Jalan Gunung

Posted on 08/05/2011. Filed under: Kisah Sufi dan Humor Sufi |

Pada  suatu hari, seorang yang cerdas, ahli pengetahuan yang pikirannya terlatih, datang ke sebuah desa. Sebagai  latihan  dan  telaah  ilmunya,  ia ingin membandingkan pandangan yang berbeda-beda yang mungkin ada dalam desa itu.

Ia mendatangi sebuah warung dan menanyakan  tentang  seorang yang  paling  jujur  dan  seorang yang paling bohong di desa itu. Orang-orang di warung  itu  sepakat  bahwa  orang  yang bernama  Kazzab  adalah  pembohong terbesar; dan Rastgu yang paling jujur. Ahli pengetahuan itupun mendatangi kedua orang tersebut  bergantian,  mengajukan  pertanyaan sederhana yang sama kepada keduanya, “jalan manakah yang terbaik menuju  ke desa tetangga?”

Rastgu yang jujur itu berkata, “Jalan gunung.”

Kazzab Si Pembohong juga berkata, “Jalan gunung.”

Tentu  saja jawaban itu membingungkan Sang Pengembara cerdas tersebut .

Demikianlah,  iapun  bertanya   kepada   orang-orang   lain, penduduk desa biasa.

Ada  yang mengatakan, “Lewat sungai;” yang lain mengusulkan,
“Lewat padang saja”

Dan ada yang juga mengatakan, “Jalan gunung.”

Akhirnya diputuskannya mengambil jalan gunung. Tetapi  dalam kaitannya  dengan  tujuan semula tadi, masalah tentang orang bohong dan orang jujur di desa itu mengganggu batinnya.

Ketika ia mencapai desa berikutnya, ia ceritakan kisahnya di sebuah  rumah penginapan; di akhir kisah dikatakannya. “Saya jelas telah membuat kekeliruan logika yang  mendasar  dengan menanyakan  kepada  orang-orang  yang tidak tepat perihal Si Jujur dan Si Bohong. Nyatanya saya telah sampai disini tanpa kesulitan apapun, lewat jalan gunung.”

Seorang  bijaksana  yang  kebetulan  berada di situ berkata, “Harus diakui bahwa para ahli logika cenderung  tak  terbuka
matanya, karenanya suka minta orang lain membantunya. Tetapi masalah  yang  menyangkut   hal   ini   justru   sebaliknya.
Kenyataannya   adalah  sebagai  berikut:  Sungai  sebenarnya merupakan  jalan  termudah,  oleh  karenanya  Si   Pembohong menunjukkan  jalan gunung. Tetapi orang yang jujur itu tidak hanya jujur; ia mengetahui bahwa Anda punya keledai dan  itu memudahkan  perjalanan  Anda.  Si  Pembohong kebetulan tidak mengetahui bahwa Anda tak punya perahu: seandainya  ia  tahu hal itu, pasti diusulkannya jalan sungai.”

Catatan
“Orang-orang menganggap kemampuan dan berkah para Sufi sulit dipercaya. Tetapi orang-orang semacam itu adalah yang  tidak memiliki  pengetahuan  tentang  kepercayaan yang sebenarnya. Mereka mempercayai  segala  hal  yang  tidak  benar,  karena kebiasaan atau karena diberi tahu oleh penguasa.

Kepercayaan  yang sebenarnya merupakan sesuatu yang berbeda. Mereka yang  mampu  memiliki  keperccayaan  yang  sebenarnya adalah  yang  pernah  mengalami  sesuatu.  Jika mereka sudah pernah  mengalami  kemampuan  dan   berkah,   yang   sekedar diceritakan tidak ada harganya bagi mereka.”

Kata-kata  tersebut,  menurut  Sayed Syah (Qadiri, meninggal tahun 1854) kadang-kadang  mengawali  kisah  “Jalan  Gunung” ini.

————————————————————
K I S A H – K I S A H   S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 619,555 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: