Archive for December 15th, 2010

Ibu Selalu Tahu…

Posted on 15/12/2010. Filed under: Ibu dan Puisi |

Tiap kali menatap wajah ibu, hatiku akan bersimbah cinta…

Menelusuri tiap lekuk garis wajahnya yang menua..

Mengamati tiap helai rambutnya yang memutih..

Ku pandang ibu dalam lelap tidurnya..

Duhai Rabb, betapa muliah Engkau ciptakan dia.

Entah dari mana engkau bentuk hatinya yang begitu tulus..

Ku raba tangannya yang mulai keriput, tangan kasar namun bertabur berkah..

Ku ingin menciumnya agar berkah itu mengalir padaku..

Duhai penguasa jagad raya..

Alangkah tegar dia Kau bentuk, namun betapa lembut kasihnya Kau curahkan..

Ibu..

Menggoreskan tentangmu, tak akan ada kata yang mampu mewakilkannya..

Menggambarkan indahmu tak ada tinta yang mampu mewarnai sucimu..

Menguntai kata terindah untukmu, tak akan ada pujangga yang mampu menuliskan keagunganmu..

Ibu..

Bisa apa aku tanpamu..?

Saat ku gelisah, kau tau ada yang mengganggu fikirku.. Dan belaianmu mampu menenangkanku..

Saat ku menangis, kau tahu ada yang mengusik hatiku.. Dan senyumanmu akan mendamaikan qalbuku..

Ketika malam tiba, kau tahu ku takut gelap.. Dan aku akan segera mendapatkan pelukanmu, dan sirna sudah takutku.. Ketika ku sakit, ibu tahu penderitaanku, dan ku yakin dia merasakan jauh lebih sakit dari yang ku rasakan, akan ku temukan raut sedih dan air mata tiap menatapku yang lemah.

Ibu tahu betapa sedihnya aku ketika ku gagal meraih apa yang ku inginkan.. Dan dia akan memacu semangatku lagi.

Ibu tahu saat ku jatuh cinta, dan senyumnya akan menggodaku, namun nasihatnya membuatku tak berani melangkah terlalu jauh..

Ibu tahu ketika ku lelah, pijatannya mampu mengantarku dalam tidur yang lelap.. Ibu tahu tiap detail kesukaanku.. Dan apa yang tak kusuka. Ibu tahu semua makanan favoritku..

Ibu tahu saat ku begadang mengerjakan tugas-tugasku, dan akan ku temukan segelas susu atau kopi hangat di atas mejaku..

Ibu tahu, aku begitu sibuknya dan tak sempat membereskan kamar dan pakaian kotorku sehingga dia yang mengerjakan semuanya..

Ibu tahu ketika ku pulang, aku akan begitu laparnya sehingga tiap ku tiba, di meja telah tersaji makanan favoritku.. Ketika ku jauh dari ibu..

Ibu tahu saat ku rindu padanya, maka tak lama HP ku akan berdering dan ibulah yang menelponku.. Saat ku sakit ibu tahu, dan jauh di sana ibupun akan gelisah.. Ibu pun tahu betapa besarnya cintaku padanya, walau..

Aku tak pernah tahu, bila ibu sakit, aku tetap lelap dalam tidurku.. Dan ibu akan tertatih meraba mencari obat sendiri untuk mengatasi sakitnya..

Aku tak pernah tahu, bila ibu galau, dan aku mengabaikan keluhannya.. Dan ibu akan memikirkan masalahnya sendiri..

Aku tak pernah tahu, ketika ibu lelah mengurusi smua kebutuhanku, dan tak ku pedulikan rintihan pegal badannya.. Dan ibu akan mengatasi pegalnya dengan mencoba memijat dirinya sendiri..

Aku tak pernah tahu jika ibu melarangku, itu untuk kebaikanku, dan aku berlalu dari hadapannya dengan wajah tertekuk, dan ibu terluka..

Aku tak pernah tahu, jika ibu mengomel, itu smua agar aku tak melakukan kesalahan yang sama lagi. Namun ku membalas dengan kata-kata yang mampu melukai hatinya..

Aku tak pernah tahu, betapa sedihnya ibu saat ayah tiada, dan aku pun dengan mudahnya memutuskan bekerja di tempat yang jauh, meninggalkan ibu dalam sepinya..

Aku tak pernah tahu betapa takutnya ibu kehilanganku, saat ku memutuskan untuk menikah.. Dan setelahnya ku sibukkan diriku dengan keluarga baruku, dan mengabaikan ibu dalam sendirinya..

Ibu.. Selalu tahu.. Namun aku.. Tak pernah tahu.. “Allahummaghfirlana wa li walidaina warhamhuma kama rabbayana shighara” Amin….amin ya Rabbal alamin.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Ibu Selalu Tahu… )

Kisah Jihad Palestina : Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Posted on 15/12/2010. Filed under: Kisah Islami |

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya,

“Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?”

Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

 

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Kisah Jihad Palestina : Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza )

Muhammad Izz ad-Din al-Qassam

Posted on 15/12/2010. Filed under: Tokoh |

 

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Izzuddin Abdul Qadir Al-Qassam lahir tahun 1882 M di Jibillah, sebuah tempat di Suria. Pernah belajar di Al-Azhar untuk beberapa tahun mulai tahun 1906, di Mesir ia banyak belajar kepada Shaikh Muhammad Abduh. Setelah kembali ke Suria beliau menjadi seorang imam, guru sekaligus shaikh di daerah Jilah Al-Adhamiyah, sebuah wilayah di bahagian utara Syria. Ketika terjadi revolusi terhadap Penjajah Perancis di sana belaiu menjadi orang yang terdepan untuk membela tanah airnya dari penjajah Prancis, sampai terjadi peristiwa Perang Melson di tahun 1920.

Perlawanan kepada Penjajah Prancis menjadi semakin rumit sehingga beliau di jatuhi hukuman mati oleh penjajah Prancis, sehingga beliau memutuskan untuk pindah ke Haifa, Palestina. Disamping untuk menghindari hukuman mati oleh penjajah Prancis, kepindahan beliau ke Haifa juga karena semakin banyaknya pendatang haram yahudi di tanah Palestina.
Izzudin Al-Qassam datang ke Palestina sebagai seorang Mujahid yang mengerti persis akan rancangan jahat Yahudi di tanah Palestina. Ia mengerti betul akan rencana jahat Yahudi yang telah mereka tuangkan dan sepakati di Basel, Swizland pada 29-30 Agustus 1896, disana mereka merencanakan untuk mendirikan sebuah negara Zionis khusus untuk orang yahudi di tanah Palestina.

Di Haifa dia tinggal di rumah Haji Amin Nuruddin dan aktif mengajar dan berceramah di Masjid An Nasr. Kemudiannya berpindah tugas di Masjid Al Istiqlal Masjid terbesar ketika itu. Pada tahun 1927 dia mendirikan Jam’iyah Asy-Syubban Al-Muslimin (Persatuan pemuda Muslim) di Kota Haifa dan dia bertindak sebagai pemimpinnya. Beliau mengajak warga Palestina membicarakan ancaman Yahudi ini walaupun sebahagian daripada mereka mempunyai pendapat yang aneh. Ada di antara mereka yang bepandangan bahwa cukup untuk menghadapi mereka dengan demonstrasi, atau mengatakan cukup dengan perundingan saja. Bahkan ada yang pergi ke Inggris untuk mencari jalan penyelesaian permasalahan ini.
Selama tujuh tahun membaur dengan masyarakat, mengenali mereka, mengadakan pembinaan, latihan organisasi dan mempersiapkan mereka untuk berhadapan dengan saat yang bakal menentukan masa depan. Dalam masa tujuh tahun beliau menjalankan pelbagai aktifitas; guru di sekolah, pembimbing rohani di masjid, pekerja di Pejabat Syariat dan ketua pergerakan. Hubungan dengan berbagai kalangan masyarakat juga membuat beliau memiliki dana keuangan. Perjuangannya sangat menitikberatkan kepada tiga perkara utama.
1. Kewaspadaan terhadap ancaman Yahudi secara berterusan.
2. Ajakan untuk berjihad.
3. Memilih orang-orang yang berkualitas dan mempunyai fikrah yang benar serta keahlian militer.

Menurut Shaikh Izzudin Al-Qassam mempersiapkan Generasi Pejuang bisa dengan jalan :
1. Mengadakan hubungan baik dengan setiap orang, baik yang mempunyai komitmen pada agama maupun tidak. Jika orang ini berubah, maka ia akan menjadi pejuang yag hebat dan dapat menjalankan tugas-tugasnya untuk memelihara hubungan yang luas.
2. Menanamkan rasa cinta di antara sesama manusia karena penjajah dan yahudi telah banyak menyebarkan bibit-bibit perpecahan di kalangan masyarakat.
3. Mengajak orang yang dianggap baik dengan berkunjung ke rumahnya. Sheikh Izzudin saling membina suasana keakraban dan persaudaraan sehingga mencapai tahap berterus-terang untuk menyatakan tujuan perjuangan yaitu menyelamatkan Palestin.
4. Izzudin berkeyakinan bahawa Palestin tidak akan dapat diselamatkan kecuali jika rakyatnya dibangkitkan rasa tanggung-jawabnya, lelaki, perempuan, orang awam ataupun ulama meyakini dan bangun berjuang.

Tahun 1931, pasukan yang beliau bentuk telah menyerang perkampungan Yahudi di Yagur. Dalam penyerangan tersebut tiga orang tentera Yahudi telah terbunuh. Pasukan Izzuddin Al-Qassam meneruskan penyerangannya dan menyebarkannya ke seluruh wilayah pegunungan. Setelah pasukan Inggris yang bekerjasama erat dengan Zionis bertindak mempersempitkan ruang geraknya di Haifa, maka Sheikh Al Qassam bersama enam sahabat rapatnya berpindah ke daerah pergunungan pada tahun 1935.

Pasukan yang beliau bentuk mencapai jumlah 200 orang. Dari jumlah tersebut dia membaginya menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima orang dan salah seorang daripada mereka akan diangkat sebagai pemimpin dan pemberi arahan. Dalam tempo yang agak singkat, pasukannya bertambah banyak dan mencapai keanggotaan 800 pejuang. Setiap unit yang asalnya terdiri dari lima orang membesar menjadi sembilan orang.

Rencana berjalan sebagaimana yang diharapkan. Di tahun 1935, Izzudin Al Qassam dalam usianya yang telah mencapai enam puluh tahun keluar pada satu malam dengan mengenakan pakaian pejuang setelah meninggalkan pakaian tokoh agama. Dia mengumpulkan aggota keluarganya untuk memberitahukan niatnya dan menjanjikan untuk berjumpa di syurga. Pasukan Inggeris dengan senjata yang lengkap dan dibantu dengan pesawat bertempur menyerang pasukan Izzuddin Al-Qassam di Ya’bad. Dalam pertempuran tersebut Izzuddin Al-Qassam gugur sebagai syahid bersama dua orang pejuang lainnya pada 20 November 1935.

Orang-orang diseluruh Palestina melakukan solat jenazah ghaib untuk beliau. Jenazah as Syahid Izzudin al Qassam dengan bajunya yang berlumuran darah dibawa oleh ribuan orang ke makam yang ada di kampungnya. Kesyahidan tiga pejuang tersebut telah mencetuskan lebih banyak penentangan, pergolakan dan perlawanan terhadap penjajahan Inggris dan Zionis terhadap bumi palestin. Jasa Sheikh Izzuddin Al Qassam senantiasa dikenangi oleh orang-orang Islam terutamanya di Palestin malahan dijadikan nama Sayap HAMAS (Harakah Muqawamah Islamiyah), Yaitu menjadi Nama Batalion Izzudeen Al-Qassam, Sebuah Batalion perlawanan terhadap Yahudi yang pada perang Al-Furqan Kemarin, Zionist Yahudi tidak berdaya melawannya.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Muhammad Izz ad-Din al-Qassam )

Kisah Jihad Palestina : Mukjizat Allah di Palestina

Posted on 15/12/2010. Filed under: Kisah Islami |

Tentara Israel diselimuti rasa ketakutan. Mujahid yang syahid memancarkan bau kesturi. Aneh bin ajaib, meski tiap hari dibunuhi tentara Israel, pejuang-pejuang Palestina tak pernah habis. Ibarat hilang satu tumbuh seribu, begitu seterusnya. Mereka juga tak pernah surut semangat juangnya, meski hampir setiap hari dijatuhi bom dan rudal.

Kota Jenin menjadi saksinya. Kota yang terletak di Tepi Barat itu dibombardir Israel sebulan yang lalu. Ratusan rudal yang dilepaskanpesawat-pesawat tempur dan tank-tank Zionis, menghantam kota yang menjadi penampungan pengungsi rakyat Palestina itu.

Hanya bersenjata AK47 dan M-16, para pejuang Palestina memberikan perlawanan sengit. Ratusan warga sipil dan anak-anak menjadi korban —sesuatu yang sebenarnya dilarang PBB— akibat serangan brutal itu. Tetapi di pihak Israel bukan tidak ada yang mati. Tidak kurang dari 24 orang pasukan Israel tewas, dan 130 lainnya cedera. Itu yang diakui Israel. Tentu jumlah sebenarnya jauh lebih besar. Israel tidak mau menyebutkan jumlah korban pastinya, karena akan menjatuhkan moral tempur pasukannya. Buktinya, Panglima Perang Zionis, Shaol Mofaz akhirnya harus mencopot perwira yang memimpin penyerangan Jenin, karena dianggap gagal.

Rupanya, ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka tidak pernah mengendor. Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya, “demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.” Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin. Salah seorang pasukan cadangan Israel mengatakan, “Kami melaksanakan tugas ini karena memang wajib, tidak ada yang senang berperang di sini. Kondisi di sana memang menyeramkan sekali.” Bahkan ia berharap, dunia internasional menekan pemerintahan Ariel Sharon. “Apakah tekanan terhadap pemerintahan (Sharon) telah dilakukan, agar menarik mundur pasukannya? Berapa hari lagi kita harus bertahan di sini?” kata tentara itu ketakutan. (almujtama’, 13/4/2002)

Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26:”Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.” Yang jelas ketika tentara Israel yang brutal itu dilanda ketakutan, keadaan sebaliknya justru dialami para mujahidin. Meski melawan musuh yang didukung Amerika Serikat, semangat tempur para mujahidin tak pernah kendor. Tak lain, karena mereka berperang di atas lembaran tauhid, ala at tauhid `isynaa wa min ajli at tauhiid namuut (di atas rel tauhid kami hidup dan untuk tauhid kami mati).

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Kisah Jihad Palestina : Mukjizat Allah di Palestina )

Kisah Jihad Palestina : Jenggot Memanjang

Posted on 15/12/2010. Filed under: Kisah Islami |

Ada kisah yang tidak kalah harunya dengan turunnya para malaikat di kota Jenin. Ja’far Raihan terperanjat saat membongkar kuburan saudara kandungnya yang telah 100 hari syahid. Adiknya bernama Muhammad dan Ashim Raihan. Mereka berasal dari daerah Tel Janub (Bukit Selatan) di wilayah Nablus. Ja’far terkejut saat menggali kuburan adiknya Muhammad Raihan pada 18/2/2002. Dia mencium harum semerbak kasturi yang mengalir deras dari liang lahat dan jasad Muhammad. Wangi kasturi keluar saat diangkatnya papan lantai kuburannya. Harum wangi seperti ini juga menyentuh ibunya Muhammad Farhat, yang syahid pada usianya yang masih belia, 17 tahun. Farhat seorang anggota Brigade al Qassam. Remaja belia ini telah merelakan dirinya menjadi eksekutor istisyahadiyah (bom syahid). Ia berhasil melewati berbagai pos penjagaan tentara Israel, lalu meledakkan dirinya. Bom itu kemudian menyambar beberapa tentara Israel, dan mereka semua tewas. Begitu Farhat syahid, ibunya mencium bau wangi kasturi yang menyengat di rumahnya. Si ibu yakin, itu pertanda bahwa anaknya telah berhasil meraih apa yang telah dicita-citakan setiap mujahid, menggapai syahadah (mati syahid).

Kembali kepada kisah Muhammad. Menurut penuturan Ja’far, ia lebih heran lagi ketika meraba darah segar yang mengalir dari tubuh Sang Adik. Jasad itu terasa hangat seakan-akan ia masih hidup. Ja’far serasa ingin membangunkan adiknya dari tidur indah itu. Disaksikan orang banyak, ia kemudian menghapus keringat dari kening adiknya. Dan yang paling menakjubkan lagi, kata Ja’far, sebagai keagungan para syuhada bahwa jenggotnya Muhammad terus memanjang tumbuh. Menyaksikan itu, keluarga dan yang hadir terus bertakbir, “Allahu Akbar…. Allahu Akbar… Allahu Akbar…!

Bersyukurlah kepada Allah atas kemuliaan-Nya bagi para syuhada. Mereka hanya tidur bagai tidurnya seorang pengantin yang tenang. Ini hanya sekelumit kisah tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terjadi di medan Jihad Palestina. Sesungguhnya mereka, para syuhada itu, hidup dan mendapatkan rezeki dari sisi Allah.

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Al Baqarah: 154)

 

 

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Kisah Jihad Palestina : Jenggot Memanjang )

Muhammad Natsir dan Jihad Palestina

Posted on 15/12/2010. Filed under: Tokoh |

Orang banyak mengenalnya sebagai Pak Natsir. Nama lengkapnya Muhammad Natsir, bergelar Datuk Sinaro nan Panjang, lahir di Minangkabau tanggal 17 Juli 1908, tepatnya di kampung Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Sumatera Barat, dari pasangan Sutan Saripado dan Khadijah. Beliau adalah tokoh bangsa, tokoh umat, dan tokoh dunia Islam, karena aktifitas dan peran yang telah dilakukannya untuk Islam dan umat tanpa mengenal lelah.

Pada tahun 1945-1946, pak Natsir menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), tahun 1946-1949 menjabat sebagai Menteri Peneranan RI, tahun 1950-1951 menjadi Perdana Menteri RI.

Dalam percaturan dunia Islam, khususnya di negara-negara Arab, pak Natsir sangat dikenal, dihormati dan disegani, beliau ikut serta dan terlibat pada beberapa organisasi Islam tingkat internasional, tahun 1967 diamanahkan menjabat Wakil Presiden World Muslim Congress (Muktamar Alam Islami), Karachi, Pakistan, tahun 1969 menjadi anggota World Muslim League, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1972 menjadi anggota Majlis A’la al-Alam lil Masajid, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1980 menerima “Faisal Award” atas pengabdiannya kepada Islam dari King Faisal, Saudi Arabia, tahun 1985 menjadi anggota Dewan Pendiri The International Islamic Charitable Foundation, Kuwait, pada tahun 1986 menjadi anggota Dewan Pendiri The Oxford Centre for Islamic Studies, London, Inggris dan angota Majelis Umana’ International Islamic Univesity, Islamabad, Pakistan.

 

Ketika Subandrio naik haji dan ingin bertemu dengan Raja Faisal, Raja Faisal tidak mau menerimanya. Setelah diusahakan oleh pihak KBRI Jedah dan prosesnya agak lama, akhirnya Raja Faisal mau juga menerima Subandrio yang saat itu menjadi orang penting di Indonesia. Subandrio menceritakan tentang Islam di Indonesia, juga menceritakan perannya membela Islam, kisah naik haji dan lain-lain.

Tanpa disangka dan diduga oleh Subandrio, Raja Faisal langsung bertanya, “Kenapa saudara tahan Muhammad Natsir?”. Pak Natsir pernah diasingkan oleh pemerintah Orde Lama ke Batu Malang, Jawa Timur (1960-1962) dan menjadi “tahanan politik” di Rumah Tahanan Militer (RTM) Keagungan Jakarta (1962-1966).

“Saudara tahu”, kata Raja Faisal. “Muhammad Natsir bukan pemimpin umat Islam Indonesia saja, tetapi pemimpin umat Islam dunia ini, kami ini!”.

Dalam bidang akademik, Pak Natsir menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Politik Islam dari Universitas Islam Libanon (1967), dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia, dan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Saint dan Teknologi Malaysia (1991).

Perhatian dan kepedulian Pak Natsir terhadap Palestina terus bergelora, tak lapuk karena hujan, tak lekang karena panas, walau usianya sudah uzur, lah laruik sanjo istilah orang Minang, beliau masih memiliki semangat yang tinggi dan kepedulian yang besar terhadap urusan umat khususnya Palestina.

Pak Natsir banyak meninggalkan karya tulis yang berkaitan dengan dakwah dan pemikiran, sebagiannya diterbitkan dalam bahasa Arab, misalnya Fiqh Da’wah, dan Ikhtaru Ahadas Sabilain (Pilih Salah Satu dari Dua Jalan). Beliau juga menulis buku khusus yang membahas permasalahan Palestina dengan judul Qadhiyatu Falisthin (Masalah Palestina).

Menurut Al-Mustasyar Abdullah Al-‘Aqil, mantan wakil Sekretaris Jendral Rabithah Alam Islami di Mekah Al-Mukaromah, “Dr. Muhammad Natsir sangat serius memperhatikan masalah Palestina. Ia temui tokoh, pemimpin dan dai di negara-negara Arab dan Islam untuk membangkitkan semangat membela Palestina, setelah kekalahan tahun 1967”.

Ketika redaktur majalah “Al-Wa’yul Islami” Kuwait, ustadz Muhammad Yasir Al-Qadhami bersilaturrahim ke rumah pak Natsir, Februari 1989, dan bertanya tentang tokoh-tokoh yang berpengaruh pada dirinya dan mempengaruhi perjuangannya, pak Natsir menjawab, “ Haji Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, Imam Asy Syahid Hasan Al-Banna, dan Imam Hasan Al-Hudhaibi. Sedang tokoh-tokoh Indonesia adalah Syekh Agus Salim dan Syekh Ahmad Surkati.”

Di hadapan sekitar 2.000 orang yang hadir dalam acara Tasyakur 80 Tahun Muhammad Natsir, di Masjid Al-Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, 17 Juli 1988. Pak Natsir menyampaikan kepada jama’ah, founding fathers, tokoh dan pendiri Republik ini, ulama, zuama, cendikiawan, dan generasi muda Islam tentang perjuangan anak-anak dan pemuda Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

“Soal Palestina yang selama ini macet, hidup kembali dengan demonstrasi, pemuda-pemuda dan anak-anak sekolah yang secara spontan menyatakan protes dengan beramai-ramai melempari dengan batu (bukan granat) dengan seruan Allahu Akbar, ke arah tentara Israel yang bersenjata lengkap. Sudah delapan bulan yang demikian itu berjalan, sudah banyak yang syahid ditembaki oleh tentara Israel. Tetapi mereka tak berhenti. Siapa yang mnenyangka tadinya akan demikian semangat jihad anak-anak belasan tahun berhadapan dengan angkatan bersenjata Israel…Demikianlah. Tak ada yang tetap di dunia ini. Innazzamaana Qadistadaara (Zaman beredar, musim berganti)”.

Walau dikenal luas oleh para tokoh dunia, Pak Natsir tetap menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Pak Natsir merupakan salah satu dari sedikit tokoh Islam Indonesia yang sungguh-sungguh berjuang menghidupi Islam, bukan sungguh-sungguh hidup dari memanfaatkan Islam, sehingga menjadi gemuk di jalan dakwah, seperti yang sekarang banyak dikerjakan orang-orang yang mengaku tokoh Islam. Bagi Pak Natsir, dunia dengan segala gemerlapnya adalah kepalsuan, bukan hakikat.

Tokoh yang sederhana ini wafat pada hari Sabtu tanggal 6 Februari 1993 pukul 12.10 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam usia 84 tahun. Semoga Allah ampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya, dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih di dalam surga.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Muhammad Natsir dan Jihad Palestina )

Yahya Ayyasy, Singa Palestina

Posted on 15/12/2010. Filed under: Tokoh |

Ayyasy dilahirkan pada 6 Maret 1966. Beliau tumbuh sebagai seorang anak yang sangat pendiam. Namun di balik diamnya, ternyata beliau menyimpan sebuah kecerdasan yang sangat menakjubkan. Dalam sekolahnya, Ayyasy kecil tidak hanya menguasai pelajaran kelasnya saja, namun juga pelajaran kelas di atasnya.

Beliau lulus SMA pada tahun 1984 dengan akumulasi 92,8. Setelah kelulusannya, beliau mulai aktif di gerakan Hamas. Beliau melanjutkan ke Universitas Beirzeit dengan mengambil jurusan tekhnik listrik. Masa perkuliahannya pun beliau sibukkan dengan aktifitas keislaman. Lulus perguruan tinggi pada tahun 1991 dan menikah pada tahun 1992.

Aktifitas militernya sudah beliau mulai pada tahun 1991. Dalam berjuang, beliau mempunyai pemahaman yang mendalam tentang arti sebuah perjuangan. Perjuangan telah menjadi nafas dan darahnya. Seluk-beluk perang pun beliau tekuni, sampai bisa ditentukan titik lemah penjajah Israel dan pusat kekuatan rakyat Palestina.

Maka kemudian dirancanglah sebuah perang yang menggabungkan dua hal di atas. Lahirlah Intifadhah I. Perang yang mempertemukan dua kubu; orang-orang yang takut mati, dan orang-orang yang mencari-cari kematian. Sungguh perang yang tidak seimbang.

Dalam aksi Intifadhah ini, diperlukan bahan peledak yang sangat banyak. Aksi-aksi peledakan diri, atau yang sering disebut bom syahid, dan aksi-aksi lainnya menghabiskan bom rakitan yang tidak sedikit. Perlawanan Palestina tidak mempunyai cadangan yang banyak karena semua jalan masuknya bantuan telah ditutup. Namun dari pikiran beliau, lahirlah ide untuk memanfaatkan bahan-bahan kimia dasar dalam membuat bom. Bahan-bahan ini banyak tersedia di apotik-apotik. Maka, setelah itu ledakan demi ledakan mengucang Israel.

Kerja pertama beliau adalah merakit bom pada sebuah mobil. Namun sayangnya, secara tidak sengaja, hal ini diketahui Israel. Setelah pengangkapan dan pemeriksaan yang ketat dan kejam, tersebutlah nama Ayyasy sebagai Wanted No 1. Ayyasy pun menjadi buron. Pada 25 April 1993, rumah beliau sempat digeledah Israel. Namun mereka tidak menemukan apa-apa. Dan ketika mereka mengancam keluarganya, sang Ibu malah mengatakan, “Yahya telah pergi tanpa meninggalkan apa-apa untuk kami. Sejak dia menjadi buron, dia bukan lagi anak kami, tapi anak Batalion al-Qassam.” Sebuah sikap yang sangat menjengkelkan Israel. Sikap yang terbentuk dari sebuah tarbiyah panjang dalam gerakan Hamas.

Kurang-lebih empat tahun masa buron, Israel dengan segala kekuatannya kehabisan akal menangkap Ayyasy. Sebaliknya, empat tahun pula Ayyasy mencapai kegemilangan membuat ledakan di sana-sini. Menciptakan sebuah mitos bahwa bangsa Yahudi selamanya tidak akan merasa aman hidup di tanah jajahan mereka. Masa buronan adalah masa perjuangan beliau. Dalam perjuangan itu, beliau benar-benar mengorbankan kehidupannya untuk Palestina. Seorang insinyur yang seharusnya bisa menikmati kehidupan enak dengan bekerja di luar negeri seperti yang dilakukan kebanyakan rekannya, kini hidup tidak menetap dan selalu terancam. Bahkan dalam masa ini pula, dua orang anaknya lahir. Yang pertama lahir pada awal masa buronnya, dan yang kedua lahir dua hari sebelum beliau mendapatkan syahadah.

Ada beberapa pelajaran yang beliau berikan kepada para pejuang Islam. Pertama, pejuang Islam harus mempunyai pondasi akidah dan iman yang kuat. Karena kedua hal inilah yang membuat manusia selalu merindukan kematian. Kedua, sirriyah dan bisa menjaga lisan. Semua operasi yang dilakukan Ayyasy dan Batalion al-Qassan dilakukan dengan super rahasia sehingga peristiwanya tidak bisa diketahui Israel sebelum terjadi. Dan Israel pun mendapatkan kesulitan untuk bisa menembus tubuh al-Qassam.

Ketiga, keterampilan menghilang dari mata musuh. Semua unsur Israel telah dikerahkan untuk menangkapnya, mulai dari tentara unit-unit militer khusus, kepolisian, tentara perbatasan, dan dinas intelijen, tapi tidak ada yang berhasil meringkusnya. Karena kelihaiannya ini, beliau digelari sang jenius, manusia berwajah seribu, manusia bernyawa tujuh, dan sebagainya. Prestasi gemilang yang pernah diraihnya adalah menerobos ke jalur Gaza dan membuat aksi di sana, padahal untuk sampai kesana beliau harus melewati ribuan tentara dan dinas intelijen. Prestasi ini sampai membuat Yitsak Rabin menggebrak meja dalam sebuah rapat. Keempat, jihad; ‘isy kariman au mut syahidan. Beliau selalu bersikeras melanjutkan perjuangannya dan mempersiapkan diri untuk mati syahid. Tidak beliau hiraukan anjuran-anjuran untuk melarikan diri ke luar negeri.

Empat tahun Yitsak Rabin memasang nama Ayyasy pada urutan pertama dalam file khusus orang-orang yang sangat berbahaya. File ini mendapat prioritas dalam program pemerintahannya. Tapi yang mengherankan, file itu masih ada di tangannya ketika seorang Yahudi fundamentalis memuntahkan peluru di depan mukanya. Peristiwa itu menambah malu dinas intelijen dan keamanan Israel. Belum berhasil menangkap Ayyasy, dihadapkan lagi permasalahan baru. Dalam situasi yang genting ini, direktur SABAK, dinas intelijen Israel, mengajukan pengunduran dirinya. Permohonan ini pun ditolak karena hanya akan menambah rakyat Israel kurang percaya diri.

Oleh karena itu, untuk mengembalikan rasa percaya dirinya, strategi pembunuhan Ayyasy dirancang lebih bagus dengan melibatkan pihak yang lebih banyak lagi. Pembunuhan ini diharapkan akan menjadi permulaan babak baru perjuangan Palestina. Perjuangan tanpa para perusak. Tapi apakah harapan mereka terwujud?

Jum’at, 5 Januari 1996, televisi Israel mengumumkan bahwa Ayyasy telah mati di Beit Lahia, Jalur Gaza. Seluruh Palestina, bahkan umat Islam seluruh dunia menangis. Sebuah bom telah dipasang dalam pesawat HT nya. Pesawat itu diterimanya dari seorang pedagang yang ternyata mempunyai hubungan dengan intelijen Israel.

Kematiannya sungguh sangat memilukan. Seorang pejuang harapan rakyat telah meninggalkan mereka. Tapi setidaknya, hal itu memberi pelajaran baru bagi mereka. Ada tiga hal yang bisa diambil. Pertama, jihad masih menjadi satu-satunya solution bagi perjuangan Palestina. Kedua, perjuangan yang ikhlas akan memberikan pengaruh yang baik bagi rakyat banyak. Ketiga, Israel masih harus berhadapan dengan kemarahan rakyat Palestina yang tidak akan pernah padam.

Ternyata harapan Israel hanya tinggal harapan. Babak perjuangan belum ending. Hanya dalam tempo sepuluh hari setelah kematian Ayyasy, empat kali operasi bom syahid berhasil dilancarkan oleh para penerus Ayyasy. Dan ternyata Ayyasy masih hidup. Bahkan sampai sekarang. Semangat dan namanya akan terus berada dalam benak hati kita. Beliaulah tokoh perjuangan.

Beliau tidaklah berambisi mencatat namanya dalam sejarah, tapi sejarahlah yang mencari sosok-sosok pemimpin pejuang semacam beliau. Beliau bukanlah orang yang gila ketenaran, tapi masyarakatlah yang selalu mencari-cari sosok seperti beliau untuk menjadi panutan dalam berjuang.

Source:  arrahmah

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Yahya Ayyasy, Singa Palestina )

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 957,922 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: