Archive for November 13th, 2010

Kisah Sufi Penyayang Binatang

Posted on 13/11/2010. Filed under: Hikmah | Tags: |

Kisah Sufi Penyayang Binatang

Bila ada nyamuk hinggap dan menggigitnya, beliau tidak pernah mengusirnya. Bila ada orang hendak mengusir nyamuk yang menggigit tubuh beliau itu, beliau justru melarangnya.

Masih berhubungan dengan tulisan saya yang lalu, tentang cerita jalan-jalan saya ke kebun binatang. Dan segala hal yang berhubungan dengan binatang, saya terkesan dengan cerita sufi bernama Syekh Ar-Rifai, seseorang penyayang binatang paling nomor satu. Mungkin buat kita terlihat berlebihan, tapi disitulah letak pelajarannya.

Mungkin sulit sekali mencari penyayang binatang semacamSyekh Ahmad ar-Rifa’i. Beliau adalah tokoh sufi besar pendiri tarekat Rifa’iyah, sebuah ordo sufi yang memiliki banyak pengikut, terutama di daratan Afrika Utara.

Konon, bila ada nyamuk hinggap dan menggigitnya, beliau tidak pernah mengusirnya. Bila ada orang hendak mengusir nyamuk yang menggigit tubuh beliau itu, beliau justru melarangnya.

“Biarkan nyamuk ini minum dari darah yang telah dijadikan sebagai bagian rejekinya oleh Allah,” kata beliau.

Bila ada belalang hinggap di pakaiannya saat sedang berjalan di bawah terik matahari, maka beliau mencari tempat yang teduh. Beliau duduk berdiam diri di situ sampai belalang itu pergi sendiri. “ Belalang ini ingin berteduh dengan bantuan kita,” katanya.

Konon pernah ada seekor kucing tidur di atas lengan baju miliknya. Beliau tidak sedikitpun mengganggunya sampai kucing itu bangun sendiri dan pergi. Ketika waktu salat tiba, Syekh ar-Rifa’I tetap tidak mau menarik lengan bajunya. Beliau malah menggunting lengan bajunya itu, lalu pergi salat. Setelah kucing itu bangun dan pergi, beliau menjahit kembali lengan bajunya itu. Subhanallah!

Suatu waktu, Syekh ar-Rifa’I pernah mendapati seekor anjing dengan tubuh nyaris hancur penuh kudis. Anjing itu diusir penduduk karena tubuhnya betul-betul menjijikkan. Maka, Syekh mengantarkannya ke sebuah gurun tak berpenghuni. Di tempat itu, beliau membuatkan sebuah kandang yang teduh untuk anjing tersebut. Lalu beliau meminyaki tubuhnya, menyediakan makan dan minumnya, juga menggosok kudisnya dengan sebuah kain. Setelah anjing itu sembuh, beliau membawakan air hangat, lalu memandikannya.

Sumber
http://majalah-alkisah.com

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Lelaki Yang Gemar Membaca Al-Qur’an

Posted on 13/11/2010. Filed under: Hikmah |

Lelaki Yang Gemar Membaca Al-Qur’an

Di saat aku berada di ruang mayat, seorang pemuda datang dengan tergopoh-gopoh. Ia berkata, “Ya Doktor Khalid –semoga Allah memberimu keba-ikan- ayahku sedang sekarat, coba anda talqinkan ke-padanya dua kalimat syahadat.” Aku katakan, “Saya rasa kalian anak-anaknya lebih berhak mentalqinnya dari padaku dan lebih memiliki rasa iba lebih dalam dari padaku semoga Allah memberkahi kalian.” Pemuda itu terus mendesakku dan ia katakan bahwa ini sudah kesepakatan dan keinginan semua saudara-saudara-nya.

Kemudian aku pergi bersamanya, lantas apa yang aku lihat? Seorang laki-laki sedang terbujur kaku, detak jantungnya lemah, paru-parunya terhenti dan dalam keadaan tidak sadar. Dia sedang sekarat. Tekanan da-rahnya sangat rendah, demikian pula denyut nadinya. Aku katakan, “Ya fulan… ucapkan Asyhadu alla ilaha illallah.” Lalu ia mengangkat jarinya seraya mengucap-kan syahadat.

Anehnya, ketika ia mengucapkan syahadat ter-sebut tekanan darahnya naik dari 130 sampai dengan 140 dan denyut jantungnya naik dari 100 sampai dengan 110, sampai-sampai seorang perawat merasa terkejut, cemas dan kagum dengan apa yang terjadi. Aku selalu mengingatkan perawat tersebut tentang kejadian tadi. Aku katakan ini adalah hujah atasmu… dan akan menjadi hujjahmu jika kamu masuk ke dalam Islam.

Kemudian lelaki tersebut menoleh ke anak-anaknya yang shalih dan merupakan contoh anak-anak yang berbakti dan menjaga ayahnya. Mereka bergantian menjaga sang ayah malam dan siang dengan membagi enam hari sesuai dengan jumlah mereka –semoga Allah memberi mereka taufik dan memperbaiki keadaan si anak-.

Aku katakan kepada mereka, “Bacakanlah al-Qur’an untuknya!” lalu mereka melaksanakannya –semoga Allah memberi mereka kebaikan-. Demikianlah kon-disi si ayah selama tiga hari dengan tekanan darah 130-140 dan anak-anak terus membacakan al-Qur’an untuknya pagi dan malam. Lalu si ayah pun meninggal.

Aku tanyakan kepada anak-anaknya, “Apakah ayah kalian gemar membaca al-Qur’an?” Mereka jawab bahwa ia mengkhatamkan al-Qur’an seminggu sekali dan terkadang lebih dari sekali. Semoga Allah merah-matinya dan mengumpulkan kita semua di kampung yang mulia (surga). Dalam sebuah riwayat shahih dari Abu Mush’ab (semoga Allah memberi husnul khatimah kepadanya, kepada orang tuanya dan kepada kaum muslim) bahwa ia berkata,

“Ahlul Qur’an adalah Ahlullah dan orang-orang pilihan-Nya.”

(SUMBER: Serial Kisah Teladan, Muhammad Shalih al-Qahthani seperti yang dinukil dari Qashash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir, penerbit DARUL HAQ, )

http://www.alsofwah.or.id

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Menghembuskan Nafas Terakhir Di Kuburan Temannya

Posted on 13/11/2010. Filed under: Hikmah | Tags: |

Menghembuskan Nafas Terakhir Di Kuburan Temannya

Dhiya’ yang bertugas memandikan mayat di rumah sakit militer Riyadh telah bercerita kepadaku dan menurutku ia seorang yang dapat dipercaya. Hanya Allah-lah yang mengetahui hakikat sebenarnya dan aku tidak akan mendahului Allah dalam menilai seseorang itu suci atau tidak. Ia mengisahkan bahwa seorang personil angkatan laut meminta bantuanku untuk mengeluarkan akte kematian temannya yang meninggal.

Setelah akte tersebut kami keluarkan, kami memandikan mayat temannya bersama-sama. Kami berpisah pada jam 11.35 siang. Ia membawa jenazah temannya sementara aku bersiap-siap hendak melaksanakan shalat Zhuhur. Pada jam 1 siang, pihak rumah sakit menelponku, mereka katakan, “Di sini ada jenazah. Keluarganya ingin agar segera dishalatkan pada waktu Ashar. Segeralah kemari dan mandikan jenazah tersebut.”

Aku segera datang lalu mendekati keranda dan menyingkap kain penutupnya. Ternyata apa yang aku lihat? Aku melihat sesuatu yang aneh. Aku melihat seorang personil angkatan laut yang tadi mengenakan pakaian biru sedang terbujur di keranda. Aku terdiam, kepalaku pusing, lalu aku pergi ke kantorku seraya mengucapkan kalimat istirja’ (yakni kalimat: Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan bertawakal kepada Allah SWT. Setelah aku membaca al-Qur’an kemudian aku bertawakal dan berangkat untuk memandikan jenazah tersebut.

Setelah usai aku bertanya kepada keluarganya bagaimana kronologis ia meninggal. Mereka katakan, “Setelah selesai menggali liang lahat untuk temannya, ia berusaha untuk keluar. Namun tiba-tiba jantungnya kambuh dan meninggal seketika di kuburan temannya itu.”

Apakah kita sudah siap menghadapi kematian?

Doktor Khalid al-Jabir

(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN, PENERBIT DARUL HAQ seperti yang dinukil dari Syarith Qalbi karya Doktor Khalid al-Jabir -dengan sedikit perubahan)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Menghembuskan Nafas Terakhir Di Kuburan Temannya )

Hadits tentang Ilmu

Posted on 13/11/2010. Filed under: Hikmah | Tags: |

“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka…neraka ” (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off on Hadits tentang Ilmu )

  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION

  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 949,233 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: