Pedagang dan darwis Nasrani

Posted on 10/05/2011. Filed under: Kisah Sufi dan Humor Sufi |

Karena berada dalam kesukaran, seorang pedagang yang  sangat kaya  dari  Tabris pergi ke Konia mencari orang yang teramat bijaksana. Setelah mencoba mendapat nasehat dari para pemuka agama,  hakim,  dan lain-lain, ia mendengar tentang Rumi; ia pun dibawa menghadap Sang Bijaksana itu.

Pedagang itu membawa lima puluh  keping  uang  emas  sebagai persembahan.  Ketika  dilihatnya Sang Maulana di ruang tamu, pedagang itu menjadi  sangat  terharu.  Jalaludin  Rumi  pun berkata kepadanya,
“Lima  puluh  keping  uang emasmu diterima. Tetapi kau telah kehilangan dua ratus, itulah alasan  kedatanganmu  kemari.
Tuhan  telah  menghukummu, dan menunjukkan sesuatu kepadamu.
Sekarang segalanya akan beres.” Pedagang itu  terheran-heran terhadap yang diketahui Sang Maulana. Rumi  melanjutkan.
“Kau  mendapat  banyak  kesulitan karena pada suatu hari nun jauh di  negeri  Barat  sana,  kau  melihat  seorang  darwis
Kristen  terbaring  di jalan. Dan kau meludahinya. Temui dia dan minta maaf padanya, dan sampaikan salam kami kepadanya.”

Ketika pedagang itu berdiri ketakutan karena ternyata segala rahasianya  telah  diketahui,  Sang  Maulana itupun berkata, “Perlukah kami tunjukkan orang itu padamu?”  Rumi  menyentuh dinding ruangan itu, dan pedagang itu pun menyaksikan gambar orang  suci  itu   di   sebuah   pasar   di   Eropa.   Iapun terhuyung-huyung pergi  meninggalkan  Sang Bijaksana, tercengang-cengang.

Segera saja ia mengadakan perjalanan menemui  ulama  Kristen itu,  dan ditemuinya orang suci tersebut telungkup di tanah. Ketika didekatinya, darwis Kristen itu  pun  berkata,  “Guru kami Jalal telah menghubungi saya.”

Pedagang   itu  melihat  ke  arah  yang  ditunjukkan  darwis tersebut, dan menyaksikan -dalam  gambar-  Jalaludin  sedang membaca  kata-kata  semacam  ini,  “Tak  peduli kerikil atau permata, semua akan mendapat tempat di bukitNya, ada  tempat bagi semuanya …”

Pedagang  itu  pun pulang kembali, menyampaikan salam darwis Kristen itu  kepada  Jalal,  dan  sejak  itu  tinggal  dalam
masyarakat darwis di Konia.

Catatan

Luasnya  pengaruh Jalaludin Rumi terhadap pikiran dan sastra Barat sekarang ini semakin jelas lewat penelitian  akademis. Tak  disangsikan  lagi bahwa ia mempunyai banyak pengikut di Barat, dan kisah-kisahnya muncul  dalam  cerita-cerita  Hans Anderson, dalam Gesta Romanorum tahun 1324, dan bahkan dalam karya Shakespeare.

Di Timur terdengar pendapat  di  kalangan  luas    bahwa  ia mempunyai  hubungan  erat  dengan  kaum  mistik  dan pemikir Barat. Versi kisah  ini  diterjemahkan  dari  karya  Aflaki, Munakib  al-Arifin, kehidupan para darwis Mevlevi awal, yang selesai ditulis tahun 1353.

————————————————————
K I S A H – K I S A H   S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 619,566 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: