Antara Tuan dan Budak

Posted on 24/01/2012. Filed under: Hikmah, Kisah Islami | Tags: , |

Diriwayatkan dari Imam Shadiq as:

“Pada masa pemerintahan Imam Ali as, ada seorang gunung bersama budaknya hendak pergi untuk melakukan haji. Pada suatu ketika, budaknya tidak menuruti perintah. Tuannya kemudian memukulnya. Tapi, budak itu kemudian berkata bahwa engkau bukan tuanku, melainkan aku adalah tuanmu. Dalam perjalanan senantiasa keduanya bertengkar masalah ini. Akhirnya, keduanya sepakat untuk tetap dengan klaimnya hingga sampai ke kota kufah. Setiap keduanya mengatakan kepada lainnya, “Wahai musuh Allah! Aku akan membawamu ke hadapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib”.

Sesampainya kota Kufah, keduanya langsung menuju Imam Ali bin Abi Thalib as. Si tuan yang memukul budaknya terlebih dahulu membuka mulut, “Aku mengharapkan kebaikanmu dari Allah. Ini adalah budakku. Ia melakukan kesalahan dan kupukul dia. Karena itu, dia tidak lagi mau menaatiku”. Si budak kemudian berkata, “Demi Allah! Dia adalah budakku. Ayahku mengutusnya untuk menyertaiku dan sekarang dia mengaku sebagai tuanku. Ini dilakukannya untuk mengambil hartaku.”

Karena tidak memiliki saksi, maka masing-masing diminta bersumpah bahwa apa yang diucapkannya adalah benar dan lawannya berbohong. Imam Ali lantas berkata kepada keduanya, “Pergilah kalian malam ini dan usahakan seperti teman. Keesokan harinya kalian temui aku dengan alasan yang benar.”

Fajar menyingsing. Imam Ali as memerintahkan kepada Qanbar, budaknya, untuk membuat dua lobang di dinding. Matahari pagi telah memancarkan sinarnya ketika dua orang yang berselisih semalam tiba. Orang-orang juga ikut berkumpul. Mereka berbisik-bisik, bahwa Imam Ali as menghadapi masalah besar yang belum pernah dialaminya. Imam Ali as kali ini tidak bakal dapat menyelesaikannya.

Ima Ali as bertanya kepada keduanya, “Apa yang kalian katakan sebelumnya?”

Keduanya serentak mulai bersumpah bahwa ia sebagai tuan dan lainnya sebagai budak. Setelah mendengar ucapan keduanya, Imam Ali as kemudian berkata, “Berdirilah kalian berdua! Kalian berdua bohong”. Ia kemudian berkata kepada salah satu dari keduanya, “Masukkan kepalamu ke dalam lobang yang ada di dinding itu, dan engkau masukkan kepalamu di lobang yang satunya lagi!”

Setelah mereka meletakkan kepalanya dalam lobang yang telah disiapkan, Imam Ali as berkata kepada Qanbar, “Wahai Qanbar! Ambilkan pedang Rasulullah, aku ingin memotong leher setiap budak dari keduanya”.

Mendengar itu, si budak segera mengeluarkan kepalanya, sementara yang lainnya tetap meletakkan kepalanya di lobang. Imam Ali as bertanya: “Bukankah engkau mengaku bukan budak?”

“Benar, tapi ia memukulku dengan kejam sehingga aku mengaku sebagai tuannya”, terbata-bata si budak mengaku.

Imam Ali as kemudian memanggil si tuan dan kemudian mengambil sumpah darinya untuk tidak menzalimi budaknya. Setelah itu, budaknya dikembalikan kepadanya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Syaikh Shaduq secara marfu’ dari Imam Baqir as dalam bab al-Hiyal pada buku Man Laa Yahdhuruhul Faqih.

Riwayat yang semacam ini juga diriwayatkan oleh Kulaini dalam buku al-Kafi pada bab ke 11 dari masalah Diyat, dan al-Faqih dalam bab hukum seseorang yang membunuh dua orang. Dalam buku at-Tahdzib juga dimuat di awal bab jaminan jiwa dalam masalah Diyat bersandarkan pada Umar bin Abi al-Miqdam dalam pemutusan perkara oleh Imam Ja’far Shadiq as.

Ia meriwayatkan, “Aku menyaksikan sendiri di Masjidul Haram, seseorang berteriak kepada Abu Ja’far al-Manshur, khalifah dari Bani Abbas waktu itu, yang sedang melakukan tawaf.

Katanya, “Dua orang ini telah mengajak keluar adikku sejak semalam dan sampai saat ini ia belum kembali ke rumah. Aku tidak tahu apa yang telah mereka lakukan terhadapnya”.

Al-Manshur berkata, “Kalian berdua besok sore setelah shalat Asar harus berada di tempat ini”.

Keesokan harinya, orang yang saudaranya hilang hadir bersama dua orang yang dituduh membunuh adiknya.

Pada waktu itu, hadir Imam Shadiq as sambil mendekap tangannya.

Al-Manshur berkata kepadanya, “Jadilah pengadil di antara mereka!”

Imam Shadiq as tidak menerima dan mengatakan agar al-Manshur yang mengadili mereka.

Al-Manshur memaksa Imam Shadiq as untuk mengadili mereka. Imam Shadiq as terpaksa menerima. Ia kemudian duduk di atas tikar dari bambu yang telah disiapkan dan mereka duduk di hadapannya. Beliau kemudian menghadap orang yang mengadukan adiknya, “Apa yang engkau katakan?”

Ia menjawab, “Wahai anak Rasulullah! Kedua orang ini mengajak adikku keluar dari rumah pada malam hari. Sampai saat ini ia belum kembali ke rumah. Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan terhadapnya.”

Beliau kemudian menghadap kedua orang itu lalu bertanya, “Apa yang dapat kalian beri tahukan?”

Mereka menjawab, “Kami hanya berbicara dengannya malam itu kemudian ia pulang ke rumahnya.”

Imam Shadiq as lantas berkata kepada budaknya, “Tulis! Bismillahirrahmanirrahim.”

Rasulullah Saw telah bersabda bahwa setiap orang yang mengajak orang lain keluar dari rumahnya pada malam hari, maka ia sebagai jaminannya. Kecuali bila ia mampu mengajukan saksi bahwa ia telah mengembalikannya ke rumahnya.”

Beliau kemudian memerintahkan kepada budaknya untuk menyingkirkan yang satu dan kemudian memenggal kepala yang lainnya. Orang yang akan dipenggal kepalanya kemudian buka mulut, “Wahai anak Rasulullah! Aku tidak membunuhnya. Aku hanya menyekapnya, kemudian ia, sambil menunjuk temannya, datang dan membunuhnya.”

Imam Shadiq as berkata, “Aku adalah anak Rasulullah. Lepaskan yang ini dan penggal kepala yang satunya!”

Orang yang diperintah untuk dipenggal kepalanya berkata, “Wahai anak Rasulullah! Demi Allah! Aku tidak menyiksanya. Aku membunuhnya dengan sekali sabetan pedang.”

Imam Shadiq as kemudian memerintahkan kepada orang yang mengadukan perkara untuk melakukan qisas. Sementara yang satunya lagi dimasukkan ke penjara seumur hidup. Imam Shadiq as memerintahkan agar mencambuknya setiap tahun sebanyak lima puluh kali. (IRIB Indonesia/Saleh Lapadi)

Sumber: Allamah Muhammad Taqi at-Tustari, Qadhau Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as, Qom, 1408 HQ, cetakan ke-2.

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 620,116 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: