Kisah perumpamaan orang rakus

Posted on 10/05/2011. Filed under: Kisah Sufi dan Humor Sufi |

Zaman  dahulu ada seorang petani yang suka bekerja keras dan berbudi baik, yang mempunyai beberapa  anak  laki-laki  yang malas  dan  rakus.  Ketika sekarat, Si Tua mengatakan kepada anak-anaknya bahwa mereka akan menemukan harta  karun  kalau mau  menggali  tempat tertentu di kebun. Segera setelah ayah itu meninggal, anak-anaknya  bergegas  kekebun,  menggalinya dan  satu sudut ke sudut lain, dengan putus asa dan kehendak yang semakin memuncak setiap  kali  mereka  tidak  menemukan emas di tempat yang disebut ayahnya tadi.

Namun  mereka  sama  sekali  tidak  menemukan  emas.  Karena menyadari   bahwa   ayah   mereka   itu    tentunya    telah membagi-bagikan  emasnya semasa hidupnya, lelaki-lelaki muda itupun menanggalkan usahanya. Akhirnya, terpikir  juga  oleh mereka,  karena  tanah  sudah terlanjur dikerjakan, tentunya lebih baik ditanami benih. Mereka pun menanam  gandum,  yang hasilnya  melimpah-limpah.  Mereka menjualnya, dan tahun itu mereka menjadi kaya.

Setelah musim  panen,  mereka-berpikir  lagi  tentang  harta terpendam  yang  mungkin masih luput dari penggalian mereka; mereka pun menggali lagi ladang mereka, namun hasilnya  sama saja.

Setelah  bertahun-tahun  lamanya, merekapun menjadi terbiasa bekerja keras, disamping juga mengenal musim,  hal-hal  yang tidak  pernah mereka pahami sebelumnya. Kini mereka memahami cara  ayah  mereka  melatih  mereka;  mereka   pun   menjadi petani-petani   yang   jujur  dan  senang.  Akhirnya  mereka memiliki kekayaan  yang  cukup  untuk  membuat  mereka  sama sekali melupakan perkara harta terpendam tersebut.

Itulah juga ajaran tentang pengertian terhadap nasib manusia dan karma kehidupan. Guru, yang  menghadapi  ketidaksabaran, kekacauan,  dan  ketamakan  murid  murid,  harus mengarahkan mereka ke suatu kegiatan yang diketahuinya  akan  bermanfaat dan   menguntungkan   mereka  tetapi  yang  kepentingan  dan tujuannya sering tidak terlihat oleh murid-mulid itu  karena kebelumdewasaan mereka.

Catatan

Kisah  ini,  yang menggarisbawahi pernyataan bahwa seseorang bisa mengembangkan kemampuan tertentu meskipun ia sebenarnya berusaha   mengembangkan  kemampuannya  yang  lain,  dikenal sangat luas. Hal ini  mungkin  disebabkan  adanya  pengantar yang  berbunyi,  “Mereka  yang mengulangnya akan mendapatkan lebih dari yang mereka ketahui.”

Kisah ini diterbitkan oleh seorang ulama  Fransiskan,  Roger Bacon  (yang  mengutip  filsafat  Sufi dan mengajarkannya di Oxford, dan  kemudian  dipecat  dari  universitas  itu  atas perintah  Paus)  dan  oleh  ahli  kimia  abad ketujuh belas,
Boerhaave.

Versi ini berasal dari Hasan dari  Basra,  Sufi  yang  hidup hampir seribu dua ratus tahun yang lalu.

————————————————————
K I S A H – K I S A H   S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 619,566 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: