Archive for February, 2012

Precolumbian Muslim di Amerika

Posted on 28/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda |

Oleh Dr Youssef Mroueh, Komite Persiapan Festival Internasional untuk merayakan milenium kedatangan Muslim ke Amerika (1996 M)

Banyak bukti menunjukkan bahwa umat Islam dari Spanyol dan Afrika Barat tiba ke Amerika setidaknya lima abad sebelum Columbus. Tercatat, misalnya, bahwa pada pertengahan abad ke-sepuluh, selama pemerintahan Khalifah Abdul Ummayyed-Rahman III (929-961 M), Muslim asal Afrika berlayar ke arah barat dari pelabuhan Spanyol dari DELBA (Palos) ke dalam “Lautan kegelapan dan kabut”. Mereka kembali setelah absen panjang dengan banyak jarahan dari “negeri asing dan ingin tahu”. Jelaslah bahwa orang-orang Muslim asal diketahui telah disertai penjelajah Columbus dan selanjutnya Spanyol ke Dunia Baru.

Kubu Islam terakhir di Spanyol, Granada, jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1492 Masehi, tepat sebelum inkuisisi Spanyol diluncurkan. Untuk menghindari penganiayaan, banyak non-Kristen melarikan diri atau memeluk agama Katolik. Setidaknya dua dokumen menyiratkan adanya Muslim di Spanyol Amerika sebelum 1550 Masehi. Terlepas dari kenyataan bahwa keputusan yang dikeluarkan pada tahun 1539 Masehi oleh Charles V, Raja Spanyol, melarang cucu Muslim yang telah dibakar untuk bermigrasi ke Hindia Barat. Keputusan ini diratifikasi pada 1543 CE, dan perintah untuk pengusiran semua Muslim dari wilayah-wilayah Spanyol di luar negeri kemudian diterbitkan. Banyak referensi tentang kedatangan Islam ke Americas tersedia. Mereka dirangkum dalam catatan berikut:

J: DOKUMEN SEJARAH:

1. Seorang sejarawan dan ahli geografi muslim Abul-HASSAN ALI IBN AL-Hussain Al-Masudi (871-957 M) menulis dalam bukunya Muruj adz-dhahab wa maadin aljawhar (The padang rumput emas dan tambang dari Jewells) yang selama pemerintahan Muslim Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912 M), seorang navigator Muslim, Khashkhash Ibnu Saeed Ibnu Aswad, dari Cortoba, Spanyol berlayar dari Delba (Palos) di 889 CE, menyeberangi Atlantik, mencapai wilayah yang tidak dikenal (ard majhoola) dan kembali dengan harta luar biasa. Pada peta Al-Masudi dunia ada daerah besar di lautan kegelapan dan kabut yang disebut sebagai wilayah yang tidak dikenal (Amerika). (1)

2. Seorang sejarawan Muslim Abu Bakar IBN UMAR AL-GUTIYYA meriwayatkan bahwa selama pemerintahan Khalifah Muslim Spanyol, Hisham II (976-1009CE), lain navigator Muslim, Ibnu Farrukh, dari Granada, berlayar dari Kadesh (Februari 999CE) ke Atlantik , mendarat di Gando (Kepulauan Canary Agung) mengunjungi Raja Guanariga, dan terus ke arah barat di mana ia melihat dan diberi nama dua pulau, Capraria dan Pluitana. Dia tiba kembali di Spanyol Mei 999 Masehi. (2)

3. Columbus berlayar dari Palos (Delba), Spanyol. Dia terikat untuk Gomera (Kepulauan Canary)-Gomera adalah ‘penghasut kecil’ arti kata bahasa Arab – di sana ia jatuh cinta dengan Beatriz de Bobadilla, putri kapten umum pertama di pulau tersebut (yang Bobadilla nama keluarga berasal dari Islam Arab nama ABOU ABDILLA).. Namun demikian, klan Bobadilla tidak mudah untuk diabaikan. Lain Bobadilla (Francisco) nanti, sebagai komisaris kerajaan, menempatkan Columbus di rantai dan memindahkannya dari Santo Dominigo kembali ke Spanyol (November 1500 Masehi).

Beatriz de Bobadilla

Keluarga Bobadilla itu terkait dengan dinasti ABBADID dari Seville (1031-1091 M). Pada 12 Oktober 1492 CE, Columbus mendarat di sebuah pulau kecil di Bahama yang disebut Guanahani oleh penduduk asli. Berganti nama SAN SALVADOR oleh Columbus. Guanahani berasal dari Mandinka dan dimodifikasi kata-kata Arab. Guana (IKHWANA) berarti ‘saudara’ dan HANI adalah name.Therefore Arab nama asli pulau itu ‘HANI BROTHERS’. (11) Ferdinand Columbus, anak Christopher, menulis tentang orang kulit hitam terlihat oleh ayahnya di Handuras: “Orang-orang yang tinggal lebih jauh ke timur dari Pointe Cavinas, sejauh Cape Gracios sebuah Dios, hampir berwarna hitam.” Pada saat yang sama, di wilayah yang sama, tinggal seorang suku pribumi Muslim dikenal sebagai ALMAMY. Dalam bahasa Mandinka dan Arab, ALMAMY adalah penunjukan “AL-IMAM” atau “AL-IMAMU”, pemimpin doa, atau dalam beberapa kasus, kepala masyarakat, dan / atau anggota komunitas Muslim Imamiyah . (12)

4. Seorang sejarawan Amerika terkenal dan ahli bahasa, LEO Weiner dari Harvard University, dalam bukunya, AFRIKA DAN DISCOVERY OF AMERICA (1920) menulis bahwa Columbus sangat menyadari kehadiran Mandinka di Dunia Baru dan bahwa Barat Muslim Afrika telah menyebar di seluruh Karibia, Tengah, Selatan dan Amerika Utara wilayah, termasuk Kanada, di mana mereka perdagangan dan kawin campur dengan Iroquois dan Algonquin Indian. (13)

Black Muslim tinggal di Amerika Utara jauh sebelum perbudakan. Mereka tinggaldalam jangka Amerika sebelum Columbus. Mereka saling menikah dan diperdagangkan dengan penduduk asli Amerika. Ini adalah foto asli AmerikaHitam dikenal sebagai Algonquin.

B: Explorations GEOGRAFIS:

1. Ahli geografi muslim terkenal dan pembuat peta AL-Sharif Al-Idrisi (1099 – 1166CE) menulis dalam buku yang terkenal Nuzhat al-Mushtaq fi al-ikhtiraq AFAQ (Ekskursi dari satu kerinduan di persimpangan cakrawala) bahwa sekelompok pelaut (dari Afrika Utara ) berlayar ke laut kegelapan dan kabut (Samudra Atlantik) dari Lisbon (Portugal), untuk menemukan apa yang di dalamnya dan sejauh mana batas-batasnya. Mereka akhirnya mencapai sebuah pulau yang memiliki orang-orang dan budidaya … pada hari keempat, penerjemah berbicara kepada mereka dalam bahasa Arab. (3)

2. Buku-buku referensi Muslim disebutkan penjelasan yang terdokumentasi dengan baik dari sebuah perjalanan melintasi lautan kabut dan kegelapan oleh Syaikh Zainal Eddine ALI BEN Fadhel Al-Mazandarani. Perjalanannya dimulai dari Tarfaya (Maroko Selatan) pada masa pemerintahan Raja Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286-1307CE) 6 dinasti Mariniyyah, untuk Green Island di laut Karibia pada 1291 CE (690 HE). Rincian perjalanan laut nya disebutkan dalam referensi Islam, dan cendekiawan Muslim menyadari hal ini peristiwa sejarah yang direkam .. (4)

3. Para sejarawan Muslim CHIHAB AD-Dine ABU-L-ABBAS AHMAD BEN Fadhl Al-Umari (1300-1384CE/700-786HE) dijelaskan secara rinci eksplorasi geografis di luar lautan kabut dan kegelapan sultan Mali dalam bukunya yang terkenal al-Massaalik absaar fi al-mamaalik amsaar (Jalur pemandangan di propinsi kerajaan). (5)

4. Sultan MANSU Kankan MUSA (1312-1337 M) adalah dunia terkenal Mandinka raja dari kerajaan Afrika Barat Mali Islam. Sementara perjalanan ke Mekah pada nya haji terkenal pada tahun 1324 M, ia memberitahu para ulama dari Mamluk Bahri sultan pengadilan (An-Nasir Nasir Muhammad Edin III-1309-1340 M) di Kairo, bahwa saudaranya, Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312CE) telah dilakukan dua ekspedisi ke samudra Atlantik. Ketika sultan tidak kembali ke Timbuktu dari pelayaran kedua 1311 CE, Mansa Musa menjadi Sultan kekaisaran. (6)

5. Columbus dan penjelajah Spanyol dan Portugis awal mampu pelayaran melintasi Atlantik (jarak 2400 Km itu) berkat informasi geografis dan navigasi Islam. Dalam peta tertentu yang dibuat oleh pedagang Muslim, termasuk Al-Masudi (871-957CE) dalam bukunya Akhbar az-Zaman (Sejarah dunia) yang didasarkan pada materi berkumpul di Afrika dan Asia (9). Sebagai soal fakta, Columbus memiliki dua kapten asal muslim selama perjalanan transatlantik pertama nya: Martin Alonso Pinzon adalah kapten dari Pinta, dan saudaranya Vicente Yanez Pinzon adalah kapten dari NINA. Mereka kaya, Outfitters kapal ahli yang membantu mengatur ekspedisi Columbus dan mempersiapkan unggulan, SANTA MARIA. Mereka melakukan ini dengan biaya sendiri untuk kedua alasan komersial dan politik. Keluarga Pinzon adalah terkait dengan ABUZAYAN MUHAMMAD III (1362-1366 M), Sultan Maroko dari dinasti Mariniyyah (1196-1465CE). (10)

C: BAHASA ARAB (ISLAM) prasasti:

1. Para antropolog telah membuktikan bahwa Mandinkos bawah instruksi Mansa Musa dieksplorasi banyak bagian Amerika Utara melalui sungai Mississippi dan lainnya sistem. Di Four Corners, Arizona, tulisan menunjukkan bahwa mereka bahkan membawa gajah dari Afrika ke daerah. (7)

2. Columbus mengakui dalam kertas yang pada Senin, Oktober 21,1492 CE saat kapalnya sedang berlayar dekat Gibara di pantai timur laut Kuba, ia melihat sebuah masjid di atas sebuah gunung yang indah. Reruntuhan masjid dan menara masjid dengan tulisan dari ayat-ayat Alquran telah ditemukan di Kuba, Meksiko, Texas dan Nevada. (8)

3. Selama perjalanan kedua, Columbus diberitahu oleh indians dari Espanola (Haiti), bahwa orang kulit hitam telah berkunjung ke pulau sebelum kedatangannya. Buktinya, mereka disajikan Columbus dengan tombak ini muslim Afrika. Senjata-senjata tipped dengan logam kuning bahwa indians disebut guanin, kata-kata ‘paduan emas’ Barat derivasi makna Afrika. Anehnya, hal itu berkaitan dengan kata Arab ‘GHINAA’ yang berarti ‘KEKAYAAN’. Columbus membawa beberapa GUANINES kembali ke Spanyol dan meminta mereka diuji. Dia belajar bahwa logam adalah 18 bagian emas (56,25%), 6 bagian perak (18,75%) dan 8 tembaga bagian (25%), rasio yang sama dengan logam diproduksi dalam metalshops Afrika Guinea. (14)

4. Pada tahun 1498 M, pada pelayaran ketiga ke dunia baru, Columbus mendarat di Trinidad. Kemudian, ia terlihat benua Amerika Selatan, di mana beberapa anak buahnya naik ke darat dan menemukan penduduk asli menggunakan sapu tangan warna-warni dari tenun kapas simetris. Columbus melihat bahwa sapu tangan menyerupai tutup kepala dan loinclothes Guinea dalam warna, gaya dan fungsi. Dia mengacu pada mereka sebagai ALMAYZARS. ALMAYZAR adalah kata Arab untuk ‘wrapper’, ‘penutup’, ‘apron’ dan / atau ‘pinggir’ yang merupakan kain bangsa Moor (Spanyol atau Muslim Afrika Utara) yang diimpor dari Afrika Barat (Guinea) ke Maroko, Spanyol dan Portugal. Selama perjalanan ini, Columbus terkejut bahwa perempuan yang sudah menikah mengenakan celana katun (bragas) dan dia bertanya-tanya di mana penduduk asli belajar kerendahan hati mereka.Hernan Cortes, penakluk Spanyol, menggambarkan pakaian perempuan India sebagai ‘jilbab panjang’ dan pakaian pria India sebagai ‘breechcloth dilukis dalam gaya tirai Moor.Ferdinand Columbus disebut ‘breechclothes dari desain yang sama dan kain sebagai selendang yang dikenakan oleh para wanita Moor dari Granada’ pakaian katun asli. Bahkan kesamaan tempat tidur gantung anak-anak dengan yang ditemukan di Afrika Utara adalah luar biasa. (15)

5. Dr Barry Fell (Harvard University) diperkenalkan di ‘Amerika-1980 Saga’ bukti ilmiah bukunya yang solid mendukung kedatangan, abad sebelum Columbus, umat Islam dari Afrika Utara dan Barat. Dr Fell menemukan keberadaan sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana ) dating kembali ke 700-800 Masehi. Terukir pada batu di AS barat kering, ia menemukan teks, diagram dan grafik yang mewakili fragmen yang masih hidup terakhir dari apa yang pernah menjadi sistem sekolah – baik di tingkat SD dan seorang yang lebih tinggi. Bahasa pengantar adalah Afrika Utara Arab ditulis dengan tulisan Arab Kufi tua. Subyek termasuk pelajaran menulis, membaca, aritmatika, agama, sejarah, geografi, matematika, astronomi dan navigasi laut. Keturunan para pengunjung Muslim Amerika Utara adalah anggota dari Iroquois ini, Algonquin, Anasazi, Hohokam dan orang-orang Olmec asli .. (16)

6. Ada 565 nama-nama tempat (desa, kota, kota, pegunungan, danau, sungai, dll ..) di Amerika Serikat (484) dan Kanada (81) yang berasal dari akar Islam dan Arab. Tempat-tempat ini awalnya dinamai oleh penduduk asli di masa precolumbian. Beberapa nama-nama ini dilakukan arti suci seperti: Mekkah-720 penduduk (Indiana), Makkah suku Indian (Washington), Medina-2100 (Idaho), Medina-8500 (NY), Medina-1100, Hazen-5000 (North Dakota) , Medina-17000/Medina-120000 (Ohio), Medina-1100 (Tennessee), Medina-26000 (Texas), Medina-1200 (Ontario), Mahomet-3200 (Illinois), Mona-1000 (Utah), Arva-700 (Ontario) … dll Sebuah studi yang cermat terhadap nama-nama suku Indian asli mengungkapkan bahwa banyak nama berasal dari akar Arab dan Islam dan asal, yaitu Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin, Cherokee, Cree, Hohokam, Hupa, Hopi, Makkah, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, Zuni … dll.

Berdasarkan, catatan atas sejarah geografis dan bahasa, panggilan untuk merayakan milenium kedatangan Islam ke Amerika, lima abad sebelum Columbus, telah diterbitkan untuk semua bangsa Muslim dan komunitas di seluruh dunia. Kami berharap bahwa panggilan ini akan menerima pemahaman yang lengkap dan menarik dukungan cukup.

CATATAN KAKI:

(1) Lihat ref 4 (2) Lihat ref. 9 (3) Lihat ref. 3 (4) Lihat ref. 1, 2 dan 5 (5) Lihat ref. 6 (6) Lihat ref. 14 (7) Lihat ref. 21 dan 22 (8) Lihat ref. 15 (9) Lihat ref. 4 (10) Lihat ref. 15 (11) Lihat ref. 15 (12) Lihat ref. 6 (13) Lihat ref. 20 (14) Lihat ref. 16 (15) Lihat ref. 7 (16) Lihat ref. 10 & 12

REFERENSI: 

1. AGHA HAKIM, AL-MIRZA Riyaadh Al-Ulama(Arabic),Vol.2 P.386/Vol.4 P.175 
2. AL-AMEEN, SAYED MOHSIN Aayan Ash-Shia(Arabic),Vol.7 P.158/Vol 8 
P.302-3 
3. AL-IDRISSI Nuzhat Al-Mushtaq fi Ikhtiraq Al-Afaaq(Arabic) 
4. AL-MASUDI Muruj Adh-Dhahab (Arabic), Vol. 1, P. 138 
5. AL-ASFAHANI, AR-RAGHIB Adharea Ila Makarim Ash-Shia,Vol.16,P.343 
6. CAUVET, GILES Les Berbers de L’Amerique,Paris 1912,P.100-101 
7. COLUMBUS, FERDINAND The Life of Admiral Christopher Columbus,Rutgers 
Univ.Press, 1959, 
P.232 
8. DAVIES, NIGEL Voyagers to the New World,New York 1979 
9. ON MANUEL OSUNAY SAVINON Resumen de la Geografia Fisica…,Santa Cruz 
de Tenerife, 1844 
10. FELL,BARRY Saga America, New York 1980 
11. FELL,BARRY America BC, New York 1976 
12. GORDON,CYRUS Before Columbus,New York 1971 
13. GYR,DONALD Exploring Rock Art,Santa Barbara 1989 
14. HUYGHE,PATRICK Columbus was Last,New York 1992 
15. OBREGON ,MAURICIO The Columbus Papers,The Barcelona Letter of 1493, 
The Landfall 
Controversy, and the Indian Guides, McMillan Co.,New York 1991 
16. THACHER,JOHN BOYD Christopher Columbus,New York 1950,P.380 
17. VAN SETIMA,IVAN African Presence in Early America,New Brunswick,NJ 
1987 
18. VAN SETIMA,IVAN They Came Before Columbus,New York 1976 
19. VON WUTHENAU,ALEX Unexpected Facts in Ancient America,New York 1975 
20. WEINER,LEO Africa and the Discovery of America,Philadelphia 
1920,Vol.2 P.365-6 
21. WILKINS,H..T. Mysteries of Ancient South America,New York 1974 
22. WINTERS,CLYDE AHMAD Islam in Early North and South 
America,Al-Ittihad,July 1977,P.60


Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Precolumbian Muslim di Amerika )

Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan

Posted on 25/02/2012. Filed under: Hikmah, Sejarah, Tahukah Anda |

Ternyata Amerika yang selama ini identik sebagai pusat kekafiran, justru lebih dulu mengenal Islam sebelum para penyebar agama lain dari Eropa menguasai negeri itu. Fakta-fakta ini mungkin akan membuat kita berbeda memandang Amerika, yaitu sebagai bagian dari wilayah yang dakwah disana harus diteruskan.

1. Khashshash bin Said bin Aswad

Ada banyak versi tentang siapakah yang pertama kali membawa agama Islam ke Amerika. Salah satunya yang bisa disebut adalah Khashshah bin Said bin Aswad yang tercatat dalam sejarah pada tahun 889 masehi telah mendarat di benua itu.

Dia seorang navigator muslim yang berasal dari Cordoba, Spanyol. Sebagaimana kita ketahui, Spanyol saat itu merupakan pusat peradaban Islam di Barat, di bawah pimpinan Khilafah Bani Umayah II.

Menyeberangi lautan Atlantic, pelaut muslim ini tercatat sebagai di antara pembawa agama Islam ke Amerika, hanya terpaut 200-an tahun setelah Rasulullah SAW wafat.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatatkan perjalanan ke benua Amerika adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi Muslim Al Masudi (871-957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad adalah seorang penjelajah muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masihi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahawa semasa pemerintahan Khalifah Sepanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik hingga menemui wilayah yang asing dan disebutnya sebagai Ard Majhoola. Kemudian beliau kembali dengan membawa pelbagai barangan yang menakjubkan. Selepas penemuan itu, banyak pelayaran menuju daratan di seberang Lautan Atlantik dilakukan. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef  Mroueh juga menulis bahawa semasa pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar dari pelabuhan Delba (Palos) di Sepanyol menuju ke barat lautan yang gelap dan berkabut , iaitu Lautan Atlantik. Setelah itu mereka berjaya kembali pulang ke Palos dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang begitu asing pada masa dulu.

Palos, Spanyol

Beliau juga menulis menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyyabahawa pada masa pemerintahan Khalifah Sepanyol, Hisham II (976-1009) seorang pelayar dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh mengunjungi Raja Guanariga dan kemudian meneruskan pelayarannya ke barat sehingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada bulan Mei 999.

Pelayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maghribi juga dicatat oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya bertolak dari Tarfayadi Maghribi pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286-1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan rujukan oleh para saintis Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu juga pernah melakukan pelayaran sehingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) telah memerincikan eksplorasi geografi ini. Timbuktu yang berada di tengah-tengah afrika kini dilupakan, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan pusat keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan baik menuju ke Timbuktu ataupun bermula dari Timbuktu.

Lokasi Timbuktu

Sultan yang tercatat akan eksplorasinya hingga ke benua baru waktu itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285-1312), iaitu saudara Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintasi Lautan Atlantik sehingga ke Amerika dan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi di antara tahun 1309-1312. Para eksplorasi ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika dilakarkan di dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517.

 Peta Piri Re’isi
Perbandingan peta Piri Re’isi dengan peta sebenar

2. Laksamana Ceng Ho

Selain itu sejarah juga mencatat bahwa Laksamana Ceng Ho yang beragama Islam, juga pernah mendarat di benua Amerika. Yang menarik, laksamana yang juga seorang da`i muslim ini mendarat 70 tahun lebih awal dari Colombus.

Perbandingan Kapal Chengho dan Vasco Da Gama

Bahkan armada dan kapal Ceng Ho jauh lebih besar dari kapal milik Colombus. Namun karena sejarah dunia ditulis oleh orang lain, maka fakta bahwa Ceng Ho mendarat lebih dahulu dari Colombus seolah lenyap di balik kebohongan nyata.

Perbandingan Kapal Chengho dan Columbus

Gambar di atas menunjukkan bahwa kapal Cheng Ho memang jauh lebih besar dibandingkan kapal Colombus. Kapal ini juga tercatat pernah mendarat di nusantara, selain berdiplomasi dan berdagang, juga menyebarkan dakwah Islam.

Cheng Ho punya nama arab, yaitu Haji Mahmud Shams. Beliau adalah seorang muslim China yang lahir tahun 1371 dan wafat tahun 1433. Terkenal sebagai pelaut dan penjelajah Tiongkok terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433.

Peta Cheng Ho

3. Columbus

Kisah Columbus Menemui Benua Amerika
Berbalik kepada cerita Columbus, Columbus sendiri mengetahui bahawa orang-orang Carib (Caribbean) adalah pengikut Nabi Muhammad. Orang-orang Islam telah berada di sana sebelum ketibaan Columbus terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Caribbean, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperhambakan rakyat Amerika. Orang-orang Islam datang untuk berniaga dan ada juga yang mengawini orang-orang pribumi.
Gibara , Cuba

Columbus juga mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Cuba telah melihat sebuah masjid (yang berada di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sisa-sisa runtuhan masjid telah ditemui di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada. Ini sekaligus menjadi bukti kukuh bahwa Islam telah lama bertapak di sana.

Dan fakta yang perlu kita ketahui adalah 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus iaitu kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim iaituMartin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon. Mereka berdua adalah bersaudara dan mempunyai kaitan persaudaraan dengan Sultan Maghribi Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER, JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

 Martin Alonso Pinzon
Vicente Yanex Pinzon

Kenapa hanya Columbus yang dikenali sebagai orang yang menjumai benua amerika? Kerana pada waktu itu kaum yahudi diusir dari Spanyol (sebanyak 300,000 orang yahudi yang diusir oleh raja Ferdinand). Orang-orang Yahudi mengumpul dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ telah diberitahu oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya yang beragama Yahudi di Spanyol.Pelayaran Columbus ini telah dijadikan popular dan kisah ini diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan kehendak Yahudi yang ingin menguasai dunia. Tidak menghairankan jika sejarah yang kita pelajari sekarang menipu kita. Ini disebabkan semua media gergasi dunia dikuasai golongan Yahudi.

Perbandingan armada Zheng He dan Colombus
Fakta-fakta diatas memperlihatkan ketidak-jujuran penulisan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang-orang Eropah menjejakkan kaki di benua Amerika.

4. Indian Muslim

Yang menarik adalah islamnya suku-suku asli yang menghuni benua Amerika, yaitu Indian. Gambar utama tulisan ini adalah lukisan wajah seorang kepala suku Cherokee, Seqouya.

Tercatat begitu banyak bukti bahwa suku-suku itu banyak yang sudah mengenal agama Islam, seperti Apache, Cherokee, Sioux, Anasazi, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah (mirip nama mekkah Al-Mukarramah), Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.

Begitu banyak bukti bahwa bangsa Indian sudah memeluk agama Islam. Misalnya, beberapa tulisan cherokee abad ke-7 terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan tulisan “Muhammad” dalam bahasa Arab.

Ciri lainnya adalah foto atau lukisan yang kita lihat tentang kostum yang dikenakan oleh bangsa Indian. Ternyata banyak kepala suku Indian mengenakan tutup kepala khas orang Islam, seperti sorban ini. Bahkan mereka mempunyai aksara Syllabary yang mirip aksara Arab.

Dan fakta yang tidak terbantahkan, adalah sebuah naskah perjanjian antara pemerintah Amerika dan Kepala Suku Indian Cherokee. Naskah itu hingga kini masih tersimpan rapi di gedung Arsip Perpustakaan Nasional di ibukota Washington DC.
Yang menarik, nama kepala Suku Cherokee adalah Abdel-Khak and Muhammad Ibnu Abdullah. Jelas itu nama muslim.

Indian Removal Act

Namun populasi suku Indian yang banyak menganut agama Islam menurun drastis akibat pembantaian. Salah satunya kebijakan resmi pemerintah USA berupa Indian Removal Act tahun 1830 yang memberikan izin resmi buat bangsa Eropa untuk mengusir atau membunuh bangsa Indian.

Andy Jackson penggagas Indian Removal Act

Tercatat lebih dari 70.000 orang indian di usir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal.

Sejarah Islam Dan Suku Indian Cheeroke
Sejarah hubung kait islam dan penduduk Red Indian Amerika ini adalah panjang. Semangat orang-orang Islam dan China ketika itu untuk mengenal lebih jauh tentang dunia selain untuk melebarkan pengaruh, mencari sumber dan jalan perdagangan baru dan ini menyebabkan dakwah Islam semakin meluas dan mendorong mereka untuk lebih berani melintasi kawasan yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka waktu itu. Sebagai contoh adalah Cheng Ho (nama islamnya Hajji Mahmud Shamsuddin) dan Ibnu Batutta. Selain itu terdapat juga pelayar-pelayar Islam yang lain tetapi tidak tercatat pada buku -buku akademik.

5. Muslim Afrika Amerika

Salah satu faktor penyebaran agama Islam di Amerika adalah didatangkannya ribuan budak-budak dari Afrika ke benua Amerika. Dan mereka umumnya beragama Islam. Muhammad Ali petinju legendaris adalah salah satu contoh keturunan Afrika yang tetap menjadi muslim di Amerika. Dan tidak sedikit nama mereka yang mirip dengan nama-nama Arab, seperti Karim Abdul Jabbar, sang pemain basket.

Selama tahun 1520-an telah didatangkan budak ke Amerika Utara dari Afrika. Diperkirakan sekitar 500 ribu jiwa dikirim ke daerah ini atau 4,4% dari total 11.328.000 jiwa budak yang ada.Diperkirakan sekitar 50% budak atau tidak kurang dari 200 ribu jiwa budak yang didatangkan berasal dari daerah-daerah yang dipengaruhi oleh Islam.

Menurut sensus AS tahun 2003, ada sejumlah 37,1 juta warga kulit hitam di AS, yang berarti 12,9 persen dari total populasi. New York City mempunyai rakyat kulit hitam perkotaan tertinggi pada tahun 2000 dengan jumlah 2 juta jiwa.

Malcolm X

Bicara tentang Islam di Amerika, kita tidak bisa melewatkan nama Malcolm X, tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King.

Malcolm X dicatat sebagai orang yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Malcolm menjadi orang nomer 2 di Nation of Islam setelah Elijah Muhammad, ia juga yang membuat organisasi ini menjadi besar dalam kurun waktu 1 dasawarsa. Di tahun 1952, Nation of Islam hanya beranggotakan 500 orang, tapi di tahun 1963 anggotanya berkembang pesat menjadi 25.000 orang. Malcolm juga yang mengajak petinju fenomenal, Casius Clay, bergabung dengan Nation of Islam yang kemudian mengganti namanya menjadi Muhammad Ali.

Dakwah Malcolm X semakin mantab dan lurus terutama setelah melakukan perjalanan ibadah haji atas undangan Kerajaan Saudi Arabia di tahun 1964. Malcolm berangkat ke Jeddah, Arab Saudi, untuk belajar Islam sekaligus berhaji.

Walau pun awalnya datang dalam kondisi tak berkemampuan berbahasa Arab dan pemahaman yang keliru tentang Islam, namun setelah dipertemukan dengan sumber-sumber penajar Islam yang original, Malcolm X mendapatkan gambaran yang berbeda dari pandangannya selama ini.

Terutamai setelah melihat jamaah haji yang berkumpul dari belahan bumi, dari berbagai ras, bangsa dan warna kulit yang semua memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan.

Muhammad Ali : Petinju Legendaris

Muhammad Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Namanya mengikuti nama ayahnya, Cassius Marcellus Clay, Sr. Ali kemudian mengubah namanya setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam Sunni pada tahun 1975.

Terinspirasi oleh Malcolm X untuk bergabung dengan Nation of Islam, dan diberi nama Muhammad Ali oleh tokoh NOI Ellijah Muhammad.

Muhammad Ali secara tegas menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Saat menentang wajib militer ke Vietnam, Ali dijatuhi hukuman lima tahun penjara, namun dia berhasil lolos dari hukuman penjara dalam keputusan sidang bandingnya. Vonis penjara ini akhirnya dibatalkan setelah tiga tahun dibacakannya vonis tersebut.

Barrack Obama

Meski banyak kalangan yang pesimis dengan kebijakan presiden Amerika Barrack Obama yang konon masih berdarah muslim, namun setidaknya naiknya Obama menjadi president USA ke-44 dan menjadi orang nomor satu disana, menjadi sangat fenomenal.

Betapa tidak, Obama adalah orang kulit hitam pertama yang menjadi presiden Amerika. Sejak presiden pertama, Amerika belum pernah punya presiden dari kalangan `kulit hitam`. Dan ternyata si Obama yang anak Menteng ini masih `berbau` Islam, meski dia tegas menyatakan bukan pemeluk Islam.

Tetapi setidaknya, pidato yang disampaikan Obama di Mesir beberapa waktu yang lalu cukup memberi angin segar buat umat Islam di Amerika.

Muslim Amerika

Saat ini boleh dibilang Islam lebih banyak dipeluk oleh kalangan Afro-American ini dibandingkan dengan penduduk dari kulit putih. Apalagi dengan adanya perbedaan ras yang ternyata masih kental. Dan keberadan muslim Afro-American ini -sedikit banyak- turut mewarnai benua Amerika dengan warna Islam.

Saat ini jumlah penduduk USA diperkirakan 308 juta. Yang beragama Islam diperkirakan hanya sekitar 3 jutaan saja, atau sekitar 1%. Jumlah ini sangat minoritas, dan sayangnya rata-rata mereka hidup tertindas. Terutama setelah peristiwa runtuhnya menara WTC di tahun 2001.

Menjadi Minoritas Tertindas

Sejak itu umat Islam yang hidup di Amerika tidak tenang hidupnya, sebab sewaktu-waktu mereka bisa saja dikejar-kejar dan dimasukkan ke penjara, tanpa alasan yang jelas. Ditambah lagi hukuman dari masyarakat yang termakan oleh penggiringan opini media massa. Penderitaan mereka semakin lengkap.

Banyak serangan-serangan yang terjadi tehadap Muslim Amerika setelah kejadian itu, walaupun ini terbatas pada kelompok minoritas kecil.

Menurut survey yang dilakukan pada 2007, 53% Muslim Amerika menganggap bahwa menjadi lebih sulit menjadi seorang Muslim (di AS) setelah serangan itu.

Wanita Muslim yang menggunakan hijab/jilbab diganggu, menyebabkan beberapa wanita Muslim lebih memilih untuk tinggal dirumah, sedangkan yang lainnya untuk sementara meninggalkan praktik (pekerjaan).

Yahudi Amerika : Minoritas dan SANGAT berkuasa

Meski jumlahnya hanya sekitar 5 juta orang atau 1,6 % dari total penduduk USA, namun komunitas yahudi SANGAT berkuasa.

Hal itu karena orang-orang yahudi sangat kompak dan membangun semua unsur kekuatan secara serius. Selain membangun berbagai industri besar, mereka juga menekuni bisnis berskala international, termasuk rajin membangun jaringan industri media massa, komputer, telekomunikasi, minyak bumi, properti, hiburan, life style, sampai keurusan pertanian.

Bahkan kesadaran politik kekuatan yahudi di Amerika sangat maksimal. Dengan budaya money politik yang tinggi, yahudi selalu bersedia memodali para calon penguasa di negeri itu, dimana memang faktor kepemilikan modal uang menjadi syarat nomor satu untuk mencapai puncak kekuasaan.

Dan buat yahudi, siapa pun yang ingin mendaki puncak karir politik, selalu ada dana dan modal yang bisa digelontorkan tanpa batasan. Yang penting, politik kebijakan rezim itu harus sangat pro kepentingan yahudi.

sumber : dari berbagai sumber

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan )

The Great Seal Of U S A

Posted on 15/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda | Tags: , , , |

Kabbalah

Lambang kenegaraan Amerika ternyata begitu sarat dengan filosofi Kabbalah, dengan bertebarannya
angka 13 sebagai salah satu angka suci keyakinan ini dan juga angka 666 (Triple Six), angka yang lazim
dikenal sebagai angka Iblis (The Beast Number).

Setiap negara memiliki simbol resmi kenegaraan. Entah mengapa biasanya berbentuk binatang, walau ada juga yang bukan berbentuk hewan. Ada yang singa, namun yang paling banyak dijadikan simbol kenegaraan adalah burung. Negeri kita saja lambangnya Burung Garuda. Demikian pula dengan Amerika Serikat. Hanya saja, dibanding lambang atau simbol negara lainnya yang hanya satu sisi, maka Amerika Serikat memiliki lambang negara dua sisi. Seperti koin yang memiliki dua sisi. Sisi pertama menggambarkan burung elang dan sisi kedua Piramida Illuminati.
Sudah menjadi kesepakatan tidak tertulis bahwasanya setiap lambang negara memiliki kode-kode atau simbol-simbol tertentu yang menjadi falsafah dasar negara tersebut. Misal Burung Garuda, jumlah helai bulu pada sayapnya berjumlah 17, bulu ekornya ada 8 helai, dan bulu di lehernya berjumlah 45 helai. 17-8-45, suatu angka yang dianggap keramat karena pada tanggal itulah, tanggal 17, bulan 8, tahun 45, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Di dada Burung Garuda juga terdapat sebuah
tameng yang berisi lima simbol Pancasila.


Bagaimana dengan lambang negara Amerika Serikat? Ini yang menarik. Lambang kenegaraan Amerika ternyata begitu sarat dengan filosofi Kabbalah, dengan bertebarannya angka 13 sebagai salah satu angka suci keyakinan ini dan juga angka 666 (Triple Six), angka yang lazim dikenal sebagai angka Iblis (The Beast Number).

Alkitab sendiri memuat angka ini dalam Kitab Wahyu 13: 16-18 yang berbunyi:
“Dan dia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka
atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang
dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang
itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia dan bilangannya adalah 666.”

Karena lambang negara AS ada dua sisi, maka kita akan bahas sisi depannya dahulu yang bergambar seekor elang.

Burung Elang, Sisi Depan

Bagian depan simbol negara AS menggunakan seekor burung elang yang tengah mengembangkan sayapnya. Kedua kakinya mencengkeram anak panah dan daun zaitun. Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David. Lambang negara Amerika Serikat ini dipenuhi dengan berbagai simbol berjumlah 13. Inilah faktanya:
• 13 bintang di atas kepala Elang membentuk lambang Bintang David.
• 13 garis di perisai atau tameng burung.
• 13 daun zaitun di kaki kanan burung.
• 13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
• 13 anak panah.
• 13 bulu di ujung anak panah.
• 13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
(Dari Banyak Menjadi Satu)
• 13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Piramida Illuminati, Sisi Belakang
Sisi belakang lambang negara AS jelas-jelas merupakan sebuah piramida Iliminati dengan sebuah mata di puncaknya (Seeing All Eyes). Piramida yang belum jadi puncaknya ini disusun dari 13 lapisan batu. Di dasar piramida terdapat angka Romawi MDCCLXXVI, yang jika diterjemahkan ke dalam tulisan latin memiliki makna 1776, tahun kemerdekaan negara AS. Namun oleh para simbolog, mereka mengatakan bahwa untuk jumlah yang besar biasanya huruf M tidak dipakai sehingga yang ada tinggal DCCLXXVI, yang bila dibaca yaitu: DC adalah 600, LX adalah 60, dan VI adalah 6, jadi 666. The Beast number!
Selain piramida, di bagian atas piramida terdapat tulisan ‘ANNUIT COEPTIS’ yang berarti ‘Konspirasi Kita’. Coba hitung jumlah hurufnya: 13.
Saat berdiri di tahun 1776, lambang negara AS berbeda dengan yang sekarang. Ada beberapa kali modifikasi. Dan yang sekarang kita kenal baru dibuat dan ditetapkan pada tahun 1935, yang diabadikan dalam lembaran mata uang US$ 1 (One Dollar).

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on The Great Seal Of U S A )

Masonic Bible

Posted on 15/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

Banyak orang Kristen Amerika, Eropa, dan belahan dunia lainnya, termasuk di Indonesia, dewasa ini percaya bahwa pemerintahah Bush merupakan pemerintahan Amerika Serikat yang sangat religius. Bagi mereka, Bush merupakan pengejawantahan dari Sang Ratu Adil yang begitu setia dan aktif melayani bangsa Yahudi—bangsa kekasih Tuhan—untuk ‘kembali’ ke tanah airnya di Tanah Palestina.
Di gedung-gedung pemerintahan Amerika sendiri sekarang ini memang banyak bertebaran simbol-simbol kekristenan, seperti salib dan patung Yesus, menghiasi dinding kamar-kamarnya. Bahkan kegiatan kebaktian pun secara teratur sudah dilakukan di dalam Gedung Putih. Kidung-kidung pujian sering terdengar di ruangannya. Bush sendiri pernah menyatakan bahwa Amerika merupakan “Land of the Christ”, Tanah Sang Messiah.

Dalam situs whitehouse.org akan kita jumpai sebuah artikel bertajuk The Presidential Prayer Squad (Skuadron Doa
Kepresidenan), perhatikan istilah ‘Skuadron’, ini sebuah istilah militer! Bisa jadi Bush menganggap kelompoknya
sebagai bagian dari Knights of Cross, Ksatria Perang Salib. Menurut situs tersebut, anggota Skuadron Dia Kepresidenan Bush adalah: George W Bush, Pastor Deacon Fred, Rev. Jerry Falwell, Jesus (!), Brother Harry Hardwick, dan Rev. Bob Jones Jr. Di halaman sebelah kanan artikel ada sejumlah simbol agama dan ideologi yang diberi tanda silang. Dari atas ke bawah adalah: Budhists, Hindus, Shiks, Rastafarians, dan Muslims. Khusus di bagian simbol Muslim, ada kotak berisi nama Allah dalam bahasa Arab yang diberi tanda silang.
Artikel itu mengisahkan, “Presiden Bush selalu memulai harinya jam sembilan pagi dengan berlutut di atas lantai Oval Office bersama Skuadron Doa Kepresidenannya untuk berdoa dan menghadap tuannya, The Lord Jesus. Ada Rev. Pat Robertson, Dr. Jerry Falwell, Rev. Bob Jones Jr., Pastor Deacon Fred, dan Brother Harry Hardwick…” Presiden Bush dilukiskan sebagai seorang Kristen yang dilahirkan kembali. Dari pemuda yang menyukai minuman keras dan ugal-ugalan menjadi seorang pengikut Yesus yang taat.
Benarkah Bush dan komplotannya (The Bush Cabal) merupakan sekumpulan pemeluk Kristen yang taat? Jika anda tidak kritis, maka Anda akan mengangguk. Tapi dengarlah apa kata Texe Marrs, seorang Kristen Amerika yang juga seorang investigator independen yang telah menelusuri latar belakang Dinasti Bush selama enam tahun. Marrs berkata, “Bush telah mempergunakan kekristenannya sebagai kedok belaka. Bush yang sebenarnya adalah Bush sebagai Yahudi, baik dalam keyakinan, agama, pandangan politiknya, dan segalanya. Dia adalah Yahudi tulen yang sering mendaras Talmud, kitab hitam Yahudi.” Dengan kata lain, Bush dan His Gank merupakan sekumpulan orang-orang Yahudi yang menunggangi kekristenan demi memenuhi ambisi kepentingan kelompoknya sendiri, Kabbalah. Inilah hakikat dari Judeo Christian (Kristen Zionis).

Kedekatan Dunia Kristen dengan kaum Zionis kini sebenarnya berasal dari sebuah infiltrasi dan rekayasa ideologis yang telah dilakukan lama sekali oleh kaum Yahudi. Sejarah telah mencatat, betapa dulu, kedua pihak ini—Yahudi dan Kristen—memiliki sejarah konflik yang sangat keras dan berdarah-darah. Namun dalam suatu masa di abad pertengahan di Perancis, 24 Juli 1489, Rabbi Shamur menulis surat perintah kepada orang-orang Yahudi agar orang-orang Yahudi masuk menjadi Kristen namun sekadar untuk mengelabui umat Kristen yang sesungguhnya, dan mereka bekerja dari dalam untuk menghancurkan kekristenan yang benar dan menggantinya dengan nilai-nilai Kabbalis.

 Paulus

Riwayat penghancuran kekristenan sendiri telah berawal saat Paulus, seorang Yahudi Kabbalis dari Tarsus, menyusup ke Gereja. Siapa Paulus yang kemudian menulis Injil Perjanjian baru? Inilah sosok Paulus yang sebenarnya (dikutip dari ‘Langit Merah di Atas Salib’, Hindun al-Mubarak, Imanuel Press, Nov. 2005, hal. 41-43).

BIODATA PAULUS
Nama : Paulus/Saulus (Gal.5: 2; Kis.13: 9)
Tempat lahir : Tarsus, Kilikia (Kis.22: 3)
Pekerjaan : Tuna Karya (Rm.15: 23)
Jabatan : Mengaku Rasul buat bangsa bukan Yahudi (Rm.11: 13; Ef. 3: 8; I Tim. 2: 7; Gal. 2: 7), Allah
Bapa bagi umat Kristen (I Kor. 4: 15), Pendiri agama Kristen (Kis. 11: 26; I Kor. 9: 1-2).

Disunat : pada hari kedelapan (Flp. 3: 5)
Asal : Yahudi dari Tarsus (Kis. 21: 39; Kls. 22: 3)
Keturunan : Orang Israel (Rm. 11: 1), Ibrani asli (Flp. 3: 5)
Suku bangsa : Benjamin (Flp. 3: 5; Rm. 11: 1)
Kewarganegaraan : Romawi (Kis. 22: 25-29).
Dididik oleh : Gamalael (Kis. 22: 3)
Agama : Yahudi tidak bercacat (Flp. 3: 6; Kis. 24: 14)
Status : Tidak beristeri (I Kor. 7: 8)
Pendirian : Orang Farisi (Flp. 3: 5)
Kegiatan : Penganiaya pengikut Jalan Tuhan sampai mati,ganas tanpa batas dan penghujat (Flp. 3: 6; Kls.8: 1- 3; 22:4-5; 26: 10-11; Gal. 1: 13; I Tim. 1:13; I Kor. 15: 8-9; Kis. 9: 1-2).

Ciri khusus : Bersifat bunglon (I Kor. 9: 20-22; Kis. 23: 6), Punya kelainan (Rm. 7:15-26), Munafik (Kis. 21:
20-26; Flp. 3; 8-9; Gal. 5: 18; Rm. 6: 14; 7: 6; I Kor. 15: 55-56), Memberitakan kebenaran Allah
dengan dusta (Rm. 3: 5-7), bergembira memberitakan Yesus walau dengan kabar palsu (Fil. 1: 18).

Mengalami : Berbicara dengan Tuhan (I Kor.12: 8-9),kemaluan (Paulus) ditinju dan ditendang oleh Yesus
(Kis. 9: 5).

Akhir hayat : Mulutnya ditampar atas perintah Imam Besar (Kis. 23: 2), dijatuhi hukuman pancung oleh penguasa Romawi (Martyrs Mirror).

Selain itu, kaum Kabbalah ini juga melakukan penulisan ulang Injil sehingga Injil menjadi sangat pro-Zionisme seperti sekarang ini. Namanya ada bermacam-macam, seperti Injil Scofield, Darby, Injil Mason, dan sebagainya, namun isinya serupa: dipenuhi catatan kaki pro-Zionis yang bahkan lebih banyak dibanding ayat-ayat di dalam Injilnya sendiri. Bagi siapa saja yang ingin menyimak lebih lengkap tentang penyusupan Zionism ke dalam Injil, silakan menyimak tulisan Charles E. Carlson: “The Zionist-created Scofield ‘bible’: The Source of the Problem in the Mid East, Why Judeo-Christians Support War. (Fz)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Masonic Bible )

Time Line Wahington DC

Posted on 15/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |


1790
16 Juli, dikeluarkan keputusan bahwa pusat pemerintahan federal akan didirikan di pinggir sungai Potomac. Keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan yang cukup alot selama tujuh tahun.

George Washington

1791

George Washington menunjuk seorang arsitek Perancis yang banyak membantu pasukan Kontinental Amerika bernama Pierre-Charles L’Enfant, untuk membuat desain kota yang nantinya dijadikan pusat pemerintahan federal. L’Enfant, yang juga seorang Mason seperti halnya George Washington menyelesaikan tugas tersebut hanya dalam waktu enam bulan.

Pierre-Charles L’Enfant

1792
Presiden George Washington memberhentikan L’Enfant dengan tidak hormat karena pembangkangan atas perintahnya, dan menggantikannya dengan Andrew Ellicott. Tanggal 13 Oktober, dilakukan peletakan batu pertama untuk membangun White House, sebuah batu Masonik.

White House


1793
Andrew Ellicott mengajukan revisi rancangan desain kota yang sebenarnya tidak banyak perbedaan dengan konsep L’Enfant tentang ‘Kota Federal’. Tanggal 18 September 18, diselenggarakan peletakan batu pertama, juga batu Masonik, yang langsung diletakkan oleh George Washington dalam sebuah upacara ritual Masonik.

Thomas Jefferson

Capitol

1804
Thomas Jefferson menetapkan sebuah patokan yang menghubungkan langsung antara sisi selatan White House dengan sisi Barat Capitol. Patokan ini dimaksudkan oleh Jefferson sebagai garis pembatas pusat kota antara Bujur Barat dan Bujur Timur, yang juga membantu penentuan lokasi untuk mendirikan Monumen Washington.


1814
Selama perang tahun 1812, pasukan Inggris secara parsial membakar White House dan Capitol. Ini terjadi tanggal 24 Agustus 1814.
1829
Fase pertama upaya restorasi dan renovasi terhadap Gedung Capitol diselesaikan.
1848
Pada 4 Juli, Benjamin B. French, Grand Master Freemasonry Distrik Colombia (DC), meletakkan batu pertama, sebuah batu Masonik, di bawah pondasi Washington Monumen. Presiden Zachary Taylor, anggota Kongres Abraham Lincoln, dan Dolly Madison ikut dalam upacara tersebut.

Washington Monument

1885
Pada 21 Februari, Washington Monument selesai dikerjakan.
1888
Pada 9 Oktober, Washington Monument secara penuh dibuka untuk publik lengkap dengan lift yang bisa membawa pengunjung ke puncak obelisk.
1902
Komisi Pertamanan Senat AS yang dikenal dengan sebutan McMillan Commission, mengajukan proposal ‘McMillian Commission Report’. Proposal ini mengajukan proyek penambahan dan penyempurnaan di pusat Washington DC berupa kolam air di barat Monumen Washington, dan sebagainya, seperti pembangunan jembatan yang langsung menghubungkan Lincoln Memorial dan Arlington National Cemetery.

Lincoln Memorial

1915
Pada 12 Februari, batu Masonik pertama diletakkan di pondasi Lincoln Memorial.

Lincoln Memorial

1922
Pada 30 Mei, Lincoln Memorial dipatok sebagai poros barat dari rencana McMillian yang akan membangun sebuah taman di Barat Sungai Potomac. Robert Todd Lincoln, kakak sulung Abraham Lincoln, seorang veteran dari pasukan Union dan Konfederasi dalam Perang Saudara memimpin upacara. Di bulan Desember, “Lincoln Memorial Reflecting Pool” telah selesai dibangun di barat Sungai Potomac, langsung berhadapan dengan sisi barat Monumen Washington. Panjang kolam 2.000 kaki dan lebar 160 kaki, dengan kedalaman hampir mencapai 3 kaki.

1926
Kongres membentuk “National Capital Park and Planning Commission,” untuk mengembangkan McMillian Plan.
1931
Desian L’Enfant’s membangun Monumen Washington di Ibukota AS secara perlahan namun pasti terus berjalan hingga tahun 1935.

Jefferson Memorial 

1939
Franklin Delano Roosevelt meletakkan batu Masonik di pondasi Jefferson Memorial yang direncanakan didirikan di titik sebelah selatan dari McMillian Plan, sekitar satu mil di selatan White House.

1943
Tanggal 13 Apri, Jefferson Memorial didedikasikan untuk mengenang 200 tahun kelahiran Presiden AS yang ketiga, Thomas Jefferson. President Roosevelt dalam acara tersebut menyampaikan pidato tentang Demokrasi Amerika Serikat sebagai solusi dunia menghadapi kekuatan fasisme yang tengah tumbuh dalam Perang Dunia II.

1959
Kongres menyetujui untuk membangun tugu peringatan untuk mengenang Presiden Franklin Delano Roosevelt (FDR). Tugu peringatan ini akan dibangun antara Lincoln dan Jefferson Memorial di Barat sungai Potomac sesuai dengan McMillian Plan.

1971
Kolam The U.S. Capitol di terminal timur pusat kota (Mall) selesai seluruhnya.

Franklin Delano Roosevelt Memorial

1997
Pada 1 Mei, Franklin Delano Roosevelt Memorial berdiri di barat Potomac Park.

2001
Pada 29 Mei, Presiden George W. Bush menandatangani persetujuannya untuk membangun WWII Memorial di barat Washington Monument.

 

Sumber:
Conrad Yeats, PhD: “Washingtonople: The Secret History of America’s Capital”
(2001)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Time Line Wahington DC )

Ramalan Benjamin Franklin

Posted on 14/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

Benjamin Franklin merupakan salah seorang penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli 1776). Dalam sejarah Amerika, nama Benjamin Franklin menempati tempat yang harum sebagaimana nama George Washington dan penandatangan Deklarasi Kemerdekaan AS lainnya. Benjamin Franklin merupakan salah seorang The Founding Fathers Amerika Serikat, seorang freemason, dan juga penghubung antara gerakan kemerdekaan Amerika Serikat dengan pemodal Yahudi ternama Eropa, Sir Mayer Amschell Rotschild.
Benjamin Franklin lahir di Milk Street, Boston, pada tanggal 17 Januari 1706 dari ayahnya yaitu Josiah Franklin yang menikah dua kali. Benjamin adalah anak bungsu dari 17 bersaudara, dari dua pernikahan ayahnya tersebut. Benjamin sudah tidak bersekolah di usia sepuluh tahun. Dua tahun kemudian dia magang di penerbitan milik James, kakaknya sendiri, yang menerbitkan surat kabar New England Courant. Di tempatnya bekerja, Benjamin menjadi kontributor dan kemudian editor. Suatu hari Ben bertengkar dengan James, akhirnya Benjamin kabur ke New York, lalu ke Philadelphia pada Oktober 1723.
Benjamin Franklin merupakan tokoh Amerika Serikat yang banyak meninggakan karya di dalam hidupnya. Franklin adalah orang dengan banyak jenis pekerjaan dan keahlian, dia seorang jurnalis, penerbit, pengarang, filantrofis, abolisionis, birokrat, negosiator, ilmuwan, diplomat, dan penemu sekaligus!

Kontak Rothschild

Ketika Amerika Serikat masih menjadi daerah jajahan Inggris dengan dibagi-bagi menjadi 13 wilayah koloni, Franklin menemui sejumlah pemodal Yahudi berpengaruh di London. Robert L. Owen, mantan Kepala Komisi Bank dan Keuangan Kongres AS, mencatat dalam Dokumen Senat Amerika halaman 98 butir 33, yang melaporkan tentang pertemuan antara Benjamin Franklin dengan wakil-wakil perusahaan Rothschild di London.
Di dalam pertemuan tersebut, orang-orang Rothschild bertanya kepada Franklin hal-hal apa yang bisa dibantu untuk membuat perekonomian koloni Amerika bisa maju. Franklin menjawab, “Masalah itu tidak sulit. Kita akan mencetak mata uang kita sendiri, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh industri yang kita miliki.” Jawaban Franklin sangat melegakan Rothschild. Daya penciuman bisnisnya yang tajam membuat konglomerat Yahudi itu melihat keuntungan yang sangat besar di koloni Inggris itu. Namun Inggris masih melarang mencetak uang sendiri di daerah koloninya tersebut hingga beberapa tahun kemudian baru Dollar dicetak.
Benjamin Franklin merupakan tokoh Freemasonry London, yang menjalin kontak sangat dekat dengan Rothschild, otak dari pihak Konspirasi Yahudi Internasional. Namun lama kelamaan, setelah melihat dengan mata kepala sendiri berbagai perkembangan yang tidak menguntungkan Amerika Serikat, sebuah negara yang ikut dibidaninya, terutama terkait perkembangan kaum Yahudinya serta penguasaan kaum ini atas sendi sendi perekonomian, maka Franklin sadar bahwa selama ini dia telah berbuat salah.
Kaum Yahudi yang dulu begitu dekat dengannya ternyata tidak ubahnya lintah darah yang mampu mengisap dengan amat rakus dan buas, segala sumber daya alam dan manusia Amerika Serikat. Franklin pun berlepas diri dari gerakan Freemasonry dan berusaha dengan gigih, tak kenal takut, untuk memperingatkan rakyat Amerika Serikat tentang bahayanya orang-orang Yahudi di Amerika.
Salah satu upaya Benjamin Franklin yang fenomenal dan dicatat dalam sejarah Amerika sendiri adalah surat ramalannya tentang Yahudi di Amerika.

Inilah surat peringatan dari Benjamin Franklin:


Di sana ada bahaya yang amat menakutkan yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti yang terjadi di Portugal dan Spanyol. Sejak lebih 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib yang mereka alami, karena mereka telah diusir dari bumi kelahiran nenek moyang mereka. Perlu diketahui wahai saudara sekalian, seandainya dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah Palestina, mereka akan segera mencari alasan untuk tidak kembali ke sana. Mengapa? Mereka tidak lain adalah Vampir pengisap darah. Dan seekor vampir tidak akan bisa hidup dengan vampir lainnya. Orang Yahudi tidak bisa hidup bersama mereka sendiri. Mereka harus hidup bersama orang Kristen atau bangsa-bangsa yang bukan golongan mereka.
Jika bangsa Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan kekuatan Undang-Undang, maka dalam masa 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita perjuangkan dengan darah, harta, nyawa, dan kemerdekaan pribadi kita. Seandainya bangsa Yahudi itu tidak diusir dari Amerika, maka dalam waktu 200 tahun mendatang anak cucu kita nanti akan bekerja di ladang-ladang untuk memberi makan orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, Yahudi akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di berbagai perusahaan keuangan.
Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anak cucu dan cicit kalian akan memanggil-manggil nama kalian dari atas liang kubur kalian kelak. Pikiran yang ada di benak orang Yahudi tidak sama seperti yang pada orang Amerika. Meski pun mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka tidak akan berubah sebagaimana tutul tidak bisa mengubah warna tutul kulitnya. Mereka akan menghapus institusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan dengan kekuatan konstitusi.”

Surat ini ditulis oleh Benjamin Franklin berkenaan dengan Rencana Undang-Undang tahun 1789 dan dimuat dalam Charles Pinsky Journal, South Carolina. Teks aslinya sampai sekarang masih bisa dilihat di Franklin Institute Philadelphia, AS.(Fz)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Ramalan Benjamin Franklin )

Membangun Peradaban dari sampah

Posted on 14/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

 

Kedatangan orang-orang Yahudi di Tanah Amerika konon sama persis seperti kedatangan orang-orang Yahudi Diaspora di Tanah Palestina, yakni lewat jalan kekerasan. Untuk bisa hidup dan menguasai Tanah Amerika, orang-orang Yahudi ini mengusir, membantai, dan meneror penduduk asli benua baru ini, kaum Indian, sehingga terusir ke daerah pedalaman. Kedatangan Colombus yang banyak membawa orang-orang Yahudi Italia dan Spanyol, bisa dianggap sebagai awal penjajahan kaum terkutuk ini atas Tanah Amerika. Sejak itu, secara bergelombang mereka memenuhi daratan baru ini. Penduduk asli kian terpinggirkan. Yang selamat dari pemusnahan, hidup di gunung-gunung dan belantara luas.

Jika saja sejarah benar-benar sebuah paparan yang jujur tentang masa lampau, maka saat ini kita akan menyebut ekspedisi Columbus sebagai ekspedisi perampok, aggressor, dan pembunuh. Demikian pula para imigran Eropa yang datang dan mendirikan koloni di Amerika. Sejarah tidak pernah mencatat, seberapa banyak orang-orang Indian yang menemui ajal dibunuh oleh orang-orang Eropa yang mendarat di sana. Namun sejarah ternyata tidak sejujur itu.
Louis Torres adalah salah seorang Yahudi yang ikut dalam rombongan Colombus ke Amerika. Dia kemudian memilih menetap di Kuba dan membangun perkebunan tembakau di sana. Dari Kuba, Torres mengekspor tembakau Eropa dan mancanegara, hingga sekarang dia dikenal sebagai ‘Bapak Tembakau Dunia’. Selain Kuba, Brazil juga menjadi primadona bagi kaum Yahudi Eropa.

Nieuw Amsterdam

Saat meletus peperangan antara Brazil dengan Belanda, kaum Yahudi Eropa yang telah menetap di Brazil merasa tidak aman dan memilih untuk mengungsi ke sebuah koloni Belanda di Amerika Utara yang dinamakan Nieuw Amsterdam. Gubernur Jenderal Pieter Stuyvessant yang berkuasa di wilayah ini mencium gelagat tidak baik dari kedatangan orang-orang Yahudi tersebut dan berupaya untuk meminimalisir jumlah mereka di koloninya.

Gubernur Jenderal Pieter Stuyvessant 

Namun akibat campur tangan kaum pemodal Yahudi yang mengetahui Belanda tengah memerlukan uang dalam jumlah banyak untuk membiayai perang dan mengamankan wilayahnya, Stuyvessant akhirnya mengalah dan membolehkan orang orang Yahudi tinggal di Nieuw Amsterdam.
Walau begitu, Stuyvessant tetap berupaya secara diam-diam meminimalisir peran orang Yahudi di wilayahnya dengan mengundangkan sejumlah peraturan, antara lain orang-orang Yahudi tidak boleh menjadi ambtenaar (pegawai pemerintah) dan juga dilarang berdagang komoditas tertentu. Sejumlah pembatasan ini membuat orang-orang Yahudi
mencari celah agar bisa tetap eksis dan menghasilkan uang.
Saat itu, wilayah koloni Belanda di Amerika Utara juga dipenuhi oleh para imigran Eropa non Yahudi. Mereka kebanyakan miskin, pekerja keras, dan berpakaian lusuh serta robek di sana-sini. Kenyataan tersebut menimbulkan ide pada sebagian orang Yahudi untuk membuat pakaian yang murah meriah namun kuat, tahan banting, dan tahan lama. Dari sinilah lahir pakaian dari bahan terpal, bahan layar kapal, yang sekarang ini dikenal dunia sebagai jeans atau blue jeans, dengan pesohornya seorang Yahudi bernama Levi Strauss.

Levi Strauss

Selain membuat jeans, para pedagang Yahudi juga menjual pakaian bekas. Sesuatu yang tidak dikenal dunia sebelumnya. Dan usaha ini ternyata laku keras. “Orang-orang Yahudi adalah pedagang pertama di dunia yang memperdagangkan apa saja dari barang barang bekas, mereka adalah kaum pemulung pertama di dunia,” tulis ZA. Maulani
dalam sebuah bukunya.

New York, Dari New Jerusalem
Jadilah Nieuw Amsterdam sebagai pusat dari perdagangan pakaian bekas yang dilakukan para saudagar Yahudi. Kian lama kian banyak orang Yahudi menghuni daerah di pinggir lautan ini. Jika orang-orang Belanda menyebut wilayah koloninya tersebut dengan nama Nieuw Amsterdam untuk mengobati kerinduan mereka akan kampung halaman di seberang samudera bernama Amsterdam, maka orang-orang Yahudi menamakan kota tersebut sebagai The New Jerusalem atau Yerusalem Baru. Nama Nieuw Amsterdam kemudian diubah oleh Inggris yang merebutnya dari Belanda dengan sebutan New York.

 


Sampai kini, kota pelabuhan ini menjadi pusat komunitas Yahudi terbesar dan terpadat di seluruh Amerika. Bahkan konon, lebih dari setengah perputaran uang dunia sekarang ini sesungguhnya dikendalikan dari New York.
Jumlah orang-orang Yahudi di Amerika dari tahun ke tahun semakin banyak. Ketika masa Revolusi Amerika melawan Inggris, jumlah mereka ditaksir sekitar empat ribu jiwa. Tak sampai setengah abad kemudian, jumlahnya membengkak berlipat-lipat menjadi 3,3 juta jiwa, mayoritas kaum Yahudi Sephardim dari Spanyol dan Porto. Sekarang,
Amerika Serikat identik dengan kekuatan Yahudi Internasional. (Lw)

 

dari berbagai sumber

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Membangun Peradaban dari sampah )

Negeri nan Kaya

Posted on 13/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda |

Kamis, 11 April 2002. Robert Dick-Read1, peneliti sejarah purba dari London tengah bekerja di depan komputernya. Sebuah surat elektronik masuk. Dari koleganya,  Profesor Giorgio Buccellati, seorang arkeolog senior dari University of California-Los Angeles (UCLA), yang sejak tahun 1976 aktif memimpin satu tim ekspedisi arkeolog mengekplorasi wilayah sekitar Mesir. Dalam suratnya, Buccellati mengaku kaget sekaligus kagum. “Saya menemukan sebuah porselen cekung yang diselimuti tanah bercampur pasir agak tebal. Setelah dibersihkan, ada fosil sisa-sisa tumbuhan mirip cengkeh di atasnya. Saya yakin itu cengkeh.

Namun saya harus mengkonfirm temuan ini pada kolega saya, Dr. Kathleen Galvin, seorang ahli paleobotani (botani purba) yang pasti mengenal tumbuhan ini dengan baik.” Buccellati saat itu tengah melakukan penggalian di atas tanah bekas rumah seorang pedagang yang berasal dari masa 1.700 SM di Terqa, Eufrat Tengah. Galvin segera datang. Setengah tak percaya, Galvin memastikan bahwa itu memang fosil tumbuhan cengkeh.
Kedua pakar tersebut kaget dengan temuannya. Sebagai pakar, mereka mengetahui jika tumbuhan tersebut hanya bisa hidup di satu tempat di muka bumi, yakni di Kepulauan Maluku, sebuah pulau kecil di antara belasan ribu gugusan pulau yang disebut Nusantara.
Temuan Buccellati yang tergabung dalam The International Institute for Mesopotamian Area Studies (IIMAS) tersebut mengindikasikan jika di masa sebelum masehi, para pedagang sekitar Maluku telah sampai di daratan Mesir.
Sebuah penemuan arkeologi di Nusantara setelah Buccellati mengimbangi penemuan cengkeh di Mesir. “Arkeolog berkebangsaan Inggris menemukan sisa-sisa biri-biri atau kambing di situs bekas  Pemukiman pada masa yang kurang lebih sama (1.500 SM) di pulau yang lebih jauh, yaitu pulau Timor yang berjarak beberapa ratus mil di sebelah selatan Kepulauan Maluku.
Kedua temuan tersebut membuktikan kepada kita jika di masa sebelum masehi, di zaman para nabi-nabi, pelaut-pelaut Nusantara telah melanglang buana menyeberangi samudera dan menjalin hubungan dengan warga dunia lainnya. Bahkan Dick-Read meyakini jika sistem pelayaran, termasuk perahu-perahu, dari para pelaut Nusantaralah yang menjadi acuan bagi sistem dan bentuk perahu banyak negeri-negeri lain di dunia. Keyakinan ini diamini oleh sejumlah arkeolog dan sejarawan senior seperti Dr. Roland Oliver.
Nusantara merupakan gugusan belasan ribu pulau yang terletak di loksi paling strategis di dunia dipandang dari sudut manapun. Inilah cikal bakal negara kesatuan Republik Indonesia. Nama “Indonesia” sendiri, yang berarti, “Pulau-pulau India” diberikan kepada kepulauan itu oleh seorang etnolog Jerman, dan telah dipakai sejak 1884. Awalnya, Indonesia adalah nama geografis untuk menyebut semua pulau antara Australia dan Asia, termasuk Filipina. Gerakan nasionalis Indonesia mengambilnya dan membuatnya menjadi nama resmi untuk republik mereka pada 1945 dan 1949..2
Nusantara atau Indonesia merupakan sebuah bangsa besar dan pernah memimpin peradaban dunia. Bangsa ini pernah menjadi pemimpin bagi dunia dagang dunia, dimana para pedagang Cina misalnya sangat tergantung pada pelaut-pelaut Nusantara.

Swarna Dwipa

Bahkan sebuah literatur klasik Yunani berjudul Periplous tes Erythras Thalasses (70 M), yang terbit sebelum Rasululah SAW lahir, telah menulis suatu daerah bernama Chryse, sebuah nama Yunani untuk “Pulau Emas” atau dalam bahasa sanskrit bernama “Swarna Dwipa”. Ini adalah nama lain bagi Pulau Sumatera.

 

Claudius Ptolemaeus

Ptolomeus, seorang ahli navigasi Iskandariyah, juga pernah menyebut nama tersebut dengan istilah Chrysae Chersonesos yang mengacu pada semenanjung Barus3, sebuah kampung kuno penghasil kapur barus yang diekspor ke Mesir sejak zaman Firaun, yang terletak di bagian barat Sumatera Utara.

Bahkan secara penuh kontroversial, nama Nusantara atau Indonesia ikut nimbrung sebagai salah satu kandidat lokasi tempat Benua Atlantis yang hilang, selain tentu saja nama-nama lokasi seperti Pulau Kreta di Yunani, Andalusia, Santorini, Tanjung Spartel, Siprus, Malta, Ponza, Sardinia, Troy, Tantali, Antartika, Kepulauan Azores, Karibia, Bolivia, Meksiko, Laut Hitam, Kepulauan Britania, India, Srilanka, Irlandia, Kuba, Finlandia, Laut Utara, Laut Azov, dan Estremadura. Adalah penelitian dari Aryso Santos, ilmuwan Brasil, yang selama 30 tahun meneliti tentang Atlantis menyimpulkan jika Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Santos menulis buku “Atlantis, The Lost
Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” (2005), yang menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia4.

Dalam perjalanannya, Nusantara atau Indonesia, merupakan satu-satunya koloni Eropa yang dicakup dalam rencana dasar Marshall Plan buatan AS dalam melawan hegemoni Komunisme Soviet. Hal ini memperkuat genggaman Barat (Belanda-AS) atas Indonesia (Hindia Belanda)5. Sejarah dunia telah mengabarkan kepada kita semua bahwa Nusantara atau Indonesia, sebuah negeri Muslim terbesar dunia, memiliki masa lalu yang sangat gemilang. Akankah kegemilangan itu telah berakhir atau akan bangkit kembali? Wallahu’alam bishawab. (rz)

(Footnotes)
1Robert Dick-Read merupakan arkeolog dan peneliti sejarah purba yang menulis buku “The Phantom Voyagers:
Evidence of Indonesian Settlement in Africa in Ancient Times”, diterbitkan di Inggris, 2005. Oleh Mizan diterjemahkan
menjadi “Penjelajah Bahari: Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika” (Juni 2008).
2 Bernard H.M. Vlekke; Nusantara, Sejarah Indonesia; KPG, Jakarta 2008; hal.6.
3 ES Ito; Negara Kelima; Serambi Ilmu Semesta, 2005; hal.142.
4 Bagi yang ingin lebih jauh menelusuri keyakinan Santos, silakan klik di http://www.atlan.org
. Salah satu buku pegangan tertua soal Atlantis bisa dilihat dalam buku “Timaeus and Critias” Plato. Novel sejarah
yang memikat tentang Atlantis juga ditulis oleh ES Ito dalam ‘Negara Kelima’ (2005).
5 Frances Gouda & Thijs Brocades Zaalberg; Indonesia Merdeka Karena Amerika?, Politik Luar Negeri AS dan
Nasionalisme Indonesia 1920-1949; Serambi, Agustus 2008; hal.41.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Negeri nan Kaya )

Yerusalem 1099-1187

Posted on 11/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

Tahukah Anda bahwa konspirasi pertama tidak terjadi di bumi, melainkan di Surga atau Eden? Kelahiran konspirasi pertama ini juga merupakan belasan tahun sebelum Gereja menggelar Konsili di Clermont, Tenggara Perancis, tahun 1095, di tapal batas hutan Ardennes, suatu wilayah perbatasan Belgia dengan Perancis, kesunyian yang ada tiba-tiba dipecahkan derap kaki puluhan pasang kaki kuda yang berlari cepat. Burung-burung beterbangan dari pucuk pucuk pohon cemara yang menjulang tinggi. Kelinci dan rusa menyingkir cepat-cepat dari jalur kuda-kuda yang ditunggangi oleh para ksatria Eropa tak bernama tersebut.
Ketika tiba di tanah yang dikuasai Mathilda de Tuscany, pasukan tersebut diterima dengan hangat oleh bangsawan Perancis itu. Mathilda bahkan telah menyiapkan tempat tinggal sementara bagi mereka. Selama bertahun-tahun, pasukan itu tinggal di kediaman Mathilda. Tidak ada catatan sejarah tentang apa yang dilakukan mereka di tanah Perancis itu. Lynn Picknett dan Olivia Prince, penulis “The Templar Revelation” menyebut pasukan misterius tersebut sebagai ‘Ksatria dari Calabria’.
Tiba-tiba pada suatu hari, demikian Picknett dan Prince, pasukan tersebut meninggalkan kediaman Mathilda de Tuscani dan menghilang entah kemana. Mereka meninggalkan seorang anggotanya bernama Peter The Hermit (Peter Sang Pertapa). Sejarah kekristenan mencatat bahwa Peter merupakan salah seorang kepercayaan sekaligus penasihat bagi Paus Urbanus II. Tokoh ini dianggap sebagai ‘provokator’ Perang Salib.


Dalam perjalanannya mengelilingi Eropa, Peter The Hermit didalam khotbah-khotbahnya mengobarkan semangat salib untuk merebut Yerusalem, dengan melontarkan fitnahan keji bahwa di Yerusalem, umat Islam menindas orang-orang Kristen, gereja-gereja dirusak dan dibakar, perempuan-perempuan Kristen diperkosa, anak-anak Kristen dipaksa masuk Islam. Ini tentu saja bohong. Namun hal ini disambut dengan gegap-gempita oleh seluruh lapisan masyarakat Eropa saat itu. Dari para raja dan bangsawan, hingga para kriminal Eropa.

Ilustrasi Peter The Hermit menunjukan jalan ke Yerusalem

Peter The Hermit yang menjadi guru religius bagi Godfroy de Bouillon, seorang bangsawan Perancis yang masih kerabat dekat Mathilda de Tuscany, berhasil pula memprovokasi Paus Urbanus II sehingga dia menyelenggarakan Konsili Clermont dan kepada seluruh Eropa, Sang Paus berkata, “Himpun seluruh kekuatan Salib yang ada sekarang juga! Kita akan bebaskan Yerusalem!”
Dalam tempo tidak terlalu lama, provokasi Peter The Hermit yang diyakini banyak peneliti kelompok okultisme sebagai salah seorang anggota Kabbalah, mendapat sambutan nyata. Di berbagai daratan Eropa telah berkumpul ratusan ribu pasukan salib yang siap berangkat ke Yerusalem. Selain terdiri dari para ksatria dan tentara profesional, pasukan salib ini juga banyak merekrut para penjahat dan kriminal yang tadinya meringkuk di dalam banyak penjara Eropa. Kepada mereka, Paus berjanji bahwa jika para kriminal ini ikut dalam ‘barisan suci’ maka seluruh dosa-dosanya akan diampuni.

Peter The Hermit sendiri memimpin satu pasukan besar yang memilih melewati rute darat dari Perancis selatan lewat Konstantinopel, lalu ke selatan menuju Yerusalem. Pasukan Peter ini terdiri dari banyak para penjahat sehingga ketika mereka melewati Gereja Kristen Timur Haggia Sophia, mereka merampok gereja ini dan melucuti seluruh ornamen yang terbuat dari emas.

Godfroy de Bouillon juga menjadi panglima pasukan salib. Bahkan Godfroy memimpin pasukan salib terbesar dan menjadi pasukan salib pertama yang sampai di depan gerbang kota Yerusalem pada tahun 1099.
Sejarawan Carrole Hillenbrand, penulis “The Crusade” yang mendapat penghargaan  King Faisal Award menyatakan bahwa setahun sebelum pasukan salib menggedor gerbang Yerusalem, pasukan Syiah Dinasti Fathimiyah telah menyerang Yerusalem dan merebut kota suci itu dari tangan kekuasaan Dinasti Sunni Abasiyah. Hillebrand menduga kuat ksatria salib dengan ksatria Syiah Fathimiyah telah melakukan kerjasama untuk menghancurkan Dinasti Abbasiyah di Yerusalem, walau kerjasama itu hanya diketahui sedikit tokoh elit keduanya.

Perang yang terjadi antara pasukan salib melawan pasukan Syiah Fathimiyah di Yerusalem tahun 1099, yang berakhir dengan jatuhnya kota suci itu ke tangan pasukan salib, oleh Hillenbrand dianggap sebagai korban yang sia-sia karena sesunguhnya di tingkat atas telah terjadi kesepakatan rahasia. Padahal korban yang jatuh di kedua belah pihak sangat banyak sehingga genangan darah di kota tersebut mencapai lutut seekor kuda.
Hipotesa Hillenbrand ini menemui benang merahnya di kemudian hari, tatkala Ksatria Templar yang telah berkuasa di Yerusalem, menjalin kerjasama dengan kaum  Hashyasyin, kelompok khusus militer haus darah dari Dinasti Syiah Fathimiyah, dalam banyak hal terutama permusuhannya kepada Shalahudin al- Ayyubi yang menjadi panglima pasukan Islam.

Godfroy de Bouillon

Tepat di hari jatuhnya Yerusalem, Godfroy mendirikan Ordo Sion yang berkiblat pada Kabbalah namun membungkusnya dengan kekristenan. Duapuluh tahun kemudian, Ordo Sion ini membentuk satu ordo khusus militer bernama Ksatria Templar yang memiliki misi utama mencari harta karun Nabi Sulaiman yang mereka yakini tersembunyi di bawah pondasi Masjidil Aqsha.

Knight dan Lomas (penulis “The Hiram Key”s) yang menelusuri sisa-sisa markas Templar di Yerusalem menemukan bukti jika Templar inilah yang pertama kali melakukan penggalian di bawah komplek Masjidil Aqsha, yang sekarang ini dilanjutkan oleh kaum Zionis-Israel.

 
Guy de Lusignan dan Shalahudin Al-Ayyubi

King Baldwin IV

Saat King Baldwin IV menjadi Raja Yerusalem, Shalahudin dan Raja Yerusalem ini memiliki hubungan yang relatif baik. Bahkan Shalahudin pernah menawari seorang tabib Muslim untuk mengobati penyakit lepra parah yang diderita King Baldwin IV. Setelah raja ini mangkat, tahtanya jatuh ke tangan Guy de Lusignan, seorang tokoh Templar Perancis, yang memperisteri adik perempuan King Baldwin IV.

Guy de Lusignan

Saat Guy berkuasa inilah, Tempar mendapat angin dan terus-menerus memprovokasi Shalahudin. Reynald de
Cathillom, karib Guy yang juga seorang Templar yang memimpin Kuil Kerak di utara Yerusalem, sangat membenci Islam.
Selain gemar menghujat Rasulullah, Reynald juga pernah menghimpun armada lautnya untuk menyerang Kabah di
Mekkah. Namun gagal. Shalahudin yang mendengar hal ini berdoa kepada Allah: “Ya Allah, panjangkan usiaku sehingga aku bisa membunuh musuh-Mu yang bernama Reynald de Cathillon dengan tanganku sendiri.” Doa ini di kemudian hari diijabah Allah SWT.

Reynald de Cathillon

Suatu hari, sebuah kabilah Arab yang tengah melintas diserang Reynald dan pasukannya. Semua dihabisi kecuali  dicampakkan jilbabnya oleh pasukan Reynald. Perempuan itu yang merupakan adik dari Shalahudin ditawan oleh Guy.

Shalahudin mengirim dua utusan untuk meminta Guy agar membebaskan adiknya itu. Namun oleh Guy, seorang utusan
Shalahudin ditebas lehernya. Kepada utusan yang masih hidup, Guy berkata, “Bawa kepala temanmu itu ke Shalahudin! Katakan bahwa kami tidak sedikit pun takut terhadapnya!” Ini berarti perang.
Shalahudin segera menghimpun kekuatan di Damaskus untuk menyerang pasukan salib yang menguasai Yerusalem dan membebaskan seluruh tanah Palestina dari kaum kafir. Guy pun demikian. Bersama Grandmaster Templar Richard de Ridefort dan tokoh Templar lainnya, Guy bersiap menghadapi serangan Shalahudin. Mereka tidak ingin menyambut di dalam kota, tetapi menyongsong keluar ke darah Hittin.

 Battle of Hattin, 1187


Singkat cerita terjadilah pertempuran Hittin yang dahsyat. Setelah berhari-hari bertempur, pasukan Salib kalah. Guy dan Reynald ditawan di dalam tenda khusus. Shalahudin menghampiri Guy yang ketakutan. Shalahudin lalu menawarkan Guy segelas air dari cawannya sendiri. Guy yang kehausan meminumnya. Dalam tradisi perang kala itu, jika pimpinan pasukan musuh menawari air minum dari cawannya sendiri maka itu berarti pengampunan.
Belum habis air di cawan, Reynald memberi tanda agar Guy membagi air itu. Ketika tangan Reynald telah terangkat untuk mengambil cawan, secepat kilat Shalahudin mencabut pedangnya dan dengan sekali ayun menebas kepala Reynald
hingga jatuh menggelinding ke bawah tenda. Guy terpekik ketakutan. Dengan penuh wibawa, Shalahudin berkata
kepada Guy, “Jangan takut, tidak ada dalam tradisi perang seorang panglima membunuh panglima lainnya.”
Yerusalem berhasil dibebaskan pasukan Islam pada tahun 1187. Templar terusir dan kembali ke Perancis
Selatan. Di wilayah ini Templar membangun kerajaannya. Hingga sekarang, wilayah Perancis Selatan dipenuhi dengan aroma mistis Kabbalah.(fz)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Yerusalem 1099-1187 )

Misi Columbus

Posted on 10/02/2012. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , , , , |

Grand Master Biarawan Sion, induk dari Knights of Templar, juga sering disebut sebagai Nautonnier atau The Navigator (Juru Mudi). Istilah ini terus dipelihara oleh organisasi-organisasi pewaris Templar selama berabad abad setelah Knights of Templar dibasmi oleh King Philip le Bell dan Paus Clement V (1307-1314). Walau Grand Master Templar kala itu, Jacques de Mollay, dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup, sesuatu yang lazim dimasa tersebut terhadap seseorang yang dituduh Gereja telah melakukan heresy (bidah), namun banyak pemerhati sejarah Eropa abad pertengahan yang meyakini bahwa tidak semua pemimpin atau Raja Eropa melakukan pembasmian Templar secara serius.

Jacques de Mollay

Walau tidak lagi mengenakan jubah Templar, kelompok ini masih terus bertahan di Eropa dan meluaskan pengaruhnya ke seluruh dunia hingga sekarang. Pada tahun 1418-1480, René d’Anjou (René dari Anjou, Rene Sang Budiman)
menjadi Grand Master Italia. Bangsawan Yahudi Italia ini meneruskan kepemimpinan Grand Master sebelumnya, Nicholas Flamel, wafat di tahun 1418. Dalam tradisi ordo, sebelum seorang Grand Master meninggal maka dia harus menunjuk penggantinya.

René d’Anjou

Saat sakit keras, Flamel telah menunjuk René sebagai penggantinya. luar istana dan berpotensi menjadi sosok pahlawan. Ia adalah seorang lelaki yang hidupnya diperuntukan bagi masa mendatang, mengatisipasi pangeran-pangeran Italia
di zaman pencerahan (Renaissance). Ia juga seorang yang rajin menulis, bukunya mencerahkan. Ia merangkai puisi dan alegori mistis… René juga mendalami tradisi esoteris, dan di istananya ada seorang ahli astrologi Yahudi, Kabalis, dan ahli fisika bernama Jean de Saint Rémy, kakek dari Nostradamus.” (Holy Blood Holy Grail, 1982).
Di masa kepemimpinan René inilah, pada tahun 1451, Cristoforo Colombo atau dalam lidah Inggris disebut sebagai Christopher Columbus dilahirkan dari pasangan Katolik bernama Dominico Colombo dan Suzanna Fontanarossa. Columbus lahir di Genoa, sebuah kota pelabuhan Italia yang cukup ramai.

Cristoforo Colombo

Nakhoda di Usia Remaja
Tradisi bahari yang kental mewarnai keluarga Colombo menjadikan Columbus tumbuh jadi seorang pelaut ulung walau usianya masih belia. Saat baru 21 tahun (1472), Columbus telah dipercaya memimpin sebuah ekspedisi kapal pribadi ke Tunisia. Dalam periode inilah Cristoforo dekat dengan Rene d’Anjou, tidak saja dalam kapasitas sebagai anak buah dan majikan, tapi juga dalam artian persahabatan.

Pada 1478 Cristoforo menikahi Felipa Perestrello e Moniz, puteri Bartolomeo Perestrello. Pernikahan ini menguatkan dugaan bahwa keluarga Columbus sesungguhnya punya hubungan dengan Templar, karena sesama anggota Templar
sudah biasa saling mempertautkan tali kekeluargaan lewat sarana pernikahan diantaranya. Apalagi keluarga Perestrello
termasuk tokoh pelarian Templar di Portugis yang tidak akan mungkin sudi mengawinkan anaknya dengan keluarga di
luar Templar. Apalagi di kemudian hari sang mertua sangat percaya kepada Cristoforo hingga membolehkan peta dan buku hariannya dipinjam dan dipelajari oleh Columbus. Columbus sendiri merupakan anggota dari Ordo Knights of Christ.
Dengan sendirinya, kedekatan dengan Rene menyebabkan Columbus diterima dalam pergaulan tingkat elit, bahkan bisa
langsung berhubungan langsung dengan Ratu Isabella I dari Castile, Spanyol, yang kemudian membiayai ekspedisinya mencari “dunia baru”

Ratu Isabella I

Kaum Templar dan pewarisnya di mana pun berada selalu bergerak dalam dua dunia: gelap dan terang. Ekspedisi Columbus juga demikian. Misi resmi Columbus yang ditulis sejarah hingga hari ini adalah misi pencarian dunia baru yang dinamakan India yang dipercaya punya banyak kekayaan berupa emas, perak, dan mungkin juga rempahrempah.
Hanya saja, jalur laut yang dilayari ekspedisi Columbus ternyata tidak mengarah ke India, melainkan sebuah daratan luas yang baru yang di kemudian hari dikenal sebagai benua Amerika.
Ini sungguh-sungguh mengherankan karena pelaut-pelaut dari Italia, Portugis, dan sekitarnya yang tergabung dalam kelompok pewaris Templar bernama Knights of Christ, seperti juga Vasco da Gama, merupakan pelaut-pelaut tangguh yang telah turun-temurun, dari generasi ke generasi, hidup dan besar di laut. Apalagi dari merekalah lahir berbagai
inovasi peralatan pelayaran seperti halnya kompas dan sebagainya.
Jawaban atas pertanyaan ini ternyata dikemukakan oleh Michael Baigent dan kawan kawan dalam Holy Blood Holy Grail (1982) yang menulis, “Sesungguhnya, Columbus bukanlah orang Eropah pertama yang menjejakkan kaki di Amerika. Pada tahun 1269, Ksatria Templar yang berpusat di Yerusalem diyakini telah melakukan hubungan komersial dengan bangsa Indian sebagai penduduk asli Amerika dengan mengimpor perak dari Meksiko…”
Amat mungkin, perkenalannya pada benua Amerika inilah yang menyebabkan para Templar tersebut telah mengenal tumbuhan lidah buaya dan jagung yang saat itu baru tumbuh di Amerika, yang kemudian dipahatkan di Rosslyn Chapel di abad ke-15 M.

Pada tahun 1446 saat kapel yang berdiri di Edinburgh itu dibuat, kedua tanaman tersebut belum tumbuh di Eropa. Jadi, sebenarnya para Templarlah, orang Eropa yang pertama kali menjejakkan kakinya di Amerika, bukan Columbus.
Jadi, ada dua kemungkinan misi ekspedisi Columbus yang  sesungguhnya. Pertama, Columbus mengetahui bahwa misinya adalah menapak-tilas jalur pelayaran Templar dari Eropa ke Amerika, mencari rute yang pernah dilayari nenek-moyangnya kembali, guna mencari ‘rumah baru’ yang lebih besar dan luas, juga kaya raya, yang masih murni dan belum tersentuh kekuasaan Gereja, bagi para keturunan Templar. Tujuannya agar Templar bisa memiliki kekuasaan yang lebih dari Gereja. Dan jika itu telah terjadi maka tujuan asasi para Templar dalam mencari The Solomon Treasure bisa tetap terlaksana.
Sesuatu yang telah berabad-abad mereka pendam setelah terusir dari Yerusalem di abad ke-12 M.
Kedua, bisa jadi Columbus sendiri tidak mengetahui misi rahasia Templar yang menunggangi ekspedisinya. Itulah sebabnya, ketika Columbus mendarat di benua Amerika (saat itu belum dinamakan Amerika), Columbus menyebut benua tersebut sebagai India.
Ini bisa saja terjadi mengingat di dalam ekspedisi Columbus, banyak tokoh-tokoh Yahudi yang menyertainya, termasuk bendahara kerajaan yang merayu Isabella agar mau mensponsori ekspedisinya.
Rombongan Columbus sendiri terdiri dari tiga buah kapal besar: Nina, Pinta, dan Santa Maria. Pada 3 Agustus 1492, ekspedisi ini berangkat dari Palos de la Frontera, Spanyol. Columbus naik di atas kapal Santa Maria dengan 40 lelaki dewasa sebagai awak kapal, kapal Nina dan Pinta diawaki sekitar 20 hingga 30 lelaki. Kapal utama, Santa Maria, memiliki layar-layar utama yang dicat dengan simbol Salib Templar. Nama ‘Santa Maria’ pun mengingatkan kita pada sosok Maria Magdalena, yang oleh kaum Kabbalah (Templar) juga disebut sebagai The Iluminatrix yang berarti Yang Tercerahkan.
Ini pula asal kata dari Illuminaty, kelompok cendekiawan Templar.

kapal nina, pinta dan santa maria

Dalam ekspedisi ketiga barulah Columbus ‘menemukan’ benua baru yang beberapa tahun kemudian baru dinamakan Amerika. Columbus Tahun 1498 Columbus mendarat di Amerika dan Trinidad. Dua orang sahabat Yahudi Columbus, Luis de Santagel dan Gariel Sanchez diberi hak-hak istimewa di daerah koloninya. Misi Columbus telah selesai.
Jalur laut ke Amerika telah ditemukan kembali. Dan seperti biasanya, pihak-pihak Konspirasi menganggap Columbus tidak lagi berguna. Maka Columbus harus dihilangkan atau ‘dibuang’.
Seorang Yahudi sahabat Columbus bernama Bernal melakukan pengkhianatan. Bernal menghasut awak kapal lainnya agar memberontak terhadap kepemimpinan Columbus dan berhasil. Columbus pun melarikan diri pulang ke Spanyol. Columbus sendiri meninggal pada tahun 1506 dalam keadaan menyedihkan dan miskin. ‘Benua baru’ tersebut yang dianggap Columbus sebagai India, beberapa tahun kemudian diralat oleh pelaut Italia bernama Amerigo Vespucci (1454-1512) yang kemudian diberi nama Amerika.


Inilah daratan besar, luas, dan kaya, yang kemudian dijadikan The Sacred-Great Lodge bagi pewaris Templar, Kaum Kabbalah, untuk mewujudkan cita-citanya: Novus Ordo Seclorum (Tata Dunia Baru di bawah kekuasaannya), lewat jalan Annuits Coeptis (Konspirasi Kita).


Inilah Amerika Serikat! (Rz)

dari berbagai sumber

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Misi Columbus )

« Previous Entries
  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 766,038 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: