Kisah Islami

Ilmuwan Yang Menjadi Seorang Muslim Setelah Melakukan Riset Penelitian

Posted on 15/12/2012. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , , , , , , , |

1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir’aun
Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975.

Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?

Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, dengan judul aslinya, ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.

Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: “Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.

Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.

Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa as, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: “Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini”.

2. Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.

Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.

3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

 

Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

 

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

 

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.

 

Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.

 

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.

 

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.

 

Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya.”

4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat
Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.

Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.

Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena posisi sujud akan mengalirkan darah yang kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.

Setelah penelitian mengejutkan tersebut, Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya. Setelah mempelajari dan mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.

 
5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih
Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.

Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.

Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya.

Sang peneliti muslim kemudian membaca ayat dalam Alquran yang berbunyi:

“Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, dan bumi (juga), dan segala yang ada di dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun, lagi Maha Pengampun,” (QS Isra: 44).

Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.

Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:

“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.

sumber : http://iniunic.blogspot.com/2012/12/ilmuwan-yang-menjadi-seorang-muslim.html

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Ilmuwan Yang Menjadi Seorang Muslim Setelah Melakukan Riset Penelitian )

Kedatangan Isa AS bersama Malaikat bersayap

Posted on 13/06/2012. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , , |

• Isa, anak Maryam, akan datang… MENEMPATKAN TANGANNYA DI ATAS SAYAP KEDUA MALAIKAT, ketika ia merundukkan kepalanya, kucuran butir air dengan indahnya bertaburan, dan saat ia mengangkat kepalanya, batu jamrud seperti mutiara yang berkilauan akan berjatuhan. Sakina ada padanya, dan bumi pun mengkerut di hadapannya. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 814]

TURUN DI MENARA PUTIH SEBELAH TIMUR DAMSYIK.

• “Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’, di Timur Damsyik”. [HR Thabrani dari Aus bin Aus]
HAKIM YANG ADIL

• Isa, putra Maryam, akan turun ke dunia, sebagai Hakim dan Pemimpin yang Adil…. Ia akan mendatangi kuburanku, memberiku salam dan aku akan membalas salamnya. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 1028] [42]

• “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat saat di mana putra Maryam turun di antara kalian sebagai hakim yang adil, dia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan harta benda melimpah sehingga tidak seorang pun yang menerimanya.” [Hr. Abu Hurairah , Shahihain]

BERMAKMUM KEPADA IMAM AL-MAHDI.

• “Bagaimana dengan kalian, apabila Nabi ‘Isa putra Maryam turun kepada kalian, sedangkan imam kalian dari kalangan kalian sendiri.” [HR. Al-Bukhari -Muslim]

• “Imam Mahdi adalah dari umat ini, dan Isa as turun dan shalat di belakangnya ” [Ibn Hajar, Kitab Fathul Bari, syarah Sahih Bukhari]

• “Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa Ibn Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi) : “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam akhir zaman)”. [HR Muslim & Ahmad]

MEMAKAI JUBAH MERAH.

• “Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa, dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya,maka ketahuilah; bahwa ia adalah seorang laki-laki dengan perawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air, walaupun ia tidak basah”. [HR Abu Dawud]

KEMBALINYA AL-BATTAR DIGENGGAMAN ISA AS, SIMBOLITAS AKHIR DARI KEBENCIAN,PERMUSUHAN, PERANG DAN KEKERASAN.

Al Battar, adalah pedang yang dahulu digunakan Nabi-Nabi pilihan Allah, tertulis nama Nabi-nabi Allah pada ukirannya; Daud as, Sulaiman as, Musa as, Harun as, Yusya as, Zakariya as, Yahya as, Isa as, dan Muhammad SAW. Juga ada ukiran gambar nabi Daud saat mengalahkan Jalut.

Pedang al-Batar akan kembali di gunakan Isa as, untuk membunuh Dajjal. Saat Al-Battar digenggam Isa as, menandai akhir dari pedang sebagai simbolitas perang dan kekerasan.

“Jika pedang termanifestasi atas umatku, tidak bisa ditanggalkan sampai tibanya Hari yang dijanjikan.” [Hr. Tirmizy, kitab Al-Mishkat. 5394]

• Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda;

“…Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk perang dan merapatkan barisan, tiba-tiba adzan dikumandangkan, lalu Isa putra Maryam turun. Saat Dajjal melihatnya, maka dia meleleh seperti garam di dalam air, seandainya dibiarkan niscaya dia pasti binasa, akan tetapi Allah membunuhnya lewat tangan Isa. Lalu Isa memperlihatkan darah DI PEDANG-NYA kepada mereka.” [Hr. Muslim 2897, Kitab Al-Fitan, di sebagian kitab tercatat tombak]

• “Isa, anak Maryam, akan menjadi penguasa yang adil dan bijaksana di atas seluruh bangsa….PERMUSUHAN dan KEBENCIAN akan menghilang….apa saja yang bersengat akan kehilangan sengatnya, sehingga anak-anak boleh bermain-main dengan ular berbisa tanpa terluka dan singa pun menjadi jinak. Serigala akan seperti anjing di antara domba, dan seluruh dunia akan sarat dengan perdamaian seperti sebuah bejana yang terisi air.

PERANG AKAN BERAKHIR, bumi akan seperti sebuah piring perak. Tanaman akan berbuah seperti di saat Nabi Adam hidup, sehingga sekelompok orang akan berkumpul bersama mengelilingi sepiring buah anggur yang manis dan segar, dan mereka akan puas. Sapi jantan akan murah sekali, begitu juga kuda-kuda.

Kemudian, umat manusia akan berkata: ‘O Rasulullah, apa yang membuat kuda-kuda menjadi murah?’ Ia berkata, ‘Karena tidak dipakai untuk berperang lagi.’ Kemudian, mereka bertanya kembali, ‘Apa yang membuat sapi-sapi jantan sangat murah?’ Ia menjawab, ‘…Karena seluruh muka bumi akan dibajak.’ [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 919]

PENENTU AJAL Al-MASIKH DAJJAL, AKHIR “ENERGI NEGATIF” DI DUNIA.

Sangatlah pantas rasanya Allah memberi wewenang khusus kepada Isa as untuk mengakhiri riwayat kedustaan dan Energi negatif Dajjal. Sebab, Beliaulah yang selama ini namanya di hinakan oleh Dajjal.

Beliau adalah subjek utama kedustaan Dajjal terbesar dalam upayanya mengingkari Tauhid dan melecehkan kenabian Rasulullah Saw, dengan cara merubah Injil, merefleksikan kedustaannya atas Nama Jesus Christ, lalu menciptakan istilah ANTICHRIST dalam membodohi penganut agama dusta yang di buatnya, padahal, istilah tersebut ialah manifestasi sifatnya sendiri, dan yang terfatal, dia merusak ajaran tauhid Isa as dengan ideology pagan Trinitas.

Saat kita mengkaji konspirasi lebih mendalam, kita bertemu pada satu kesimpulan, bahwa setiap kebencian, iri, dengki, sentimen, dan permusuhan, berasal dari energy negatif yang telah lama di agendakan Iblis-Dajjal dan pengikutnya; Reptilian dan illuminatus.

Berbagai cara mereka lakukan untuk menyempurnakan kekuatan gelap energi negatif, melalui inversi sejarah, agama baru, kebanggan palsu, hedonisme, mindcontrol media, hiburan; musik, seni dan penulisan, serta kesehatan; segala unsur kimia pada makanan dan obat-obatan yang mempengaruhi rendahnya vibrasi tubuh sehingga menjadi beban dalam mengamalkan kebaikan/ibadah.

Bisa di artikan, bahwa hakikat kedatangan Isa as, seperti Energi positif yang akan melebur segala jenis Energi negatif, saat Isa as mematikan pusat Transmiternya, yakni Dajjal. Setelah itu, manusia berada dalam kedamaian dan ketaatan bersama Isa as selama 40 tahun.

• Tidak ada seorang pun yang diberi kuasa untuk melenyapkan Dajjal kecuali Isa, putra Maryam. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Hadis No. 791]

• Allah akan membunuh Al Masih Palsu(Dajjal)… melalui tangan Isa, putra Maryam. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Hadis No. . 791]

• Kemudian, bumi akan terang benderang disinari Nur Ilahi, dan Isa, putra Maryam, akan turun ke bumi….Isa akan membunuh Al Masih Palsu dan tidak ada seorang pun pengikutnya yang bersembunyi di belakang benda apapun, karena benda itu akan berteriak dan berkata, ‘Di belakangku ada seorang pengikut Dajjal’…Kemudian orang-orang akan hidup selama empat puluh tahun. Tidak akan ada seorang pun yang akan mati dan mereka tidak akan sakit. [Tafsir Al-Imam Suyuti 6:158]

• Masjid-masjid akan menengadah saat Isa Al Masih muncul, sebab ia akan datang kembali…dan bagi orang yang hidup hingga tiba kedatangannya, mereka akan beriman kepadanya. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 803]

• Isa, putra Maryam, akan kembali ke dunia. Ia akan berdoa dan mengumpulkan umat manusia untuk mengikutinya, dan kesolehan akan meningkat olehnya. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 802]

• Isa Al Masih, putra Maryam, akan datang sebelum Hari Kiamat. Ia membuat orang-orang menjadi kaya bathinnya, bersama nya, mereka tidak lagi butuh siapa pun. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 813]

• Isa, putra Maryam, akan datang kembali, dan saat Dajjal melihatnya, ia akan mencair seperti lilin. Dan Isa akan membunuhnya. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 18, Hadis No. 812]

• Apabila ini memang orangnya, kekuatanmu tidak setara, karena hanya Isa, putra Maryam, yang mampu menandinginya. [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 1014]

• Wahai umat manusia! Aku tiada lain hanya manusia biasa. Aku mengingatkan engkau kepada Allah…. Hari Kiamat tidak akan datang sampai munculnya 30 pendusta. Dan yang terakhir adalah munculnya Dajjal yang akan mengaku Tuhan…. Isa, putra Maryam, akan datang dan Allah akan menghancurkan Al Masih Palsu itu…. Kemudian, setelah serangan demi serangan kematian menggugatmu…. (Tidak ada lagi pintu tobat) [Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 994]

KEADILAN ALLAH ATAS BANI ISHAQ, WUJUD KESETARAAN NASAB DAN AKHIR SENTIMEN RAS.

Tentang kedatangan Isa putra Maryam, adalah saat dimana keadilan Allah ditegakan dan ditampakkan di muka bumi. Keadilan segala sisi, termasuk mengenai persoalan garis keturunan, yang selalu menjadi alasan utama konflik 3 agama samawi. Konflik sakral yang di prakarsai Iblis dan Dajjal.

Walau Rasulullah SAW mewakili garis Ismail as, namun beliau di beri kedudukan sebagai Nabi Akhir zaman untuk seluruh Ummat manusia; Nasab, suku, dan bangsa-bangsa.

Adalah wajar kenapa Beliau SAW yang terpilih sebagai Nabi terakhir dari silsilah Ismail as. Sebab, Nabi-nabi sebelumnya telah banyak terpilih dari Bani Ishaq untuk keuturunannya, bani Israil.

Sementara dua tokoh kedatangan yang dijanjikan, yakni Al-Mahdi dan Isa Putra Mariam, keduanya mewakili garis keturunan dari dua silsilah yang selalu bermasalah itu. Al Mahdi sendiri keturunan dari ayah seorang Bani Ismail, dan Ibunya keturunan pengikut nabi Isa as bernama Syam’un As-syafa, seorang Bani Ishaq. Dan Nabi Isa a.s sendiri, jelas sebagai wakil bagi keturunan Bani Ishaq.

Ismail dan Ishaq, keduanya anak dari bapak Tauhid kita, Ibrahim as. Silsilah Ibrahim as melalui garis Sam bin Nuh as, secara geneologi menjadi cikal bakal bangsa semit. Dua dari Anak nabi Nuh as lainnya, Ham dan Yafits menjadi cikal bakal Ras Non-Semit(Yafits: Bangsa Kaukasia/Eropa, Troya/Romawi Kuno, Amerika, Asia; Mongoloid, Austronesia, Ya’juj Ma’juj/Dwarf. Ham: Afrika, Hindia, Polinesia).

Selain ada Nabi Khusus untuk Bani Ibrahim as, juga ada Nabi yang diutus kepada Bangsa-bangsa selain semit. Diriwayatkan ada 124.000 Nabi dan 313 Rasul. Sebagian besar Nabi dan Rasul, khusus untuk Bani Israil.

Jadi, pada hakikatnya, seluruh Ummat adalah keturunan Nuh as, keturunan Adam as, keturunan Nabi-Nabi Islam, Fitrah seluruh manusia adalah muslim. Maka dari itu, maksud dari kedatangan Al-Mahdi dan Isa as, ialah sebagai pemersatu setiap bangsa dan ras, lalu mengembalikan fitrah mereka sebagai Bani Adam as yang diikat kalimat Tauhid sebagaimana yang pernah mereka persaksikan saat di lauh mahfudz. Dan ini berlaku hanya kepada Ummat yang mau beriman.

Satu kemungkinan besar, dan boleh jadi keliru, bahwa Kedudukan Almahdi as dan Isa as, seperti dua Imam yang mewakili Bani Ismail dan Bani Ishaq, mereka ibarat Kaisar dan Raja. Kalau kita kalibrasi dengan Injil, Isa as sebenarnya adalah Raja yang di tunggu Bani Israil, Alqur’an dan Hadis pun mendukungn hal itu, maka tentunya kedatangan beliau kedua kalinya layak sebagai obat pelipur kerinduan bani israil yang telah beriman, mengingat mereka telah lama didustai Dajjal. Sedangkan Al-Mahdi, ia sebagai Imam yang mewakili Ahlu bait/Bani Ismail, ia Kaisar bagi keseluruhan bangsa keturunan Adam as di Akhir Zaman.

• “Al-Mahdi adalah Ahlul Bait, akan mengisi dunia dengan kebaikan, dan Isa bin Maryam akan turun pada saat itu, dan Al-Mahdi akan membantu Isa membunuh Dajal di Palestina, dan Al-Mahdi akan memimpin dunia, dan Isa akan shalat di belakangnya(sebagai kehormatan kepada Ahlu Bait). [Ibn Hajar, Kitab Al-Sawaiq]

• Tidak ada nabi atau utusan Allah di antara aku [Muhammad] dan Isa, hanya Isa lah yang akan mengungguliku di bangsaku setelah aku. [Kitab Tafsir Imam Suyuthi]

• “Allah tidak akan mengecewakan suatu bangsa. Aku yang pertama dan Isa yang terakhir dari bangsa itu.” [Kitab Kanzul Umal, Al Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 1025]

• Kalimat manusia menjadi satu, tidak ada yang disembah kecuali Allah, perang dihentikan, ORANG-ORANG QURAISH KEHILANGAN KERAJAANNYA. Bumi seperti piring besar dari perak, ia menumbuhkan pohon-pohon dengan janji Adam, sehingga beberapa orang memakan setangkai anggur dan mereka kenyang, dan beberapa orang memakan satu buah delima dan mereka kenyang. Sapi jantan harganya segini-segini. Sementara kuda hanya dengan beberapa keping dirham….” [HR. Ibnu Majah no. 4128, al-Hakim 4/436-437].

• Al-Mustawrid al-Qurasyi berkata kepada ‘Amr ibn al-‘Ash (ketika al-Qurasyi mengunjungi kediamannya):

Saya pernah mendengar Nabi saw. bersabda; ‘Saat datang hari yang di janjikan, orang-orang Romawi akan menjadi mayoritas.’”

Ketika ‘Amr ibn al-‘Ash mendengarnya, ia kaget dan berkata:

“Cermati ucapanmu!”

Al-Mustawrid al-Quraysi berkata: “Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah.”

‘Amr ibn al-‘Ash berkata: “Jika apa yang kamu katakan benar, maka itu bisa dipercaya karena mereka memiliki empat keutamaan. Mereka orang yang paling tenang dan sabar dalam menghadapi percekcokan. Mereka cepat pulih setelah mengalami musibah. Mereka kembali menyerang setelah dipukul mundur. Mereka bersikap baik kepada orang miskin, anak yatim, dan orang lemah. Keutamaan kelima dalam diri mereka adalah bahwa mereka tidak mendukung penindasan penguasa tiran.”

[Shahih Muslim, “Kitab al-Fitan,” hadis ke-2898, dan disebutkan oleh murid al-Albani, Mushthafa Syalabi dalam Shahih ‘Asyrat al-Sa‘ah, h. 179.]

Hadis diatas dikutip oleh Syekh Maulana Muhammad Hisyam Kabbani, dalam kitabnya yang berjudul “The Approach of Armageddon”. Dibawah ini keterangan beliau mengenai Hadis diatas:

“Pada masa lalu, orang-orang nonmuslim biasa disebut dengan ‘Ajam (untuk orang Persia) atau Rûm (untuk orang Romawi). Semua orang yang berasal dari Eropa atau daerah di luar kawasan Semenanjung Arab akan disebut sebagai orang Rum.

Pada kenyataannya, istilah Rum memiliki dua makna;

Salah satunya adalah orang-orang ahlulkitab, dan dalam kasus khusus ini adalah orang-orang Eropa Timur.

Makna kedua adalah, yaitu makna yang dimaksudkan hadis tersebut, mereka yang berasal dari Konstantinopel (sekarang Istanbul), orang-orang Eropa, dan peradaban Barat secara umum.

Nabi saw. berbicara tentang orang-orang Rum yang akan menjadi kelompok terbesar di akhir zaman. Kini, ada sekitar 1,2 milyar umat Islam, tetapi jumlah seluruh ahlulkitab lebih besar dari itu. Nabi saw. berkata bahwa jumlah orang-orang Rum akan bertambah besar menjelang datangnya Hari Kiamat. Pernyataan tersebut sangat menyentuh orang-orang Islam, karena hadis tersebut menunjukkan bahwa kiamat sudah semakin dekat.”

Imam al-Bukhari berkomentar bahwa hadis tentang orang-orang Rum yang akan menjadi kelompok mayoritas menunjukkan bahwa “di akhir zaman, orang-orang Rum akan masuk Islam. Karena sifat-sifat baik mereka hanya ditemukan dalam diri orang-orang beriman.”

Imam al-Bukhari mendukung kesimpulan tersebut dalam hadis lainnya, “Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika iman itu ada di atas langit, maka orang pertama yang akan mengambilnya adalah orang-orang Romawi dan Persia.”[Shahih al-Bukhari, 6:63, penjelasan surat Al-Jumu‘ah; Shahih Muslim, hadis ke-2546]

MENYELAMATKAN MANUSIA DARI SERANGAN BANGSA YA’JUJ MA’JUJ/DWARF.

• Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam;

”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba(Ya’juj dan Ma’juj)yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina) ”

• Dan di Thur terkepunglah Nabiyullah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini.Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para sahabatnya ,menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka.

Kemudian Nabi Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah , kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun dikota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.” [HR. Ahmad,Muslim & Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’am]

• Mengenai Ya’juj Ma’juj(Dwarf) ini akan kami bahas di Thread selanjutnya.

NABI ISA AS MENJALANKAN SYARI’AT HAJI

• ”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”. [HR. Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah]

DISTINKSI JUDAS DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KRISTEN

1. Judas si murid shaleh, pemuda pilihan yang diserupakan:

Islam dan Kristen berlainan perspektif tentang pribadi Judas Iskariot, di manuskrip kristiani, Judas dianggap murid yang berkhianat. Sementara dalam riwayat Islam, Judas adalah salah seorang dari Hawariyun(murid setia Isa as).

Mengenai Hawariyyun, Ijma’ sepakat berdasarkan Al-Quran, tidak ada yang berkhianat diantara mereka. Makna Hawariyun yang juga di maknai “meraka yang berpakaian Putih”, itu pun sudah cukup menjelaskan kalau mereka bersih dari keingkaran.

“Penolong Isa as, para Hawariy diangkat karena pakaian putih.” Menurut Ibnu Katsir ‘Hawariy’ dalam bahasa Arab bererti ‘dukungan’. “Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Hawariy berarti ‘penolong'”. [Imam Ibnu Katsir d.774/1352]

” Yunus bin Habib mengatakan, Hawariy adalah “seorang yang tulus” dan Ibn Al-Kalbi ia didefinisikan sebagai makna “teman”. [Qatadah d.117/695]

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia; “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”.

Mereka menjawab; “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.QS. 5:111

• Pemuda pilihan itu, Judas-lah orangnya:

“siapakah di antara kalian yang bersedia diserupakan dengan aku, lalu dibunuh untuk menggantikan aku, maka ia akan menjadi temanku di surga”

Maka tampillah salah seorang hawariyyun yang paling muda umurnya di antara mereka sebagai tanda kesediaannya, namun nabi Isa berkata :

“Duduklah”

Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaan serupa, namun pemuda tersebut kembali berdiri sebagai tanda kesediannya, nabi Isa as pun menolaknya untuk kedua kalinya.

“Duduklah”

Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaannya yang ketiga kalinya, dan pemuda itupun kembali berdiri menyatakan kesediannya, barulah nabi Isa as menerima dengan rasa haru atas keteguhan iman pemuda tersebut :

“Engkaulah orang itu”

Beberapa hari berikutnya, ketika orang-orang Yahudi telah berhasil mengepung nabi Isa as, maka pemuda tersebut berubah menyerupai nabi Isa, akhirnya ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan nabi Isa as selamat yang akhirnya terangkat ke langit, dan akan turun kelak menjelang hari
kiamat untuk menghakimi orang-orang Yahudi. [ Abi Hatim dari Ibnu Abbas, tafsir Ibnu Katsir QS. 5:157]

Komparasi-Kalibrasi dengan Injil:

• “Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.” -Lukas 22:21- (Kalimat ‘tangan orang yang menyerahkan Aku’ ditafsirkan sebagai konteks pengkhianatan Judas)

“Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap ‘terbesar’ di antara mereka.” -Lukas 22:24- (Ayat ini ditafsirkan sebagai permasalahan dalam menduga siapakah si pengkhianat itu)

Namun Jesus menjawab;

“melainkan yang ‘terbesar’ di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang PALING MUDA dan pemimpin sebagai pelayan.” -Lukas 22:26-

Jelas sekali persamaan versi pada dua sumber skriptur diatas. Hanya martabat dogma dan keimanan lah yang merubah persepsi keduanya.

Ibnu Katsir, berdasarkan riwayat Ibnu Abbas ra diatas, mengatakan pemuda yang diserupakan ialah Simon Petrus(Syam’un As-syafa), sementara, pada kitab yang sama juga di nukil keterangan Ibnu Ishaq ra, tentang Jumlah Hawariyuun sebanyak 12 pengikut yang di rekrut dari 12 suku bani Israil, jumlah ini sesuai dengan versi Nashrani.

Dari 12 jumlah pengikut itu, Ibnu Ishaq ra, mencantumkan juga nama Judas. Jika, Judas juga tercantum sebagai Hawariyun, maka jelas bahwa Judas adalah termasuk dari mereka yang “bersih”, yakni memberi kita kepastian, bahwa JUDAS BUKAN PENGKHIANAT. Wallahu a’lam.
————————————

“dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”. Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa”. [An Nisaa’ : 157]

2. Ciuman Judas, skenario uji ketaatan bukan Khianat:

Kristiani menafsirkan Ciuman Judas sebagai bentuk pengkhianatan Judas, dan cara ia menunjukan siapa Isa as. Sementara Islam memandang ciuman Judas adalah ekspresi ketaatan dan penghormatan Judas kepada gurunya, symbol keharuan juga sekaligus perpisahan dengan gurunya sebelum Isa as diangkat Allah ke Langit.

3. Kalimat “Eli, lama sabachtani…? Dan pandangan ke langit:

Pada Matius 27:46 tertulis “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Ayat itu dipahami mereka yang beriman pada teori Jesus/Isa as yang di salib, sebagai doa, bukan sebuah ratapan keluh kesah.

Namun, ini mungkin menjadi rancu bagi mereka yang berkeyakinan sebaliknya. Pertama, tidak mutlaknya validitas ayat yang di catat Mathius, terutama pada kalimat doa itu, menimbang banyak kontradiksi pada riwayat skriptur mereka. Kedua, sangatlah ironis jadinya jika seorang yang “bersih” meratapi pengorbanannya.

Dan pandangan kelangit, yang sering mereka gambarkan, lebih menunjukan kemungkinan besar itu sebuah tatapan haru bagi seseorang yang rindu kepada kekasihnya(gurunya), dengan harapan berjumpa dengan tuhannya(ALLAH). Tatapan itu lebih menunjukan ikhslasnya pengorbanan, atau kerinduan seorang mujahid kepada guru dan Rabb-nya.

4. Penyangkalan Petrus(Syam’un ash-syafa) mengenal gurunya:

Kristiani menafsirkan penyangkalan Petrus sebagai bentuk kelemahan Imannya, sebab takut untuk ditangkap. [Injil Matius 26:69-74, Injil Markus 14:67-71, Injil Lukas 22:56-60 , Injil Yohanes 18-25-28]

Islam memandang berbeda(tafsir Ibnu Katsir), penyangkalan Petrus adalah bukti kepahaman Petrus tentang siapa Jesus sebenarnya. Petrus telah mengetahui kalau Jesus itu adalah Judas yang telah di serupakan dengan gurunya. Itu kenapa dia menolak mengakui mengenal gurunya, sebab dia sudah mengetahui skenario sebenarnya.

ENIGMA DALAM DOGMA

1. Fenomena Stigmata

Stigmata adalah kejadian ghaib yg menimpa para Rahib dan pendeta Katolik dimana mereka tiba tiba saja tanpa sebab yg jelas mengalami 5 buah luka penyiksaan Al masih (luka cambukan dipunggung, Luka mahkota duri di kepala, Luka paku salib di TELAPAK TANGAN, Luka paku salib di kaki dan Luka tusukan tombak diperut).

Fenomena ini, adalah misteri yang agak sulit terpecahkan, adakah ini “anugrah” ataukah dissiosiasi mental? Jika ini dissosiasi mental, maka hal serupa juga terjadi pada pengikut Syiah Rafidhah. Wallahu a’lam..

” Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya) ? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah.

Katakanlah; ‘Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.’ Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nyadi bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja.

Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. ” [Ar Ra’d:33]

2. Konspirasi kaffan Turin

Kain kaffan Turin adalah kain kaffan yg konon dipakai untuk membungkus jasad Isa Al masih/Jesus setelah dia mati di tiang salib. Di kain ini tercetak “sketsa” wajah yg konon adalah wajah asli Isa Al masih/Yesus..

National Geographic pernah membahas misteri ini, dan membuktikan kepalsuannya, Kaffan ini terbukti hasil karya Leonardo Da Vinci, dan ia berasal dari abad ke 13 Masehi, sedangkan Peristiwa Penyaliban terjadi pada abad 1Masehi.

Begitu juga Lynn Picknett dan Clive Prince lewat bukunya The Templar Revelation, menjelaskan adanya rahasia gelap Vatikan mengenai Jesus/Judas, Magdalena, dan Kain Kafan turin ini.

3. Makam kosong siapa?

Kalau dari sisi Nashrani, peristiwa ini menghubungkan kita pada sosok Magdalena, dan Jesus. Tapi, jika kita memandangnya dari sisi Islam, tautannya bukan lagi pada Jesus, melainkan pada Judas.

Pertanyaannya, ada apa antara Judas dan Magdalena dalam versi Injil dan Islam sebenarnya? Dan kemanakah Jasad Judas?

Buku-buku seperti; The Tomb of God, The Davinci Code, The Gospel of Judas, Holly Blood-Holly Grail, The lost Gospel, The Lost Treasure of Jerusalem, memberi kita puzzle-puzzle konspirasi tentang apa yang sebenarnya terselubung di balik peristiwa Magdalena mendatangi kubur Jesus/Judas.

Karya-karya itu otomatis mengarahkan kita pada teori bahwa Jesus tidak mati disalib, hal ini pun sejurus dengan keimanan penganut Kristen Tauhid(Unitarianisme) yang menyakini teori Jesus tidak di salib.

Disamping itu, ada lagi teori tentang ‘Harta Karun’ hasil pencurian para templar dari Jerusalem, yang di bawa ke Roma, lalu dipindahkan ke Rennes le Chateau(Perancis selatan), paska penaklukan Roma oleh Barat.

Harta karun itu sampai sekarang masih misteri, dan belum terpecahkan hingga kini, dan Magdalena sendiri, diyakini Jasadnya terkubur di Marseilles, perancis Selatan.

Richard Andrews dan Paul Schellenberger berpekulasi dalam karyanya ‘The Tomb Of God’, bahwa; “sesungguhnya rahasia itu memang lebih dari sekedar harta-benda, namun juga meliputi suatu pengetahuan rahasia yang selama ini ditutup rapat oleh Vatikan”.

So, mungkinkah Harta karun tersebut, jasad Judas? Wallahu a’lam.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Kedatangan Isa AS bersama Malaikat bersayap )

Do’a Seorang Ibu begitu amat berarti

Posted on 13/06/2012. Filed under: Hikmah, Ibu dan Puisi, Kisah Islami | Tags: , , , , , |

( Subhanalloh…do’a Ibu saat marah, mnjadiknnya Seorang Imam Masjidil Haram )

Di masa kecil, ia senang bermain-main dengan tanah
… Saat sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yg diadakan ayahnya,
Ketika tamu belum lagi datang…
Tiba-tiba kedua ta…ngannya yang mungil mengambil tanah,
ia masuk rumah dan melemparkan tanah itu ke arah makanan yg telah tersaji
Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah sembari berkata,
“PERGI KAMU, BIAR KAMU JADI IMAM HARAMAIN!”
Dan sekarang…anak itu telah dewasa dan telah menjadi Imam di masjidil Haram
Tahukah Anda, siapakah anak kecil yg didoakan ibunya itu?

Dia adalah Syeikh Sudais, Imam mAsjidil haram yg senandung tartilnya menjadi favorit kaum muslimin di seluruh dunia

( Bagi para ibu, hendaknya selalu mendoakan kebaikan untuk anaknya, bahkan meskipun ia dalam keadaan marah…karena salah satu doa yg tak terhalang adalah doa orangtua untuk anaknya..)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Do’a Seorang Ibu begitu amat berarti )

Misteri Natal-Kebenaran tentang Natal

Posted on 23/03/2012. Filed under: Kisah Islami, Sejarah, Tahukah Anda |


Tentang Penulis Herbert W. Armstrong (1892-1986)

Herbert W Armstrong

Herbert W. Amstrong yang sangat dihormati di kalangan pejabat, pebisnis, industriawan dan ilmuwan di seluruh dunia ini adalah seorang Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat. Dia juga sebagai kepala editor majalah Kristen “Plain Truth” yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan.

Majalah ini didirikan pada tahun 1934, dan beredar ke seluruh dunia. Pada tahun 1947, Amstrong mendirikan Ambassador College yang sekarang memiliki dua kampus besar di Pasadena California dan di Big Sandy Texas. Juga mendirikan dan sebagai kepala Ambassador International Cultural Foundation, yang bergerak di bidang kebudayaan, bantuan pada masyarakat miskin, dan gerakan kemanusiaan.

Dia sudah mengunjungi sekitar 70 negara untuk memberitakan Injil sebagai Kerajaan Tuhan. Bahkan Amstrong mendapatkan kehormatan dari kepala negara yang memiliki perbedaan keyakinan dengannya seperti di Jepang, India, Afrika Selatan, China, Israel dan Mesir. Pada usianya yang sudah mencapai 90 tahun, Amstrong masih aktif menulis, ceramah di televisi dan di depan publik.

Di antara buku hasil tulisannya adalah: The Wonderful World Tomorrow, What it Will be Like dan The United State and Britain in Prophecy.

Kenangan Natal Dimasa Kecilku

Ketika saya masih kecil, di saat malam Natal, saya biasa diajari dan disuruh menggantungkan kaos kaki di dinding dekat ruangan perapian. Esok harinya, kaos kaki tersebut penuh dengan hadiah-hadiah berupa mainan atau kotak makanan kesenangan saya. Selain hadiah tersebut, juga terdapat sebatang pohon Natal yang dihiasi bunga-bunga kertas berwarna perak dan emas. Di pohon ini pula, aneka rupa hadiah untuk anak-anak bergelantungan di dahannya dan berserakan di bawahnya.

Menurut para orang tua, semua hadiah Natal itu dibawa oleh Sinterklas atau Santa Clause yang telah datang di malam hari, melalui cerobong asap perapian. Seperti anak-anak lainnya, semua cerita itu saya telah begitu saja dengan penuh keyakinan. Tentu anda pun demikian. Sebab kita dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan kehidupan yang penuh dengan adat kebiasaan yang harus kita … terima, tanpa bertanya-tanya, yang dapat menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan.

Mengapa kita bersikap demikian?
Instink hewanikah, sehingga kita ikut-ikutan dengan apa saja yang dilakukan oleh kebanyakan orang? Kambing memang akan tetap mengikuti kelompoknya, walaupun digiring untuk … dipotong sekalipun. Tetapi sebagai manusia, seharusnya bersikap kritis dengan menggunakan akal sehat.

Sebagai orang Kristen yang baik, kita tidak pernah menyelidiki, mengapa kita melakukan semua itu dan mengapa semua orang percaya bahwa yang mereka kerjakan itu benar. Seharusnya, sebagai umat Kristen yang ingin melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, kita harus bertanya, apakah upacara natal itu benar-benar ajaran Kristen? Apakah cara-cara merayakan Natal itu tidak mengajarkan kebohongan kepada masyarakat, yang merupakan … larangan Tuhan? Adakah firman Tuhan yang Hidup maupun firman tertulisNya yang memerintahkan kita untuk melakukannya? Apakah Yesus dan para Rasul juga melakukan seperti apa yang kita meriahkan selama ini? Apakah kebiasaan tukar-menukar hadiah Natal dengan teman dan kerabat dekat, juga betul-betul mengikuti ajaran Tuhan di dalam Bibel? Dan seterusnya … dan seterusnya …

Hampir semua orang berpendapat dan mengira bahwa semua upacara dan kebiasaan itu berasal dari ajaran Gereja. Tetapi betulkan semua pendapat dan perkiraan itu?

Mudah-mudahan fakta yang saya tulis dalam buku ini dapat meluruskan semua pendapat yang dapat menyesatkan dan merusak ajaran Tuhan yang sebenar-benarnya. Mungkin tulisan saya yang berdasarkan pada kenyataan ini akan mengejutkan orang Kristen, termasuk anda sendiri.

Fakta Natal

SEJARAH NATAL

Yesus MaryamKata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul “Christmas”, anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:“Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas.”“Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Natal Day,” Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:

“In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world.”

“Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:

“Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism.”

“Natal bukanlah upacara – upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:

“Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…” (The “Communion,” which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) “…A feast was established in memory of this event (Christ’s birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ’s birth existed.”

“Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..” (“Perjamuan Suci” yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”

Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian – jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat – upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

Perayaan Natal

YESUS TIDAK LAHIR PADA 25 DESEMBER

Kelahiran YesusSungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin) Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.Adam Clarke mengatakan:
“It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about the Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain.” (Adam Clarke Commentary, Vol.5, page 370, New York).
“Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama).”
Penggembala dombaAdam Clarke melanjutkan:
“During the time they were out, the sepherds watch them night and day. As…the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of our October and November (begins sometime in october), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a presumptive argument that october had not yet commenced, and that, consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a chronological fact…See the quotation from the Talmudists in Lightfoot.”“Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan November, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba-domba berkeliaran di padang terbuka di malam hari. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan inilah domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan ternak di malam hari, adalah fakta sejarah…sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab “Ringan Kaki”.Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.Tidak seorang pun yang mengetahui, kapan hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal musim gugur – yang diperkirakan jatuh pada bulan September – atau sekitar 6 bulan setelah hari Paskah.Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Yesus, niscaya dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

PROSES NATAL MASUK KE GEREJA

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang berjudul “Christmas” menguraikan dengan jelas sebagai berikut:

“How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec.25) following the Saturnalia (Dec.17-24), and celebrating the shortest day of the year and the ‘new sun’… can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence…The pagan festival with its riot and merrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner. Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly frivolity with which Christ’s birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival.”

“Sungguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan kafir Brumalia (25 Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24 Desember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta festival menyambut kelahiran matahari baru. Adat kepercayaan Pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat populer di masyarakat itu diambil Kristen…Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus Kristus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopatamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model penyembahan kepada dewa Matahari.”

Perlu diingat! Menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi, dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.

Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari “Sunday” sebagai hari kelahiran Dewa Matahari. (Sun = Matahari, Day = Hari – dalam bahasa Indonesia disebut hari Minggu — pen.) Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-god (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak Tuhan – Yesus).

Demikianlah asal usul “Christmas – Natal” yang dilestarikan oleh dunia Barat sampai sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain Sun-day, Son of God, Christmas dan Natal, pada hakikatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa Matahari. Sebagai contoh, kita bisa saja menamakan kelinci itu dengan nama singa, tetapi bagaimanapun juga fisiknya tetap kelinci.

Marilah kita kembali membaca Encyclopaedia Britannica yang mengatakan sebagai berikut:

“Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th to December, which was then a Mithraic feas … or birthday of the unconquered SUN … The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans of sun worship and idolatry, contending… that the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus…”

“Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 M. telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari kelahiran Anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah. Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus…”

ASAL USUL NATAL

Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod (Namrud – di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajaan di dunia.

Nama “Nimrod” dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya “dia membangkang atau murtad” (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silahkan anda membandingkan kata “Marad” dengan kata Arab “Ridda” atau “murtad”. Pen)

Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati.

Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah hari kelahiran Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya Nimrod dipuja sebagai “Anak Suci dari Sorga”. Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi Mesiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam sistem kepercayaan Babilonia ini, “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali) menjadi obyek penyembahan.

Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini menyebar luas sampai di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madonna, jauh sebelum Yesus lahir!

Trinity paganTrinity pagan

Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak dewa) Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen,” dengan membawa adat dan kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi Madonna, Ibu dan Anak juga menjadi populer, terutama di waktu hari Natal. Di setiap musim Natal kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: “Silent Night” atau “Holy Night” yang sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu dan Anak.

Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan untuk mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari jaman jahiliyah kuno itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakah asal usul adat seperti itu – Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab), ataukah ia berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang sesat?

Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena seluruh dunia terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar meremehkan dan mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada para utusannya yang setia:

“Katakan dengan lantang,
dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!
Kumandangkan suaramu seperti terompet!
Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!”
Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini adalah fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bible (Alkitab).

Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum mengenal agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau sampai kepada kita.

Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya yang tunggal pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah berhala (paganis) di dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran Yesus.

Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus. Para murid Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama tidak pernah menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak ada ajaran atau pun perintah perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi, perayaan Natal atau Christmas itu adalah ulang tahun anak dewa yang dianut oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen. Percaya atau tidak, terserah anda!

Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan “Chaldean Mysteries” (Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod. Kemudian adat ini dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun-temurun hingga sekarang dengan wajah baru yang disebut Kristen.

Isis dan Horus, anaknyaIsis dan Horus, anaknya. Perhatikan matahari di atas Isis "Maria dan Yesus" Perhatikan matahari di kepala "Maria"-Maria dan Yesus- Perhatikan matahari di kepala -Maria-

ASAL MULA POHON NATAL

Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu? Di antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut “Mistletoe” yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian “Matahari Tua” dan kelahiran “Matahari Baru” di musim panas.

Rangkaian bunga suci yang disebut “Holly Berries” juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.

Holy BerriesHoly Berries

Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:

“The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian times.”

“Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule…yang dipakai sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen.”

Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins menyebutkan bahwa:

“The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same time as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era.”

“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen.”

Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan ajaran Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi. Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas, yang berbunyi sebagai berikut:

“St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December… A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on the three daughters of an improverrished citizen… is said to have originated the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus…”

St NicholasSt Nicholas“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…”Sungguh merupakan kejanggalan! Orang tua menghukum anaknya yang berkata bohong. Tetapi di saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak dengan cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di saat mereka tidur. Bukankah ini suatu keanehan, ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal kebenaran, pasti akan beranggapan bahwa Tuhan hanyalah mitos atau dongeng belaka?Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa tertipu, dan mereka pun mengatakan:“Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus Kristus!”
Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan kebohongan kepada anak-anak? Padahal Tuhan sudah mengatakan:“Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang menurut manusia betul, tetapi sebenarnya itu adalah ke jalan kematian dan kesesatan.”
Oleh karena itu, upacara “Si Santa Tua” itu juga merupakan Setan.Di dalam kitab suci telah dijelaskan sebagai berikut:“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” (II Korintus 11:14)Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi dapatlah diambil kesimpulan, bahwa perayaan Natal atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen yang sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah berhala (Paganis). Ia warisan dari kepercayaan kuno Babilonia ribuan tahun yang lampau.

KATA BIBEL TENTANG POHON NATAL

Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:

“Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan.”

“Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?

Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.”

Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal. Kita dilarang mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:

“Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia tidak bisa berjalan sendiri.”
“Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak dapat berbuat baik.”

Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak pernah membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada larangan untuk membuat pohon Natal. Tetapi jika telah membacanya, apa yang harus dikatakan?

HADIAH NATAL

Acara yang paling penting dari seluruh kegiatan Natal adalah “The Christmas Shopping Season – Musim Belanja Natal” yang dilakukan dengan cara membeli dan tukar menukar hadiah. Mungkin banyak orang yang mengecam kami sambil berkata:

“Bukankah Bibel (Alkitab) telah menceritakan kepada kita untuk ditiru? Lupakah kita kisah 3 orang dari timur yang datang ke Betelhem untuk memberikan hadiah ketika Yesus lahir?”

Memang, kami mengetahui cerita itu di dalam Alkitab. Tetapi, silahkan anda melihat keterangan kami yang mengejutkan ini. Marilah menengok sejarah asal usul tukar menukar hadiah itu, kemudian kita bandingkan dengan ayat Alkitab.

Pada Bibliothica Sacra, volume 12, halaman 153-155, kita dapat membaca sebagai berikut:

“The interchange of presents between friends is alike characteristic of Christmas and the Saturnalia, and must have been adopted by Christians from the Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows.”
“Tukar menukar hadiah antar teman di hari Natal serupa dengan adat agama Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang Kristen dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Tertulianus.”

Dari bukti yang jelas ini, ternyata kebiasaan pertukaran hadian sesama teman dan famili pada hari Natal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kisah dalam Alkitab tersebut. Acara Natal bukanlah merayakan ulang tahun Yesus Kristus, juga bukan untuk menghormatinya.

Sebagai contoh, seorang teman yang sangat anda cintai sedang merayakan ulang tahunnya. Bila ingin membahagiakannya di hari kelahirannya itu, apakah anda membeli hadiah untuk teman yang lain? Membeli lagi dan tukar menukar hadiah dengan teman-teman dan kekasih anda, tetapi tidak memberi hadiah apa pun kepada teman yang anda cintai, yang sedang anda rayakan hari ulang tahunnya? Tidakkah disadari keganjilan seperti itu?

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri yang selalu dilakukan oleh hampir semua orang di seluruh dunia. Mereka menghormati “sebuah hari” – yang sebenarnya bukan hari kelahiran Yesus Kristus – dengan berbelanja dan membeli hadiah sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan kepada teman-teman dan kerabatnya. Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, begitu pula pengalaman para pastur dan pendeta; Apabila bulan Desember tiba, hampir semua orang yang mengaku Kristen lupa memberi hadiah kepada Yesus Kristus yang mereka cintai.

Desember adalah bulan yang paling sulit untuk menghidupkan ajaran Yesus. Sebab semua orang terlalu disibukkan untuk membeli dan menukar hadiah daripada mengingat Yesus dan menghidupkan ajarannya. Peristiwa melupakan Yesus ini terus berlangsung sampai bulan Januari bahkan Pebruari. Sebab mereka harus melunasi biaya pengeluaran yang dibelanjakan pada waktu Natal. Sehingga mereka sulit mengabdi kepada Yesus kembali sebelum bulan Maret.

Sekarang, perhatikan apa kata Bibel tentang tiga orang dari timur yang memberikan hadiah kepada Yesus, yang berbunyi sebagai berikut:

“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-bintang di timur dan kami datang untuk menyembah dia.” Ketika raja Herodes mendengar tentang hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yudea, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yudea, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah kamu menemukan dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah dia.” Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud menyembah dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadanya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

HADIAH UNTUK YESUS

Happy BirthdayPerhatikanlah dengan teliti. Ayat bibel tersebut menceritakan bahwa pada mulanya orang-orang Majus tersebut menanyakan tentang Bayi Yesus yang lahir sebagai Raja Yahudi. Lalu, mengapa mereka memberi hadiah kepadanya? Apakah karena hari kelahirannya?Jawabannya adalah “Tidak.” Sebab mereka memberi hadiah beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah hari kelahirannya.Bisakah peristiwa ini dipakai pedoman bagi kita untuk melakukan kebiasaan memberi atau saling menukar hadiah di antara kita? Jelas tidak bisa. Sebab orang-orang Majus tersebut tidak saling menukar hadiahnya, tetapi mereka memberi hadiah kepada Yesus. Bukan tukar menukar hadiah sesama teman atau kerabatnya.Mengapa? Silahkan anda membaca buku Adam Clarke Commentary, volume 5, halaman 46 yang berbunyi sebagai berikut:“Verse 11. (They presented unto him gifts.) The people of the east never approach the presence of kings and great personages, without a present in their hands. The custom is often noticed in the Old Testament, and still prevails in the east, and in some of the newly discored South Sea Islands.”“Ayat 11. (Mereka memberi hadiah kepadanya.) Adalah kebiasaan orang-orang timur, apabila menghadap raja atau orang-orang terkemuka, mereka selalu membawa hadiah. Kebiasaan seperti ini juga tercantum dalam kitab Perjanjian Lama, dan masih berlaku di timur, juga dapat ditemuka di South Sea Islands (Kepulauan Laut Selatan).”Dari keterangan Adam Clarke ini, jelaslah bagi kita, bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipakai pedoman atau dikaitkan dengan kebiasaan Kristen baru dengan menukar hadiah kepada temannya untuk menghormati ulang tahun Yesus. Sebaliknya, mereka mengikuti adat orang-orang timur kuno yang memberi hadiah ketika mengharap raja. Mereka mendatangi Yesus, yang lahir sebagai Raja Yahudi. Sebagaimana ratu Sheba (Balqis) membawa hadiah kepada raja Salomo (Sulaiman). Bahkan seperti sekarang ini, para tamu negara pasti membawa hadiah atau cindera mata apabila datang ke White House (Gedung Putih) untuk menemui presiden.Jadi kebiasaan menukar hadiah ini bukanlah dari ajaran Kristen, melainkan hanya merupakan pelestarian tradisi lama yang dilakukan oleh orang-orang pagan (penyembah berhala). Di saat menjelang Natal atau Christmas yang katanya untuk menghormati Kristus dan menghidupkan ajarannya, justru orang-orang Kristen bertambah set back (jauh) dari ajaran Yesus.

NATAL MEMULIAKAN TUHAN?

Ada dua alasan yang dipakai dasar oleh orang-orang yang menyelenggarakan Natal, sebagai cara untuk menghormati Yesus Kristus, meskipun mereka mengetahui bahwa perayaan itu warisan kepercayaan Paganisme:

1. Banyak yang mengajukan alasan: “Walaupun kita tidak mengetahui secara tepat hari kelahiran Yesus, apa salahnya kita memilih hari untuk merayakan ulang tahunnya.”

Kami akan menjawab dengan pasti “Tidak bisa”. Sebab dalam Catholic Encyclopedia (Eksiklopedi Katolik) telah dijelaskan:

“Sinners alone, not saints, celebrate their birthday = Hanya orang kafir, bukan orang-orang suci, yang merayakan hari ulang tahun mereka.”

Perayaan ulang tahun bukan berasal dari agama Kristen, melainkan dari ajaran agama kafir.

2. Ada pula yang beralasan: “Walaupun Natal itu kebiasaan orang-orang kafir (pagan) yang menyembah dewa matahari, tetapi kita tidak menyembah dewa tersebut, melainkan untuk menghormati Yesus Kristus.”

Tetapi sudahkah kita mendengarkan jawaban Tuhan melalui firmannya yang berbunyi sebagai berikut:

“Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: “Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada tuhan mereka? Aku pun mau berlaku begitu.” Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhanmu. Sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi tuhan mereka.” (Ulangan 12:30-31)

Tuhan berfirman dengan jelas dalam kitab suciNya, bahwa Dia tidak mau menerima dalam bentuk penyembahan yang menyerupai atau meniru cara penyembahan orang-orang kafir kepada tuhannya. Cara penyembahan seperti itu sangat menjijikkan bagi Tuhan. BagiNya, pemujaan yang demikian itu tidak layak untukNya, melainkan hanya pantas untuk memuja berhala. Sebagaimana yang sering kita dengar, Tuhan melarang kita menyembahNya hanya dengan “menurut kata hati kita sendiri.” Yesus telah bersabda:

“Allah itu Roh, dan barang siapa yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:24)

Dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu? Firman Tuhan atau Kitab suci Bibel itulah kebenaran. Sebagainya sabda Yesus yang berbunyi sebagai berikut:

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah kebenaran.” (Yohanes 17:17)

Di Dalam Bibel sendiri, secara jelas Tuhan berfirman bahwa Dia tidak mau menerima penyembahan kepadaNya, dengan meniru cara penyembahan para penyembah berhala. Begitu pula cara yang dipakai untuk mengagungkan dan memuliakan Yesus Kristus.

Ingatlah sekali lagi, peringatan Yesus yang berbunyi:

“Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereja ajarkan ialah perintah manusia.”

Natal atau Christmas adalah tradisi dan ajaran manusia, sedangkan ajaran Tuhan telah melarangnya. Selanjutnya Yesus bersabda lagi:

“Sungguh kamu telah menolak ajaran Tuhan, tetapi kamu mengikuti ajaran tradisimu sendiri.”

Alangkah tepat firman-firman Tuhan yang dilontarkan kepada berjuta-juta orang yang melakukan Natal itu. Mereka mengabaikan ajaran Tuhan. Tuhan melarang pemujaan yang meniru adat kaum kafir penyembah berhala, tetapi dengan senang hati kita melanggarnya. Tuhan berfirman:

“Janganlah kamu berbuat demikian terhadap Tuhanmu.”

Ternyata hampir semua orang menganggap ringan larangan itu. Atau karena tidak memiliki dasar agama yang kuat, akhirnya mereka mengikuti tradisi kebanyakan orang-orang untuk merayakan Natal.

Jangan salah! Tuhan membiarkan anda untuk berbuat semaunya dan tidak mengikuti petunjukNya. Tuhan membiarkan kita tenggelam dalam keramaian dan mengikuti tradisi orang-orang. Bahkan Dia akan membiarkan kita berlumuran dosa. Tetapi, Tuhan juga telah memerintahkan kita tentang datangnya hari perhitungan atau pembalasan. Jika kamu menanam, niscaya kamu akan memetik hasilnya. Yesus adalah firman Tuhan yang hidup, sedangkan Bibel adalah firman Tuhan yang tertulis. Dan kita akan diadili sesuai dengan ketetapan yang telah digariskan dalam firman tersebut. Kita pun tidak bisa mengelak dan mengabaikannya.

TANPA DISADARI KITA KEMBALI KE MASA BABILONIA

Christmas atau Natal telah menjadi musim panen para pedagang. Ia menjadi sponsor yang terus dilestarikan oleh perusahaan advertising setiap tahun. Anda selalu melihat Santa Claus yang dipajang di setiap toko. Iklan-iklan menyambut dan mengajak kita untuk merayakan “Beautiful Christmas Spirit”. Koran yang selalu menjual iklan, ikut menyemarakkan musim kaum kafir tersebut di tajuk rencananya. Orang yang mudah terbius oleh tradisi ini, akan marah bila ditunjukkan kebenaran dari Tuhan. Padahal “Christmas Spirit = Semangat Natal” yang diselenggarakan setiap tahun itu, bukanlah untuk mengangungkan Kristus, melainkan hanya untuk promosi barang-barang dagangan. Sebagaimana rayuan setan lainnya, ia dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti “Malaikat Pembawa Terang” yang amat indah. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan begitu saja, sementara ajaran Yesus diterlantarkan. Itulah bagian dari sistem perekonomian Babilonia.

Sebagaimana yang telah diramalkan oleh Bibel (Alkitab), kita merasa berada di negara Kristen, padahal kita di Babilonia, tetapi kita tidak menyadarinya. Ingatlah pesan Alkitab yang berbunyi sebagai berikut:

“Pergilah kamu hai umatKu, pergilah dari padanya, supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18:4)

Oleh karena itu, di tahun ini, daripada jutaan uang tersebut dihambur-hamburkan begitu saja, lebih baik dibelanjakan untuk menunjang pekerjaan Tuhan.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Misteri Natal-Kebenaran tentang Natal )

Pandangan Tiga Agama Tentang Yesus

Posted on 24/01/2012. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |


Yahudi

1.      Yesus lahir dari perbuatan zina;  mengaku menjadi Mesias yang dinantikan Bani Israil.

2.     Yesus layak mati disalib sebagai hukuman terhadap pengakuannya sebagai Mesias.

 

Kristen

1.      Yesus adalah Tuhan Putra, pribadi kedua Tuhan.

2.      Yesus mengalami kematian di kayu salib untuk menebus dosa warisan umat manusia.

 

Islam

1.      Yesus lahir  karena ketentuan Allah ( kalimat Allah ), dilahirkan ibindanya Siti Maryam binti Imran dalam keadaan suci ( fitrah ).

2.      Yesus adalah seorang utusan Allah, bukan Tuhan sebagaimana penjelasan surat Al maidah/ 5:73.

” Sesunguhnya kafirlah orang –orang yang mengatakan bahwasannya Allahsalah satu dari tiga, padahal sekali-kali tiddak ada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain Tuhan Yang Maha Esa .  Jika mereka Tidak berhenti dari apa  yamg mereka katakan itu, pasti orang – orang kafir  diantara mereka akan tertimpa siksaan yang pedih.”

 3.      Yesus diselamatkan Allah dari kematian di kayu salib.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Pandangan Tiga Agama Tentang Yesus )

Dua ibu yang Memperebutkan Satu Anak

Posted on 24/01/2012. Filed under: Hikmah, Ibu dan Puisi, Kisah Islami | Tags: , |

 

Dalam Buku Al-Irsyad disebutkan:

“Pada zaman Umar bin Khatthab, ada dua wanita berselisih memperebutkan seorang anak. Kedua wanita itu mengaku seorang ibu atas seorang bayi. Keduanya mengklaim tanpa memiliki bukti dan saksi. Umar bin Khatthab kebingungan untuk memberikan keputusan siapa sebenarnya ibu dari bayi ini. Akhirnya ia terpikir Imam Ali bin Abi Thalib dan membawa perkara ini ke hadapannya untuk dicarikan solusinya.

 

Imam Ali as pada mulanya menasihati keduanya, namun nasihat itu tidak mempan. Keduanya tetap pada pendiriannya. Karena perselisihan keduanya tidak kunjung selesai, Imam Ali as meminta untuk diambilkan gergaji. Melihat itu, kedua wanita ini bingung dan bertanya, “Apa yang ingin engkau perbuat?”

Imam Ali as menjawab, “Aku ingin membelah anak ini menjadi dua bagian. Satu untukmu dan satu lagi untuk engkau.”

Ketika mendengar keputusan apa yang akan dilakukan oleh Imam Ali as, salah satu dari wanita itu terdiam lalu berkata. “Jangan! Jangan! Kalau itu keputusanmu, aku memberikan bagianku kepada ibu itu, biarlah dia menjadi ibu dari anak ini.”

Imam Ali as lantas mengucapkan takbir “Allah Akbar”. “Bayi ini adalah anakmu dan bukan dia. Bila bayi ini milik dia, tentu dia tidak tega dengan keputusanku dan akan menolak pembagian anak ini dengan cara dibelah dua,” tambah Imam Ali as.

Wanita yang satunya kemudian mengaku di hadapan Imam Ali as bahwa memang benar ibu anak itu bukan aku tapi yang satunya.

Setelah selesai masalahnya, ibu yang berhak atas anak itu kemudian mendoakan Imam Ali as.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh as-Sarwa dan berkata, “Ini adalah hukum yang pernah dilakukan oleh Nabi Sulaiman as di masa kecilnya.”

Sementara itu, dalam buku al-Adzkiya’ diriwayatkan:

“Ada seorang lelaki membeli budak dari orang lain. Setelah dibeli, ia mengklaim bahwa budak ini tolol dan ingin mengembalikannya. Si penjual tidak terima dengan keinginan lelaki yang membeli itu. Mereka kemudian mengadukan masalah ini ke hakim Ayas. Ayas bertanya kepada budak wanita itu, “Sebelah mana dari kakimu yang panjang sebelah?”

Budak wanita itu menunjukkan sambil menjawab, “Ini.”

Ayas bertanya, “Apakah engkau masih ingat malam ketika engkau dilahirkan oleh ibumu?”

Budak wanita menjawab, “Iya, saya masih ingat.”

Ayas langsung berujar, “Kembalikan budak ini! kembalikan budak ini!”

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Seorang pria menitipkan hartanya kepada temannya. Setelah lewat beberapa waktu, ia ingin meminta kembali barangnya, akan tetapi teman yang dititipi itu tidak mengaku bahwa ia pernah dititipi barang. Mereka kemudian berselisih dan akhirnya sepakat mengadukan masalah ini ke hakim Ayas. Kata pria tersebut, “Aku menitipkan hartaku kepadanya.”

Ayas bertanya, “Siapa yang menjadi saksimu?”

Pria tersebut menjawab, “Aku menitipkan barangku di tempat ini pada waktu ini, tapi tidak ada orang yang menyaksikan.”

Ayas bertanya, “Ketika engkau menitipkan barangmu kepadanya, di tempat tersebut ada apa?”

Pria tersebut menjawab, “Ada sebuah pohon.”

Ayas berkata kepadanya, “Sekarang, pergilah engkau ke pohon itu. Semoga engkau teringat akan sesuatu. Mungkin saja hartamu engkau pendam di bawah pohon itu dan kemudian engkau lupa. Semoga dengan melihat kembali pohon itu, engkau menjadi teringat kembali di mana pernah meletakkan hartamu.”

Ketika pria itu berlalu, Ayas berkata kepada teman pria itu, “Duduk dan tenangkan dirimu!”

Ayas kemudian melanjutkan kerjanya sebagai hakim dan menyelesaikan masalah-masalah yang diadukan kepadanya. Teman pria itu duduk dan melihat aktivitas Ayas selama sejam lebih.

Ayas kemudian bertanya kepadanya, “Wahai teman pria itu, menurutmu apakah temanmu sekarang telah sampai di pohon yang disebutkannya?”

Teman pria itu menjawab, “Belum.”

Ayas kemudian berkata, “Wahai musuh Allah dan pengkhianat! Engkau ingin membohongiku tapi Allah menyingkap kebohonganmu.”

Ayas kemudian memerintahkan untuk menangkapnya sehingga pria itu datang. Ayas berkata pada pria pemilik harta itu, “Temanmu telah mengaku. Ambil kembali hartamu darinya!”

Sumber: Allamah Muhammad Taqi at-Tustari, Qadhau Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as, Qom, 1408 HQ, cetakan ke-2. (IRIB Indonesia/Saleh Lapadi)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Dua ibu yang Memperebutkan Satu Anak )

Antara Tuan dan Budak

Posted on 24/01/2012. Filed under: Hikmah, Kisah Islami | Tags: , |

Diriwayatkan dari Imam Shadiq as:

“Pada masa pemerintahan Imam Ali as, ada seorang gunung bersama budaknya hendak pergi untuk melakukan haji. Pada suatu ketika, budaknya tidak menuruti perintah. Tuannya kemudian memukulnya. Tapi, budak itu kemudian berkata bahwa engkau bukan tuanku, melainkan aku adalah tuanmu. Dalam perjalanan senantiasa keduanya bertengkar masalah ini. Akhirnya, keduanya sepakat untuk tetap dengan klaimnya hingga sampai ke kota kufah. Setiap keduanya mengatakan kepada lainnya, “Wahai musuh Allah! Aku akan membawamu ke hadapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib”.

Sesampainya kota Kufah, keduanya langsung menuju Imam Ali bin Abi Thalib as. Si tuan yang memukul budaknya terlebih dahulu membuka mulut, “Aku mengharapkan kebaikanmu dari Allah. Ini adalah budakku. Ia melakukan kesalahan dan kupukul dia. Karena itu, dia tidak lagi mau menaatiku”. Si budak kemudian berkata, “Demi Allah! Dia adalah budakku. Ayahku mengutusnya untuk menyertaiku dan sekarang dia mengaku sebagai tuanku. Ini dilakukannya untuk mengambil hartaku.”

Karena tidak memiliki saksi, maka masing-masing diminta bersumpah bahwa apa yang diucapkannya adalah benar dan lawannya berbohong. Imam Ali lantas berkata kepada keduanya, “Pergilah kalian malam ini dan usahakan seperti teman. Keesokan harinya kalian temui aku dengan alasan yang benar.”

Fajar menyingsing. Imam Ali as memerintahkan kepada Qanbar, budaknya, untuk membuat dua lobang di dinding. Matahari pagi telah memancarkan sinarnya ketika dua orang yang berselisih semalam tiba. Orang-orang juga ikut berkumpul. Mereka berbisik-bisik, bahwa Imam Ali as menghadapi masalah besar yang belum pernah dialaminya. Imam Ali as kali ini tidak bakal dapat menyelesaikannya.

Ima Ali as bertanya kepada keduanya, “Apa yang kalian katakan sebelumnya?”

Keduanya serentak mulai bersumpah bahwa ia sebagai tuan dan lainnya sebagai budak. Setelah mendengar ucapan keduanya, Imam Ali as kemudian berkata, “Berdirilah kalian berdua! Kalian berdua bohong”. Ia kemudian berkata kepada salah satu dari keduanya, “Masukkan kepalamu ke dalam lobang yang ada di dinding itu, dan engkau masukkan kepalamu di lobang yang satunya lagi!”

Setelah mereka meletakkan kepalanya dalam lobang yang telah disiapkan, Imam Ali as berkata kepada Qanbar, “Wahai Qanbar! Ambilkan pedang Rasulullah, aku ingin memotong leher setiap budak dari keduanya”.

Mendengar itu, si budak segera mengeluarkan kepalanya, sementara yang lainnya tetap meletakkan kepalanya di lobang. Imam Ali as bertanya: “Bukankah engkau mengaku bukan budak?”

“Benar, tapi ia memukulku dengan kejam sehingga aku mengaku sebagai tuannya”, terbata-bata si budak mengaku.

Imam Ali as kemudian memanggil si tuan dan kemudian mengambil sumpah darinya untuk tidak menzalimi budaknya. Setelah itu, budaknya dikembalikan kepadanya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Syaikh Shaduq secara marfu’ dari Imam Baqir as dalam bab al-Hiyal pada buku Man Laa Yahdhuruhul Faqih.

Riwayat yang semacam ini juga diriwayatkan oleh Kulaini dalam buku al-Kafi pada bab ke 11 dari masalah Diyat, dan al-Faqih dalam bab hukum seseorang yang membunuh dua orang. Dalam buku at-Tahdzib juga dimuat di awal bab jaminan jiwa dalam masalah Diyat bersandarkan pada Umar bin Abi al-Miqdam dalam pemutusan perkara oleh Imam Ja’far Shadiq as.

Ia meriwayatkan, “Aku menyaksikan sendiri di Masjidul Haram, seseorang berteriak kepada Abu Ja’far al-Manshur, khalifah dari Bani Abbas waktu itu, yang sedang melakukan tawaf.

Katanya, “Dua orang ini telah mengajak keluar adikku sejak semalam dan sampai saat ini ia belum kembali ke rumah. Aku tidak tahu apa yang telah mereka lakukan terhadapnya”.

Al-Manshur berkata, “Kalian berdua besok sore setelah shalat Asar harus berada di tempat ini”.

Keesokan harinya, orang yang saudaranya hilang hadir bersama dua orang yang dituduh membunuh adiknya.

Pada waktu itu, hadir Imam Shadiq as sambil mendekap tangannya.

Al-Manshur berkata kepadanya, “Jadilah pengadil di antara mereka!”

Imam Shadiq as tidak menerima dan mengatakan agar al-Manshur yang mengadili mereka.

Al-Manshur memaksa Imam Shadiq as untuk mengadili mereka. Imam Shadiq as terpaksa menerima. Ia kemudian duduk di atas tikar dari bambu yang telah disiapkan dan mereka duduk di hadapannya. Beliau kemudian menghadap orang yang mengadukan adiknya, “Apa yang engkau katakan?”

Ia menjawab, “Wahai anak Rasulullah! Kedua orang ini mengajak adikku keluar dari rumah pada malam hari. Sampai saat ini ia belum kembali ke rumah. Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan terhadapnya.”

Beliau kemudian menghadap kedua orang itu lalu bertanya, “Apa yang dapat kalian beri tahukan?”

Mereka menjawab, “Kami hanya berbicara dengannya malam itu kemudian ia pulang ke rumahnya.”

Imam Shadiq as lantas berkata kepada budaknya, “Tulis! Bismillahirrahmanirrahim.”

Rasulullah Saw telah bersabda bahwa setiap orang yang mengajak orang lain keluar dari rumahnya pada malam hari, maka ia sebagai jaminannya. Kecuali bila ia mampu mengajukan saksi bahwa ia telah mengembalikannya ke rumahnya.”

Beliau kemudian memerintahkan kepada budaknya untuk menyingkirkan yang satu dan kemudian memenggal kepala yang lainnya. Orang yang akan dipenggal kepalanya kemudian buka mulut, “Wahai anak Rasulullah! Aku tidak membunuhnya. Aku hanya menyekapnya, kemudian ia, sambil menunjuk temannya, datang dan membunuhnya.”

Imam Shadiq as berkata, “Aku adalah anak Rasulullah. Lepaskan yang ini dan penggal kepala yang satunya!”

Orang yang diperintah untuk dipenggal kepalanya berkata, “Wahai anak Rasulullah! Demi Allah! Aku tidak menyiksanya. Aku membunuhnya dengan sekali sabetan pedang.”

Imam Shadiq as kemudian memerintahkan kepada orang yang mengadukan perkara untuk melakukan qisas. Sementara yang satunya lagi dimasukkan ke penjara seumur hidup. Imam Shadiq as memerintahkan agar mencambuknya setiap tahun sebanyak lima puluh kali. (IRIB Indonesia/Saleh Lapadi)

Sumber: Allamah Muhammad Taqi at-Tustari, Qadhau Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as, Qom, 1408 HQ, cetakan ke-2.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Antara Tuan dan Budak )

Bolehkah seorang Muslim mengucapkan Selamat Natal

Posted on 22/12/2011. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Tahukah Anda |

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca : cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.

Namun untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. Ajaran islam ini janganlah kita ambil dari sembarang orang, walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Mereka bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka,  mereka akan tolak mentah-mentah. Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan –dengan izin-Mu-

Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni ini, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.

:: Fatwa Pertama ::

Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama

Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,

“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”

Beliau rahimahullah menjawab :

Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca : ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya ‘Ahkamu Ahlidz Dzimmah’. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar [39] : 7)

Allah Ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5] : 3)

[Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?]

Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.

Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron [3] : 85)

[Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?]

Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.

[Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?]

Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ‘santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan,

“Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-

Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.

Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.

:: Fatwa Kedua ::

Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka

Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.

Syaikh rahimahullah ditanya : Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?

Beliau rahimahullah menjawab :

Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)

Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena dulu ketika kecil, Yahudi tersebut pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam.

Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu.

:: Fatwa Ketiga ::

Merayakan Natal Bersama

Fatwa berikut adalah fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi)  no. 8848.

Pertanyaan : Apakah seorang muslim diperbolehkan bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam perayaan Natal yang biasa dilaksanakan pada akhir bulan Desember? Di sekitar kami ada sebagian orang yang menyandarkan pada orang-orang yang dianggap berilmu bahwa mereka duduk di majelis orang Nashrani dalam perayaan mereka. Mereka mengatakan bahwa hal ini boleh-boleh saja. Apakah perkataan mereka semacam ini benar? Apakah ada dalil syar’i yang membolehkan hal ini?

Jawab :

Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka, walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak. Di samping itu pula, hal ini  termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Padahal Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah [5] : 2)

Semoga Allah memberi taufik pada kita. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikut dan sahabatnya.

Ketua Al Lajnah Ad Da’imah : Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

 

Saatnya Menarik Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan :

Pertama, Kita –kaum muslimin- diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.

Kedua, Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan ‘selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. An Nisa’ [4] : 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.

Oleh karena itu, yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka ini pendapat yang keliru. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.

Ketiga, jika diberi ucapan selamat natal, tidak perlu kita jawab (balas) karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.

Keempat, tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya.

Kelima, membantu orang Nashrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.

Keenam, diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.

Demikianlah beberapa fatwa ulama mengenai hal ini. Semoga kaum muslimin diberi taufiko oleh Allah untuk menghindari hal-hal yang terlarang ini. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik.

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alihi wa shohbihi wa sallam.

 

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://www.muslim.or.id, dipublish ulang oleh http://rumaysho.com

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Bolehkah seorang Muslim mengucapkan Selamat Natal )

Dua Rabi Yahudi Dan Salat Jumat-Salat Subuh

Posted on 15/11/2011. Filed under: Hikmah, Kisah Islami, Tahukah Anda |

Beberapa waktu yang lalu, konon terjadi percakapan yang cukup intens di antara dua orang rabi Yahudi. Mereka membicarakan tentang kemajuan umat yang sangat diwanti-wanti dalam perjalanan panjang mereka menguasai dunia: umat Islam.

Rabi pertama : “Sepertinya kita harus mulai mewaspadai gerakan umat Islam sekarang ini…”

Rabi kedua : “Memangnya kenapa?”

Rabi pertama : “Lihatlah, sekarang di masjid-masjid, setiap hari Jumat, selalu penuh dengan mereka yang menunaikan salat Jumat. Tampaknya mereka sudah mulai bersatu.”

Rabi kedua : “Hmm, tampaknya itu berlebihan. Kita sebenarnya masih bisa tenang-tenang saja.”

Rabi pertama : “Mengapa?”

Rabi kedua : “Jika umat Islam sekarang banyak pergi ke masjid pada hari Jumat untuk menunaikan salat Jumat, sebenarnya mereka kebanyakan hanya karena sekadar menggugurkan kewajiban mereka di depan banyak orang atau masyarakatnya sendiri. Mereka tidak benar-benar bersatu. Tetapi kesatuan umat Islam baru harus kita waspadai ketika masjid-masjid mereka di waktu Subuh sama penuhnya dengan salat Jumat yang mereka tunaikan. Itulah tanda-tanda bersatunya umat Islam dan kebangkitan mereka.” (sa/dgst/EM)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Dua Rabi Yahudi Dan Salat Jumat-Salat Subuh )

Pernahkah Anda Melihat Baju Nabi Adam

Posted on 10/09/2011. Filed under: Kisah Islami, Tahukah Anda |


Baju tersebut hanyalah replika dibuat di Jeddah, Arab Saudi. Sekadar untuk melihat setinggi manakah rupa bentuk Nabi Adam A.S.

Seorang pemuda Saudi Hamdan al Mas’udiy melakukan sebuah proyek pembuatan baju Bapak kita, Nabi Adam ‘Alaihissalam. Ide itu muncul setelah membaca sirah Nabi Adam ‘Alaihisalam.. Lalu dia melakukan proyek tersebut berdasarkan apa yang disebutkan dalam sirah dan hadits-hadits Nabi yang menjelaskan bahwa tingginya adalah 60 hasta ((1 Kaki = 30 cm, 1 hasta = 1,5 kakijadi 60 hasta = 90 kaki = 30 meter). Maka diapun ingin membuat baju dengan ukuran bapak kita Adam agar manusia bisa mengetahui ukuran Nabi Adam yang sebenarnya.

Demikian haditsnya;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ z عَنِ النَّبِيِّ n قَالَ: خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنَ الـْمَلاَئِكَةِ فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّوْنَكَ تَحِيَّتَكَ وَتَحِيَّةَ ذُرِّيَّتكَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوْا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ. فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْـجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الْـخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah menciptakan Adam dan tingginya 60 dzira’ (hasta). Kemudian Allah berfirman kepada Adam: ‘Pergilah, ucapkan salam kepada mereka para malaikat. Lalu dengarlah salam mereka kepadamu, sebagai salammu dan salam keturunanmu!’  Maka Adam berkata: ‘Assalamu’alaikum.’ Malaikat-malaikat Allah menjawab: ‘Assalaamu’alaika warahmatullah’ –mereka menambahnya dengan ‘warahmatullah’. Maka semua orang yang masuk jannah (tinggi badannya) seperti Adam. Dan manusia terus menerus berkurang (ketinggiannya) hingga saat ini.”[ Hadits shahih muttafaqun ‘alaihi]

Berikut ini rincian penjahitan baju tersebut:

Lama penjahitan baju itu adalah 18 hari.
Adapun jumlah gulungan kain yang digunakan dalam penjahitan pakalan itu adalah 40 gulungan dan 30 ribu gulungan benang.

Adapun panjang pakaian itu seperti berikut ini:
Panjang pakaian: 29 m

Lebar antara dua pundak 9 m, lebar dan bawah adalah 12 m

Panjang lengan 10 m, lingkar leher 6 m – kerahnya (diameter lingkar leher) 2 m.

Demikianlah adanya seandainya bapak Nabi Adam , ingin memakai baju yang sesuai dengan ukuran yang disebutkan dalam sunnah Nabi , maka seperti baju ini.

Pemiliki ide ini dibantu oleh 4 orang penjahit. Pakaian itu diletakkan di salah satu lappangan di depan pintu gawang agar orang-orang yang melihat bisa mengkhayalkan bagaimana tubuh bapak kita Adam Alaihi salam

 

طبعًا هذا الثوب من فكرة وإعداد وتصميم وتنفيذ

الشاب السعودي / حمدان بن عوده البحيري المسعودي .
من قرية البدع بمنطقة تبوك وقد ساعده في الخياطة 4 من الخياطين .
ويقول الشاب المذكور أن الفكرة نشأت من قراءته لسيرة سيدنا آدم عليه السلام
وأن طوله كما ورد في الأحاديث 60 ذراعًا .
وإليكم تفاصيل خياطة الثوب …
مدة خياطة هذا الثوب هي 18 يوم
أما عدد طاقات الأقمشة المستخدمة في خياطة هذا الثوب فهي 40 طاقة
( لفة كاملة )
و 30 ألف بكرة خيط
أما أطوال الثوب فهي على النحو التالي :
طول الثوب 29 مترًا . وعرض مابين الكتفين 9 أمتار وعرضه من الأسفل 12 متر
وطول الكم 10 أمتار . وقطر الرقبة 6 أمتار ومحيطها 2 متر .
وإليكم الصور التي صورتها هذا اليوم أتمنى أن تنال إعجابكم
أول صورة أثناء عملية الرفع بالونش
Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Pernahkah Anda Melihat Baju Nabi Adam )

« Previous Entries
  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 766,038 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: