Allah mengampuni kalian sesungguhnya Dia maha pengasih.”

5. Penghancuran dan penguasaan kota ‘Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju kota Al Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin Al Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (nasrani) yang akan merebut kota Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin Al Ayyubi berkata, ” Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di ‘Asqolan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan ‘Askolan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin.” sekarang kota ‘Asqalan dikenal dengan nama kota Asduud di Negara Palestina.

6. Pada bulan ini Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan kota Qostantiniyah dalam rangka menaklukan dan memasukannya dalam naungan Islam. Setelah sekian waktu peperangan berkecamuk dengan sangat dasyatnya dan beliau tidak mampu menaklukannya akhirnya beliau kembali kepusat pemerintahannya tampa membawa hasil yang dicita-citakan.

7. Atas perintah Khalifah Fatimi panglima Jauhar Ash Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Jami’ (Masjid) Al Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi suatu Universitas dengan dilakukan pembentukan staff pengajar yang pembahasan utamanya adalah permasalahan hukum-hukum keislaman. sepanjang masa Al Azhar selalu menyambut gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar di sana. segala fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup bahkan halaqah (kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu dapat memilih halaqoh yang dikehendakinya.

8. Tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah Maha Besar).

9. Pada bulan ini Khalid bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 H.Umar bin Khatab RA memimpin sholat jenazah Beliau lalu dimakamkan di Hims dan ada pula yang mengatakan di Madinah.

10. Pada bulan ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya di kawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.

11. Hancurnya berhala-berhala, seperti Latta, Uzza, dan Mana’at milik kaum kafir Quraisy pas di bulan penuh rahmat dan ampunan ini. (sa/berbagaisumber)

sumber : republika.co.id

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan )

Jibril & 12,000 Malaikat menemui Rasulullah di Bukit Qubais

Posted on 16/07/2011. Filed under: Kisah Islami, Rasulullah SAW, Sejarah |

Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. (Ar-R’ad 13:11)

Pada zaman jahiliah di antara beberapa orang raja ada seorang raja yang bernama raja Habib lbnu Malik di kota Syam. Orang-orang arab menggelarnya “Raihanah Quraisyin.”

Ketika Raja Habib bersama angkatan tenteranya seramai 12,000 orang singgah di Abthah, iaitu suatu tempat dekat kota Makkah maka datanglah Abu Jahal beserta pengikut pengikutnya memberikan berbagai-bagai hadiah kepada raja Habib.

Setelah itu Abu Jahal dipersilakan duduk di sebelah kanan raja Habib. Berkata raja Habib: “Wahai Abu Jahal katakan kepadaku tentang Muhammad.”

Berkata Abu Jahal: “Tuan, silahkah tuan tanya tentang Muhammad itu dari Bani Hasyim.”

Raja Habib pun bertanya kepada Bani Hasyim: “Wahai Bani Hasyim, katakan pada beta tentang Muhammad itu.”

Berkata Bani Hasyim: “Sebenarnya kami telah mengenal Muhammad itu sejak dia kecil lagi, orangnya sungguh amanah dan setiap katanya benar; dia tidak akan berkata selain dari yang benar. Apabila umur Muhammad meningkat pada 40 tahun dia telah mula mencela Tuhan kita dan dia membawa agama baru yang bukan datangnya dari nenek moyang kita.”

Sebaik sahaja raja Habib mendengar penjelasan dan Bani Hasyim maka dia pun berkata: “Bawa Muhammad mengadap dengan cara baik, kalau Muhammad degil maka gunakan kekerasan.

Setelah itu mereka pun mengutus salah seorang untuk menjemput Muhammad SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima pesanan raja, baginda pun bersiap-siap untuk pergi, sementara itu Abu Bakar ra dan Siti Khadijah menangis kerana takut baginda dizalimi oleh raja tersebut.

Rasulullah SAW berkata: “Janganlah kamu berdua menangis, serahkanlah urusanku ini kepada Allah SWT.”

Kemudian Ahu Bakar ra pun mengaturkan pakaian untuk RasuIulIah SAW yang terdiri dari baju berwarna merah dan serban berwarna hitam.

Setelah Rasulullah SAW mengenakan pakaian tersebut maka baginda bersama Abu Bakar ra dan Khadijah ra pun pergi menghadap raja Habib. Setelah sampai di hadapan raja, Abu Bakar ra berdiri di sebelah kanan Rasulullah SAW sementara Siti Khadijah berdiri di belakang Rasulullah SAW.

Apabila raja Habib melihat baginda Rasulullah SAW berdiri dihadapannya maka raja Habib pun bangun memberi hormat mempersilakan Rasulullah SAW duduk di sebuah kerusi yang diperbuat dari emas. Sementara itu Siti Khadijah yang merasa cemas berdoa kepada Allah SWT: “Ya Allah, tolonglah Muhammad dan mudahkanlah dia menjawab sebarang pertanyaan.”

Sewaktu baginda duduk di hadapan raja Habib maka keluarlah cahaya memancar dari wajah baginda dan baginda duduk dengan tenang tanpa rasa takut.

Raja Habib memulakan pertanyaan: ‘Wahai Muhammad, kamu pun tahu bahawa setiap Nabi itu ada mukjizatnya, jadi apakah mukjizat kamu itu?”

Bersabda Rasulullah SAW: “Katakan apakah yang kamu kehendaki?”

Berkata raja Habib: Aku mahu matahari itu terbenam dan bulan pula hendaklah turun ke bumi dan kemudiannya bulan hendaklah terbelah menjadi dua, kemudian masuk di bawah baju kamu dan separuh keluar melalui lengan baju kamu yang kanan dan sebelah lagi hendaklah keluar melalui lengan baju kamu yang kiri. Setelah itu bulan itu hendaklah berkumpul menjadi satu di atas kepala kamu dan bersaksi atasmu, kemudian bulan itu hendaklah kembali ke langit dan mengeluarkan cahaya yang hersinar dan hendaklah bulan itu tenggelam. Sesudah itu hendaklah matahari yang tenggelam muncul semula dan berjalan ke tempatnya seperti mulanya.”

Setelah mendengar begitu banyak yang raja Habib kehendaki, maka baginda Rasulullah SAW pun bersabda:

Apakah kamu akan beriman kepadaku setelah aku melakukan segala apa yang kamu kehendaki?”

Berkata raja Habib: “Ya, aku akan beriman kepadamu setelah kamu dapat menyatakan segala isi hatiku.”

Abu Jahal yang sedang menyaksikan percakapan itu segera melompat ke hadapan sambil berkata: “Wahai tuanku, tuanku telah mengatakan yang cukup baik dan tepat.”

Rasulullah SAW pun keluar lalu pergi mendaki gunung Abi Qubais, kemudian baginda mengerjakan solat dua rakaat lalu berdoa kepada Allah SWT. Setelah berdoa maka turunlah malaikat Jibril as bersama dengan 12,000 malaikat dengan memegang panah di tangan mereka.

Malaikat Jibril as berkata: “Assalamu alaika yaa Rasulullah, sesungguhnya Allah telah bersalam kepadamu dan berfirman:

“Wahai kekasihku, janganlah kamu takut dan bersusah hati. Aku akan sentiasa bersamamu di mana sahaja engkau berada dan telah tetap dalam pengetahuanKu dan berjalan di dalam qada kepastianKu di zaman azali apa-apa yang diminta oleh raja Habib bin Malik pada hari ini; pergilah kamu kepada mereka dan berikan hujjahmu dengan tepat dan jelaskan keadaanmu dan keutusanmu. Ketahuilah sesungguhnya Allah SWT telah menundukkan matahari, bulan, malam dan siang. Sesungguhnya raja Habib itu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai kedua tangan, kedua kaki dan tidak mempunyai kedua mata. Dan katakan kepadanya bahawa Allah SWT telah mengembalikan kedua tangannya, kedua kakinya dan kedua matanya.”

Setelah itu Rasulullah SAW pun turun dari gunung Abi Qubais dengan rasa tenang dan rasa gembira. Malaikat Jibril as di angkasa dan para malaikat berbaris lurus dan Rasulullah SAW berdiri di maqam Ibrahim. Dan adalah saat itu matahari terbenam.

Matahari mulai seakan-akan berlari cepat, ertinya matahari cepat-cepat terbenam dan menjadi gelap gelita. Kemudian bulan terbit dengan terangnya, setelah bulan naik meninggi baginda Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan dua jari-jarinya kepada bulan itu, dan bulan seakan-akan berlari turun ke bumi dan berdiri di hadapan baginda Rasulullah SAW. Kemudian bulan itu bergerak-gerak seperti awan lalu bulan itu terbelah menjadi 2 dan bulan itu masuk di bawah baju Rasulullah SAW separuhnya keluar melalui lengan sebelah kanan baju baginda sementara yang sebelah lagi keluar melalui lengan sebelah kiri baju baginda. Kemudian bulan kembali bercantum mengeluarkan cahaya dengan terang lalu berdiri di atas kepala Rasulullah SAW dengan berkata: “Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu hamba Allah dan RasulNya sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang membenarkan engkau Muhammad dan rugilah orang-orang yang menyalahi engkau.”

Setelah bulan berkata demikian maka bulan pun kembali ke langit menjadi terang dan menghilangkan dirinya. Sebaik sahaja bulan menghilangkan dirinya maka matahari pun timbul kembali. Oleh kerana raja Habib telah mengatakan bahawa Rasulullah SAW mesti memberitahu rasa hatinya maka diapun berkata: ‘Wahai Muhammad, kamu masih ada satu syarat lagi.”

Belum sempat Habib hendak berkata maka baginda Rasululah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai dua tangan, tidak mempunyai dua kaki dan dia juga tidak mempunyai dua mata dan sesungguhnya ketahuilah olehmu Allah SWT telah mengembalikan kedua tangan, kedua kaki dan kedua matanya.”

Sebaik sahaja raja Habib mendengar dan meihat segala galanya maka dia pun berkata: “Wahai ahli Makkah, tidak ada kufur sesudah iman dan tidak ada keraguan sesudah yakin, oleh itu ketahuilah oleh kamu sekelian bahawa sesungguhnya aku bersaksi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang satu dan tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahawa sesungguhnya Muhammad itu hambaNya dan utusan-Nya.”

Raja Habib dan semua bala tenteranya masuk Islam. Kemarahan Abu Jahal meluap-luap dan dia berkata: “Wahai tuan raja, apakah tuan percaya kepada ahli syihir ini sehingga syihir itu telah mempersonakan tuan.”

Raja Habib tidak menghiraukan kata-kata Abu Jahal, sebaliknya raja Habib kembali ke negerinya Syam. Apabila raja Habib masuk ke dalam istananya dia disambut oleh anak perempuanya dengan mengucap: “Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu” (Saya bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan AlIah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu adalah pesuruhNya dan utusanNya).

Raja Habib tercengang dengan kalimah yang diucapkan oleh anaknya maka dia pun berkata: “Wahai anakku, siapakah yang mengajarkan kepada kamu kalimah ini?”

Berkata anak raja Habib: “Sebenarnya sewaktu saya tidur, telah datang seorang lelaki lalu berkata kepada saya: “Sesunguhnya ayah kamu telah masuk Islam, kalau kamu mahu masuk Islam maka aku kembalikan segala anggota kamu dengan baik.” Setelah itu saya pun tidur dan pagi ini diri saya tidak ada yang

kurang seperti yang ayah lihat sekarang”

Kemudian raja Habib bersyukur sujud kepada Allah SWT agar nikmat iman dan bertambahlah keyakinan. Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba

dikirimkan kepada Rasulullah SAW.

Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama kuncu-kuncunya lalu berkata: “Kamu semua milik siapa?”

Berkata rombongan itu: “Kami semua ini milik raja Habib bin Ibnu Malik dan kami hendak pergi pada Rasullulah SAW.”

Sebaik sahaja Abu Jahal mendengar jawapan dari rombongan itu maka dia cuba merampas semua barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh kerana rombongan itu enggan menyerahkan barang-barang tersebut maka berlakulah pergaduhan antara kedua belah pihak. Apabila berlaku peperangan diantara kedua belah pihak maka berkumpullah penduduk kota Makkah dan datang bersama mereka Rasulullah SAW.

Melihat akan kedatangan orang ramai maka berkata rombongan diraja itu: “Kesemua barang yang kami bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berhajat untuk rnenghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW.”

Abu Jahal berkata: “Raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada saya.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua suka kalau aku mencadangkan sesuatu?”

Berkata penduduk Makkah: “Ya, kami setuju.”

Bersabda Rasulullah SAW: “Kita hendaklah memutuskan percakapan unta ini, untuk siapakah sebenarnya harta ini.

Berkata Abu Jahal: “Kita tentukan perkara ini esok pagi.”

Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok hari maka Abu Jahal pun balik dan terus pergi kepada berhala-berhala yang disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.

Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama bapa saudara baginda danAbu Jahal bersama kuncu-kuncunya. Sebaik sahaja Abu Jahal sampai maka dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata: “Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata.” Setelah Abu Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namum unta-unta itu tidak berkata apa-apa.

Maka berkata penduduk kota Makkah: ‘Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad pula untuk melakukannya.”

Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata: ‘Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan kekuasaan Allah.”

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima ekor unta lalu berkata: “Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Ibnu Malik untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.”

Sebaik sahaja unta itu berkata demikian maka RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan semua emas dan perak yang ada di atas unta lalu dikumpulkan sehingga menjadi bukit lalu berkata: “Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi pasir.”

Kemudian dengan sekejap sahaja kesemua emas dan perak itu menjadi bukit sehingga sekarang.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Jibril & 12,000 Malaikat menemui Rasulullah di Bukit Qubais )

« Previous Entries
  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 875,820 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: