Archive for January, 2011

Pahlawan Neraka

Posted on 30/01/2011. Filed under: Kisah Islami |

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.
Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

“Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,” kata salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.”
Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.
Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, “Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya.”

“Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.”
Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, “Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang.”

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Pahlawan Neraka )

Berdoa

Posted on 30/01/2011. Filed under: Esai |

Anda pernah berdo’a? Sebagai orang yang beriman, pastilah Anda, bukan hanya pernah, tapi sering berdo’a. bahkan boleh jadi do’a sudah merupakan ‘pekerjaan’ rutin.

Lalu apa saja yang Anda baca dalam berdo’a? Atau permohonan apa sajakah yang bisa Anda panjatkan? Mohon selamat? Rezeki? Masuk surga? Dihindari dari api neraka? Bahagia dunia akhirat?

Pernahkah Anda berdo’a secara khusus kepada Allah sehubungan dengan kepentingan yang mendesak? Ditagih utang kanan-kiri, misalnya? Bagaimana pengalaman Anda selama ini; berapakah prosentase do’a Anda yang makbul?
Memang, disamping membaca Al-Qur’an, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah merupakan suatu amalan yang sangat dianjurkan terutama dalam bulan suci Ramadhan.

Berdo’a, selain merupakan salah satu ibadat yang dipujikan, adalah sarana kita untuk memohon sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Memiliki dan Mahamurah. Allah berfirman dalam kitab sucinya, “Ud’uunil astajib lakum” (Berdo’alah kamu kepada-ku, maka Aku akan mengabulkan untukmu.”) (Q.s. 40: 60).

Berdo’a, secara langsung atau tidak, juga bisa berarti pengakuan hamba akan kelemahannya dihadapan Tuhan Penciptanya.

Kalau dikalangan sufi banyak yang menolak berdo’a – karena bagi mereka, berdo’a sama saja dengan meragukan pengetahuan Tuhan terhadap hajat dan aspirasi hamba-hambaNya – bagi kita berdo’a justru merupakan tradisi misal yang luar biasa. Boleh jadi karena umumnya kita ini banyak mempunyai kepentingan dan keinginan – sedangkan tangan kita untuk meraihnya terbatas – berdo’a lalu menjadi amalan ibadat favorit. Apalagi dijaman yang tidak semakin menjanjikan terpuasinya aspirasi ini. Lihatlah, dimana-mana orang berdo’a. tidak hanya sendiri-sendiri. Seringkali beramai-ramai seperti ‘mendemonstrasi’ Tuhan saja. Mulai dari memohon hujan; memohon selamat dari banjir dan bencana alam; memohon kemenangan tim olah raga yang kurang latihan; memohon agar jagonya jadi lagi; hingga ber-istighatsah memohon agar organisasinya tidak digoyang OTB, organisasi tanpa bentuk.

(Cara berdo’a pun macam-macam. Do’a yang bersifat instansional biasanya juga dengan gaya bahasa laporan dinas atau laporan komendan kepada inspektur upacara; misalnya begini, “Ya Allah ya Tuhan kami; hari ini kami semua berkumpul di bangunan yang baru saja selesai dengan biaya… untuk melepas kontingen olah raga kami yang akan berjuang membela nama baik tanah air kami ke negeri orang. Ya Tuhan, berilah kemenangan kepada mereka, sehingga mereka dapat meraih medali sebanyak-banyaknya atas ridho-Mu ya Allah…” Atau begini, “Ya Allah ya Tuhan kami; hari ini kami memperingati hari ulang tahun organisasi kami….dan seterusnya.: atau, “Ya Allah ya Tuhan kami dalam pemilu yang akan dating….dan seterusnya.” Atau….).

Pertanyaan penting yang sering mengusik kemudian ialah: kita ini sudah berdo’a sekian lama – minta ini minta itu untuk diri kita sendiri atau untuk kepentingan umum – namun kok sepertinya tak ada tanda-tanda do’a kita dikabulkan-Nya? Bahkan kita sudah berdo’a di saat-saat suci, ketika berpuasa, seperti sekarang ini dan tampaknya do’a kita hanya seperti angin lalu saja.

Apakah etika berdo’a kita yang belum benar sehingga Allah belum berkenan mendengarkan do’a kita, atau bagaimana? Atau seperti kata ulama yang cukup menghibur itu: setiap do’a pasti dikabulkan, cuma kapan dan berupa apa hanya Allah sendiri yang menentukan dan mengetahuiNya. Wallahu a’lam.

Orang-orang Bashrah (Irak) tempo deoloe pernah mengajukan pertanyaan seperti itu kepada zahid mereka yang terkenal, Ibrahim bin Adham (hidup sekitar abad VIII Masehi) dan apa jawabannya? Tokoh sufi itu menjawab, “Itu disebabkan karena hati kalian mati dalam sepuluh hal:
(1) Kalian mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak-hak-Nya;
(2) Kalian membaca kitab Allah, tapi tidak mengamalkannya;
(3) Kalian mengaku mencintai Rasul Allah saw, tapi tidak mengikuti sunnahnya;
(4) Kalian mengaku membenci setan, tapi selalu menyetujuinya;
(5) Kalian yakin mati itu pasti, tapi tak pernah mempersiapkannya;
(6) Kalian bilang takut neraka, tapi terus membiarkan diri kalian ke sana;
(7) Kalian bilang mendambagan surga, tapi tak pernah beramal untuknya;
(8) Kalian sibuk dengan aib-aib orang lain dan mengabaikan aib-aib kalian sendiri;
(9) Kalian menikmati anugerah-anugerah tuhan, tapi tidak mensyukurinya;
(10) Kalian setiap kali mengubur jenazah-jenazah, tapi tak pernah mengambil pelajaran darinya.”

Nah, apakah jawaban Ibrahim bin Adham ini ada gunanya buat Anda yang suka berdo’a? Selamat berdo’a!

 

 

Mustofa Bisri

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Berdoa )

Misteri Kesepakatan Dukun Dengan Setan

Posted on 28/01/2011. Filed under: Hikmah, Kisah Islami |

Seringkali terjadi kesepakatan antara tukang sihir dengan syaitan, bahwa pihak pertama, yaitu tukang sihir, akan mengerjakan beberapa kesyirikan, atau kekufuran yang nyata baik secara terselubung maupun terang-terangan sedangkan pihak syaitan akan melayani tukang sihir atau menundukkan orang yang akan melayani si tukang sihir.

Karena kesepakatan itu seringkali terjadi antara tukang sihir dan syaitan dari para pemuka kabilah jin dan syaitan, sehingga sang pemuka ini akan mengeluarkan perintah kepada anggota kabilah yang paling bodoh untuk melayani si tukang sihir ini serta mentaatinya dalam menjalankan semua perintahnya, yaitu memberitahukan berbagai hal yang telah terjadi atau melakukan upaya memisahkan dua belah pihak atau menyatukan cinta dua orang, atau menghalangi seorang suami agar tidak dapat mencampuri istrinya dan sebagainya. Perkara-perkara ini akan kita bahas dengan rinci, (pada pembahasan berikutnya), insya Allah Ta’ala.

Selanjutnya si tukang sihir mengerahkan jin ini untuk mengerjakan perbuatan jahat yang dia inginkan. Jika si jin tidak mentaatinya, maka dia akan mendekati pemuka kabilah jin itu dengan menggunakan berbagai macam jimat yang isinya berupa pengagungan pemuka kabilah ini seraya meminta pertolongan kepadanya dengan menyisihkan Allah Ta’ala. Maka, si pemuka jin inipun segera memberikan hukuman kepada jin tersebut dan menyuruhnya agar mentaati si tukang sihir atau dia akan menggantikan dengan jin yang lain untuk melayani tukang sihir yang musyrik itu.

Oleh karena itu kita bisa mendapatkan hubungan antara tukang sihir dengan jin yang ditugaskan untuk melayaninya sebagai hubungan kebencian dan permusuhan. Dan dari sini kita akan dapatkan bahwa jin tersebut seringkali menyakiti istri dan anak-anak tukang sihir itu atau mengganggu harta bendanya atau yang lainnya. Bahkan, terkadang jin itu menyakiti tukang sihir itu sendiri tanpa disadarinya, misalnya pusing yang terus-menerus, gangguan yang sering muncul pada saat tidur, atau kecemasan pada malam hari dan lain sebagainya. Bahkan seringkali tukang sihir yang hina tersebut tidak punya anak, karena jin yang melayaninya telah membunuh janin yang masih ada di dalam rahim sebelum penciptaannya sempurna. Yang demikian itu sudah sangat populer di kalangan para tukang sihir, bahkan sebagian mereka ada yang meninggalkan profesi tukang sihir ini agar mereka bisa mendapatkan keturunan.

Perlu saya ceritakan, saya pernah mengobati seorang wanita yang sedang sakit karena tersihir. Pada saat saya bacakan al-Qur’an di dekatnya, maka jin yang di tugaskan tukang sihir itu berbicara melalui lidah wanita tersebut, ‘Aku tidak bisa keluar dari tubuh wanita ini’. ‘Mengapa?’ tanyaku. Dia pun menjawab, ‘Karena aku takut akan dibunuh oleh si tukang sihir’. Selanjutnya, aku tanyakan, ‘Pergilah dari tempat ini ke tempat lain yang tidak diketahui oleh si tukang sihir yang menyuruhmu’. ‘Dia pasti akan mengirim jin lain untuk mencariku’, sahut jin tersebut.

Kemudian kukatakan kepadanya, ‘Jika kamu mau masuk Islam dan mengumumkan taubatmu dengan penuh kejujuran dan tulus ikhlas, maka kami dengan pertolongan Allah akan mengajarimu beberapa ayat al-Qur’an yang dapat menjaga dan melindungimu dari kejahatan jin-jin kafir. Maka dia pun menjawab, ‘Tidak, aku tidak akan pernah masuk Islam, dan aku akan tetap menjadi pemeluk Nasrani’. Tidak ada paksaan dalam memeluk agama, tetapi yang paling penting kamu harus keluar dari tubuh wanita ini’, pintaku kepadanya. ‘Aku tidak akan keluar dari tubuhnya’, jawabnya pasti. Kemudian aku katakan, ‘Kalau begitu, dengan pertolongan Allah, sekarang kami bisa membacakan al-Qur’an kepadamu sehingga kamu akan terbakar’. Lalu aku memukulnya dengan keras sehingga jin itu menangis. Maka jin itu berkata, ‘Aku akan keluar, aku akan keluar’. Selanjutnya, segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam, dan segala karunia itu hanya milik-Nya semata, jin itu pun keluar dari tubuhnya.

Sebagaimana diketahui bersama, jika tukang sihir itu semakin kufur dan bertambah jahat, maka jin akan lebih mentaatinya dan akan segera malaksanakan tugas yang diperintahkan kepadanya. Begitu juga sebaliknya.

Sumber : http://alqiyamah.net/2010/03/23/kesepakatan-penyihir-tukang-santet-dll-dengan-syaithon/

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Misteri Kesepakatan Dukun Dengan Setan )

I Kebo Iwa

Posted on 28/01/2011. Filed under: Sejarah, Tokoh |

Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera (Dalem Bedaulu), bergelar Sri Astasura Ratna Bumi Banten yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Disebabkan karena merasa diri sakti, maka keluarlah sifat angkara murkanya, tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun, walau kepada para dewa sekalipun.

Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian, kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis, bertempat tinggal di Tengkulak, Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh, keturunan Kyai Karang Buncing, Demung I Udug Basur, Tumenggung Ki Kala Gemet, Menteri Girikmana – Ularan berdiam di Denbukit, Ki Tunjung Tutur di Tianyar, Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan, Ki Buan di Batur, Ki Tambiak berdiam di Jimbaran, Ki Kopang di Seraya, Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Sri Gajah Waktera menentang dan tidak bersedia tunduk dibawah kekuasaan Majapahit, sehingga menimbulkan ketegangan antara Kerajaan Bali dan Kerajaan Majapahit.

Dalam rapat yang diadakan oleh Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi dengan para Mentri Kerajaan, Patih Gajah Mada menyampaikan sindiran secara halus melalui seorang pendeta istana (Pendeta Purohita) yang bernama Danghyang Asmaranata

Rapat akhirnya memutuskan bahwa sebelum Gajah Mada melakukan penyerangan ke Bali maka Kebo Iwa sebagai orang yang kuat dan sakti di Bali harus disingkirkan terlebih dahulu. Jalan yang ditempuh dengan tipu muslihat yaitu raja putri Tribhuwana Tunggadewi mengutus Gajah Mada ke Bali dengan membawa surat yang isinya seakan-akan raja putri menginginkan persahabatan dengan raja Bedahulu.

Keesokan harinya berangkatlah patih Gajah Mada ke Bali dan singkat cerita sampai di Sukawati, Gianyar. Di Sukawati Patih Gajah Mada dijemput oleh Kipasung Grigis yang sudah mengetahui perihal kedatangan patih Gajah Mada tersebut ke Bali. selanjutnya Kipasung Grigis mengantar Gajah Mada menghadap raja karena diutus oleh ratu Tribhuwana untuk menyampaikan pesan kepada Raja Sri gajah Waktera.

tempat ketemu Kipasung Grigis:

Dihadapan Raja Sri Gajah Waktera patih Gajah Mada menyampaikan maksud kedatangannya dan menyerahkan surat dari Ratu Majapahit Tribhuwana Tunggadewi yang menyatakan memohon agar pulau Jawa tidak diserang da juga untuk mempererat hubungan maka Kebo Iwa diundang ke Majapahit untuk dinikahkan dengan salah satu putri kerajaan.

Raja Sri Gajah Waktera yang gembira segera memerintahkan Kebo iwa memenuhi undangan tersebut. singkat cerita Kebo Iwa dan gajah mada telah sampai di Majapahit. di sana kebo iwa diminta memperlihatkan kesaktiannya sekaligus menolong rakyat yang dilanda kekeringan. saat itu pula kebo iwa menggali tanah untuk menemukan sumber air dengan tangan kosong. saat cukup dalam gajah mada memerintahkan Prajuritnya menimbun lubang itu dengan batu sampai rata kembali dengan tanah

Pura Gunung Kawi, Bali
kesaktian Kebo Uwa mengukir batu dengan kukunya

Merasa telah membunuh kebo iwa yang sakti, Gajah mada menyayangkan kalau orang hebat seperti kebo iwa harus mati dengan cara seperti itu, tapi itu demi cita-cita menyatukan nusantara. Tiba-tiba Batu-batu yang ditimbunkan melesat kembali keangkasa dibarengi dengan teriakan prajurit Majapahit yang terhempas batu. Dari dalam sumur, keluarlah Patih Kebo Iwa, yang ternyata masih terlalu kuat untuk dikalahkan.

Patih Gajah Mada terkejut, menyaksikan Patih Kebo Iwa yang masih perkasa, dan beranjak keluar dari lubang sumur. Kesaktian Patih Kebo Iwa, sungguh menyulitkan usaha Patih Gajah Mada untuk menundukkannya. Pertempuran antara keduanya masih berlangsung hebat, namun amarah dan dendam Patih Kebo Iwa mulai menyurut…Dan rupanya Patih Kebo Iwa tengah bertempur seraya berpikir … Dan apa yang tengah dipikirkan olehnya, membuat dia harus membuat keputusan yang sulit… Kebo Iwa : (dalam hati) Kerajaan Bali pada akhirnya akan dapat ditaklukkan oleh usaha yang kuat dari orang ini, keinginannya untuk mempersatukan nusantara agar menjadi kuat kiranya dapat aku mengerti kini. Namun apabila, aku menyetujui niatnya dan ragaku masih hidup, apa yang akan aku katakan nantinya pada Baginda Raja sebagai sangkalan atas sebuah prasangka pengkhianatan ?

Mengetahui keinginan yang kuat dari gajah Mada untuk menyatukan nusantara, Kebo Iwa akhirnya memberitahukan gajah mada kelemahan dirinya agar ia bisa dikalahkan. Gajah Mada yang kewalahan merasa keheranan mendengar itu dan langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Kebo iwa. Setelah menyerang kelemahan Kebo Iwa yang akhirnya membuat Kebo iwa sekarat, ia berkata pada Gajah mada semoga ia dapat menuaikan Sumpah Palapanya. Mendengar pernyataan itu, Gajah mada bersedih karena pahlawan sakti seperti Kebo Iwa harus mati seperti itu.

sumber:
danish56.blogspot
Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on I Kebo Iwa )

Makna kata “Kami” dalam Al-Qur’an

Posted on 28/01/2011. Filed under: Hikmah, Kisah Islami |

 

 

 

 

 

 

Seringkali, orang kufar mencoba mengganggu iman kita dengan bertanya: Mengapa Qur’an sering guna kata KAMI untuk ALLAH? Bukankah kami itu banyak? Apakah itu bermakna Qur’an pun mengakui Tuhan itu lebih dari 1? Bagaimana kita menjelaskannya? Mungkin kita juga pernah bertanya demikian?

MAKNA KATA “KAMI” DALAM QUR’AN

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Paling kurang ada 3 jawaban, apa sajakah itu?

Bagi yang belum tahu, mari kita sama-sama berbagi ilmu:

Jawaban 1: Kata KAMI sebagai penghormatan

Bahasa Arab ialah bahasa paling sukar didunia. Sedang bahasa paling sukar nomor 2 ialah Bahasa China. Hal ini disebabkan kerana dalam 1 kata, bahasa arab memiliki banyak makna.

Contoh: Sebuah gender, dalam suatu daerah boleh bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain boleh bermakna perempuan.

Dalam bahasa Arab, dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya.

Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan sejenis ini. Pertanyaan diatas muncul karena ketidak tahuan meraka, namun banyak pulak para kufar yg berusaha untuk membodohi umat Islam yang tak faham dengan bahasa arab. Pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata melawan umat Islam yang kurang ilmunya.

Tapi bagi mereka yang faham bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, Pertanyaan ini terlihat lucu dan jenaka.

Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang setengah-setengah?

JIKA MEMANG “KAMI” DALAM QUR’AN DIARTIKAN SEBAGAI LEBIH DARI 1, LALU MENGAPA ORANG ARAB TIDAK MENYEMBAH ALLAH LEBIH DARI 1? MENGAPA TETAP 1 ALLAH SAJA? TENTU KARENA MEREKA PAHAM TATA BAHASA MEREKA SENDIRI.

Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.Selain kata ‘Nahnu”, ada juga kata ‘antum’ yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna ‘antum’ adalah kalian (jamak).

Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan ‘antum’, maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan ‘anta’.
Kata ‘Nahnu’ tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.

Contoh: Dalam bahasa kita ada juga penggunaan kata “Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang berpidato sambutan berkata,”Kami merasa berterimakasih sekali . . . ”

Padahal orang yang berpidato Cuma sendiri dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang “Kami”. Lalu apakah kalimat itu bermakna jika orang yang berpidato sebenarnya ada banyak atau hanya satu ?

Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa dicerap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.

Kalau kawan diskusi kita yang christian itu tak paham rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena alkitab bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi pun kehilangan kesucian sebuah kitab suci.

Sebagai contoh dari rasa bahasa Kitab tetangga yang sudah “Hancur Lebur” menuliskan dalam Kitab Yehezkiel

23:20 Ia birahi kepada kawan-kawannya bersundal (berzina), yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.

23:21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

Ini hanya salah satu contoh dari 500an lebih ayat SEJENIS dalam kitab tetangga.

Seperti yg sudah diketahui banyak orang, alkitab christian merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya.
Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila alkitab christian mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.

Di dalam Al-Quran ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeda dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata ‘ummat’.

Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.

QS.16 An-Nahl :120 Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN ” yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan.

Dalam tata bahasa Arab, ada kata ganti pertama singular [anâ], dan ada kata ganti pertama plural [nahnu]. Sama dengan tata bahasa lainnya. Akan tetapi, dalam bahasa Arab, kata ganti pertama plural dapat, dan sering, difungsikan sebagai singular.

Dalam grammer Arab [nahwu-sharaf], hal demikian ini disebut “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i”, kata ganti pertama yang mengagungkan dirinya sendiri.

Permasalahan menjadi membingungkan setelah al-Quran yang berbahasa Arab, dengan kekhasan gramernya, diterjemahkan ke dalam bahasa lain, termasuk Indonesia, yang tak mengenal “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i” tersebut.

Jawaban ke 2: Ada peran makhluk lain atas kehendak ALLAH

Contoh penggunaan kata KAMI dalam Qur’an:Qs. 15 Hijr: 66. Dan telah Kami wahyukan kepadanya perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.

“Kami wahyukan…” Maka disini berarti ada peran makhluk lain yaitu Malaikat Jibril sebagai pembawa atas perintah Allah.

Contoh penggunaan kata AKU dalam Qur’an:

11. Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa.

12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.

13. Dan Aku telah mmilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan.

14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

15. Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.

16. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa”.Qs.20 Thaaha:11-16

Pada ayat-ayat di atas, kata AKU digunakan karena Allah sendiri berfirman langsung kepada Nabi Musa AS tanpa perantara Malaikat Jibril…

Contoh penggunaan kata KAMI dan AKU yang bersamaan dalam Qur’an:

Qs.21 Anbiyaa: 25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.

Kata KAMI digunakan saat Allah mewahyukan dengan perantara Malaikat Jibril, & kata AKU digunakan sebagai perintah menyembah Allah saja.

Qs.23 Mu’minuun: 27. Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari setiapnya, dan keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

Kata KAMI digunakan saat mewahyukan kepada Nabi Nuh AS dengan perantara Malaikat Jibril, & kata AKU digunakan saat tidak ada malaikat. Contoh peran makhluk lain dalam kata KAMI ialah peran sepasang suami istri dalam peran penciptaan manusia.

Jawaban ke 3: Kata KAMI pun digunakan dalam kitab terdahulu

Bahasa Arab sedikit banyak memiliki persamaan dengan saudara 1 rumpunnya yaitu Bani Israil. Ini saya maksudkan dalam kitab “Taurat” masa sekarang pun, dalam bahasa aslina kata yang digunakan ialah KAMI, tapi orang yahudi tidak pernah menganggap Tuhan itu lebih dari 1.

Sebagai Contoh ialah dalam Alkitab Kristen:

Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (BAHASA SEKARANG)Padahal dalam bahasa ibrani aslinya ialah menggunakan kata KAMI….

Tapi yahudi tidak ada yang menyembah Tuhan 2 tapi 1,,, atau Tuhan 3 tapi 1,,, atau Tuhan 4 tapi 1….

Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Makna kata “Kami” dalam Al-Qur’an )

10 Pimpinan Perang Paling Terkenal dari Asia Timur

Posted on 27/01/2011. Filed under: Sejarah |

Setiap orang telah mendengar dari Alexander Agung dari Yunani, atau Cyrus Agung dari Persia.
Daftar ini dikhususkan untuk Pemimpin besar Militer Asia Timur yang berjuang untuk negara mereka, tetapi tidak dikenal di masyarakat Barat.
Di bawah Asia Timur, kami juga mempertimbangkan Pemimpin Militer dari Asia Tenggara.

10 Tokugawa Ieyasu

Japan, 1543-1616

Tokugawa

Tokugawa Ieyasu adalah pendiri Keshogunan Tokugawa dari Jepang, yang berlangsung lebih dari 250 tahun. Dia akhirnya mengakhiri Sengoku Periode Jepang, dengan tenang terpadu Jepang.Dia melakukan ini dengan mengalahkan Pasukan setia pada klan Toyotomi , dan beberapa marga Jepang Barat .

Dia adalah seorang pemimpin besar yang diyakini telah berjuang di lebih dari 90 pertempuran.Ia dianggap telah mempersatukan Jepang setelah semangat orang-orang telah melemah, menyusul kekalahan mereka oleh Korea dalam Perang Imjin .

 

9.Lê Lợi

Vietnam, 1345/1385 -1433

Patung Le Loi

Le Loi adalah pendiri Dinasti Lê, yang menjadi penguasa Dinasti terpanjang dalam Sejarah Vietnam (1428-1788). ada tahun 1407, Ming Cina menyerang Vietnam, menaklukkan negeri. Pada 1418, Le Loi memulai sebuah pasukan untuk melawan Ming, yang ia berhasil kalahkan pada tahun 1427. Le Loi adalah salah satu tokoh yang paling terkenal dari periode abad pertengahan sejarah Vietnam, dan salah satu pahlawan terbesar.

8 Eulji Mundeok

Korea, Pertengahan abad ke-6 Setelah 618 M

Goguryeo Eulji

Mundeok Eulji adalah seorang Jenderal Korea di Perang Goguryeo-Sui .Perang Goguryeo adalah serangkaian kampanye yang diluncurkan oleh Dinasti Sui China terhadap Dinasti Goguryeo Korea pada tahun 598 dan 612-614. tentara Eulji Mundeok itu sangat kalah jumlah, sekitar 300.000 tentara Korea melawan lebih dari 1 juta tentara Sui, di kedua invasi.

Hasil luar biasa adalah Eulji Mundeok mempertahankan Goguryeo. Kemenangan tersebut berkontribusi pada jatuhnya Dinasti Sui.

7 Han Shizhong

Cina, 1089-1151

800px-Empat Jenderal Of Song

Han Shizhong adalah seorang jenderal Cina Dinasti Song Cina.Jendral Han dianggap sebagai penemu militer untuk memodifikasi dan memperbaiki busur dan baju besi. Han juga berjuang dalam Invasi Jurchen Cina, mengakibatkan kemenangan Cina. Hari ini, Han Shizhong dikenang sebagai pahlawan di Cina untuk mendedikasikan hidupnya untuk Dinasti Song dan berhasil mengalahkan para penjajah Jurchen.

 

6 Tōgō Heihachirō

Jepang, 1848-1934

Togo Heihachiro

Togo Heihachiro dianggap sebagai salah satu pahlawan angkatan laut terbesar Jepang. Heihachiro yang dikenal sebagai Panglima dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Perang Rusia-Jepang .

Perang mengakibatkan Kemenangan Jepang, dengan salah satu pertempuran yang paling terkenal sebagai Pertempuran Tsushima. Di bawah komando Heihachiro, pertempuran berakhir dengan dua-pertiga dari armada Rusia hancur, dan korban yang sangat sedikit untuk angkatan laut Jepang. Heihachiro dianggap sebagai “Nelson dari Timur.”

5 Kwon Yul

Korea, 1537-1599

Gwonyul

Yul Kwon adalah seorang jenderal militer yang sukses Korea dalam Perang Imjin. Ia terkenal karena kemenangannya dalam Pertempuran Ichi dan Pertempuran Haengju .Dalam pertempuran Ichi, tentara Yul Kwon 1.000 melawan 10.000 tentara Jepang. kemenangan Yul Kwon menjadikan provinsi Jeollan lepas dari Jepang.

Dalam Pertempuran Haengju, Yul Kwon dengan 2.800 tentara mengalahkan tentara Komandan Jepang, Kato Kiyomasa’s , yang jumlah tentaranya 30.000. Pertempuran mengakibatkan lebih dari 10.000 korban untuk Jepang, dan itu dianggap sebagai salah satu dari tiga kemenangan yang paling penting bagi Korea dalam Perang Imjin.

4 Nguyễn Huệ

Vietnam, 1753-1792

Quangtrung 0991575747

Nguyen Hue, juga dikenal sebagai Kaisar Quang Trung, adalah kaisar kedua dari Dinasti Tay Vietnam.Pada abad ke-18, Dinasti Lê Vietnam berada di kendali perseteruan 2 keluarga yaitu Lords Trinh dari Utara, dan Lords Nguyễn Selatan. Kedua belah pihak sering berperang satu sama lain untuk pengendalian bangsa, dan saling mengaku yang setia kepada raja. Nguyen Hue menjadi pemimpin Pemberontakan Tay son yang terkenal, di mana ia mengalahkan para Penguasa Trinh, dan menggulingkan Dinasti Lê.

Kaisar Lê melarikan diri ke Qing Cina, dan memohon Kaisar untuk bantuan. Dia mengirim tentara ke Vietnam tapi dikalahkan di vietnam. Hari ini, Nguyễn Hue dianggap sebagai salah satu komandan militer yang paling sukses dalam sejarah Vietnam.

3Sun Tzu

544 SM-496 SM

Sun-Tzu 0

Sekarang bagaimana Anda bisa tidak tahu orang ini? Sun Tzu dikenal dengan bukunya “The Art of War”, yang menyajikan filosofi perang untuk mengelola konflik dan yang menang dalam pertempuran. Buku ini dianggap sebagai karya pada strategi, dan sering disebut dan dikutip oleh para jenderal sejak dipublikasikan.Sun Tzu, “The Art of War,” telah menginspirasi dan membantu jenderal militer yang mencapai kesuksesan – termasuk Napoleon dan Tokugawa Ieyasu .

 

2 Genghis Khan

Mongolia, 1162–1227

Genghis Khan

Komandan terkenal lain, bahkan untuk barat. Genghis Khan adalah pendiri Kekaisaran Mongol, kerajaan terbesar dalam sejarah. Khan menaklukkan beberapa kerajaan Asia Tengah, Asia Timur, Eurasia, Eropa Timur dan Timur Tengah. Dia mencapai ini feat luar biasa dengan menyatukan banyak suku nomaden di Asia utara-timur, dan melalui intelijen militer yang sangat baik dan taktis. Pada hari ini, Genghis Khan dianggap sebagai bapak pendiri Mongolia.

1 Yi Sun-Sin

Korea, 1545-1598

450px-Turtle Perahu

Laksamana Yi Sun-Sin adalah seorang pemimpin angkatan laut Korea dalam Perang Imjin, yang memenangkan 23 pertempuran dengan menggunakan taktik militer dan strategi yang sangat baik, meskipun ia kalah jumlah di setiap pertempuran yang dilakukannya.

Pertempuran Hansando , yang merupakan pertempuran yang paling penting dalam ternyata gelombang perang. Angkatan Laut Laksamana Yi itu sangat kalah jumlah dengan kapal Jepang (56 kapal Korea melawan 73 kapal Jepang), namun Yi berjaya melalui taktik militer yang sangat baik. korban Jepang 66 kapal hancur, dan lebih dari 9000 tentara tewas, sedangkan Korea tidak kehilangan kapal, dan hanya 19 tentara.

Mungkin yang paling menakjubkan kemenangan Yi di Pertempuran Myeongnyang , di mana ia melakukan hal yang mustahil dengan mengalahkan 333 kapal Jepang dengan hanya 13 kapal.

Hasil akhir adalah 123 kapal rusak dan / atau dihancurkan, dan 18.000 tentara Jepang tewas, sedangkan armada Yi tidak hilang kapal dan kehilangan hanya 36 tentara .Admiral Yi juga dikreditkan untuk penemuan yang efektif Kapal kura – kura(digambarkan di atas).

Kapal memiliki duri di atas, membuat tak bisa ditumpangi prajurit musuh di atasnya, dan memiliki kepala naga bagian depan, yang bisa menembak bola api keluar atau meriam.Admiral Yi bahkan dikreditkan oleh Laksamana Jepang, Tetsutaro Sato , di mana ia memilih Laksamana Yi sebagai Komandan militer yang lebih baik:

“Sepanjang sejarah telah ada beberapa jenderal yang telah mencapai capai pada taktik serangan frontal, serangan mendadak, konsentrasi dan pelebaran. Tidak diragukan lagi, Yi adalah panglima tertinggi angkatan laut bahkan berdasarkan literatur terbatas dari Perang Tujuh Tahun, dan meskipun fakta bahwa keberaniannya dan kecemerlangan tidak diketahui ke Barat, .Siapa pun yang bisa dibandingkan dengan Yi harus lebih baik dari Michiel de Ruyter dari Belanda. Nelson jauh tertinggal dari Yi dalam hal karakter pribadi dan integritas. Yi adalah penemu kapal perang tertutup dikenal sebagai kapal penyu. Dia adalah seorang komandan benar-benar hebat dan menguasai taktik angkatan laut dari tiga ratus tahun yang lalu. ”

 

Hari ini, Laksamana Yi dikenang sebagai pahlawan terbesar Korea, dan salah satu pemimpin militer terbesar dalam sejarah.

 

sumber:
danish56.blogspot

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on 10 Pimpinan Perang Paling Terkenal dari Asia Timur )

9 Pedang Pusaka Koleksi Dari Baginda Nabi Muhammad SAW

Posted on 27/01/2011. Filed under: Rasulullah SAW |

Berikut ini adalah Pedang koleksi dari Nabi Muhammad Rosululloh SAW

1. Al Ma’thur

pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahanda beliau, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.

2. Al Adb

Al-’Adb, nama pedang ini, berarti ‘memotong’ atau ‘tajam.’ Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Beliau menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.

3. Dhu Al Faqar

sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.

4. Al Battar

Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika beliau turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.

5. Hatf

sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika beliau mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan beliau juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Beliau menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.

6. Al Mikhdham

bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang beliau pimpin di Syria. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.

7. Al Rasub

pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.

8. Al Qadib:

Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.

9. Qal’a:

Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika beliau menemukan air Zamzam di Mekah.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.

 

sumber:
danish56.blogspot

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on 9 Pedang Pusaka Koleksi Dari Baginda Nabi Muhammad SAW )

10 Orang Yang Sangat Tangguh Di Medan Perang Yang Jarang Dikenal

Posted on 27/01/2011. Filed under: Sejarah, Tokoh |

Sejarah penuh dengan orang-orang hebat, dan sangat sulit untuk menentukan peringkat mereka, jadi di sini kita peringkat dengan urutan kronologis terbalik.Nikmati daftar dan pastikan untuk menyebutkan Tokoh Mengagumkan lain di komentar. Daftar ini terinspirasi oleh “buku Badass “oleh Ben Thompson yang berisi bab pada masing-masing karakter di bawah ini serta puluhan lebih.

10. Chandragupta Maurya (Kaisar India)
340 SM – 298 SM

Chandragupta Maurya, lahir di Bihar, India Timur, adalah seorang yatim piatu yang mengubah wajah India dan selamanya berubah dalam sejarahnya, dengan mencakar perjalanan dari daerah kumuh untuk membangun salah satu Kekaisaran paling luas dalam sejarah India.

Bukan hanya karena dia memimpin pasukan gajah sebanyak 9.000 unit, 50 juta orang dan 36.000 tentara – ia juga memiliki salah satu yang sangat mengagumkan (dan dahsyat) unit bodyguard.

Bodyguard pribadinya terdiri dari lebih dari 500 perempuan prajurit Yunani dan India.Dalam rangka untuk menghancurkan kerajaan Nanda, Maurya hanya dengan pedang perunggu Dia sendirian menyerbu istana.Ia ditangkap dan dipenjara, tetapi melarikan diri – selanjutnya menyatukan wilayahnya dan dikenal sejarah sebagai Tokoh yang hebat.

Akhirnya, ia melanjutkan untuk menghancurkan dinasti yang berkuasa dan menjadikannya dinasti yang paling lama berkuasa dinasti maurya

9. THE Surena (Jendral Maho)
84-52 SM


Surena (Seorang Jenderal) lahir ke dalam keluarga Surena yang telah turun temurun melindungi Raja Parthia (yang menemukan hari modern Iran), tapi itu adalah umum yang disebutkan nama keluarga dalam buku-buku sejarah.

Dengan semua wewenangnya dia adalah cowok paling keren di kota, yang terkuat, paling macho dan mematikan – dan sangat jelas sebagai orang hebat ia benar-benar terkenal sebagai THE Surena.

Ketika Raja Hydrodes digulingkan dan diusir dari Parthia, Surena memimpin misi untuk merebut kembali Kerajaan. Dia juga mengawal Selir harem yang sangat banyak, yang membutuhkan 200 Kereta kuda untuk mengangkut mereka, yang bepergian dan termasuk di arak-arakan militernya.

Ketika Crassus bodohnya memutuskan untuk mengambil alih Kekaisaran Parthia pada pertempuran Carrhae, ia dengan brutal dijatuhkan dengan salah satu kekalahan paling memalukan untuk Tentara Romawi yang pernah, oleh Surena dan anak buahnya.

Ketika ditawarkan kesempatan untuk menyerah, Crassus memerintahkan anak buahnya untuk melarikan diri dan akibatnya mereka semua tewas karena Surena mengejar mereka dan membunuh hampir seluruhnya. Crassus secara pribadi dipenggal oleh Surena dan dengan cairan emas dituangkan ke lehernya.

Plutarch berkata tentang dia: “[Dia] orang paling jangkung dan terbaik yang mencari jati dirinya sendiri, tetapi pesona dan kewanitaannya terlihat dari pakaiannya yang tidak mencerminkan sisi kelelakiannya saat ia benar-benar menjadi master , wajahnya dilukis, dan rambutnya dibelah seperti fashion dari negeri Madai “.

8 Charles Martel (Penyelamat Eropa)
688 – 741 M


Charles Martel – atau dikenal sebagai Charles Hammer – sangat tangguh, ia tidak hanya menghentikan invasi Islam di Eropa Barat, ia dianggap sebagai bapak pendiri Abad Pertengahan dan semua nikmat yang berasal dari itu (feodalisme, ksatria dan kesopanan), dan meletakkan dasar bagi kerajaan Carolingian (dia Moyang dari Charlemagne ).

Dia datang untuk berada dalam posisi memimpin pasukan melawan invasi Muslim, karena ia adalah Panglima Istana bawah raja-raja kaum Frank.Pada waktu itu Raja telah cukup berguna dan meninggalkan semua kerja keras ke pengurus istana.

Dia kalah hanya di satu pertempuran di masa hidupnya (Pertempuran Cologne) tetapi, yang paling penting, ia memenangkan Pertempuran Tours (10 Oktober 732) saat dua kota Perancis berperang melawan pasukan dari Kalifah bani Umayyah .Kekalahan tentara Muslim sangat signifikan dan, jika pertempuran meluas ke berbagai daerah, orang-orang eropa mungkin akan bisa berbahasa Arab dengan baik sekarang.

dan untuk melengkapi semua ia rendah hati ! Martel menolak untuk menerima gelar kehormatan dari Paus untuk menyelamatkan Eropa.

7. Ulf (The Quarrelsome)
Abad 11 M


Ulf (yang berarti serigala) yang suka bertengkar adalah parjurit Irlandia yang brutal dan saudara dari Raja Brian Boru (digambarkan di atas).Ia membenci Viking karena mereka membunuh ibunya ketika ia masih muda.

Sementara Raja Brian membuat nama untuk dirinya sendiri dengan menyatukan Irlandia, Ulf membuat nama untuk dirinya sendiri dengan membacok musuh-musuhnya di kepala dengan kapak pada pertempuran raksasa.

Persatuan Irlandia mengakhiri kekuasaan Skandinavia atas negara dan kerajaan kecil, tetapi beberapa orang tidak terlalu tertarik tentang urusan negara baru dan mereka memberontak – dengan bantuan ribuan Viking.Itu adalah Pertempuran Clontarf yang terkenal , pada 1014, Ulf benar-benar menunjukkan ketangguhannya. Setelah hampir sendirian menghancurkan pemberontak Viking, Ulf datang pada Bróðir – salah satu Viking menjijikkan sekitar (tukang sihir dan untuk menendangnya).

Berikut adalah kata-kata Njals tentang kisah bagaimana Ulf mengakhiri kehidupan Bróðir – dalam rangka balas dendam karena telah membunuh saudaranya, Raja Brian: “Ulf yang the Quarrelsome membelah perutnya, dan membawanya dan berputar-putar mengikatkan isi perutnya pada batang pohon, dan terus begitu sampai semua isi perutnya keluar, dan dia tidak mati sebelum perutnya benar-benar ksoong. ”

6 Harald Hardrada (Last Viking)
1015 – 25 September 1066


Harald adalah bungsu dari Raja Santo Olaf II dari Norwegia, lahir Asta Gudbrandsdatter. Setelah Raja Cnut membunuh saudaranya Saint Olaf (saat Harald a 15 tahun), ia pergi ke Konstantinopel dan membuat dirinya kaya.

Ia kemudian mengambil kesempatan untuk bergabung dengan tentara bayaran yang paling ditakuti, (Vanguard Bizantium) dan mulai bekerja (atau lebih tepatnya membelah) jalan melalui berbagai pasukan atas permintaan yang membayarnya ( berbagai raja-raja Eropa).

Selama masa hidupnya Harald melanjutkan pertempuran di mana saja ia bisa – Eropa, Timur Tengah dan Yerusalem. Dia bahkan berhasil mengambil sedikit waktu untuk menikah Putri Elisabeth dari Rusia. Akhirnya, Harald menjadi Raja Norwegia (setelah Pewaris tahta Raja Muda Magnus meninggal secara misterius).

Tidak puas hanya memerintah satu negara, ia menghabiskan bertahun-tahun mencoba menaklukkan Denmark (Denmark dan di Norwegia telah membuatnya jengkel).

Dia akhirnya memutuskan untuk menaruh energinya di tempat lain, yang akan ditaklukkan, tetapi alasan utama bahwa sejarah mengingat dia – dia memutuskan untuk menaklukkan Inggris. usahanya untuk menginvasi Inggris gagal dan pasukannya dihancurkan oleh Raja Harold Godwinson.

Harald adalah raja besar Viking terakhir Norwegia, dan keberaniannya menginvasi Inggris, dan kematiannya pada Pertempuran Stamford Bridge tahun 1066, menandai akhir zaman Viking dan awal Abad Pertengahan.

5.Tomoe Gozen (Pendekar Wanita)
1157 – 1247 M


Dua kata untuk wanita luar biasa ini : selir dan prajurit.Tomoe Gozen adalah hal yang sangat langka: seorang pejuang samurai wanita.Berikut adalah apa yang sejarah katakan tentang dia: “Tomoe sangat jelita, dengan kulit putih, rambut panjang, dan sosok yang menawan.
Dia juga seorang pemanah yang sangat kuat, dan sebagai ahli pedang ia setara dengan 1000 pasukan, siap untuk menghadapi setan atau dewa, menunggang atau berjalan kaki.Dia menunggangi kuda yang perkasa dengan keterampilan yang luar biasa, dia naik turun tanpa cedera keturunan berbahaya.
Setiap kali pertempuran akan terjadi, Yoshinaka dikirim keluar sebagai kapten pertama, dilengkapi dengan baju besi yang kuat, sebuah pedang besar dan kuat busur, dan dia melakukan lebih banyak keberanian daripada prajurit yang lain “Pujian Tinggi saat dominasi pria yang kuat saat abad13

Tomoe Gozen banyak memenggal kepala, banyak membantai, dan pensiun untuk hidup tenang menjadi seorang biarawati . Ya – biarawati.

4 Miyamoto Musashi (Kenshei Paling Sakti)
1584 – 1645

Miyamoto Musashi adalah seorang Kensei – (orang suci ahli pedang) . Di Jepang, kata ini digunakan untuk merujuk kepada orang yang begitu tangguh dan ahli dengan pedangnya, bahwa orang-orang percaya dengan kemampuan supranatural yang dimiliki.

Miyamoto Musashi adalah contoh terbaik dari sebutan kenshei yang pernah ada, .Dalam hidupnya ia menghadapi lebih dari 60 duel, dan memenangkannya semua.Ia dididik dalam ilmu pedang di sekolah ryu Yoshioka – sebuah sekolah yang kemudian dia hancurkan sendirian .

duel pertama pada usia tiga belas dan setelah itu ia mengembara bertarung dengan orang sebanyak mungkin, terlepas dari mereka memegang senjata.

Pada usia tiga puluh ia melakukan duel paling terkenal, melawan Sasaki Kojiro (Setan dari Provinsi Barat).Sasaki Kojiro, berkelahi dengan pedang dua tangan, sangat cepat dikalahkan oleh Musashi, yang berjuang dengan tongkat kayu kecil, ia mengukir di perahu kisah perjalanannya dalam berperang.

Bosan dengan pertempuran (dan menderita sakit) ia mengundurkan diri ke sebuah gua untuk hidup sebagai seorang pertapa dan menulis buku. Dia meninggal berlutut, dengan satu tangan pada pedangnya dan yang lainnya memegang tongkatnya.

3. Agustina of Aragon (Joan of Arc-nya Spanyol)
4 Maret 1786 – 29 Mei 1857


Agustina de Aragón adalah seorang pahlawan Spanyol yang membela Spanyol selama Perang Kemerdekaan Spanyol, pertama sebagai seorang sipil dan kemudian sebagai petugas profesional di Angkatan Darat Spanyol.

Begitu tangguhnya sampai-sampai dia dijuluki “Joan of Arc nya Spanyol”.Ketika perang pecah pada tahun 1808, di kota kecil Spanyol, dia mengambil sekeranjang apel untuk memberi makan penembak.

Ketika dia tiba dia melihat tentara Spanyol mengalami kekalahan besar karena tentara Prancis, menyebabkan Spanyol untuk melarikan diri. Bukannya melarikan diri, Agustina berlari ke meriam dan mulai untuk mempertahankan kota itu sendiri.

Melihat dia melakukan hal ini memberikan Spanyol keberanian untuk kembali menyerang dan membantunya.Setelah perjuangan berdarah, Prancis menghentikan serangan di Zaragosa dan meninggalkan pengepungan mereka untuk beberapa minggu, sebelum kembali untuk berperang di jalan jalan kota, dan pemukiman yang akhirnya dimemenangkannya.

Setelah ditangkap oleh Perancis, dia dipenjarakan namun ia kemudian melarikan diri dengan berani dan menjadi pemimpin pemberontak tingkat rendah untuk guerrilleros, membantu untuk mengatur serangan demi serangan yang melecehkan pasukan Prancis.

Pada tanggal 21 Juni 1813, ia bertindak sebagai komandan laskar garis depan dalam Pertempuran Vitoria, di bawah komando Mayor Cairncross.Pertempuran ini adalah untuk menghadapi Tentara Perancis yang menduduki Spanyol , dan dengan efektif bisa dihancurkan dan diusir.

Dia akhirnya menikah dengan dokter dan menjalani sisa hidupnya dalam damai, dan dengan bangga mengenakan medali pertempuran itu.

2. Jack Churchill (Mad Jack)
16 September 1906 – 8 Maret 1996


Dia melambangkan ketangguhan dan keberanian.Dijuluki “Fighting Jack Churchill” dan “Mad Jack”, dia adalah seorang tentara Inggris yang berperang selama Perang Dunia II bersenjata hanya dengan busur, panah dan Claymore (pedang).

Dia pernah berkata “setiap petugas yang pergi ke dalam aksinya tanpa pedangnya adalah tidak benar-benar berpakaian.” Ingat bahwa selama perang ini ia pada dasarnya menggunakan pedang dan busur dan anak panah menghadapi prajurit dengan tank dan senapan mesin.

Dia adalah satu-satunya tentara yang membunuh musuh dengan panah dalam perang dunia II.
Dan dalam gaya Inggris yang unik, dia bukan hanya berjuang – ia akan membangkitkan pasukan dengan nada riang dengan klarinet, karena ia adalah seorang ahli peniup klarinet dan selalu membawanya ke pertempuran.

Pada saat yang paling mengagumkan, Churchill memimpin tim komando ke barisan musuh “Apakah Kamu Tidak Datang Kembali Lagi?” dia bertanya pada alat musiknya.
Dia adalah satu-satunya anggota kelompok pasukan yang masih hidup – saat orang-orang lain terbunuh di sekelilingnya. Mungkin Jerman menyukai lebih menyukai permainan musiknya daripada membunuhnya.

Ketika perang berakhir dan dunia merayakan, Churchill tidak senang. Dia berkata: “Kalau bukan karena amerika sialan, kita bisa terus berperang 10 tahun lagi!” Dalam pensiun ia berselancar di Australia sebelum kembali ke Inggris untuk tinggal.

Dalam foto di atas Anda dapat melihat Churchill di sebelah kanan dengan pedang di tangan.

1.Bhanbhagta Gurung
September 1921 – 1 Maret 2008

Bhanbhagta Gurung berasal dari Nepal dan atas tindakannya satu hari dalam Perang Dunia II ia menerima Victoria Cross – penghargaan tertinggi yang tersedia untuk tentara Inggris dan Persemakmuran.

Cara terbaik untuk menghargai ketangguhannya adalah dengan membaca apa yang surat kabar London tuliskan tentang aksinya: “Pada tanggal 5 Maret 1945, di Snowdon-Timur, dekat Tamandu, Burma (sekarang Myanmar), Gurung dan unitnya mendekati Snowdon-Timur .

Pasukannya ditembaki oleh penembak jitu musuh dan banyak menjadi korban.Saat penembak jitu membunuh pasukannya satu demi satu, Rifleman Bhanbhagta Gurung, tidak tiarap karena dalam posisi itu ia tidak bisa balas menembak, ia berdiri dan dengan tenang membunuh musuh dengan senapan sniper nya, sehingga menyelamatkan sebagian besar pasukan untuk menjadi korban sniper musuh.

Unit pasukan ini maju lagi tapi datang dihujani banyak tembakan lagi.Tanpa menunggu perintah, Gurung bergegas maju , di bawah hujan tembakan ia menuju lubang perlindungan musuh dan menyerangnya dengan Melemparkan dua granat, ia membunuh dua penghuni dan tanpa ragu-ragu bergegas ke lubang musuh berikutnya dan membunuh orang Jepang di dalamnya dengan bayonet. lalu ia terus melanjutkannya sampai lubang ke emapt

“Selama serangan yang dilakukan sendiri pada keempat lubang perlindungan musuh, Rifleman Bhanbhagta Gurung menjadi sasaran hampir terus menerus tembakan senapan mesin dari bunker di ujung utara medan.” Untuk kelima kalinya, Gurung ” maju sendirian dalam menghadapi api musuh berat demi melumpuhkan posisi musuh dalam bunker.

Dia berlari ke depan dan melompat ke atap bungker dari mana, ia melemparkan dua granat asap Nomor 77 ke dalam celah bunker “. dua tentara Jepang yang lari keluar dari bunker dia bunuh dengan nya Kukri, dan kemudian masuk ke bunker yang sempit dan membunuh tentara Jepang yang tersisa. ”

Terus terang, sedangkan semua orang di daftar ini layak masuk dalam daftar ini, dua yang terakhir melakukan kehebatannya dengan istimewa.

 

sumber:
danish56.blogspot

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on 10 Orang Yang Sangat Tangguh Di Medan Perang Yang Jarang Dikenal )

Inilah 10 Peradaban Dunia Yang Lenyap dengan Misterius

Posted on 27/01/2011. Filed under: Sejarah |

Sepanjang sejarah kita, peradaban – peradaban kuno banyak yang lenyap oleh kematian , dihapuskan oleh bencana alam atau invasi. Tetapi ada beberapa peradaban masyarakat yang hilang yang telah membuat para peneliti benar-benar bingung:

10. Puebloans Olmec

Salah satu masyarakat Mesoamerika pertama, Olmec mendiami dataran rendah tropis di selatan tengah Meksiko .

Tanda-tanda pertama dari Olmec sekitar 1400 SM di kota San Lorenzo, penyelesaian Olmec utama yang didukung oleh dua pusat lainnya, Tenochtitlan dan Potrero Nuevo.

Peradaban Olmec adalah master pembangun dengan masing-masing situs utama mengandung pengadilan seremonial, gundukan rumah, piramida kerucut besar dan monumen batu termasuk kepala kolosal yang menjadikan peradaban mereka sangat dikenal.

peradaban Olmec sangat bergantung pada perdagangan, baik antar wilayah Olmec yang berbeda dan dengan masyarakat Mesoamerika lainnya.

Karena mereka salah satu kebudayaan Mesoamerika paling awal dan paling maju pada saat itu, mereka sering dianggap sebagai budaya ibu dari berbagai budaya Mesoamerika lainnya.

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Sekitar 400 SM sebelah timur separo wilayah Olmec mulai tak berpenghuni -mungkin karena perubahan lingkungan. Mereka mungkin juga mengungsi setelah aktivitas gunung berapi di daerah tersebut. Teori populer lain adalah bahwa mereka diserang, tetapi tidak ada yang tahu siapa penjajah yang mungkin menginvasi Bangsa olmec.

9. Puebloans Nabatean

Para Nabatean adalah budaya Semitik yang dihuni bagian dari Yordania, Kanaan dan Arab dari sekitar abad keenam SM. Mereka paling banyak dikenal sebagai pembangun kota Petra, yang menjadi pusat kota mereka.

Petra adalah kota yang mengesankan dipahat dari sisi tebing dengan mahkota permata yang menjadi Khazneh, atau harta karun, sebuah bangunan yang diilhami gedung Yunani raksasa.

Kekayaan Nabatean ‘diperoleh dengan menjadi jaringan pusat perdagangan yang kompleks, di mana mereka memperdagangkan gading, sutra, rempah-rempah, logam mulia, permata, kemenyan, gula parfum dan obat-obatan.

Karena luasnya rute perdagangan, budaya Nabatean sangat dipengaruhi oleh Helenistik Yunani, Roma, Arabia dan Asyur. Tidak seperti masyarakat lain waktu mereka, tidak ada perbudakan di Nabatean dan setiap anggota masyarakat memberikan kontribusi dalam tugas-tugas kerja.

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Selama abad ke keempat, Petra ditinggalkan Nabataen dan tidak ada yang benar-benar tahu mengapa.

bukti arkeologi membuktikan bahwa eksodus mereka adalah salah satu yang terorganisir yang tidak terburu-buru, yang membawa kita untuk percaya bahwa mereka tidak diusir dari Petra oleh budaya lain.

Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa ketika rute perdagangan mereka bergantung pada rute utara mereka tidak bisa lagi mempertahankan peradaban mereka dan meninggalkan Petra .

8. Kekaisaran Aksumite

Kekaisaran Aksumite dimulai pada abad pertama Masehi di tempat yang sekarang Ethiopia dan diyakini sebagai rumah dari Ratu Sheba.

Aksum merupakan pusat perdagangan utama dengan ekspor dari gading, sumber daya pertanian dan emas diperdagangkan di seluruh jaringan perdagangan Laut Merah dan selanjutnya ke Kekaisaran Romawi dan timur menuju India.

Karena itu, Aksum adalah masyarakat yang sangat kaya dan budaya Afrika pertama yang mengeluarkan mata uang sendiri, yang pada zaman kuno adalah tanda yang sangat penting. Monumen yang paling dikenal dari Aksum adalah stelae, obelisk diukir raksasa sebagai penanda kuburan raja dan bangsawan.

Awal Aksumites menyembah beberapa tuhan tapi tuhan utama mereka adlah Astar. Pada 324 M, Raja Ezana II memeluk Kristen dan sejak saat itu Aksum merupakan budaya yang sungguh-sungguh KristIAni, dan bahkan diduga rumah dari Perjanjian Tabut.

Ke mana mereka pergi?

Menurut legenda setempat, Ratu Yahudi bernama Yodit mengalahkan Kekaisaran Aksumite dan membakar gereja dan sastra.

Namun, yang lain percaya bahwa ratu selatan Bani al-Hamwiyah menyebabkan lenyapnya budaya Aksumite. teori lainnya termasuk perubahan iklim, isolasi perdagangan dan kemunduran pertanian menyebabkan kelaparan.

7. Mycenaeans

Tumbuh dari peradaban Minoan, Myceanaeans lahir sekitar tahun 1600 SM di Yunani selatan. tersebar di dua pulau dan daratan selatan, Myceaneans dibangun dan menguasai banyak kota-kota besar seperti Mycenae, Tiryns, Pylos, Athena, Thebes, Orchomenus, Iolkos dan Knossos.

Banyak mitos Yunani berpusat di sekitar Mycenae termasuk legenda Raja Agamemnon, yang memimpin pasukan Yunani selama Perang Troya. Para Myceaneans adalah kekuatan laut yang dominan dan dengan kecakapan angkatan laut mereka untuk perdagangan serta untuk militer.

Karena kurangnya sumber daya alam, bMyceaneans banyak mengimpor barang dan mengubah mereka menjadi item sellable, dan karena itu menjadi ahli pengrajin , dikenal di seluruh Aegea untuk senjata dan perhiasan yang mereka hasilkan

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Tidak ada yang tahu pasti, tapi satu teori adalah bahwa kerusuhan antara kelas petani dan kelas penguasa menyebabkan akhir Myceaneans. Sebab Lain diperkirakan karena gangguan pada rute perdagangan, atau faktor alam seperti gempa bumi.

Namun teori yang paling populer adalah bahwa mereka diserang oleh peradaban dari utara seperti Dorians (yang menetap di daerah tersebut setelah jatuhnya Myceaneans) atau Manusia Laut (yang pada waktu itu bermigrasi dari Balkan ke Timur Tengah ).

6. Kerajaan Khmer

Kerajaan Khmer tumbuh dari kerajaan Chenla yang sekarang Kamboja sekitar abad ke 9 Masehi dan menjadi salah satu kerajaan yang paling kuat di Asia Tenggara. kerajaan ini dikenal kebanyakan orang sebagai peradaban yang dibangun adalah Angkor ,terletak di ibukota Kamboja.

budaya Khmer yang sangat kuat dan kaya terbuka untuk beberapa sistem kepercayaan termasuk Hindu, Buddha Mahayana dan Theravada, sebagai agama resmi kekaisaran. Kekuasaan mereka juga termasuk militer yang kuat karena mereka banyak berperang melawan Annamese dan Chams.

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Penurunan kerajaan Khmer dapat dikaitkan dengan kombinasi dari beberapa faktor. Yang pertama adalah bahwa kerajaan itu diperintah oleh raja devarajo atau dewa, namun dengan pengenalan Buddhisme Theravada, yang mengajarkan pencerahan diri, membuat pemerintahan tertantang

Hal ini menyebabkan kurangnya keinginan untuk bekerja untuk devarajo yang mempengaruhi jumlah makanan yang diproduksi.

Selama masa pemerintahan Jayavarman VII, sebuah jaringan jalan yang rumit ini dibangun untuk memudahkan transportasi barang dan pasukan di seluruh Kekaisaran.

Tetapi beberapa ahli percaya bahwa jalan tersebut menjadi bumerang bagi mereka, sehingga memudahkan penjajah seperti Ayuthaya untuk mendapatkan akses langsung Menyerang Angkor.

5.Budaya Cucuteni-Trypillian

Di Rumania mereka adalah Cucuteni, di Ukraina mereka adalah Trypillians dan di Rusia mereka adalah Tripolie: budaya Neolitikum akhir yang berkembang antara 5500 SM dan 2750 SM.

Pada tinggi badan mereka, masyarakat Cucuteni-Trypillian membangun pemukiman Neolitik terbesar di Eropa, dengan beberapa perumahan sampai 15.000 orang. Salah satu yang terbesar misteri budaya ini adalah bahwa setiap 60 sampai 80 tahun sekali mereka akan membakar seluruh desa dan merekonstruksi ulang semuanya.

Budaya Cucuteni-Typillian adalah matriarkal, perempuan kepala rumah tangga dan juga melakukan pekerjaan pertanian dan membuat gerabah, tekstil dan pakaian. Laki-lakinya adalah pemburu, pembuat alat dan bertanggung jawab untuk merawat binatang peliharaan.

agama mereka berpusat di sekitar Dewi Ibu Yang agung yang merupakan simbol ibu dan kesuburan pertanian. Mereka juga menyembah banteng (kekuatan, kesuburan dan langit) dan Ular (keabadian dan gerakan kekal)

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Salah satu teori utama tentang akhir budaya Cucuteni-Trypillian adalah hipotesis Kurgan, yang menyatakan bahwa mereka ditaklukkan oleh budaya Kurgan yang suka berperang.

Namun, penemuan arkeologi yang lebih baru hal ini dikarenakan oleh perubahan iklim yang dramatis yang bisa menyebabkan kekeringan terburuk dalam sejarah Eropa- sangat berpengaruh bagi budaya yang sangat bergantung pada pertanian.

4. Clovis

Sebuah Budaya prasejarah Orang Amerika asli, budaya Clovis ada sejak 10.000 SM. Berpusat di dataran selatan dan tengah Amerika Utara mereka , penemuan arkeologi yang diakui adalah batu pecah disebut Clovis poin.

Mereka menggunakannya di ujung tombak untuk berburu binatang besar seperti mammoth dan bison dan binatang kecil seperti rusa dan kelinci. Orang-orang Clovis adalah manusia pertama di Dunia Baru dan dianggap sebagai nenek moyang dari semua budaya asli Amerika utara.

Banyak ahli percaya bahwa mereka melintasi jembatan Beringia tanah dari Siberia ke Alaska selama zaman es dan kemudian menuju ke selatan untuk menuju iklim yang lebih hangat.

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Ada beberapa teori di sekitar hilangnya budaya Clovis. Pertama menyatakan bahwa penurunan megafauna bersama dengan mobilitas kurang dalam budaya mereka membawa perpecahan yang membentuk kelompok-kelompok budaya baru, seperti budaya Folsom.

Teori lain adalah bahwa spesies mammoth dan lainnya menjadi punah karena perburuan yang berlebihan, meninggalkan Clovis tanpa sumber makanan yang layak.

Teori terakhir berkisar karena sebuah komet yang jatuh ke bumi di sekitar wilayah Great Lakes dan secara signifikan mempengaruhi kebudayaan Clovis.

3. Minoans

Dinamakan berdasar Raja Minos yang legendaris, Minoans dihuni apa yang sekarang konkrit sejak tahun 3000-1000 SM. Dalam mitologi Yunani, Minoa adalah tanah banteng dari Kreta dan anaknya, mahluk mitos yang tubuhnya setengah banteng setengah manusia, yang tinggal di labirin dan membunuh siapa pun yang masuk.

Pada kenyataannya, Minoans adalah peradaban pertama yang diketahui di Eropa .

Hari ini semua yang tersisa dari peradaban Minoan adalah istana mereka dan artefak2. Peradaban Minoan adalah salah satu dari organisasi sosial, seni dan perdagangan.

Awal Minoans menggunakan bahasa yang kita sebut Linear A, yang selama periode kemudian digantikan oleh Linear B, yang didasarkan pada pictographs. Tidak ada bukti dari setiap budaya militer yang ditemukan di istana Minoan dan tampaknya kekuatan mereka adalah murni kekuatan ekonomi.

Meskipun Minoans jatuh, budaya mereka diwarisi oleh Myceaneans dan kemudian diteruskan oleh Helenistik Yunani .

Ke mana mereka pergi?

Banyak ahli percaya bahwa peradaban Minoans lenyap oleh letusan gunung berapi di pulau Thera (sekarang Santorini), tetapi ada bukti bahwa mereka selamat.

Namun, letusan akan membunuh semua tanaman hidup sehingga mengarah kepada kelaparan, dan kapal mereka rusak menyebabkan penurunan ekonomi. hal lain yang juga dipercaya bahwa mereka diserang, mungkin oleh Myceaneans.

2.Peradaban Anasazi

Anasazi atau Leluhur Puebloans adalah budaya asli Amerika yang muncul di daerah 4 penjuru Amerika Serikat ( New Mexico, Arizona, Colordo, dan Utah ) sekitar 1200 SM.

Penduduk Puebloans awal adalah pemburu dan pengumpul yang tinggal di rumah-rumah lubang dangkal.Kemudian mereka mengembangkan hortikultura dan mulai pertanian jagung, kacang-kacangan dan Buncis.

Juga ditemukan di situs arkeologi Anasazi adalah tembikar hijau, keranjang dengan anyaman rumit, sandal buluh, jubah bulu kelinci, batu gerinda dan busur serta anak panah.

Dalam Pueblo II dan III era Anasazi diukir di seluruh kota keluar dari tebing di dekatnya seperti yang di Mesa Verde dan Bandelier atau mereka membangunnya di permukaan batu juga pada permukaan batu bata yang disebut Chaco Canyon.

kota ini adalah pusat dari budaya dan rakyat banyak yang terhubung satu sama lain melalui ratusan mil jalan raya.

Ke mana mereka pergi?

Sekitar 1300 M Leluhur Puebloans meninggalkan rumah tebing dan mulai pindah. Banyak ahli percaya bahwa, setelah ledakan populasi penduduk, metode pertanian yang buruk , kekeringan regional membuatnya sulit untuk menghasilkan makanan yang cukup.

Karena kurangnya makanan, Anasazi bergerak di sepanjang Rio Grande atau pada mesa Hopi, dan karena itu banyak bangsa Indian modern Pueblo percaya bahwa mereka adalah keturunan dari Peradaban Anasazi.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa perubahan iklim tidak bisa menjelaskan penurunan dari Anasazi sendiri dan menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan politik seperti konflik kekerasan menyebabkan akhir peradaban mereka.

1. Peradaban Lembah Indus

Setelah mendiami areal seluas ukuran Eropa barat di wilayah yang sekarang Pakistan dan India barat, Lembah Indus atau Peradaban Harappa berkembang 3300-1300 SM, daerah itu dihuni sejak tahun 7000 SM. Meskipun menjadi salah satu peradaban kuno terbesar, tidak banyak yang diketahui tentang peradaban Harappa, terutama karena bahasa mereka belum bisa diterjemahkan.

Kita tahu bahwa mereka membangun lebih dari seratus kota dan desa termasuk kota Harappa dan Mohenjo-Daro, masing-masing yang dibangun dengan tata letak terorganisir, dan sistem pemipaan kompleks dengan toilet dalam ruangan.

Bukti menunjukkan bahwa Harappa memiliki pemerintah bersatu dan bahwa tidak ada kelas sosial. Juga tidak ada bukti kegiatan militer sehingga kemungkinan bahwa mereka hidup dalam damai.

Mereka ahli astronom dan berpengalaman di bidang pertanian, gandum, jelai, kacang polong, melon, wijen dan kapas (menjadi peradaban pertama yang memproduksi kain katun) dan memelihara beberapa hewan termasuk sapi dan gajah.

Mengapa Peradaban ini Lenyap?

Ada beberapa teori mengenai apa yang terjadi pada peradaban Lembah Indus. Beberapa orang percaya bahwa mereka tidak bisa menerima perubahan terhadap lingkungan mereka, seperti penurunan ukuran sungai Hakra Ghaggar atau suhu yang menjadi dingin, suhu kering yang juga terjadi di seluruh Timur Tengah.

Teori lain yang populer adalah bahwa bangsa Arya menyerbu mereka sekitar 1500 SM.

sumber:
danish56.blogspot

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Inilah 10 Peradaban Dunia Yang Lenyap dengan Misterius )

Daftar Raja – Raja Jogjakarta

Posted on 27/01/2011. Filed under: Sejarah |

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan sedikit dari peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara yang masih hidup hingga kini, dan masih mempunyai pengaruh luas di kalangan rakyatnya.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47.

Berikut ini merupakan Sultan-sultan yang memerintah di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sejak awal didirikan hingga sekarang adalah :

1. Sultan Hamengku Buwono I

Sultan Hamengku Buwono I (6 Agustus 1717 – 24 Maret 1792) terlahir dengan nama Raden Mas Sujana yang merupakan adik Susuhunan Mataram II Surakarta. Sultan Hamengkubuwana I dalam sejarah terkenal sebagai Pangeran Mangkubumi pada waktu sebelum naik tahta kerajaan Ngayogyakarta, beliau adalah putra Sunan Prabu dan saudara muda Susuhunan Pakubuwana II. Karena berselisih dengan Pakubuwana II, masalah suksesi, ia mulai menentang Pakubuwana II (1747) yang mendapat dukungan Vereenigde Oost Indische Compagnie atau lebih terkenal sebagai Kompeni Belanda (perang Perebutan Mahkota III di Mataram).

Dalam pertempurannya melawan kakaknya, Pangeran Mangkubumi dengan bantuan panglimanya Raden Mas Said, terbukti sebagai ahli siasat perang yang ulung, seperti ternyata dalam pertempuran-pertempuran di Grobogan, Demak dan pada puncak kemenangannya dalam pertempuran di tepi Sungai Bagawanta. Disana Panglima Belanda De Clerck bersama pasukannya dihancurkan (1751). peristiwa lain yang penting menyebabkan Pangeran Mangkubumi tidak suka berkompromi dengan Kompeni Belanda. Pada tahun 1749 Susuhunan Pakubuwana II sebelum mangkat menyerahkan kerajaan Mataram kepada Kompeni Belanda; Putra Mahkota dinobatkan oleh Kompeni Belanda menjadi Susuhunan Pakubuwana III. Kemudian hari Raden Mas Said bercekcok dengan Pangeran Mangkubumi dan akhirnya diberi kekuasaan tanah dan mendapat gelar pangeran Mangkunegara.

Pangeran Mangkubumi tidak mengakui penyerahan Mataram kepada Kompeni Belanda. Setelah pihak Belanda beberapa kali gagal mengajak Pangeran Mangkubumi berunding menghentikan perang dikirimkan seorang Arab dari Batavia yang mengaku ulama yang datang dari Tanah Suci. Berkat pembujuk ini akhirnya diadakan perjanjian di Giyanti (sebelah timur kota Surakarta) antara Pangeran Mangkubumi dan Kompeni Belanda serta Susuhunan Pakubuwana III (1755). Menurut Perjanjian Giyanti itu kerajaan Mataram dipecah menjadi dua, ialah kerajaan Surakarta yang tetap dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwana III dan kerajaan Ngayogyakarta dibawah Pangeran Mangkubumi diakui sebagai Sultan Hamengkubuwana I yang bergelar Senopati Ing Ngalaga Sayidin Panatagama Khalifatullah dengan karatonnya di Yogyakarta. Atas kehendak Sultan Hamengkubuwana I kota Ngayogyakarta (Jogja menurut ucapan sekarang) dijadikan ibukota kerajaan. Kecuali mendirikan istana baru, Hamengkubuwana I yang berdarah seni mendirikan bangunan tempat bercengrama Taman Sari yang terletak di sebelah barat istananya. Kisah pembagian kerajaan Mataram II ini dan peperangan antara pangeran-pangerannya merebut kekuasaan digubah oleh Yasadipura menjadi karya sastra yang disebut Babad Giyanti. Sultan Hamengkubuwana I dikenal oleh rakyatnya sebagai panglima, negarawan dan pemimpin rakyat yang cakap. Beliau meninggal pada tahun 1792 Masehi dalam usia tinggi dan dimakamkan Astana Kasuwargan di Imogiri. Putra Mahkota menggantikannya dengan gelar Sultan Hamengkubuwono II. Hamengkubuwana I dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia pada peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2006.

2. Sultan Hamengku Buwono II

Hamengkubuwono II (7 Maret 1750 – 2 Januari 1828) atau terkenal pula dengan nama lainnya Sultan Sepuh. Dikenal sebagai penentang kekuasaan Belanda, antara lain menentang gubernur jendral Daendels dan Raffles, sultan menentang aturan protokoler baru ciptaan Daendels mengenai alat kebesaran Residen Belanda, pada saat menghadap sultan misalnya hanya menggunakan payung dan tak perlu membuka topi, perselisihan antara Hamengkubuwana II dengan susuhunan surakarta tentang batas daerah kekuasaan juga mengakibatkan Daendels memaksa Hamengkubuwono II turun takhta pada tahun 1810 dan untuk selanjutnya bertahta secara terputus-putus hingga tahun 1828 yaitu akhir 1811 ketika Inggris menginjakkan kaki di jawa (Indonesia) sampai pertengahan 1812 ketika tentara Inggris menyerbu keraton Yogyakarta dan 1826 untuk meredam perlawanan Diponegoro sampai 1828. Hamengkubuwono III, Hamengkubuwono IV dan Hamengkubuwono V sempat bertahta saat masa hidupnyaSri Sultan Hamengku Buwono II.

Saat menjadi putra mahkota beliau mengusulkan untuk dibangun benteng kraton untuk menahan seragan tentara inggris. Tahun 1812 Raffles menyerbu Yogyakarta dan menangkap Sultan Sepuh yang kemudian diasingkan di Pulau Pinang kemudian dipindah ke Ambon.

3. Sultan Hamengku Buwono III

Hamengkubuwana III (1769 – 3 November 1814) adalah putra dari Hamengkubuwana II (Sultan Sepuh). Hamengkubuwana III memegang kekuasaan pada tahun 1810. Setahun kemudian ketika Pemerintah Belanda digantikan Pemerintah Inggris di bawah pimpinan Letnan Gubernur Raffles, Sultan Hamengkubuwana III turun tahta dan kerajaan dipimpin oleh Sultan Sepuh (Hamengkubuwana II) kembali selama satu tahun (1812). Pada masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwana III keraton Yogyakarta mengalami kemunduran yang besar-besaran. Kemunduran-kemunduran tersebut antara lain :

  1. Kerajaan Ngayogyakarta diharuskan melepaskan daerah Kedu, separuh Pacitan, Japan, Jipang dan Grobogan kepada Inggris dan diganti kerugian sebesar 100.000 real setahunnya.
  2. Angkatan perang kerajaan diperkecil dan hanya beberapa tentara keamanan keraton.
  3. Sebagian daerah kekuasaan keraton diserahkan kepada Pangeran Notokusumo yang berjasa kepada Raffles dan diangkat menjadi Pangeran Adipati Ario Paku Alam I.

Pada tahun 1814 Hamengkubuwana III mangkat dalam usia 43 tahun.

4. Sultan Hamengku Buwono IV

Hamengkubuwono IV (3 April 1804 – 6 Desember 1822) sewaktu kecil bernama BRM Ibnu Jarot, diangkat sebagai raja pada usia 10 tahun, karenanya dalam memerintah didampingi wali yaitu Paku Alam I hingga tahun 1820. Pada masa pemerintahannya diberlakukan sistem sewa tanah untuk swasta tetapi justru merugikan rakyat. Pada tahun 1822 beliau wafat pada saat bertamasya sehingga diberi gelar Sultan Seda Ing Pesiyar (Sultan yang meninggal pada saat berpesiar).

5. Sultan Hamengku Buwono V

Hamengkubuwono V (25 Januari 1820 – 1826 dan 1828 – 4 Juni 1855) bernama kecil Raden Mas Menol dan dinobatkan sebagai raja di kesultanan Yogyakarta dalam usia 3 tahun. Dalam memerintah beliau dibantu dewan perwalian yang antara lain beranggotakan Pangeran Diponegoro sampai tahun 1836.

Dalam masa pemerintahannya sempat terjadi peristiwa penting yaitu Perang Jawa atau Perang Diponegoro yang berlangsung 1825 – 1830. Setelah perang selesai angkatan bersenjata Kesultanan Yogyakarta semakin diperkecil lagi sehingga jumlahnya menjadi sama dengan sekarang ini. Selain itu angkatan bersenjata juga mengalami demiliterisasi dimana jumlah serta macam senjata dan personil serta perlengkapan lain diatur oleh Gubernur Jenderal Belanda untuk mencegah terulangnya perlawanan kepada Belanda seperti waktu yang lalu.

Beliau mangkat pada tahun 1855 tanpa meninggalkan putra yang dapat menggantikannya dan tahta diserahkan pada adiknya.

6. Sultan Hamengku Buwono VI

Sultan Hamengku Buwono VI (19 Agustus 1821 – 20 Juli 1877) adalah adik dari Hamengkubuwono V. Hamengkubuwono VI semula bernama Pangeran Adipati Mangkubumi. Kedekatannya dengan Belanda membuatnya mendapat pangkat Letnan Kolonel pada tahun 1839 dan Kolonel pada tahun 1847 dari Belanda.

7. Sultan Hamengku Buwono VII

Nama aslinya adalah Raden Mas Murtejo, putra Hamengkubuwono VI yang lahir pada tanggal 4 Februari 1839. Ia naik takhta menggantikan ayahnya sejak tahun 1877.
Pada masa pemerintahan Hamengkubuwono VII, banyak didirikan pabrik gula di Yogyakarta, yang seluruhnya berjumlah 17 buah. Setiap pendirian pabrik memberikan peluang kepadanya untuk menerima dana sebesar Rp 200.000,00. Hal ini mengakibatkan Sultan sangat kaya sehingga sering dijuluki Sultan Sugih.

Masa pemerintahannya juga merupakan masa transisi menuju modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan mengirim putra-putranya belajar hingga ke negeri Belanda.

Pada tanggal 29 Januari 1920 Hamengkubuwono VII yang saat itu berusia lebih dari 80 tahun memutuskan untuk turun tahta dan mengangkat putra mahkota sebagai penggantinya. Konon peristiwa ini masih dipertanyakan keabsahannya karena putera mahkota (GRM. Akhadiyat) yang seharusnya menggantikan tiba-tiba meninggal dunia dan sampai saat ini belum jelas penyebab kematiannya.

Dugaan yang muncul ialah adanya keterlibatan pihak Belanda yang tidak setuju dengan putera Mahkota pengganti Hamengkubuwono VII yang terkenal selalu menentang aturan-aturan yang dibuat pemerintah Batavia.

Biasanya dalam pergantian tahta raja kepada putera mahkota ialah menunggu sampai sang raja yang berkuasa meninggal dunia. Namun kali ini berbeda karena pengangkatan Hamengkubuwono VIII dilakukan pada saat Hamengkubuwono VII masih hidup, bahkan menurut cerita masa lalu sang ayah diasingkan oleh anaknya pengganti putera mahkota yang wafat ke Keraton di luar keraton Yogyakarta.

Hamengkubuwono VII dengan besar hati mengikuti kemauan sang anak (yang di dalam istilah Jawa disebut mikul dhuwur mendhem jero) yang secara politis telah menguasai kondisi di dalam pemerintahan kerajaan. Setelah turun tahta, Hamengkubuwono VII pernah mengatakan “Tidak pernah ada Raja yang mati di keraton setelah saya” yang artinya masih dipertanyakan. Sampai saat ini ada dua raja setelah dirinya yang meninggal di luar keraton, yaitu Hamengkubuwono VIII meninggal dunia di tengah perjalanan di luar kota dan Hamengkubuwono IX meninggal di Amerika Serikat. Bagi masyarakat Jawa adalah suatu kebanggaan jika seseorang meninggal di rumahnya sendiri. Hamengkubuwono VII meninggal di keraton pada tanggal 30 Desember 1931 dan dimakamkan di Imogiri.

Versi lain mengatakan bahwa Hamengkubuwono VII meminta pensiun kepada Belanda untuk madeg pandito (menjadi pertapa) di Pesanggrahan Ngambarukmo (sekarang Ambarukmo). Sampai saat ini bekas pesanggrahan itu masih ada dan di sebelah timurnya dulu pernah berdiri Hotel Ambarukmo yang sekarang sudah tidak ada lagi.

8. Sultan Hamengku Buwono VIII

Sri Sultan Hamengkubuwono VIII (Kraton Yogyakarta Adiningrat, 3 Maret 1880 – Kraton Yogyakarta Adiningrat, 22 Oktober 1939) adalah salah seorang raja yang pernah memimpin di Kesultanan Yogyakarta. Dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta pada tanngal 8 Februari 1921. Pada masa Hamengkubuwono VIII, Kesultanan Yogyakarta mempunyai banyak dana yang dipakai untuk berbagai kegiatan termasuk membiayai sekolah-sekolah kesultanan.
Putra-putra Hamengkubuwono VIII banyak disekolahkan hingga perguruan tinggi, banyak diantaranya di Belanda. Salah satunya adalah GRM Dorojatun, yang kelak bertahta dengan gelar Hamengkubuwono IX, yang bersekolah di Universitas Leiden.

Pada masa pemerintahannya, beliau banyak mengadakan rehabilitasi bangunan kompleks keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah bangsal Pagelaran yang terletak di paling depan sendiri (berada tepat di selatan Alun-alun utara Yogyakarta). Bangunan lainnya yang rehabilitasi adalah tratag Siti Hinggil, Gerbang Donopratopo, dan Masjid Gedhe. Beliau meninggal pada tanggal 22 Oktober 1939 di RS Panti Rapih Yogyakarta karena menderita sakit.

9. Sultan Hamengku Buwono IX

Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Yogyakarta, 12 April 1912-Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988) adalah salah seorang raja yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun, Hamengkubuwono IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda (”Sultan Henkie”). Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Songo”. Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”.

Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.

10. Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan Hamengkubuwono X (Kraton Yogyakarta Hadiningrat, 2 April 1946 – sekarang) adalah salah seorang raja yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 1998. Hamengkubuwono X lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito.

Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram. Hamengkubuwono X adalah seorang lulusan Fakultas Hukum UGM dan dinobatkan sebagai raja pada tanggal 7 Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwono Senapati ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Dasa.

Hamengkubuwono X aktif dalam berbagai organisasi dan pernah memegang berbagai jabatan diantaranya adalah ketua umum Kadinda DIY, ketua DPD Golkar DIY, ketua KONI DIY, Dirut PT Punokawan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, Presiden Komisaris PG Madukismo, dan pada bulan Juli 1996 diangkat sebagai Ketua Tim Ahli Gubernur DIY.Setelah Paku Alam VIII wafat, dan melalui beberapa perdebatan, pada 1998 beliau ditetapkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dengan masa jabatan 1998-2003.

Dalam masa jabatan ini Hamengkubuwono X tidak didampingi Wakil Gubernur. Pada tahun 2003 beliau ditetapkan lagi, setelah terjadi beberapa pro-kontra, sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk masa jabatan 2003-2008. Kali ini beliau didampingi Wakil Gubernur yaitu Paku Alam IX.Sejak menggantikan ayahnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang meninggal di Amerika, 8 Oktober 1988, Ngersa Dalem, demikian ia biasa disapa, dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyatnya.

Dalam suatu kesempatan, ia pernah mengatakan, keberpihakan pada rakyat itu tetap harus dilakukan sebagai suatu panggilan. “Saya harus membentuk jati diri untuk tumbuh dan mengembangkan wawasan untuk keberpihakan itu sendiri sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan. Selain itu, masyarakat juga agar mengetahui setiap gerak langkah saya dalam membentuk jati diri, dan rakyat diberi kesempatan untuk melihat bener atau tidak, mampu atau tidak, sependapat atau tidak, dan sebagainya”, ujuarnya.

Keberpihakannya pada rakyat ini memang terbukti. Pada 14 Mei 1998, ketika gelombang demontrasi mahasiswa semakin membesar, Sultan mengatakan, “Saya siap turun ke jalan”. Ia benar-benar tampil dan berpidato di berbagai tempat menyuarakan pembelaan pada rakyat, sambil berpesan “Jogja harus menjadi pelopor gerakan reformasi secara damai, tanpa kekerasan”.Aksi turun ke jalan yang dilakukan Sri Sultan HB X itu bukan tanpa alasan. “Jika pemimpin tidak benar, kewajiban saya untuk mengingatkan. Karena memang kebangetan (keterlaluan), ya tak pasani sesasi tenan (ya saya puasai sebulan penuh)”, katanya.
Puasa itu dimulai 19 April dan berakhir 19 Mei 1998 saat Sri Sultan HB X dan Sri Paku Alam VIII tampil bersama menyuarakan “Maklumat Yogyakarta”, yang mendukung gerakan reformasi total dan damai. Itu yang dia sebut ngelakoni.

Pada akhir puasa, ia mengaku mendapat isyarat kultural “Soeharto jatuh, manakala omah tawon sekembaran dirubung laron sak pirang-pirang” (sepasang sarang tawon dikerumuni kelekatu dalam jumlah sangat banyak).

“Bukan maksud saya mengabaikan peran mahasiswa. Saya hanya mendukung gerakan itu dengan laku kultural. Itu maksud saya”. Memang, sehari setelah banjir massa yang jumlahnya sering disebut lebih dari sejuta manusia di Alun-alun Utara Jogjakarta—mengikuti Aksi Reformasi Damai dengan mengerumuni sepasang berigin berpagar (ringin kurung)—Soeharto pun lengser.
Sri Sultan HB X dengan Keraton Jogjakarta-nya memang fenomenal. Kedekatannya dengan rakyat, dan karena itu juga kepercayaan rakyat terhadapnya, telah menjadi ciri khas yang mewarisi hingga kini. Lihat saja, misalnya, pada 20 Mei 1998, di bawah reksa Sultan, aparat keamanan berani melepas mahasiswa ke alun-alun utara. Sebelum itu hampir setiap hari mahasiswa bersitegang melawan aparat keamanan untuk keluar dari kampus.

Di pagi hari yang cerah di hari peringatan Kebangkitan Nasional 1998 itu, mahasiswa berbaris dengan amat tertib menyuarakan “mantra” sakti reformasi menuju Alun-alun Utara. Mereka pergi untuk mendengarkan maklumat yang akan dibacakan sebagai semacam pernyataan politik Sri Sultan.

Di era reformasi, bersama Gus Dur, Megawati dan Amien Rais, Sultan Hamengku Buwono X menjadi tokoh yang selalu diperhitungkan. Legitimasi mereka berempat sebagai tokoh-tokoh yang dipercaya rakyat bahkan melebihi legitimasi yang dimiliki lembaga formal seperti DPR. Mereka berempat adalah deklarator Ciganjur, yang lahir justru ketika MPR sedang melakukan bersidang. Mereka berempat, plus Nurcholis Madjid dan beberapa tokoh nasional lain, diundang Pangab Jenderal TNI Wiranto untuk ikut mengupayakan keselamatan bangsa, setelah pristiwa kerusuhan di Ambon.Pada masa kepemimpinannya, Yogyakarta mengalami gempa bumi yang terjadi pada bulan Mei 2006 dengan skala 5,9 sampai dengan 6,2 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 6000 orang dan melukai puluhan ribu orang lainnya.

Pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-61 di Pagelaran Keraton 7 April 2007, ia menegaskan tekadnya untuk tidak lagi menjabat setelah periode jabatannya 2003-2008 berakhir. Dalam pisowanan agung yang dihadiri sekitar 40.000 warga, ia mengaku akan mulai berkiprah di kancah nasional. Ia akan menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk kepentingan bangsa dan negara.

 

 

sumber:
danish56.blogspot

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Daftar Raja – Raja Jogjakarta )

« Previous Entries
  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 673,690 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: