Halimah As-Sa’diyah

Posted on 11/05/2011. Filed under: Rasulullah SAW, Tokoh |

images25
Halimah As-Sa’diyah (Arab:حليمة السعدية) adalah ibu susu dari Nabi Muhammad. Ia dan suaminya berasal dari suku Hawazin. Halimah As-Sa’diyah memiliki beberapa nama, yaitu Halimah binti Abdullah dan Halimah bint Abi Dhuayb.

Inilah sosok wanita dari Bani Sa’ad yang benar benar mulia dan beruntung. karena dia yang menyusui Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam.

Wanita mulia tersebut adalah Halimah bintu Abdullah bin Al-Harits As-Sa’diyah. Suaminya adalah Al-Harits bin abdul Izzi bin Rifa’ah As Sa’di. Anak-anaknya adalah Abdullah, Anisah, dan Khadzdzamah. Anak-anak Al-Harits ini semuanya bertompel. Mereka semua adalah saudara sepersusuan Nabi Shalallahu alaihi wa salam.
Halimah juga menyusui Abu Sufyan bin Al Harits bin Abdul Muthalib, anak paman Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam.

Mencari anak susuan

Halimah as Sa’diyah adalah wanita arab yang sangat terkenal karena menjadi ibu rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Halimah menceritkan tentang penyusuannya dengan panjang lebar dan komprehensif. Ia mengatakan “suatu ketika aku keluar bersama para wanita bani Sa’ad untuk mencari anak susuan. waktu itu adalah tahun yang sangat sulit (paceklik). Kami mengendarai keledai putih dan kurus. Kami membawa serta unta betina yang tidak mengandung air susu setetespun. Kami semua tidak pernah tidur di malam hari karena bayi kami yang selalu menangis karena rasa lapar. Puting kami tidak lagi menyediakan apa yang mencukupinya.

Unta betina kami tidak pula menyediakan apa-apa yang mengenyangkannya. Kami selalu berharap hujan dan jalan keluar. Sampai kami sengaja datang ke Mekkah. Setiap wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Shalallahu alaihi wa salam merasa enggan untuk mengasuhnya, setelah dikatakan bahwa dirinya adalah anak yatim, dikarenakan kami selalu menaruh harapan kebaikan dari ayah si anak asuh. Kami berkata, ‘ia yatim, apa gerangan yang akan diperbuat oleh ibu atau kakeknya?’ oleh karena itu, kami tidak tertarik. tidak ada dari wanita wanita yang bersamaku mengambilnya, selain diriku. ketika rombongan kami sepakat untuk pulang, aku berbicara dengan suamiku. ‘Demi Allah, sungguh aku tidak suka untuk pulang bersama kawan kawan wanita yang lain, sebelum mendapatkan anak susuan. Demi Allah, aku akan pergi menuju anak susuan yang yatim itu, dan pasti aku akan mengambilnya’. Ia berkata ‘Lakukan itu, semoga Allah memberi kita berkah lantaran anak itu’. aku pergi menuju anak itu dan mengambilnya.

images12
Berkah Yang Melimpah

Berkah melimpah kepada Halimah dan suaminya setelah mengambil Nabi Shalallahu alaihi wa salam. Akan tetapi Halimah dan suaminya merasa lapar dan haus. Namun darimana mereka mendapatkan makanan karena unta betinanya susunya tidak berisi?
Seketika mereka berdua lupa akan keadaan dirinya. Keadaan telah berubah dalam sekejap. Keadaan ini diriwayatkan sendiri oleh Halimah. Ia berkata, “Suamiku bangkit menuju unta betina milik kami. ternyata susunya sangat penuh. Ia memerahnya untuk diminum bersamaku hingga ia puas dan kenyang. Sehingga kami tertidur di malam yang sangat baik itu. Ketika pagi suamiku berkata,’Demi Allah , wahai Halimah. Engkau telah mengambil orang yang penuh dengan berkah’.

Aku mengatakan,’Demi Allah, itulah yang kuharapkan’
Kemudian kami serombongan bepergian dengan menunggang keledai, Kubawa serta anak itu. Demi Allah, jarak itu kutempuh dengan tunggangnku jauh lebih cepat daripada keledai keledai orang lain, sehingga para kawanku berkata padaku,’Wahai anak serigala,sial engkau! temani kami! Bukankah ini keledaimu yang dulu kau tunggangi saat bepergian?
Kukatakan pada mereka,’Ya, Demi Allah benar. Keledai ini adalah keledai yang dulu itu’. mereka mengatakan, ‘Demi Allah, sekarang keledaimu tidak seperti dulu’

Rombongan tiba di daerah pedalaman bani Sa’ad yang terlihat bekas bekas kekeringan di tahun itu. Halimah telah melihat berkah anak yatim itu. Kebaikan telah memancar padanya dari segala penjuru. keberkahan meliputinya dalam segala hal Kambing kambingnya selalu keluar menuju ke tempat penggembalaan bersama kambing kambing orang lain. Ketika kembali ke kandang selalu dengan susu yang penuh. Sedangkan kambing kambing yang lain pulang dalam keadaan sebagaimana ketika pergi. Sehingga kaumnya mencerca tukang gembala mereka, ‘Sial kalian! kalian pergi menggembala sebagaimana penggembala anak perempuan Abu Dzuaib. akan tetapi hasilnya sangat berbeda’.
Demikianlah hari hari Halimah hingga berjalan selama dua tahun.

Kembali Mengasuh Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam

Setelah menyusuinya selama 2 tahun, Halimah harus membawanya pulang kembali ke pangkuan ibu kandungnya, Aminah, di Makkah al Mukarramah. Halimah membawanya pada sang ibu, sekalipun sangat ingin agar anak asuhnya tetap bersamanya karena melihat besarnya berkah pada diri Nabi Shalallahu alaihi wa salam.
Aminah sangat berbahagia dengan anaknya yang mulia. Khususnya ketika melihatnya sedemikian suci dan tumbuh laksana anak berumur 4 tahun, padahal belum lebih dari 2 tahun. Halimah berbicara sangat lembut kepada Aminah, mengharap agar mengizinkan anaknya kembali ke pedalaman lagi. Aminah mengizinkannya, Halimah kembali ke pedalaman dengan anak asuhnya.
Demikianlah, Nabi Shalallahu alaihi wa salam tinggal di tengah-tengah bani Sa’ad sampai berumur 4 atau 5 tahun dari hari lahirnya hingga terjadinya peristiwa ‘pembelahan dada’. Setelah kejadian ini Halimah merasa takut sehingga mengembalikannya kepada ibu kandungnya.

Halimah kembali ke daerah pedalaman. Dia tinggal di sana beberapa tahun. Selanjutnya, ketika Allah Ta’ala mengutus Muhammad Shalallahu alaihi wa salam kepada seluruh manusia, maka Halimah as Sa’diyah masuk Islam bersama suami dan anak-anaknya.

Kedudukan Halimah

Halimah berkedudukan mulia di sisi Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Tidak ada kehormatan dan kelembutan yang lebih baik daripada yang diberikan kepada ibu asuhnya, Halimah. Bukti sikap beliau Shalallahu alaihi wa salam yang sangat menghormati Halimah, yaitu ketika menyambut kedatangan Halimah dengan berteriak “Ibuku, Ibuku” lalu beliau membentangkan sorbannya untuk ibu asuhnya itu sebagai bukti bakti dan kebaikan beliau kepadanya.

Wafatnya

Halimah masuk Islam dan berhijrah. Ia meninggal di Madinah Munawwarah, lalu dimakamkan di Baqi’. Makam Halimah Radhiallahu anha sangat dikenal di sana. Semoga Allah mengangkat derajatnya bersama para shahabat nabi yang lain (Abu Fathimah)

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 635,512 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: