Adnan al-Ghoul

Posted on 04/06/2011. Filed under: Sejarah, Tokoh |

Setumpuk gelar dia sandang. Ada yang menyebut dia adalah senajta Hamas. Dia adalah orang nomor dua Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Dia adalah ketua sayap tehnologi al Qassam bidang produksi senjata. Dia adalah engginer dan pencipta rudal al Qassam. Semua gelar ini disematkan kepada pejuang Palestina Yahya al Ghul yang berusia 46 tahun.

Orang yang dianggap paling berbahaya oleh Israel di antara ingginer-engginer al Qassam dan lebih masyhur dengan nama “Adnan” ini gugur dalam operasi pembunuhan keji oleh pesawat Zionis Israel pada tanggal 21 Oktober 2004 lalu, setelah menjadi buron dan pencarian pihak penjajah Zionis Israel selama 18 tahun. Selama itu, al Ghul telah melahirkan kader-kader engginer yang siap melanjutkan jejaknya dalam menggemban tugas militer al Qassam.

Al Ghul memulai kerja dan aktivitas militernya pada tahun 1984. Mighraqa adalah kelompok di mana orang nomor dua al Qassam ini bergabung. Nama ini diambil dari nama sebuah desa yang ada di selatan kota Gaza. Kala itu, kelompok ini sangat terkenal dengan serangkaian aksi militer melawan penjajah Zionis Israel.

Melihat sedikitnya senjata yang ada di wilayah Palestina kala itu, juga lemahnya pengalaman yang ada dalam bidang bom dan senjata, maka al Ghul giat dalam mempelajari tehnik pembuatan bom dan senjata. Untuk tujuan itulah, dia akhirnya bertolak dan berkelana ke sebagian negara-negara Arab dan dunia Islam.

Menurut catatan, pejuang Palestina ini pergi keluar dari Jalur Gaza setelah penjajah Zionis Israel menangkap sejumlah anggota kelompok Mighraqa. Pada tahun 1987, al Ghul berhasil keluar dari Jalur Gaza lewat laut menuju Mesir. Dari sini kemudian al Ghul berkelana ke Sudan, Lebanon, Suriah dan negera-negera lain.

Setelah melakukan serangkaian pernjalanan dari negera Arab yang satu ke yang lainnya, al Ghul kemudian beberapa waktu lamanya menetap di Damaskus. Di sini al Ghul bergabung dengan Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Setelah pemerintah otoritas Palestina kembali ke Jalur Gaza pada tahun 1994, sesuai dengan pernjajian Oslo, al Ghuk kembali menyusup ke Jalur Gaza.

Menurut sumber Hamas, selama perjalanannya di luar negeri al Ghul memanfaatkan waktu dan kesempatannya untuk mempelajari tehnik pembuatan senjata dan bom serta senajta-senjata perang lainnya. Terutama selama kunjungannya di Pakistan dan Iran.

Begitu sampai di Gaza, tahun 1994, al Ghul langsung bergabung dengan Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer gerakan Hamas. Bintangnya terus menanjak hingga menjadi tehnisi senior dalam pembuatan bom dan senjata di Jalur Gaza. Pada saat itulah asy Syahid Yahya Ayyasy, yang gugur syahid dalam aksi pembunuhan keji oleh Israel pada tahun 1996, menjadi komandan al Qassam di Tepi Barat.

Setelah terjadi peningkatan eskalasi aksi militer gerakan Hamas di Jalur Gaza dan ditemukannya senajta-senjata buatan lokal oleh penjajah Zionis Israel, mulailah bintang al Ghul bersinar. Sehingga penjajah Zionis Israel menganggap al Ghul sebagai insinyur bom dan senjata Palestina yang laing berbahaya.

Selama tahun 1994, al Ghul mengalami sdua kali penangkapan oleh pihak dinas keamanan pemerintah otoritas Palestina. Salah satunya oleh dinas intelijen dan yang kedua kalinya oleh dinas keamanan dan pertahanan.

Dalam masa penahanan yang kedua oleh pemerintah Palestina, al Ghul mengalami percobaan pembunuhan keji oleh pihak Zionis Israel melalui racun yang ditaburkan di makanannya. Akhirnya al Ghul berhasil lolos dari percobaan pembunuhan ini setelah dilakukan pemeriksaan medis secara intensif dan diganti darahnya secara keseluruhan.

Setelah meletus intifadhah al Aqsha pada September 2000, al Ghul bertugas sebagai pengawas atas pengembangan persenjataan Hamas dan berhasil merealisasikan pembuatan beberapa alat peluncur. Dia pun mengetuai bidang pembuatan senjata al Qassam dan berhasil memproduksi meriam “tangan” dengan berbagai jenisnya.

Juga behasil membuat bom dengan daya ledak besar, yang biasa digunakan untuk menghadang aksi-aksi pendudukan dan penyerbuan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel di Jalur Gaza.

Al Ghuk juga telah mengembangkan senjata merian anti kendaraan lapis baja, yang pertama adalah roket al bana. Keberhasilan ini kemudian disusul dengan peluncuran roket al battar dan rudal al qassam. Hasil kreasi terakhirnya adalah roket yasin, yang merupakan jenis moderasi dari senjata RPG buatan Rusia.

Meski usianya tergolong tua, namun dia masih tetap bekerja menggunakan tangannya dalam membuat senjata dan bom, juga melatih sejumlah anggota al Qassam dalam pengembangan senjata dan bom.

Meski keberadaannya sebagai salah satu pemimpin Brigade al Qassam, namun al Ghul bukanlah seorang yang partisan. Dia menolak hal yang semacam itu. Itu dibuktikan dengan mentrasfer pengalamannya dalam membuat senjata dan bom ke banyak kelompok dan anggota perlawanan Palestina, tidak membatasinya hanya untuk gerakan Hamas.

Ayah 8 orang anak ini dikenal sebagai sosok yang memiliki keistimewaan. Orangnya sangat religius dan memiliki pengetahuan yang luas. Orangnya komitmen dan figure yang karismatik.

Al Ghul sempat mengalami sejumlah aksi percobaan pembunuhan keji oleh penjajah Zionis Israel. Di antara aksi-aksi itu, dalam dua aksi percobaan pembunuhan yang dilancarkan Zionis Israel, dua orang anaknya gugur syahid sementara dia berhasil lolos dari maut.

Pada 22 Agustus 2001, seorang anaknya yang paling besar bernama Bilal, kala itu berusia 18 tahun, gugur syahid. Itu terjadi setelah penjajah Zionis Israel memberondong bobil yang dikendarai Bilal bersama ayahnya di sebuah jalan di Gaza. Al Ghul pun langsung meninggalkan mobil dan naik mobil lain. Namun rudal Israel menghajar mobil yang dikendaran Bilal hingga berakhir dengan kesyahidannya.

Pada 9 Juli 2003, seorang anakanya yang lain bernana Muhammad, kala itu berusia 15 tahun, dan sepupunya gugur syahid dalam baku senjata saat pasukan penjajah Zionis Israel menyerbu rumahnya di Jalur Gaza. Seorang serdadu Israel tewas, sementara al Ghul berhasil meloloskan diri.

Al Ghul memang memiliki tempat di hari rakyat Palestina. Kematiannya telah mengundang marah rakyat dan menuntut dilakukannya aksi serangan balasan atas kesyahidannya. Ratusan ribu warga Jalur Gaza pada Jum’at (22/10/04), turut mengiringi kepergian jenazah al Ghul dan sahabatnya yang turut gugur bersamanya, Imad Abbas (31). Hamas sendiri waktu itu telah berjanji aksi melakukan aksi serangan balasan atas syahidnya dua pejuang al Qassam tersebut.

Dalam salah satu pernyataannya, petinggi Hamas Ismail Haneya mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengingkari peran al Ghul dalam industri militer (Palestina) dan pengembangan sarana perlawanan. Kita hari ini telah kehilangan pemimpin besar Adnan al Ghul. Tidak diragukan lagi, ini adalah kerugian besar bagi Hamas, bagi rakyat Palestina dan umat Islam. Namun cukuplah baginya mati syahid dan cukuplah baginya dengan meninggalkan kader-kader (pembuata senjata dan bom).”

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 620,116 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: