Kisah Pasir

Posted on 08/05/2011. Filed under: Kisah Sufi dan Humor Sufi |

Dari mata  airnya  yang  nun  jauh  di gunung sana, sebatang sungai  mengalir  melewati  apapun  di  tebing  dan  ngarai,
akhirnya mencapai padang pasir. Selama ini ia telah berhasil mengatasi halangan apapun dan sekarang berusaha  menaklukkan halangan  yang  satu  ini.  Tetapi  setiap  kali  sungai itu cepat-cepat melintasinya, airnya segera lenyap di pasir.

Sungai itu  sangat  yakin,  bahwa  ia  ditakdirkan  melewati padang  pasir  itu, namun ia tidak bisa mengatasi masalahnya
Lalu, terdengar suara tersembunyi yang berasal  dari  padang pasir  itu, bisiknya, “Angin bisa menyeberangi pasir, Sungai pun bisa.”

Sungai  menolak  pernyataan  itu,   ia   sudah   cepat-cepat menyeberangi  padang  pasir,  tetapi  airnya terserap: angin
bisa terbang, dan oleh karena itulah  ia  bisa  menyeberangi padang pasir.

“Dengan  menyeberang  seperti  yang kulakukan itu jelas, kau tak  akan  berhasil.  Kau  hanya  akan  lenyap   atau   jadi
paya-paya.   Kau   harus   mempersilahkan   angin  membawamu menyeberangi padang pasir, ketempat tujuan.”

Tetapi bagaimana caranya? “Dengan membiarkan dirimu terserap angin.”

Gagasan  itu  tidak  bisa  diterima Si Sungai. Bagaimanapun, sebelumnya ia sama sekali tidak pernah  terserap.  Ia  tidak
mau kehilangan dirinya. Dan kalau dirinya itu lenyap, apakah bisa dipastikan akan didapatnya kembali?

“Angin,” kata Si Pasir, “menjalankan tugas semacam  itu.  Ia membawa  air,  membawanya  terbang menyeberang padang pasir, dan menjatuhkannya lagi. Jatuh ke bumi  sebagai  hujan,  air pun menjelma sungai.”

“Bagaimana aku bisa yakin bahwa itu benar?”

“Memang  benar,  dan kalau kau tak mempercayainya, kau hanya akan  menjadi  paya-paya;  dan  menjadi   paya-paya   itupun memerlukan   waktu   bertahun-tahun   berpuluh   tahun.  Dan paya-paya itu jelas tak sama dengan sungai, bukan?”

“Tapi, tak dapatkah aku tetap  berupa  sungai,  sama  dengan keadaanku kini?”

“Apapun  juga yang terjadi, kau tidak akan bisa tetap berupa dirimu  kini,”  bisik  suara  itu.  “Bagian  intimu  terbawa
terbang, dan membentuk sungai lagi nanti. Kau disebut sungai juga seperti kini, sebab kau tak  tahu  bagian  dirimu  yang mana inti itu.”

Mendengar  hal  itu,  dalam  pikiran  Si Sungai mulai muncul gema. Samar-samar, ia ingat akan keadaan  ketika  ia  –atau
bagian   dirinya? –berada   dalam  pelukan  angin. Ia  juga ingat– benar demikiankah? bahwa  hal  itulah yang  nyatanya
terjadi, bukan hal yang harus terjadi.

Dan  sungai  itu  pun  membubungkan  uapnya ke tangan-tangan angin yang terbuka lebar, dan yang kemudian  dengan  tangkas mengangkatnya   dan   menerbangkannya,   lalu  membiarkannya merintik lembut segera  setelah  mencapai  atap gunung –nun disana yang tak terkira jauhnya. Dan karena pernah meragukan kebenarannya,  sungai  itu  ini  bisa  mengingat-ingat   dan mencatat  lebih  tandas  pengalamannya secara terperinci. Ia merenungkannya,  “Ya,  kini   aku   mengenal   diriku   yang sebenarnya.”

Sungai  itu  telah  mendapat  pelajaran.  Namun  Sang  Pasir berbisik, “Kami tahu sebab  kami  menyaksikannya  hari  demi hari; dan karena kami, pasir ini, terbentang mulai dari tepi pasir sampai ke gunung.”

Dan itulah sebabnya  mengapa  dikatakan  bahwa  cara  Sungai Kehidupan melanjutkan perjalanannya tertulis di atas Pasir.

Catatan

Kisah  indah  ini  masih  beredar dalam tradisi lisan dalam pelbagai bahasa, hampir selalu terdengar  di  kalangan  para
darwis dan murid-muridnya.

Kisah  ini  dicantumkan  oleh  Sir  Fairfax Cartwright dalam bukunya, Mystic Rose from the  Garden  of  the  King  ‘Mawar
Mistik dari Taman Raja’ terbit tahun 1899.

Versi  ini  berasal  dari  Awad  Afifi, orang Tunisia, yang meninggal tahun 1870.

————————————————————
K I S A H – K I S A H   S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 618,835 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: