Sejarah

Hikayat Sang Wanita Perkasa itu…

Posted on 20/12/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , |

160 Tahun silam 1848, di pelosok aceh tepatnya diLampadang, Aceh Besar lahir seorang wanita yang diberi nama Cut Nyak Dhien. Beliau wafat/dimakamkan di Gunung Puyuh pada 6 November 1908 Sumedang, Jawa Barat. adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh.Kehidupan AwalCut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama. Ayahnyabernama Teuku Nanta Setia, seorang uleebalang, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18, dimana Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Karena itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien adalah keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar.Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik.Sewaktu kecil, ia memperoleh pendidikan pada bidang agama yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama, rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari) yang dididik baik oleh orang tuanya. Dan juga, banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berusaha melamarnya. Sehingga pada usia 12 tahun, dia sudah dinikahkan oleh orangtuanya pada tahun 1862 dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga<3><2>, putra dari uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki. Perlawanan saat Perang AcehPada tanggal 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citdadel van Antwerpen. Sehingga meletuslah Perang Aceh. Perang pertama (1873-1874), yang dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Kohler. Saat itu, Belanda mengirim 3.198 prajurit. Lalu, pada tanggal 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen dibawah pimpinan Kohler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman dan membakarnya. Cut Nyak Dhien yang melihat hal ini berteriak:“ Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?.”Saat itu, Kesultanan Aceh dapat memenangi perang ini. Ibrahim Lamnga yang bertarung di garis depan kembali dengan sorak kemenangan. Dan Kohler tewas tertembak pada April 1873.Namun pada perang kedua (1874-1880), dibawah pimpinan Jenderal Van Swieten. Daerah VI Mukim dapat diduduki Belanda pada tahun 1873, sedangkan Keraton Sultan jatuh pada tahun 1874. Cut Nyak Dhien dan bayinya akhirnya mengungsi bersama ibu-ibu dan rombongan lainnya pada tanggal 24 Desember 1875, dimana suaminya bertempur untuk merebut kembali daerah VI Mukim. Namun, Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.

 

Teuku Umar

 

Setelah itu, Teuku Umar, tokoh pejuang Aceh, melamar Cut Nyak Dhien. Tadinya Cut Nyak Dhien menolak, namun karena Teuku Umar mempersilahkannya untuk ikut bertempur dalam medan perang. Cut Nyak Dien akhirnya menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880. Hal ini membuat meningkatnya moral semangat perjuangan Aceh melawan Kapke Ulanda (Belanda Kafir). Pada saat Perang ketiga (1881-1896) meletus, perang dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi”sabilillah. Hal buruk terjadi untuk Aceh, Teuku Umar mulai mendekati Belanda dan hubungannya dengan orang Belanda semakin kuat. Cut Nyak Dhien dan rakyat Aceh khawatir akan hal ini, sampai Cut Nyak Meutia datang menemui Cut Nyak Dhien dan memakinya. Cut Nyak Dien berusaha menasehatinya untuk kembali melawan Belanda. Tapi, ia masih terus berhubungan dengan Belanda. Dan juga, pada saat orang Belanda datang ke rumahnya, Cut Nyak Dhien selalu menyingkir dari situ. Lalu pada tanggal 30 September 1893, Teuku Umar dan pasukannya yang berjumlah 250 orang pergi ke Kutaraja dan menyerahkan diri kepada Belanda. Lalu, Belanda memberi Teuku Umar gelar Teuku Umar Johan Pahlawan. Teuku Umar mengikuti perintah Belanda dengan merebut daerah pejuang Aceh. Namun, akhirnya Teuku Umar menunjukan bahwa dia hanya menipu Belanda dalam sandiwara untuk mendapatkan senjata-senjata dengan mengkhianatinya saat ia dan pasukannya diberi senjata oleh Belanda. Penghianatan ini disebut Het verraad van Teukoe Oemar (penghianatan Teuku Umar). Akibat dari penghianatan ini, Belanda mencabut gelarnya dan membakar rumahnya. Dan Belanda terus mengejar keberadaannya, sampai Belanda menemukan rencana Teuku Umar untuk menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899. Dan akhirnya, Teuku Umar gugur tertembak peluru. Karena hal ini, Cut Nyak Dien memimpin pasukan pada usianya yang ke 50 tahun melawan Kapke Ulanda (Belanda Kafir).Pada Perang keempat (1896-1910), Cut Nyak Dien memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Tetapi, tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Selain itu, Cut Nyak Dien semakin tua. Matanya sudah mulai rabun, dan ia terkena penyakit encok. Selain itu jumlah pasukannya terus berkurang, dan sulitnya memperoleh makanan. Hal ini membuat iba para pasukan-pasukannya. Sehingga, salah satu pasukannya bernama Pang Laot melaporkan lokasi markas Cut Nyak Dien pada Belanda karena iba. Lalu, segera, Belanda menyerang markas Cut Nyak Dien. Sebelum ditangkap, Cut Nya Dien mengambil rencong dan hendak membunuh Pang Laot dengan rencong, namun aksinya berhasil dihentikan oleh Belanda. Meninggal Setelah tertangkap, ia dibawa ke Banda Aceh dan ia dirawat disitu. Penyakitnya berangsur-angsur sembuh. Namun, karena Belanda takut kehadirannya membuat semangat perlawanan, selain itu karena terus berhubungan dengan pejuang yang belum tunduk, akhirnya Belanda kesal dan akhirnya ia dibuang ke Sumedang, Jawa Barat. Akhirnya pada tanggal 6 November 1908, ia meninggal karena usianya yang sudah tua. Karena perjuangannya, Cut Nyak Dien dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Penobatan tersebut dikuatkan dengan SK Presiden RI No.106 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964.

 

Makam Cut Nyak Dien di Sumedang-Jawa Barat

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Kereta-Kereta Kraton Yogya

Posted on 19/12/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda | Tags: , , , , , |

Pada masa lalu kendaraan yang digunakan oleh Kraton Ngayogyakarta, baik yang dipakai untuk kepentingan bepergian, perkawinan sampai untuk mengangkut jenasah, adalah jenis kendaraan yang disebut sebagai kereta. Jadi, pada masa itu, hanya kraton yang memiliki kereta, yang diberi nama bermacam-macam. Kereta-kereta tersebut bukan produksi Kraton Ngayogyakarta, atau warga negerinya, tetapi produksi dari negeri lain, diantaranya Belanda.

Kendaraan kereta pada masa itu adalah jenis kendaraan yang mewah. Kendaraan lain yang dipakai, dan sebetulnya bukan kendaraan, tetapi binatang yang “difungsikan” sebagai kendaraan, ialah kuda.

Jadi, jika sekarang mobil adalah jenis kendaraan mewah, pada waktu dulu kereta adalah jenis kendaraan mewah, dan jika dilihat dengan menggunakan referensi sekarang kereta adalah bentuk lain dari mobil. Sebagaimana dulu ada banyak kereta, di Kraton sekarang juga cukup banyak mobil. Nomornyapun khusus, AB 10 HB. Nomor ini menunjuk Kraton Ngayogyakarta dengan definisi: AB adalah tanda nomor Yogya. 10 adalah menunjuk generasi urutan, karena sebelumnya adalah HB IX dan sekarang, Rajanya, adalah HB X. Sedang HB adalah kepanjangan dari Hamengkubuwana. Jadi, melihat nomor khas tersebut dengan segera, setidaknya publik Yogya, utamanya para pejabat telah mengerti mobil siapa yang memakai nomor itu.

Kembali pada kereta Kraton Ngayogyakarta yang mempunyai bermacam nama, memang berbeda dengan mobil-mobil yang juga bisa ditemui di Kraton. Namun untuk keperluan-keperluan khusus, terutama berkaitan dengan ritual Kraton, Kereta masih digunakan, misalnya untuk pemakaman Sultan HB IX kereta jenasah masih dipakai, bukan mobil ambulans. Juga, ketika untuk kirab jumenangan Sultan HB X, kereta raja masih dipakai, bukam mobil Mercy misalnya, atau BMW. Dalam pernikahan anaknya, yang bernama GKR Pembayun, yang akan dilakukan tanggal 28 Mei 2002, kereta Kraton masih akan digunakan.

Dalam kata lain, meskipun telah ada jenis kendaraan lain yang lebih modern dan lebih memberi kenikmatan, dalam hal-hal ritual Kraton, kereta masih dipergunakan.

Foto-foto berikut bisa anda lihat, dalam berbagai macam tahun dan nama, kereta mempunyai tanda sendiri-sendiri, setidaknya seperti mobil, orang bisa mengenal mobil jenis BMW, Mercy, Honda, Susuki, Toyota, Reynault, Hyundai dsb. Dalam kereta pada masa lalu, orang juga bisa mengenal nama-nama, setidaknya seperti merk mobil.

Ada 23 kereta –yang dalam hal ini disebut sebagai “kareta”– yang disimpan didalam museum kareta yang dulunya merupakan ‘garasi’ bagi kereta-kereta kraton. Seekor kuda masih ada dikandang yang terletak disebelah lokasi museum. Beberapa kareta yang dianggap keramat disendirikan dan pintu penyekat hanya dibuka ketika ada pengunjung.

Adapun ke-23 kareta tersebut adalah :

1. Kareta Kyai Jongwiyat.
Buatan Belanda (Den Haag) tahun 1880. Peninggalan Sri Sultan HB VII, dipergunakan untuk manggala yudha atau dalam peperangan, misalnya untuk memeriksa barisan prajurit dan sebagainya. Sri Sultan HB VII adalah sultan yang paling banyak melakukan peperangan dengan Belanda. Kareta ini ditarik oleh 6 ekor kuda. Pada saat Sri Sultan HB X menikahkan putrinya kareta ini kembali dipergunakan. Beberapa bagian dari kareta ini sudah mengalami renovasi, misalnya warna cat yang sudah diganti menjadi kuning.

 

2. Kareta Kyai Jolodoro.
Buatan Belanda 1815. Peninggalan Sri Sultan HB IV. Kareta Jolodoro adalah kareta pesiar (dari kata “Jolo” = menjaring, “Doro” = gadis). Pengendali atau sais berdiri dibelakang. Dikendalikan oleh 4 ekor kuda.

3. Kareta Roto Biru

Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. Dinamakan Roto Biru mungkin karena kareta ini didominasi oleh warna biru cerah sampai ke bagian roda-nya. Dipergunakan untuk manggala yudha bagi panglima perang. Pada saat HB X menikahkan putrinya, kareta ini dipergunakan untuk mengangkut besan mertua. Kareta ini ditarik oleh 4 ekor kuda.

4. Kyai Rejo Pawoko
Buatan tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII yang diperuntukkan sebagai sarana transportasi bagi adik-adik Sultan. Ditarik oleh 4 ekor kuda. Konon dibelinya bersamaan dengan lahirnya Pak Karno ditahun 1901.

5. Kareta Landower.
Kareta ini dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901, buatan Belanda. Dahulu sempat dipamerkan di Hotel Ambarukmo. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

6. Kareta Premili.

Kareta ini dirakit di Semarang pada tahun 1925 dengan spare-part yang didatangkan dari Belanda. Digunakan untuk menjemput penari-penari Kraton. Ditarik oleh 4 ekor kuda. Pada salah satu bagian roda-nya tertulis “G.Barendsi”.

7. Kareta Kus No:10 (baca : Kus Sepuluh).
Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. Aslinya adalah kareta Landower dan bisa dipergunakan untuk pengantin. Cat aslinya yang berwarna hijau sudah diganti menjadi kuning dan dipercayai mengandung makna politis (warna salah satu parpol) pada saat dilakukan pengecatan ulang. Walaupun bisa dipergunakan sebagai kareta pengantin namun pada acara pernikahan putri Sri Sultan HB X yang baru lalu kareta ini tidak dipakai oleh mempelai.

8. Kareta Kapulitin.
Merupakan kareta untuk pacuan kuda/bendi. Dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB VII yang memang menggemari olah raga berkuda. Kareta ini hanya ditarik oleh 1 ekor kuda saja.

9. Kareta Kyai Kutha Kaharjo.
Dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB IX, buatan Berlin tahun 1927. Dipergunakan untuk mengiringi acara-acara yang diselenggarakan oleh Kraton, ditarik oleh 4 ekor kuda.

10. Kareta Kus Gading.
Dibeli pada masa Sri Sultan HBVIII. Buatan Belanda pada tahun 1901. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

11. Kareta Kyai Puspoko Manik.
Kareta buatan Belanda (Amsterdaam) yang dipergunakan sebagai pengiring acara-acara Kraton termasuk untuk pengiring pengantin. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

12. Kareta Roto Praloyo.

 

Merupakan kareta jenazah yang dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1938. Kareta inilah yang membawa jenazah Sultan dari Kraton menuju Imogiri. Ditarik oleh 8 ekor kuda.

13. Kareta Kyai Jetayu.

Dibeli pada masa Sri Sultan HBVIII pada tahun 1931. Diperuntukkan sebagai alat transportasi bagi putri-putri Sultan yg masih remaja. Ditarik oleh 4 ekor kuda dengan pengendali yang langsung berada diatas kuda.

14. Kareta Kyai Harsunaba.
Kareta ini merupakan sarana transportasi sehari-hari dari masa Sri Sultan HBVI-VIII. Dibeli pada tahun 1870. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

15. Kareta Kyai Wimono Putro.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI tahun 1860. Dipergunakan pada saat upacara pengangkatan putra mahkota. Kondisinya masih asli (warna kayu). Ditarik oleh 6 ekor kuda.

16. Kareta Kyai Manik Retno
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB IV tahun 1815, buatan Belanda. Merupakan kareta untuk pesiar Sultan bersama permaisuri. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

17. Kareta Kanjeng Nyai Jimad.
Merupakan pusaka Kraton, buatan Belanda tahun 1750. Asli-nya hadiah dari Spanyol yang pada saat itu sudah memiliki hubungan dagang dengan pihak kerajaan. Dipergunakan sebagai alat transportasi sehari-hari Sri Sultan HB I – III. Ditarik oleh 8 ekor kuda. Kondisi seluruhnya masih asli. Per kareta terbuat dari kulit kerbau. Setiap bulan Suro setahun sekali dilakukan upacara pemandian. Air yang dipergunakan untuk membersihkan kareta banyak yang memperebutkan.

 

 

18. Kareta Mondro Juwolo
Ini adalah kareta yang dulunya dipakai oleh Pangeran Dipenogoro. Cat-nya diperbarui pada saat diadakannya Festival Kraton Nusantara. Buatan Belanda tahun 1800. Ditarik oleh 6 ekor kuda. Fungsinya adalah sebagai alat transportasi.

19. Kareta Garudo Yeksa.
Kareta buatan Belanda tahun 1861 pada masa Sri Sultan HB VI. Kareta ini dipergunakan untuk penobatan seorang Sultan. Ditarik 8 ekor kuda yg sama (warna, kelamin). Dilakukan upacara pemadian setiap setahun sekali setiap dibulan Suro. Disebut juga sebagai Kareta Kencana (kareta emas). Semuanya yang ada di kareta ini masih asli termasuk simbol/lambang Burung Garuda-nya yang terbuat dari emas 18 karat seberat 20kg. Hanya digosok atau dibersihkan pada saat akan ada upacara penobatan karena kalau terlalu sering digosok emasnya akan terkikis. Konon sekitar 6-7gram emas akan hilang setiap kali digosok/dibersihkan. Bentuk mahkota-nya yang terbuat dari kuningan dengan puncaknya berbentuk seperti Tugu Monas karena konon Soekarno memang menggunakan bentuk mahkota ini untuk membuat desain Tugu Monas. Design kareta datang dari Sri Sultan HB I. Uniknya apabila pintu kareta dibuka maka akan ada tangga turun dengan sendirinya seperti yang sering dijumpai pada pintu-pintu pesawat terbang. Pengendali kuda hanya 1 orang. Kareta ini masih dipakai sampai sekarang.

20. Kareta Landower Wisman.
Dibeli dari Belanda pada tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII dan direnovasi pada tahun 2003, Dipergunakan sebagai sarana transportasi pada saat melakukan penyuluhan pertanian. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

21. Kareta Landower Surabaya.
Kareta ini sudah dipesan dari masa Sri Sultan HB VII dan baru bisa dipakai pada saat masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII. Kareta ini buatan Swiss dan dipergunakan sebagai sarana transportasi penyuluhan pertanian di Surabaya.

22. Kareta Landower
Kareta ini buatan Belanda jaman pemerintahan Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

23. Kyai Noto Puro.
Kareta ini buatan Belanda pada masa pemerintahan Sri Sultan HBVII yang aslinya dipergunakan untuk manggala yudha atau dalam peperangan. Bentuk fisiknya sudah mengalami renovasi. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

 

Beberapa Foto Kereta Kraton

 

laundauwer

laundauwer

kyai rotobiru

kyai rotobiru

kyai permili

kyai permili

kyai kuthokaharjo

kyai kuthokaharjo

kyai jongwiyat

kyai jongwiyat

kyai harsunobo

kyai harsunobo

kyai djetayu

kyai djetayu

kyai coupe driekwart 1900

kyai coupe driekwart 1900

kyai bedoio permili

kyai bedoio permili

kereta jenazah donopraloyo 1910

kereta jenazah roto praloyo 1910

kanjeng nyai jimat 1740-1750

kanjeng nyai jimat 1740-1750

 

 

 

kyai garudayaksa

kyai garudayaksa

Sumber dan foto:

http://www.tembi.org

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Diplomasi Munafik ala Yahudi

Posted on 17/12/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda | Tags: , , , , , |

Diplomasi Munafik ala Yahudi
Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel
Paul Findley
(mantan anggota Kongres AS)

SATU
KLAIM-KLAIM ISRAEL ATAS PALESTINA

Israel mendasarkan klaim-klaimnya untuk mendirikan sebuah negara di Palestina atas tiga sumber utama: warisan Perjanjian Lama dari Kitab Injil,1 Deklarasi Balfour yang diumumkan Inggris Raya pada 1917, dan pembagian Palestina menjadi negara Arab dan negara Yahudi yang direkomendasikan oleh Majelis Umum PBB pada 1947.
OMONG KOSONG

“Atas dasar hak alamiah dan hak kesejarahan kita… dengan ini [kami] memproklamasikan berdirinya sebuah Negara Yahudi di Tanah Israel-Negara Israel.” –Deklarasi Kemerdekaan Israel, 19482

FAKTA

Menurut sejarah, bangsa Yahudi bukanlah penduduk pertama Palestina, pun mereka tidak memerintah di sana selama masa pemerintahan bangsa-bangsa lain. Para ahli arkeologi modern kini secara umum sepakat bahwa bangsa Mesir dan bangsa Kanaan telah mendiami Palestina sejak masa-masa paling kuno yang dapat dicatat, sekitar 3000 SM hingga sekitar 1700 SM.3 Selanjutnya datanglah penguasa-penguasa lain seperti bangsa-bangsa Hyokos, Hittit, dan Filistin. Periode pemerintahan Yahudi baru dimulai pada 1020 SM dan berlangsung hingga 587 SM. Orang-orang Israel kemudian diserbu oleh bangsa-bangsa Assyria, Babylonia, Yunani, Mesir, dan Syria hingga Hebrew Maccabeans meraih kembali sebagian kendali pemerintahan pada 164 SM. Tetapi, pada 63 SM Kekaisaran Romawi menaklukkan Jerusalem dan pada 70 M menghancurkan Kuil Kedua dan menyebarkan orang-orang Yahudi ke negeri-negeri lain. Ringkasnya, bangsa Yahudi kuno menguasai Palestina atau sebagian besar darinya selama kurang dari enam ratus tahun dalam kurun waktu lima ribu tahun sejarah Palestina yang dapat dicatat –lebih singkat dibanding bangsa-bangsa Kanaan, Mesir, Muslim, atau Romawi.4 Komisi King-Crane AS menyimpulkan pada 1919 bahwa suatu klaim “yang didasarkan atas pendudukan pada masa dua ribu tahun yang lalu tidak dapat dipertimbangkan secara serius.”5

Pada 14 Mei 1948, sekitar tiga puluh tujuh orang menghadiri pertemuan Tel Aviv di mana kemerdekaan Israel dinyatakan sebagai “hak alamiah dan historis.” Namun para kritikus menuduh bahwa aksi mereka tidak mempunyai kekuatan yang mengikat dalam hukum internasional sebab mereka tidak mewakili mayoritas penduduk pada waktu itu. Sesungguhnya, hanya satu orang di antara mereka yang dilahirkan di Palestina; tiga puluh lima orang berasal dari Eropa dan seorang dari Yaman. Tegas sarjana Palestina Issa Nakhleh: “Minoritas Yahudi tidak berhak untuk menyatakan kemerdekaan suatu negara di atas wilayah yang dimiliki oleh bangsa Arab Palestina.”6
OMONG KOSONG

“‘Sertifikat kelahiran’ internasional Israel disahkan oleh janji dalam Kitab Injil.” –AIPAC,*) 19927

FAKTA

Klaim-klaim tentang dukungan ilahiah atas ambisi-ambisi kesukuan maupun kebangsaan sangat lazim ditemukan di masa kuno. Bangsa-bangsa Sumeria, Mesir, Yunani, dan Romawi semuanya menyitir wahyu-wahyu ilahi untuk penaklukan-penaklukan mereka. Sebagaimana dicatat oleh ahli sejarah Frank Epp: “Setiap fenomena dan proses kehidupan dianggap sebagai hasil campur tangan dewa atau dewa-dewa… bahwa sebuah negeri yang baik telah dijanjikan kepada bangsa yang lebih baik oleh dewa-dewa yang lebih tinggi.”8 Tidak ada pengadilan atau badan dunia di masa sekarang ini yang akan menganggap sah suatu hak pemilikan yang didasarkan atas klaim yang dinyatakan berasal dari Tuhan.9 Bahkan bagi mereka yang mengartikan restu Injil secara harfiah sebagai restu dari Tuhan, para ahli Injil seperti Dr. Dewey Beegle dari Wesley Theological Seminary menyatakan bahwa bangsa Yahudi kuno tidak berhasil mematuhi perintah-perintah Tuhan dan karenanya kehilangan janji itu.10
OMONG KOSONG

“Hak [bangsa Yahudi untuk melakukan restorasi nasional di Palestina] diakui oleh Deklarasi Balfour.” –Deklarasi Kemerdekaan Israel, 194811

FAKTA

Deklarasi Balfour secara sengaja tidak mendukung pendirian suatu bangsa Yahudi. Deklarasi itu termuat dalam sebuah surat yang dikirimkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour kepada Lord Rothschild, presiden Federasi Zionis Inggris, pada 2 November 1917. Deklarasi itu telah disetujui oleh kabinet Inggris dan dikatakan: “Pemerintah menyetujui didirikannya sebuah tanah air bagi bangsa Yahudi di Palestina, dan berusaha sebaik-baiknya untuk melancarkan pencapaian tujuan ini, setelah dipahami secara jelas bahwa tidak akan dilakukan sesuatu yang dapat merugikan hak-hak sipil dan hak-hak keagamaan komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, atau hak-hak dan status politik yang dinikmati oleh bangsa Yahudi di setiap negeri lain.”12 Pada 1939 British White Paper secara khusus menyatakan bahwa Inggris “tidak bermaksud mengubah Palestina menjadi sebuah Negara Yahudi yang bertentangan dengan kehendak penduduk Arab di negeri itu.”13
OMONG KOSONG

“[Palestina adalah] tanah air tanpa rakyat bagi rakyat [Yahudi) yang tidak bertanah air.” –Israel Zangwill, Zionis senior, c. 189714

FAKTA

Ketika Deklarasi Balfour diumumkan pada 1917 ada kira-kira 600.000 orang Arab di Palestina dan kira-kira 60.000 orang Yahudi.15 Lebih dari tiga puluh tahun selanjutnya rasio itu menyempit ketika imigrasi Yahudi bertambah, terutama akibat adanya kebijaksanaan anti-Semit Adolf Hitler. Namun, menjelang akhir 1947 ketika PBB berencana untuk membagi Palestina, bangsa Arab masih merupakan penduduk mayoritas, dengan jumlah orang Yahudi mencapai hanya sepertiganya –608.225 orang Yahudi berbanding 1.237.332 orang Arab.16 Ketika Max Nordau, seorang Zionis senior dan sahabat Zangwill, mengetahui pada 1897 bahwa ada penduduk asli Arab di Palestina, dia berseru: “Aku tidak tahu itu! Kita tengah melakukan suatu kezaliman!”17

Penduduk Palestina bukan hanya sudah ada di sana, mereka bahkan telah menjadi masyarakat mapan yang diakui oleh bangsa-bangsa Arab lainnya sebagai “bangsa Palestina.” Bangsa itu terdiri atas golongan-golongan intelektual dan profesional terhormat, organisasi-organisasi politik, dengan ekonomi agraria yang tengah tumbuh dan berkembang menjadi cikal bakal industri modern.18 Kata ilmuwan John Quigley: “Penduduk Arab telah mapan selama beratus-ratus tahun. Tidak ada migrasi masuk yang berarti dalam abad kesembilan belas.”19
OMONG KOSONG

“Atas dasar… resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan ini [kami] memproklamasikan berdirinya sebuah Negara Yahudi di Tanah Israel –Negara Israel.” –Deklarasi Kemerdekaan Israel, 194820

FAKTA

Hanya karena tekanan kuat dari pemerintahan Truman sajalah maka Rencana Pembagian PBB diluluskan oleh Majelis Umum pada 29 November 1947, dengan perolehan suara 33 lawan 13 dan dengan 10 abstain dan 1 absen. Di antara bangsa-bangsa yang mengalah pada tekanan AS adalah Prancis, Ethiopia, Haiti, Liberia, Luksemburg, Paraguay, dan Filipina.21 Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Sumner Welles menulis: “Melalui perintah langsung dari Gedung Putih setiap bentuk tekanan, langsung maupun tak langsung, dibawa untuk disampaikan oleh para pejabat Amerika kepada negara-negara di luar dunia Muslim yang diketahui belum menentukan sikap atau menentang pembagian itu. Para wakil dan perantara dikerahkan oleh Gedung Putih untuk memastikan bahwa suara mayoritas akan terus dipertahankan.”22

Rencana pembagian, yang dinamakan Resolusi 181, membagi Palestina antara “negara-negara Arab dan Yahudi yang merdeka dan Rezim Internasional Istimewa untuk Kota Jerusalem.”23 Calon Menteri Luar Negeri Israel Moshe Sharett mengatakan bahwa resolusi itu mempunyai “kekuatan mengikat,” dan Deklarasi Kemerdekaan Israel mengutipnya tiga kali sebagai dasar kebenaran yang sah bagi berdirinya negara itu.24 Namun Majelis Umum, tidak seperti Dewan Keamanan, tidak mempunyai kuasa lebih dari membuat rekomendasi. Ia tidak dapat mendesakkan rekomendasi-rekomendasinya, pun rekomendasi-rekomendasi itu tidak mengikat secara hukum kecuali untuk masalah-masalah internal PBB.25

Bangsa Palestina, yang memang berhak, menolak rencana pembagian itu sebab rencana tersebut memberikan pada bangsa Yahudi lebih dari separuh Palestina, meskipun dalam kenyataannya mereka itu hanyalah sepertiga penduduk dan hanya memiliki 6,59 persen tanah.26 Di samping itu, bangsa Palestina berkeras bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mempunyai hak yang sah untuk merekomendasikan pembagian jika mayoritas penduduk Palestina menantangnya. Sekalipun demikian, dengan menolak pembagian tidak berarti bangsa Palestina menolak klaim mereka sendiri sebagai suatu bangsa merdeka. Yang mereka tentang adalah negara Yahudi yang didirikan di atas tanah Palestina, bukan hak orang-orang Yahudi sebagai suatu bangsa.

Pemimpin Yahudi David Ben-Gurion menasihati para koleganya untuk menerima pembagian itu sebab, katanya pada mereka, “dalam sejarah tidak pernah ada suatu persetujuan final –baik yang berkaitan dengan rezim, dengan perbatasan-perbatasan, dan dengan persetujuan-persetujuan internasional.”27

Salah seorang perintis Zionis besar, Nahum Goldmann, mengungkapkan sikap pragmatis dengan cara berbeda: “Tidak ada harapan bagi sebuah negara Yahudi yang harus menghadapi 50 tahun lagi untuk berjuang melawan musuh-musuh Arab.”28
OMONG KOSONG

“Aslinya Palestina mencakup Yordania.” Ariel Sharon, Menteri Perdagangan Israel, 198929

FAKTA

Dalam sejarah panjang Imperium Islam/Usmaniah, Palestina tidak pernah berdiri sebagai suatu unit geopolitik atau administratif yang terpisah. Ketika daerah di Laut Tengah bagian timur antara Lebanon dan Mesir diambil alih oleh Inggris Raya dari Turki pada akhir Perang Dunia I, bagian-bagian tertentu dari apa yang disebut Palestina berada di bawah wilayah administrasi Beirut sementara Jerusalem menjadi sanjak, sebuah distrik otonom.30 Daerah di sebelah timur sungai Yordan –Transyordan– adalah, dalam kata-kata sarjana Universitas Tel Aviv Aaron Klieman, “sesungguhnya merupakan terra nullius di bawah kekuasaan bangsa Turki dan dibiarkan tanpa kepastian dalam pembagian Imperium Usmaniah.”31

Dalam memulai mandat di Palestina atas nama Liga Bangsa-bangsa pada 1922, Inggris mendapatkan Palestina dan Transyordan ke arah timur hingga Mesopotamia, yang menjadi Irak. Sekarang wilayah yang sama berarti mencakup Israel, Yordania, Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem. Pada Desember 1922, Inggris menyatakan pengakuannya atas “eksistensi suatu Pemerintahan konstitusional yang merdeka di Transyordan.” Dan pada 1928 dinyatakan secara khusus bahwa Palestina adalah daerah di sebelah barat sungai Yordan.32 Hanya di Palestina sajalah Inggris beranggapan bahwa janjinya dalam Deklarasi Balfour dapat diterapkan untuk membantu mendirikan suatu tanah air Yahudi.
Catatan kaki:

1 Lihat, misalnya, Kitab Kejadian 15:18, ‘Pada hari itu Tuhan membuat perjanjian dengan Ibrahim melalui firman, ‘Untuk keturunanmu Aku berikan tanah ini, dari sungai Mesir hingga sungai besar, sungai Efrat.'”

2 Ben-Gurion, Israel, 80. Teks deklarasi itu dicetak kembali di hlm. 79-81.

3 Bright, A History of Israel, 17-18. Lihat juga Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, 953-70.

4 Epp, Whose land is Palestine?, 39-40. Juga lihat The New Oxford Annotated Bible, 1549-50; Beatty, Arab and Jew in the Land of Canaan, 85.

5 Grose, Israel in the Mind of America, 88-89. Kutipan-kutipan dari laporan Komisi King-Crane terdapat dalam Khalidi, From Haven to Conquest, 213-18, dan Laqueur dan Rubin, The Israel-Arab Reader, 34-42.

6 Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, 4.

*) AIPAC adalah American Israel Public Affairs Committe, lobi utama yang mendukung Israel di Amerika Serikat

7 Bard dan Himelfarb, Myths and Facts, 1.

8 Epp, Whose Land Is Palestine?, 38, 41.

9 Guillaume, Zionists and the Bible, 25-30, dicetak ulang dalam Khalidi, From Haven to Conquest. Lihat juga Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, 953-70.

10 Dewey Beegle, wawancara dengan penulis, 12 Januari 1984.

11 Ben-Gurion, Israel, 80.

12 Sanders, The High Walls of Jerusalem, 612-13.

13 Sachar, A History of Israel, 222.

14 Dikutip dalam Elon, The Israelis, 149.

15 Palestine: Blue Book, 1937 (Jerusalem: Government Printer, 1937), dikutip dalam Epp, Whose Land Is Palestine?, 144. Lihat juga Khalidi, From Haven to Conquest, Lampiran 1.

16 Perserikatan Bangsa-Bangsa, laporan subkomite kepada Komite Khusus untuk Palestina, A/AC al/32, dicetak ulang dalam Khalidi, From Haven to Conquest, 675.

17 Sachar, A History of Israel,163.

18 Said et al., “A Profile of the Palestinian People,” dalam Said dan Hitchens, Blaming the Victimis,135-37.

19 Quigley, Palestine and Israel, 73. Lihat juga Khalidi, Before Their Diaspora; Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, terutama Bab 1 dan Bab 2.

20 Ben-Gurion, Israel, 80.

21 Sheldon L. Richman, “‘Ancient History': U.S. Conduct in the Middle East since World War II and the Folly of intervention,” pamflet Cato Institute, 16 Agustus 1991.

22 Welles, We Need Not Fail, dikutip dalam ibid. Lihat juga Muhammad Zafrulla Khan, “Thanksgiving Day at Lake Success, November 17, 1947;” Carlos P. Romulo, “The Philippines Changes Its Vote;” dan Kermit Roosevelt, “The Partition of Palestine: A Lesson in Pressure Politics,” semuanya dalam Khalidi, From Haven to Conquest, 709-22, 723-26, 727-30, secara berturut- turut.

23 Teks Resolusi 181 (II) terdapat dalam Tomeh, United Nations Resolutions on Palestine and the Arab-Israeli Conflict, 1: 4-14.

24 Mallison dan Mallison, The Palestine Problem in International Law and World Order, 171.

25 Quigley, Palestine and Israel, 47.

26 Cattan, Palestine, the Arabs, and Israel, 29; John Ruedy, “Dinamics of Land Alienation,” dalam Abu-Lughod, Transformation of Palestine, 125, 134; Said, The Question of Palestine, 98.

27 David Ben-Gurion, War Diaries, dikutip dalam Flapan, The Birth of Israel, 13.

28 Findley, They Dare to Speak Out, 273.

29 Sharon, Warrior, 246.

30 Ibrahim Abu-Lughod, “Territorially-based Nationalism and the Politics of Negation” dalam Said dan Hitchens, Blaming the Victims, 195.

31 Klieman, Foundations of British Policy in the Arab World, 68.

32 Ibid., 234-35. Lihat juga Fromkin, A Peace to End All Peace, 560.

Diplomasi Munafik ala Yahudi -
Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel oleh Paul Findley
Judul Asli: Deliberate Deceptions:
Facing the Facts about the U.S. – Israeli Relationship by Paul Findley
Terbitan Lawrence Hill Brooks, Brooklyn, New York 1993
Penterjemah: Rahmani Astuti, Penyunting: Yuliani L.
Penerbit Mizan, Jln. Yodkali No. 16, Bandung 40124
Cetakan 1, Dzulhijjah 1415/Mei 1995
Telp.(022) 700931 Fax.(022) 707038

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Natal

Posted on 17/12/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , , , , |

Pada zaman purba pendewaan matahari lazimnya terdapat di negara-negara yang kebudayaannya sudah agak tinggi. Matahari sebagai sumber cahaya dan sumber hidup. Dewa matahari Amaterasu di Jepang, dewa matahari di Tiongkok, Quetzalcoatle di Mexico dan di Peru.   Dewa Apollo atau Dionysus di antara orang Yunani (Griek), Hercules di antara orang Romawi, Mithra di antara orang Iran (Persia), Adonis dan Atis di Syria dan Phrygia (Anadol), Osiris, Isis dan Horus di Mesir, Baal Samus dan Astarte di antara orang Babil (Babylonia) dan Karthago, dan seterusnya. Semua dewa matahari ini dilahirkan sekitar tanggal 25 Desember dari seorang dara di sebuah gua, dan dinamakan Pembawa-Terang, Perantara, Juru-Selamat, Pembebas, dan sebagainya.   Mithraism, sebagai diakui oleh St. Jerome, lambat-laun terdesak di Roma dan Alexandna (Iskandaria) oleh Christianity. Tertullian membenarkan kenyataan bahwa Mithraism lenyap sesudah Gereja mengambil alih warna-warni dari Mithraism.   Selanjutnya Tertullian berkata bahwa ulama di zamannya menganggap sama Mithraism dengan Christianity kecuali dalam soal nama.   Padri Farrar dalam karangannya “Life of Christ” berkata bahwa tidak ada hujah yang memuaskan untuk menetapkan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Bijbel diam dalam hal ini, walau mengkisahkan di Lukas 2:8 “Maka dijajahan itu pun ada beberapa orang gembala, yang tinggal di padang menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.” Hal ini memustahilkan menerima 25 Desember sebagai tanggal kelahirannya Yesus (Natal), karena bulan Desember adalah puncaknya musim hujan di Palestina, ketika mana tidak terdapat kawan binatang atau gembala di waktu malam pada padang Bethlehem.   Semula Natal dirayakan pada tanggal 6 January (Epiphany), tetapi pada tahun 353 – 354 Paus Liberius merubahnya jadi 25 Desember. Tidak ada tanda-tanda perayaan Natal sama sekali hingga abad ke IV. Baru pada tahun 534 oleh mahkamah Hari Natal dan Epiphany dihitung “Dies Non.”   Gereja Griek hingga kini merayakan Natal pada tanggal 7 Januari. Baru pada kira-kira tahun 533 seorang rahib Scythia bernama Dionysius Exiguus, ketua biara dan ahli nujum di Roma, ditugaskan untuk menetapkan tanggal dan tahun kelahiran Yesus. Beliau tidak memberi alasan-alasan yang menguasakan ia untuk menetapkan 25 Desember sebagai hari Natal, tetapi tanggal yang pasti itu adalah tanggal yang diduganya dari kelahiran kebanyakan dewa-dewa matahari. Dewa matahari Mithra dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Dewa matahari Horus dan Apollo pada tanggal 28 Desember.   Adapun tahun yang ditetapkan oleh rahib Dionysius Exiguus tersebut, pada abad ke IX ternyata bahwa rahib itu keliru beberapa tahun, dan diakui bahwa Herodes wafat tahun 4 S.M. Menurut Injil karangan Matius 2:16 raja Herodes, untuk melenyapkan kemungkinan Yesus menjadi “raja sekalian Yahudi,” menitahkan agar dibunuh sekalian anak-anak berumur 2 tahun dan di bawah. Jadi tahun kelahiran Yesus harus dimundurkan sekurang-kurangnya sampai 4 S.M. Kini, para sarjana, memilih tahun 5 atau 6 S.M. sebagai tarikh yang lebih cocok dengan kisah dari Injil-injil yang saling bertentangan. Beberapa ahli sejarah mengundurkan sampai tahun 8 dan 10 S.M.14   Meskipun demikian, tiap Muslim, percaya akan Nabi Isa a.s. dan Injilnya, boleh turut merayakan Maulid Isa al-Masih, dan wajib mengundang setiap orang bukan-Muslim untuk turut merayakan maulid Nabi Muhammad s.a.w. sebagai tabligh agar mereka mengenal Islam.   Natal yang artinya maulid, kelahiran, seperti dalam istilah Dies Natalis (Hari Kelahiran), adalah satu dari kata-kata, misalnya: sekolah, gereja, keju, mentega, dan sebagainya yang bahasa kita warisi dari bangsa Portugis yang beragama Katolik Roma dan yang mulai datang ke negeri kita pada akhir abad XV   Jelaslah bahwa Natal adalah Hari Kelahiran Yesus Kristus yang diperingati dan dirayakan di gereja-gereja dan rumah-rumah. Diperingati oleh orang Kristen yang salih dengan pujaan-pujaan dan doa-doa, dengan saling memberi hadiah, dan sebagainya. Dirayakan di tempat-tempat dansa dan bar-bar dengan meminum minuman-minuman keras oleh awam yang acuh tak acuh terhadap agamanya.   Sebagaimana perayaan kegerejaan lain, juga Natal menggantikan perayaan orang kafir (jahil). Hari lahir yang sebetulnya dari Yesus yang nama asalnya Yesyua, dan Arabnya Isa, tidak ada yang mengetahui. Pada zaman itu bukan kebiasaan orang awam mencatat hari lahir atau hari wafatnya seseorang. Keluarga Yesus adalah orang-orang sederhana, dan murid-muridnya adalah nelayan, dan tidak biasanya dapat membaca atau menulis.   Bani Israil, yakni orang Yahudi, menggunakan penanggalan qamariyah (maanjaar, lunar year), bukannya tahun syamsiyah (zonnejaar, solar year).   Semula kedatangan Yesus di muka bumi (Epiphany) dirayakan pada tanggal 6 Januari. Di beberapa negara, diantaranya di Armenia, kelahiran Yesus masih saja dirayakan pada tanggal itu.   Digesernya ke tanggal 25 Desember adalah karena pengaruh dari penanggalan Romawi, yang menyebut tanggal itu “dies invicti solis” yang artinya “hari dari tuhan (dewa) matahari (Mithras) yang telah dikalahkan.” Yesus di-umpamakan sebagai “matahari kebenaran” dan “cahaya dunia.” Tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Mithras, yang asalnya dewa matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Hari minggu disebutnya juga Zondag, Sunday, Sonntag, hari matahari, hari gereja, pengganti hari Sabtu.   Juga ada yang berpendapat bahwa Natal itu adalah pengganti dari hari raya Romawi “Saturnalia” (dari 17 sampai 20 Desember), atau pengganti dari perayaan Jerman kuna “Joel” (biasanya 12 hari lamanya, dan pada masa itu harus damai benar-benar tak boleh diganggu), dan pendapat ini karena banyaknya upacara-upacara yang bersamaan: roti Joel jadi roti Natal (kerstbrood).   Hari Natal pada tanggal 25 Desember untuk pertama kalinya dirayakan di tahun 354 di Roma dan di tahun 375 di Konstantinopel dan di tahun 387 di Antakia (Antiochie). Bak makanan sapi, palungan (crib, kribbe) dengan anak Yesus yang ditempatkan di gereja waktu perayaan Natal mulai pada abad VIII, dan penempatan kribbe di rumah-rumah, sesudah St. Franciscus dari Assisia merayakan malam Natal di hutan Grecio pada abad XIII   Upacara-upacara yang terbanyak berasal dari adat pada zaman jahiliyah seperti pemberian hadiah, “hulst” semacam semak atau pohon yang selama-lamanya hijau (ilex aquifolium), ranting dari pohon mare (viscum album) buat mengusir setan atau arwah jahat dari istal, dan pohon Natal (Kerstboom), ialah pohon yang diperelok dengan hiasan dan lilin atau lampu-lampu.   Suasana, pada saat Yesus dilahirkan, yang dilukiskan di Injil karangan Lukas 2, tidak cocok dengan keadaan yang sebenarnya, karena di Palestina dalam musim itu tidak layaknya ada orang gembala di padang pada waktu malam. Juga sensus yang dititah Kaisar Agustus tak dapat dipertanggung jawabkan dari sudut sejarah.   Ringkasnya, perayaan Natal adalah suatu syncretism, percampuran, dimana unsur-unsur fiction (rekaan) dan kafir ada lebih banyak dari unsur-unsur sejarah.

 

 


ALKITAB (BIBLE) Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya Serta Hal-hal yang Bersangkutan   Prof. H.S. Tharick Chehab   Penerbit MUTIARA Jakarta Jln. Salemba Tengah 38, Jakarta INDONESIA

 

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Asal usul Perayaan Natal 25 Desember

Posted on 17/12/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , , , , |

Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.

Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme.

Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.

Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus).

Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari.

Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang.

Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.

Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?

Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kunoi didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).


Raja Nimrod

H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:
Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota “Marad” yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad” antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.

Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu mati.

Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal.

Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”.
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan obyek penyembahan “Ibu dan Anak” (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”, di Roma disebut “Fortuna dan Yupiter”. Bahkan di Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain.

Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa).

1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.

2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.

3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.

4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.

5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat.

Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter.

Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba.

Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawikarena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma.
Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7).
Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:

Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5).

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

10 Pembunuhan Paling Penting Dalam Sejarah

Posted on 17/12/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh | Tags: , , , , , |

Sejak Raja Eglon Moab ditikam sampai mati di takhta-Nya di 1200 SM (Hakim 3:12-30)-dan mungkin jauh sebelum itu-pemimpin politik telah dibunuh karena sejumlah alasan. Biasanya mereka dibunuh karena mereka dianggap ancaman oleh orang lain dalam otoritas, atau karena beberapa berdiri politik yang kontroversial mereka telah diambil, tapi kadang-kadang alasan bisa sesederhana pencarian untuk membalas dendam atau keinginan oleh pembunuh untuk menjadi terkenal. Dalam kasus apapun, biasanya ini hanyalah catatan kaki pembunuhan kecil dalam sejarah, tapi kadang-kadang mereka bisa dan memiliki dampak yang besar pada bangsa tidak hanya, tetapi pada sejarah itu sendiri. Jadi yang orang-orang-dan seorang wanita-yang hanya sedikit memiliki dampak kematian besar seperti itu?

10. Benazir Bhutto

Mantan Perdana Menteri Pakistan, 2007

Benazir Bhutto

Meskipun tidak lagi duduk seorang kepala negara, pengaruh Bhuto tentang politik Pakistan sangat besar. Sebuah suara moderat di negara yang penuh dengan ekstremisme, kematiannya di tangan militan Islam mungkin sendirian menghancurkan setiap kesempatan bangsa mungkin punya bagi stabilitas politik dan kemungkinan memberikan kontribusi terhadap spiral umum bangsa telah mengalami sejak itu. Sementara itu diketahui apakah ia mungkin telah membuat perbedaan besar dalam memperlambat atau menahan kecenderungan semakin militan Pakistan, kematiannya meninggalkan kekosongan yang tidak ada pemimpin oposisi telah mampu mengisi, meninggalkan berkemampuan nuklir Pakistan yang semakin tidak stabil dan berbahaya bangsa.

9. Reinhard Heydrich

Senior Nazi Resmi, 1942

Reinhard Heydrich

Hanya Perang Dunia Dua penggemar sejarah mungkin akan tahu siapa Reinhard Heydrich, tapi dia adalah satu-satunya orang yang bisa memenangkan perang untuk Jerman ia tidak dibunuh oleh partisan Ceko di jalan-jalan Praha pada tahun 1942. Bagaimana? Setiap bit sebagai kejam dan dua kali secerdas anak didiknya, Adolf Hitler , pria itu sedang dipersiapkan untuk menjadi penerus Fuhrer ketika dia meninggal, dia tinggal, siapa tahu jika dia tidak mungkin pada akhirnya menemukan Kahuna untuk mengusir semakin lemah dan delusi Hitler dan mengambil kendali dari Reich Ketiga sendiri-prospek yang bisa memiliki implikasi besar bagi sekutu. Tentu saja, di bawah kepemimpinan Heydrich, kesalahan yang dibuat oleh Hitler pada tahun-tahun terakhir perang yang semua tapi disegel nasib Jerman mungkin telah dihindari; di sisi lain, ia mungkin telah membuat kesalahan yang berbeda yang akan mempercepat kekalahan Jerman, tapi itu untuk pecinta sejarah alternatif untuk bekerja keluar.

8. Indira Gandhi

Perdana Menteri India, 1984

Indira Gandhi

Seperti Benazir Bhutto (lihat nomor 10 di atas), bagi seluruh generasi orang India, Indira Gandhi (tidak ada hubungannya dengan angka 6 di bawah) adalah suara dari modernisasi yang kematiannya mengakibatkan periode ketidakstabilan politik yang cukup besar di India selama beberapa tahun sesudahnya (ketidakstabilan yang berada di balik kematian anaknya sendiri, Rajiv Gandhi, di tangan ekstremis Tamil di 1991). Meskipun sering dianggap sebagai kontroversial dan, di kali, sosok tangan dan tidak populer yang berat dalam politik India, pengaruh dan keinginan untuk membawa India ke abad kedua puluh tidak dapat diremehkan, atau kerusakan yang dilakukan kepada mereka rencana-setidaknya dalam jangka pendek-menjadi ditolak.

7. John F. Kennedy

Presiden AS, 1963

John F. Kennedy

Sementara Kennedy hanya salah satu dari empat Presiden AS mati di tangan seorang pembunuh (dan salah satu tidak kurang dari sepuluh presiden mengalami percobaan pembunuhan), tidak ada yang sebagai publik atau memiliki sebagai dampak banyak pada jiwa Amerika seperti halnya kematian dari mantan senator muda dari Massachusetts . Sementara kematiannya hanya memiliki dampak kecil pada kursus politik yang telah ditetapkan untuk negara (penggantinya, Lyndon Johnson, dilanjutkan dengan berbagai program dan kebijakan) tidak pernah bisa dipungkiri betapa besar kematiannya melemparkan selubung di atas rakyat Amerika yang telah, dalam beberapa hal, tetap sampai hari ini. Tapi bahkan lebih dari itu, kematiannya mengakibatkan penciptaan industri rumahan seluruh teori konspirasi, yang semuanya telah berbuat banyak untuk menyalakan api paranoia dan sinisme yang membakar begitu kuat di negeri ini.

6. Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi

Indian aktivis politik dan pemimpin spiritual, 1948

Suara non-kekerasan dalam dunia yang semakin keras, ketika orang suci kurus India ditembak mati di jalanan New Delhi oleh seorang mahasiswa aktivis berubah, itu adalah pukulan luar biasa tidak hanya untuk India, tetapi ke seluruh dunia. Kebijakan-Nya kasih sayang terhadap resistensi miskin dan non-kekerasan menjabat sebagai cetak biru untuk perubahan secara damai, sementara kemampuannya untuk mempengaruhi baik Hindu dan Muslim sama-sama membuat perdamaian dari jenis-mungkin dalam perang-robek bangsanya. Satu-satunya hal positif yang bisa dikatakan-jika mungkin-adalah bahwa ia beruntung penyerangnya adalah seorang Hindu rekan, dia telah ditembak mati oleh seorang Muslim, itu mungkin telah berubah benua itu menjadi medan pertempuran keagamaan apokaliptik proporsi.

5. Julius Caesar

Kaisar Roma, 44BCE

Julius Caesar

Sementara jenis acara yang tampaknya lebih merupakan bagian dari melodrama dari sejarah nyata, pembunuhan terbesar kaisar Roma umum dan pertama di tangan senator sendiri mengatur Kekaisaran Romawi pada kursus yang mengatur dia di jalan berabad-abad kekacauan dan pengkhianatan. Apa Roma mungkin tampak seperti ia tinggal di kekuasaan tidak diketahui, tentu saja, tapi kemungkinan transisi kekuasaan di masa depan akan menjadi jauh lebih berantakan berselingkuh (dan ada pasti tidak akan menjadi perang saudara resultan yang sangat hampir membagi dua kerajaan baik). Di sisi lain, tanpa kematian Kaisar untuk memulai sebuah rantai kotor seluruh peristiwa, kita tidak akan pernah memiliki Cleopatra / Mark Antony kencan untuk menghibur kita semua berabad-abad, akan kita?

4. Martin Luther King, Jr

Aktivis Hak Sipil, 1968

Martin Luther King

Meskipun tidak mungkin untuk mengetahui bagaimana hal akan pergi untuk masyarakat kulit hitam di tahun enam puluhan dan awal tujuh itu Raja tidak dibungkam oleh seorang pembunuh, hilangnya kepala juru bicara mereka tidak diragukan lagi pukulan besar untuk seluruh hak-hak sipil gerakan. Dianggap suara nalar dan moderasi dalam waktu perselisihan meningkat, kematian-Nya membuka pintu bagi para pemimpin lebih militan naik ke garis depan gerakan, sering mengakibatkan radikalisasi dari masyarakat kulit hitam dan menciptakan perpecahan lebih dalam daripada yang sudah jelas. Seandainya dia hidup, itu mungkin akhir tahun enam puluhan dan awal tujuh akan memiliki udara yang jauh lebih sedikit militan tentang itu, meskipun itu murni spekulatif.

3. Alexander II

Tsar Rusia, 1881

Alexander II Tsar of Russia

Meskipun tidak banyak orang yang mungkin tahu banyak tentang Tsar Alexander II dari Rusia, kematiannya di tangan teroris (ya, mereka telah mereka bahkan saat itu, meskipun pada waktu itu mereka dikenal sebagai anarkis) pada bulan Maret 1881 mengubah arah Rusia untuk yang buruk. Sesuatu seorang raja tercerahkan dan pembaharu, ia berada di ambang menciptakan parlemen di Rusia pada saat kematiannya, yang kemungkinan akan menyebabkan akhirnya demokratisasi negara-negara ‘(banyak seperti yang terlihat di Inggris dan negara-negara Eropa lain di sekitar saat ini). Sebaliknya, penggantinya memutuskan untuk mengambil pendekatan yang menyerahkan lebih berat, sehingga dalam tiga puluh tahun lagi kepemimpinan menindas dan korup dan menabur benih untuk revolusi 1917 yang akan memperkenalkan Komunisme kepada dunia, efek yang kita masih merasa hari ini.

2. Abraham Lincoln

Presiden AS, 1865

Abraham Lincoln

Pembunuhan Tidak memiliki sebagai besar berdampak pada negara daripada yang keenam belas presiden Amerika Serikat. Kematian-Nya di tangan aktor berbalik selatan pengaduk John Wilkes Booth tidak hanya barang dari legenda, tetapi bencana ke selatan juga, yang akan bernasib jauh lebih baik di bawah tangan mendamaikan Lincoln pada masa setelah Perang Sipil daripada itu Andrew Johnson dan di bawah administrasi berikutnya. Bahkan, dapat dikatakan bahwa karena pengkhianatan Booth, Perang Saudara berlangsung selama beberapa dekade lagi-setidaknya dalam pikiran banyak selatan-dari itu akan dinyatakan, dan kemungkinan memberikan kontribusi yang besar terhadap penindasan kulit hitam di selatan. Dengan demikian, dalam membunuh Lincoln, Booth mungkin telah merusak selatan tercinta jauh lebih dari tindakannya yang bisa membantu itu.

1. Archduke Franz Ferdinand

Pewaris Takhta Austro-Hungaria, 1914

Archduke Franz Ferdinand

Jadi mengapa orang ini membuat ke nomor 1 di daftar? Setelah semua, sulit untuk membayangkan bahwa pembunuhan seorang bangsawan yang cukup jelas bisa berakibat besar, apalagi menjadi pembunuhan yang paling penting dalam sejarah. Namun, kematian atas Archduke dan istrinya saat mereka mengendarai sebuah mobil terbuka melalui jalan-jalan Sarajevo (ibukota Bosnia-modern Herzogovina tetapi pada paruh waktu yang lebih besar Serbia) memiliki dampak langsung dan mendalam. Masalahnya adalah bahwa pembunuh (coba tebak; anarkis lain) adalah bagian dari sebuah kelompok yang memiliki hubungan dengan militer Serbia itu sendiri, dengan demikian, dalam kasus kelas dunia reaksi berlebihan, Austro-Hungaria yang diselenggarakan pemerintah Serbia terlibat dalam pembunuhan dan menggerakkan roda perang yang akan, pada gilirannya, memulai rantai peristiwa yang akan, selama tentu saja hanya beberapa minggu, tidak hanya membawa kedua negara untuk pukulan, namun akan menyeret seluruh benua ke medan dengan itu. Hasilnya? Perang Dunia Satu-dibilang salah satu konflik paling berdarah dan paling sia-sia dalam sejarah. (Kematian tol Akhir:. 15 juta) Tentu saja jauh lebih baik dikenal dan lebih banyak orang yang kuat telah dibunuh selama bertahun-tahun, tetapi tidak memiliki konsekuensi tindakan tunggal mindless kebrutalan dan kebodohan belaka mensyaratkan

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Sejarah Peradaban Yahudi (Israel) 20 Juni 2010

Posted on 30/11/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda |

 

Untuk mengetahui sejarah Yahudi harus membicarakan nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim disebut sebagai imam agama moneistik (Tauhid), yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Nabi Ibrahim berasal dari Babylonia, anak seorang pemahat patung istana bernama Azar. Beliau menentang penyembahan patung yang menyebabkannya dihukum bakar, tapi Allah menyelamatkannya. Beliau, bersama Sarah isterinya, hijrah ke Kanaan (Palestina Selatan), kemudian pergi ke Mesir dan menetap di sana sementara waktu karena di Kanaan terjadi paceklik.

Usia Nabi Ibrahim semakin menginjak usia senja, tapi belum juga dikaruniai anak. Kemudian beliau menikahi—atas perkenaan Sarah—seorang wanita cantik bernama Hajar. Sebenarnya Hajar adalah wanita merdeka, bukan seorang budak. Ia adalah anak dari Raja Mesir, Fir’aun (Syaikh Shafiyyur-rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, 1997: 28). Kemudian beliau sekeluarga meninggalkan Mesir kembali ke Palestina.

Di Palestina, lahir anak dari Hajar bernama Ismail. Sarah merasa cemburu dan meminta agar Nabi Ibrahim menjauhkan mereka darinya. Allah membimbing Nabi Ibrahim menuju lembah tandus dan gersang, yaitu Makkah; daerah yang belum dihuni manusia satu pun. Nabi Ibrahim membekali keduanya dengan wadah air dan korma kemudian kembali ke Kanaan. Setelah bekal dan air telah habis, tiba-tiba air Zamzam memancar berkat karunia Allah. Nabi Ibrahim mengunjungi Nabi Ismail dan Hajar sebanyak empat kali. Pada pertemuan ketiga mereka sepakat membangun Ka’bah (Ibid., h. 29-30). Dari keturunan Nabi Ismail as. inilah lahir nabi penghujung zaman, yaitu Nabi Muhammad Saw.

Nabi Ibrahim dikaruniai anak dari Sarah yang bernama Ishaq. Kemudian Nabi Ishaq as. dikaruniai anak bernama Yaqub, yang digelari dengan Israel. Nabi Yaqub as. mempunyai dua isteri dan 12 anak. Dari isteri pertama lahir dua anak (nabi Yusuf as. dan Benyamin), sedangkan dari isteri kedua lahir sepuluh orang anak. Yaqub lebih mencintai Nabi Yusuf as. daripada anak-anaknya yang lain. Sehingga mereka bersepakat untuk melenyapkan nabi Yusuf as. Tapi Allah menyelamatkannya dan membawanya ke Mesir, pusat peradaban waktu itu. Di sana beliau menjadi menteri untuk menanggulangi ancaman kelaparan. Keturunan nabi Yaqub (Israel) berkembang biak di Mesir dan terbagi menjadi dua belas suku.

Dari keturuan Yaqub lahir Nabi Dawud as. (David) yang menjadi raja kerajaan Judea Samaria. Kemudian digantikan oleh anaknya, Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman as., membawa bangsa Yahudi ke zaman keemasan. Yerussalem dibangun pada dataran di atas bukit Zion dan menjadi pusat kota serta didirikan tempat ibadah yang megah. Orang Arab menyebutnya Haikal Sulaiman (Kuil Sulaiman, Solomon Temple), al-Masjid al-Aqsa, dan al-bait al-Maqdis.
Akibat kesombongan kaum Yahudi (Israel), Allah murka dan mengazab mereka. Akhirnya kerajaan mereka hancur dan mereka mengalami pengusiran demi pengusiran, penyiksaan serta perbudakan. Allah menurunkan Nabi Isa as. untuk memberikan peringatan kepada kaum Yahudi agar hidup sesuai dengan ajaran Allah. Kesengsaraan kaum Yahudi terus berlanjut, terlebih pada masa Nazi Hitler, kaum Yahudi Jerman mengalami etnis cleansing. Setelah berjalannya waktu, muncul ideologi baru tubuh umat Yahudi yang dikenal dengan Zionis.

Ideologi Zionisme
Ideologi zionis menyatakan bahwa bangsa Yahudi adalah “bangsa pilihan” dan Bani Israil lebih unggul dari manusia yang lain. Lebih dari itu, kaum zionis merasa berhak melakukan kekejaman atas bangsa lain. Idiologi rasis ini masuk ke dalam agenda dunia di akhir-akhir abad ke sembilan belas oleh Theodor Herzl (1860-1904), seorang wartawan Yahudi asal Austria.

Herzl dan teman-temannya membuat propaganda menjadikan kaum Yahudi sebagai ras terpisah dari Eropa. Pemisahan ini tidak akan berhasil jika mereka masih hidup “serumah” dengan masyarakat Eropa. Karena itu, membangun tanah air kaum Yahudi menjadi sangat penting. Theodor Herzl, sang pendiri zionisme, mulanya memilih Uganda. Kemudian Sang Zionis memutuskan untuk memilih Palestina. Alasannya, Palestina dianggap sebagai “tanah air kaum Yahudi” dan “tanah yang dijanjikan Tuhan”. Inilah pangkal mula kenapa tanah Palestina terus dibanjiri air mata dan darah sampai saat ini.

Penentangan terhadap ideologi zionis dan pendirian “Negara Israel” tidak hanya datang dari umat Islam, tapi juga dari orang Nasrani dan Yahudi. Mendiang Benjamin Beit-Hallahmi—akademisi di universitas-universitas Israel—mengkritik kekerasan Israel terhadap Palestina dan menyatakan perdamaian hanya bisa dicapai jika Israel menyingkirkan ideologi zionisnya. Noam Chomsky, orang Yahudi, menulis banyak buku dan artikel yang sangat kritis terhadap zionisme dan kebijakan negara Israel serta yang mendukungnya.

Di awal tahun 1980-an muncul kalangan akdemisi Yahudi yang menamakan diri “para sejarawan baru.” Mereka menyatakan keyakinan Israel sebagai “bangsa pilihan” adalah sebuah kebohongan. Menurut Tom Segev, anggota terpenting “sejarawan baru”, “Hampir hingga sekarang, kita tidak mempunyai sejarah negara ini (Palestina) yang sebenarnya, selain mitos.” Dulu, kritik seperti ini hanya disuarakan akademisi dan cendekiawan Muslim. Sekarang dinyatakan keras oleh banyak orang-orang Yahudi dan akademisi Kristen yang mencoba menilai kembali sejarah dengan sudut pandang yang tidak dipengaruhi oleh kepentingan.

Penentangan terhadap kezaliman Israel juga datang dari tentara Israel. Penyerbuan ke Lebanon di tahun 1982, sekelompok kecil tentara telah menolak bertugas untuk angkatan bersenjata Israel. Mereka tidak ingin menjadi bagian dari pemusnahan bangsa atas orang-orang sipil Libanon. Mereka kemudian dipenjara. Pada Januari 2002, sekitar 25 tentara menandatangani surat terbuka kepada media Israel; mereka menolak bertugas di daerah-daerah pendudukan dan mengumumkan pernyataannya di depan publik. Pada Februari 2002, anggota mereka mencapai 250. Saat ini mereka menerima dukungan besar dari kelompok-kelompok perdamaian, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, pemimpin-pemimpin keagamaan, dan orang-orang Israel serta Palestina (tragedi.palestina.com).

Apa yang dikemukakan di atas hanyalah sekelumit fakta bahwa tidak semua orang Yahudi setuju dengan berdirinya “Negara Israel” dan kelalimannya. Semua ini hendaknya menyadarkan umat Islam bahwa memusuhi semua umat Yahudi adalah tidak tepat karena tidak semua orang Yahudi mendukukung kekejaman negara Israel, bahkan menentang berdirinya Negara Israel dan ideologi zionisnya. Pendeknya, “tidak semua orang Yahudi Zionis.”

Mengindetikkan semua orang Yahudi dengan zionisme adalah sebuah kesalahan. Sama salahnya mengidentikkan umat Islam dengan teroris, karena segelintir pelaku teror bom yang mengatasnamakan agama. Seharusnya umat Islam membenci ideologi rasis zionis dan pemeluk serta pendukungnya. Umat Islam tidak boleh mengibarkan anti-semistisme.(CMM)

Sumber : Deny Suito http://www.cmm.or.id

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Wedjangan Revolusi

Posted on 16/11/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

“Abdi Tuhan”

Engkau nanti akan melihat matahari terbit, djadilah manusia jang berarti, manusia jang manfaat, manusia jang pantas untuk menjambut terbitnja matahari. Jang pantas menjambut terbitnja matahari itu hanja manusia-manusia abdi Tuhan, manusia-manusia jang manfaat. Ibu menghendaki aku mendjadi manusia jang pantas menjambut terbitnja matahari, oleh karena aku dikatakan oleh Ibu adalah anak fadjar. Tuhan memberi otak kepada manusia, memberi pikiran kepada manusia. Tuhan memberi djuga rasa kepada manusia. Hanja manusia jang otaknja tjerdas, rasa hatinja baik, kenang-kenangannja tinggi, bisa mendjadi manusia jang manfaat.

“Bertjita-tjitalah”, h: 7

“Berdikari”

Saja sekarang berkata kepada Rakjat Indonesia, hai Rakjat Indonesia, Saudara-saudara kita semuanja, dari Sabang sampai ke Merauke, 104 djuta manusia, kita sekarang, Saudara-saudara bukan lagi mendjadi anggota dari PBB. Mari kita berdiri diatas kaki kita sendiri. Djikalau kita memang satu bangsa jang merdeka, dan memang kita adalah satu bangsa jang merdeka, mari kita berdiri diatas kaki sendiri.

“Mahkota Kemerdekaan” h: 7.

Bangkit!

Diberi hak-hak atau tidak diberi hak-hak; diberi pegangan atau tidak diberi pegangan; di beri penguat atau tidak diberi penguat, – tiap-tiap mahluk, tiap-tiap umat, tip-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnja berbangkit. Pasti achirnja bangun, pasti achirnja menggerakan tenaganja, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan tjelakanja diri teraniaja oleh suatu daja angkara murka! Djangan lagi manusia, djangan lagi bangsa, walaupun tjatjingpun tentu bergerak berkeluget-keluget kalau merasakan sakit!

“Indonesia Menggugat” h: 68.

Bangsa dan Ras

Faham ras (djenis) ada setinggi langit bedanja dengan faham bangsa, oleh karena ras itu ada suatu faham biologis, sedangkan nationaliteit itu suatu faham sosiologis (ilmu pergaulan hidup).

“Dibawah Bendera Revolusi” h: 4.

Bangsa jang Besar

Kita bukan bangsa jang tempe, kita adalah bangsa jang Besar, dengan Ambisi jang Besar, Tjita-tjita jang Besar, Daja-Kreatif jang Besar, Keuletan jang Besar… Bangsa jang Besar, bangsa jang Hanjakrawarti-hambaudenda. Bangsa jang demikian itulah hendaknja bangsa Indonesia!

“Manipol”- h: 85.

Dekadensi

Penjelewengan terus-menerus menjebabkan dekadensi. Kadang-kadang, dekadensi jang berpuluh-puluh tahun lamanja, menjebabkan mengamuknja suatu revolusi baru.

“Manipol” h: 53.

Batja: Penjelewengan didalam Revolusi.

Deklarasi Bogor

Sudah tentu pertemuan-pertemuan untuk persatuan djugalah penting, tetapi pertemuan-pertemuan itu sifatnja membantu, sedang jang pokok tetaplah persatuan jang lahir dari aksi. Dalam hubungan ini kita harus tjatat pertemuan Bogor jang menghasilkan “Deklarasi Bogor” jang diadakan atas inisiatipku dan jang lain kupimpin sendiri. Aku setudju dengan adanja suatu “tata-krama Nasakom”. Di Indonesia, perkembangan Nasionalisme, perkembangan agama, dan perkembangan Komunisme didjamin. Ketiga-tiga aliran itu harus bekerdja sama setjara rukun. Masing-masing tidak diperkenalkan membitjarakan aliran jang lain setjara jang merugikan aliran lain itu. Djuga propaganda anti-nasionalisme, anti-Agama dan anti-Komunisme dilarang.

“Berdikari”.

Dentam-berdentam-gegap-gempita

Revolusi Indonesia adalah “razende inspiratie van de Indonesische geschiedenis”, – inspirasi dentam-berdentam gegap-gempita daripada Sedjarah Indonesia – siapakah dapat memastikan sedjarah, siapakah dapat mematikan Revolusi Indonesia, inspirasi dentam-berdentam-gegap-gempita daripada Sedjarah itu?

“Tavip” h: 8.

Dialoog

Dalam tiap pertemuan 17 Agustus, dalam tiap pertemuan dengan Lembaga Tertinggi Revolusi sebagai sekarang ini, saja seperti mengadakan satu dialoog dengan Rakyat. Satu pembicarakan-timbal- balik antara saja dan Rakyat, antara Ego-ku dan Alter-Ego-ku.

***

Petundjuk, nasehat, korreksi, retooling, andjuran, konsepsi, zelfkritiek, penerangan, pembakaran semangat, penggarisan strategi, penetapan taktik, pendorongan dan sekali lagi pendorongan, – semua itu harus meluap-luap dalam dialog jang saja adakan dengan Rakjat pada tiap-tiap saat 17 Agustus itu.

“Gesuri”.

***

Podium [17 Agustus] ini saja pergunakan sebagai tempat dialoog Sukarno-pribadi dengan Sukarno-Pemimpin Besar Revolusi, tempat dialoognja Sukarno-Pemimpin Besar Revolusi dengan Rakyat Indonesia jang ber-Revolusi.

“Tavip” h: 6.

Djembatan Emas

Teriakkanlah sembojan sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi itu dengan suara jang mendengung menggetarkan langit, gemuruh sebagai guruhnja guntur. Dengungkanlah sampai melintas tanah datar dan gunung dan samudra, bahwa Marhaen diseberangnja Jembatan-emas akan mendirikan suatu masjarakat jang tiada keningratan dan tiada keburdjuisan, tiada kelas-kelasan dan tiada kapitalisme.

“DBR” h: 322.

Gita

Dentamnja Revolusi, jang kadang-kadang berkumandang pekik-sorak, kadang-kadang bersuara jerit-pahit, sebagai satu keseluruhan kita dengarkan sebagai satu njanjian, satu simfoni, satu gita, laksana dentumnja gelombang samudra jang bergelora pukul-memukul membanting di pantai, kita dengarkan sebagai satu gita kepada Tuhan jang amat dahsjatnja.

“Tavip” h: 10.

Ho-lopis-kuntul baris

Pengedjawantahan kesadaran sosial itu ialah persatuan, gotong rojong semangat jang saja namakan semangat “ho-lopis-kuntul-baris”. Semangat persatuan, semangat gotong-rojong, semangat “ho-lopis-kuntul-baris” itu adalah sjarat mutlak bagi terselenggarakannja masjarakat adil dan makmur.

“Manipol” h: 67.

Hoogste gezagdrager

Ordening politik-ekonomis-sosial itu dus sebenarnja adalah kekuasaan pokok, – hoogste gezagdrager – daripada kehidupan nasional kita ini. Autoriteit jang tertinggi dalam kehidupan Nasional kita itu, autoriteit Tjakrawarti dalam Revolusi kita itu, adalah ordening kollektif jang saja maksudkan itu.

“Manipol” h: 68.

Hukum-hukum Revolusi

Sekarang Roda Revolusi sudah berputar kembali atas dasar Hukum-hukum klassik dari semua Revolusi. Apakah Hukum-hukum klassik daripada Revolusi itu?

Satu: Tiada Revolusi djikalau ia tidak mendjalankan konfrontasi terus-menerus – confrontasi de tous les jours.

Dua: Tiada Revolusi djikalau ia tidak berupa satu disiplin jang hidup, disiplin dibawah satu pimpinan.

“Gesuri”.

Introspeksi

Pada hari 17 Agustus kita mengadakan introspeksi kepada diri sendiri, sudahlah kita melakukan segala kewadjiban jang harus kita lakukan?

“Djarek” h: 108.

Irama Revolusi

Segala pasang-naik dan pasang-surutnja perdjoangan, segala pukulan jang kita berikan dan pukulan jang kita terima, adalah iramanja perdjoangan, iramanja Revolusi.

“Tavip” h: 10.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Bung Karno dan Tonil

Posted on 16/11/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

 

Bung Karno gemar pada seni lukis. Bung Karno gemar keroncong. Bung Karno gemar pertunjukan wayang dan tari nasional. Dan masih banyak lagi bidang seni yang digemari Bung Karno. Tetapi jarang yang tahu bahwa Bung Karno juga seorang penulis dan pengarang drama.

Ketika Bung Karno menjalani pengasingan di Flores dan kemudian Bengkulu, pada hari-hari pertama ia memang terasing dari masyarakat sekitar, yang merasa takut terhadap orang yang menjadi musuh Belanda. Hal itu menyebabkan Bung Karno
merasa sangat tertekan. “Aku memerlukan suatu pendorong sebelum aku membunuh
semangatku sendiri,” kata Bung Karno dalam otobiografinya. “Itulah sebabnya aku mulai menulis cerita sandiwara. Dari 1934 sampai 1938 dapat kuselesaikan 12 buah,” lanjutnya.

Klub Tonil di Ende
Tentu saja Bung Karno tidak hanya mengarang naskah sandiwara, tetapi juga berusaha keras untuk mementaskannya di panggung. Maka dibentuklah perkumpulan sandiwara , Toneel Club Kelimutu, mengambil nama dana tiga warna di kawasan Ende. Bermodalkan uang 27 sen, klub sandiwara ini memulai aktivitasnya, dengan tujuan ganda: sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat sekaligus untuk membangkitkan semangat perjuangan melawan penjajah.

Dalam perkumpulan sandiwara itu Bung Karno kerja serabutan: menjabat direktur klub sampai mencari tempat pertunjukan, melatih para pemain sampai menjual karcis pertunjukan. Masalah pakaian untuk para pemeran utama serta layar, ditangani oleh Ibu Inggit. Tetapi upaya menyelenggarakan pertunjukan di panggung, ternyata tidak mudah, Bung Karno adalah seorang tahanan politik, yang gerak-geriknya selalu diawasi. Di samping itu di Ende gedung pertunjukan sangat terbatas. Syukurlah, dengan bantuan pater G. Huijtink dari missi Ende, perkumpulan sandiwara Kelimutu dapat menyelenggarakan pentas perdananya di gedung paroki, Imakulata. Sambutan masyarakat luar biasa. Dan begitulah pada waktu-waktu berikutnya pertunjukan bisa berlangsung, bahkan pernah berturut-turut selama beberapa hari.

Indonesia 1945
Naskah sandiwara itu beraneka ragam ceritanya. Dalam karyanya yang pertama berjudul “Dr. Syaitan”, tampaknya Bung Karno terpengaruh oleh cerita Barat mengenai Frankenstein, Boris Karloff, seorang dokter yang mampu memindahkan organ orang yang masih hidup. Dalam Dr. Sjaitan dikisahkan adanya seorang tokoh yang serupa Boris Karloff, dapat menghidupkan mayat dengan memindahkan hati dari orang hidup. Tentang karyanya yang pertama ini Bung Karno berkomentar: “Cerita ini membawakan suatu pesan moral. Pesan yang tersembunyi di dalamnya adalah, bahwa tubuh Indonesia yang sudah tidak bernyawa dapat bangkit dan hidup lagi.”

Karya yang lain adalah “Indonesia 1945″. Sesuai dengan judulnya, isi sandiwara ini adalah ramalan pecahnya Perang Pasifik, yang membuat Bung karno yakin Indonesia akan merdeka pada tahun 1945. Lewat sandiwara ini Bung Karno mencoba menyadarkan masyarakat Ende akan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di tanah pengasingan itu Bung Karno tidak mungkin mengadakan pidato seperti ketika bebas di Jawa dulu. Sandiwara dengan demikian merupakan cara terbaik Bung karno untuk mensosialisasikan ide-ide dan semangatnya.

Kesepuluh sandiwara lain yang ditulis Bung Karno adalah Rendo, Rahasia Kelimutu, Jula Gubi, Kut Kutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero-Dinamit, Amuk, Sanghai Rumba, Gera Ende. Pada hari Minggu setelah selesai latihan atau pementasan, para anggota sandiwara piknik ke luar kota. Tempat favorit mereka adalah kali Wolowona, yang terletak sekitar 5 km dari pusat kota Ende. Sepanjang jalan mereka menyanyikan lagu-lagu populer dan keroncong diiringi alat musik sederhana.

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

Bung Karno Sebagai Kolektor Buku

Posted on 16/11/2011. Filed under: Sejarah, Tahukah Anda, Tokoh |

 

Kamarku penuh dengan tumpukan buku, di atas dressoir, di atas kursi, di atas lantai, bahkan di tempat cuci tangan, sehingga di tengah kamar yang megah dari orang yang kuat yang menakjubkan itu para pelayan menjumpai kutu busuk di antara halaman-halaman buku. Mereka tidak lagi membiarkanku menaruh buku di atas tempat tidurku.”

Demikian dapat kita baca dalam otobiografi Bung Karno, sebagaimana dikisahkan oleh Cindy Adams, dalam bukunya, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Bung Karno memang dikenal sebagai kolektor buku kaliber berat, bahkan tidak salah kalau beliau juga digolongkan sebagai “kutu buku”. Hal tersebut juga dituturkan oleh orang-orang yang pernah dekat Bung Karno,seperti putera sulungnya, Guntur Soekarno, serta pengawal pribadinya, H. Mangil, bahkan orang-orang lain yang pemah masuk ke dalam kamar tidur beliau di Istana Merdeka.

Mengapa Bung Kamo begitu akrab dengan buku? “Kenyataan-kenyataan yang kulihat dalam duniaku yang gelap hanyalah kehampaan dan kemelaratan. Karena itu aku mengundurkan diri ke dalam apa yang dinamakan orang Inggris ‘Dunia Pemikiran’. Buku-buku menjadi temanku. Dengan dikelilingi oleh kesadaranku sendiri aku memperoleh kompensasi untuk mengimbangi diskriminasi dan keputusasaan yang terdapat di luar. Dalam dunia kerohanian dan dunia yang lebih kekal inilah aku mencari kesenanganku. Dan di dalam itulah aku dapat hidup dan sedikit bergembira. Seluruh waktu kupergunakan untuk membaca.” Demikian kata Bung Karno dalam otobiografinya.

Lewat buku, Bung Karno bisa mengadakan ‘dialog’ dan ‘bertukar pikiran’ dengan tokoh-tokoh pemikir dunia, mengenai politik, ekonomi, sosial, budaya, filsafat, dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Kesemuanya itu dapat mengembangKan dan memperluas wawasan untuk bisa disumbangkan dan diabdikan kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang sangat dicintainya. Bahkan juga kepada dunia. Betapa luas wawasan beliau dapat dilihat dari banyaknya tokoh yang diajaknya berdialog’, seperti dituturkan dalam otobiografinya di atas: “Di dalam dunia pemikiranku, aku berbicara dengan Gladstone dari Britannia ditambah dengan Sidney dan Beatrice Webb yang mendirikan Gerakan Buruh Inggris; aku berhadapan muka dengan Mazzini, Cavour dan Garibaldi dari Italia. Aku berhadapan dengan Karl Marx, Friedrich Engels dan Lenin dari Rusia dan aku mengobrol dengan Jean Jacques Rousseau, Aristide Briand dan Jean Jaures ahli pidato terbesar dalam sejarah Perancis.” Tidak heran kalau dalam tulisan-tulisan maupun pidato-pidato Bung Karno kita menemukan cuplikan ucapan tokoh-tokoh pemikir tingkat dunia itu. Bahkan banyak kata-kata atau ungkapan asing yang diambil Bung Karno, akhimya mewamai perbendaharaan bahasa Indonesia. Contohnya: vivere pericoloso, dedication of life, hogere optrekking, mankind is one.

Sejak di Surabaya.
Keakraban Bung Kamo dengan buku dimulai sejak Bung Kamo muda indekos di rumah H.O.S. Cokroaminoto, tokoh pergerakan nasional pimpinan Sarekat Islam yang pernah dijuluki “raja Jawa tanpa mahkota” oleh kolonialis Belanda. Keadaan ekonomi di Hindia Belanda waktu itu sangat parah. Sebagai siswa HBS di Surabaya, Bung Kamo muda setiap bulan hanya dikirimi uang saku setengah gulden oleh ayahnya, R. Sukemi Sosrodihardjo yang guru sekolah rendah. Tentu saja Bung Karno tak bisa banyak menyisihkan uang untuk membeli buku. Syukurlah di Surabaya waktu itu sudah ada perpustakaan yang besar yang diselenggarakan oleh sebuah perkumpulan teosofi. Karena ayahnya dikenal sebagai seorang teosof, Bung Karno muda boleh “memasuki peti harta ini, di mana tidak ada batasnya buat seorang anak yang miskin.” Barulah beberapa tahun kemudian, setelah uang sakunya dinaikkan menjadi satu setengah gulden, Bung Karno mampu membeli buku-buku yang dirninatinya. Hobi mengoleksi buku terus dilakukannya, tidak hanya ketika Bung Karno bersekolah di Bandung, tinggal di pengasingan di Ende dan Bengkulu, maupun setelah menjabat Presiden dari negara yang diproklamasikannya.

Buku-buku koleksi itu tidak seluruhnya berasal dari pembelian Bung Karno sendiri. Sebagian ada yang merupakan hadiah dari para sahabat, sebagian lagi hasil tukar-menukar atau barter, dan sebagian lagi secara pinjam dari teman-teman, tetapi yang empunya sungkan untuk memintanya kembali. Buku Neocolonialism karangan Dr. Kwame Nkrumah (pendiri Gerakan Non-Blok dari Ghana) misalnya, diperoleh melalui barter dengan buku Under the Banner of the Revolution (terjemahan bahasa Inggris dari kumpulan tulisan Bung Karno. Dibawah Bendera Revolusi) dan Indonesia Accused (Indonesia Menggugat). Sedangkan berbagai buku mengenai pemikiran Swami Vivekananda didapatnya dari Pandit Jawaharlal Nehru, perdana menteri India.

Hancur.
Banyak membaca buku dengan cermat jelas memberikan wawasan yang lebih luas serta pengetahuan yang sangat mendalam mengenai suatu ilmu pada Bung Karno, sehingga membuat isi pidato maupun artikel yang ditulis sangat berbobot.

Lalu bagaimana Bung Karno melahap buku-buku yang tebal dan berat isinya itu? “Kalau buku yang-saya anggap penting, saya baca dari A sampai Z. Dan yang penting-penting saya garis bawahi. Saya tulisi dengan pendapat saya. Pendek kata saya corat- coret, sehingga buku tersebut setengah hancur,” tutur Bung Karno pada suatu kesempatan. Yang sangat luar biasa adalah daya ingat Bung Karno. Ia tahu persis di mana suatu kalimat terdapat dalam salah satu judul buku dari koleksi bukunya yang berjumlah ribuan tersebut. Guntur Soekarno dalam bukunya, Bung Karno: Bapakku, Guruku, menceritakan bagaimana suatu ketika ia diminta membantu Bung Karno yang sedang menyiapkan pidato kenegaraan yang akan disampaikan pada tanggal 17 Agustus. Guntur kecapean karena harus mengambil belasan buku dengan berbagai judul, yang akan dipakai sebagai referensi dalam pidatonya itu.

Buku-buku yang dikumpulkan sejak Bung Karno berusia muda, selalu dibawa pindah bersama Bung Karno bahkan ikut pula dalam kehidupan di pengungsian. Menurut penuturan Ibu Fatmawati Soekarno, sampai periode Bung Karno dipindahkan ke Bengkulu dari Ende, buku koleksi Bung Karno sudah mencapai 1.000 lebih. Waktu tentara pendudukan Jepang akan memasuki Bengkulu, pemerintah kolonial Belanda berusaha “melarikan” Bung Karno ke Padang, untuk kemudian direncanakan akan diangkut ke Australia tetapi tak berhasil. Buku-buku koleksi Bung Karno berhasil diselamatkan oleh keluarga Bu Fat. Total jenderal koleksi buku yang di- sembunyikan di rumah-rumah keluarga Bu Fat itu berjumlah sebelas peti besar, dengan ukuran 1,5 x 1,5 x 4 meter. Sayang, ada tiga peti buku yang ketahuan oleh Belanda dan segera dimusnahkan. Tangan-tangan kotor Belanda memang berusaha menghancurkan koleksi buku-buku Bung Karno tersebut.

Dan ketika tentara pendudukan Jepang datang, kalau saja persembunyian buku itu sampai diketahui mereka, buku-buku tersebut bakal dibumihanguskan. Maklumlah, buku-buku Bung Karno banyak yang berisi anti militerisme dan fasisme. Dan selama tiga setengah tahun barulah koleksi Bung Karno itu bisa aman di rumah kediaman Bung Karno, Jl. Pegangsaan Timur, Jakarta. Pada waktu revolusi fisik, ketika ibukota RI pindah ke Yogyakarta, sebagian buku Bung Karno dibawa serta, sedang sebagian dititipkan pada kerabat yang tinggal di Jakarta. Setelah Bung Karno menjabat sebagai Presiden RI, koleksi buku-buku yang terus bertambah itu dipajang di lstana Kepresidenan, baik di lstana Merdeka (yang terbanyak), lstana Negara, lstana Bogor, lstana Tampak siring. (Syamsu Hadi)

Read Full Post | Make a Comment ( Comments Off )

« Previous Entries Next Entries »
  • Free Palestine !!



    FREE PALESTINE | CONDEMN ISRAELI OCCUPATION


  • Informasi Tentang Anda

    IP
  • Total Pengunjung

    free counters
  • WebRank

    Alexa Certified Traffic Ranking for kissanak.wordpress.com
  • Blog Stats

    • 335,737 hits
  • Visit http://www.ipligence.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: